Judulnya pakai bahasa Minang. Yup, jika di-Indonesiakan, jadinya “Antara Tari Piring dan Piro”.
Tari Piring adalah tarian tradisional Minangkabau yang sangat terkenal. Lalu Piro? Piro itu singkatan dari Piriang Manggaro, bisa dibilang varian dari Tari Piring itu sendiri.
Tari Piring originates from West Sumatra, particularly The Minangkabau. This dance symbolizes the farmers’ daily activities, such as tilling planting, weeding and harvesting. It is also an expression of the farmers feeling of joy and gratitude due to the abundance of the harvest. It comprises several quick movements with saucers sticking on to their hands. Sometimes the saucers are thrown to the air and this part usually creates the most throbbing atmosphere throughout the dance.
(Sumber: dari sini)
Yah, aku sedang ingin membahas dua tari ini, berhubung akhir-akhir ini setiap 3x seminggu disibukkan dengan Tari Piro. Untuk apa? Tidak lain dan tidak bukan sebagai persiapan acara pagelaran dalam rangka Dies Natalis ke-32 UKM-ITB.
Sebagai seorang reiSHA (ntah pa pa…), seni yang aku suka adalah seni tari, tapi itupun terbatas hanya tarian Minang. Kenapa? Hmm… Mungkin karena tari Minang tidak bermasalah buat seorang cewe berkerudung, hehe… Bandingkan dengan tari Jawa dan Bali (tidak bermaksud menyinggung soal SARA di sini). Gerakannya juga tidak terlalu … gimanaaa gitu.
Tari Piring punya banyak versi. Dari SMP hingga sekarang, kalau tidak salah aku sudah belajar lima versi Tari Piring, tapi yang aku pelajari waktu SMP dan SMA tentunya sudah lupa
Perkenalan pertamaku dengan UKM-ITB, juga karena Tari Piring. Masih ingat ketika itu UKM-ITB di OHU 2005 membawakan Tari Piring. Keren banget, soalnya itu piring kaca asli, dan tidak ada akal-akalan di baliknya. Maksud akal-akalan di sini, kalau dulu waktu aku SMP dan SMA, menari piring memakai piring yang ukurannya bisa digenggam sama tangan atau di belakangnya dibuat semacam cincin dari karet ban, jadi bagaimanapun, piringnya tidak akan jatuh. Yah, aku kagum bagaimana cara mereka memutar-mutar piring itu dengan berbagai macam gerakan tari. Pokoknya kerenlah, susah digambarkan. Karena itulah aku masuk UKM-ITB, karena tertarik ingin mempelajari tarian-tariannya, apalagi Tari Piring yang begitu menantang.
Perjalanan PPAB dan persiapan Dies Natalis 31 UKM tahun lalu, yang begitu panjang, telah kulalui. Hingga akhirnya aku baru berkesempatan mempelajari Tari Piring secara sungguh-sungguh untuk OHU 2006. Latihan yang melelahkan, sampai-sampai kepala ini pernah kena piring yang melayang juga
(untungnya tidak pecah di kepala), akhirnya aku tampil juga di OHU 2006. Sukses. Senangnya memecahkan piring di akhir tari (awalnya iseng saja waktu gladi resik), sampai-sampai dimarahi karena ada unsur kesengajaan
Perjalananku di UKM terus berlanjut, sampai akhirnya Dies Natalis 32 segera datang. Yah, diajak untuk tampil di Tari Piro. Perkenalan pertamaku dengan Tari Piro adalah ketika PPAB UKM’05. Keren abis…
Mari kita bandingkan dua tari ini. Tari Piring, sering dibawakan di acara-acara UKM ataupun acara di mana UKM ikut mengisi acara. Gerakannya sangat dinamis. Tari Piro, sepanjang sejarahku di UKM, aku cuma lihat waktu PPAB itu. Dari musik Piro sendiri, memang cenderung statis, tapi entah kenapa aku malah lebih suka Tari Piro. Gerakan Tari Piro untuk cewe, bisa dibilang lebih gampang daripada gerakan di Tari Piring, akan tetapi untuk gerakan cowo malah sebaliknya. Gerakan Piro untuk cowo itu sangat ekstrim. Luar biasa. Dendang yang megiringi musik Tari Piro bisa menambah semangat.
(Fyuhh… Ntah pa pa… Kayanya rada ga jlaz ya postingan ini. Ga pa pa, yang jelas, kesimpulannya, Tari Piring ataupun Piro itu keren abis… Apalagi waktu pagelaran Dies Natalis 31 dulu, ada injak-injak pecahan piring segala).
Hehehe … Samo mah sha …
Tari Piro is my fave dance …
Why? Karena tari ini lah yang bikin awak keluar dari status “lulus bersyarat” menjadi anggota UKM seutuhnya … menjadi pandendang ukm 3 generasi … Tks to Ni Yessi … wkwkwk …
Dendangnya itu loh … kesan mistis dan sakral terpancar … ditambah hentakan gendang dengan pola biner:
0 1 0 1 0 1 1 0 … 1 1 0 1 0 1 1 0 …
alias …
Dung tak dung tak dung tak tak dung … tak tak dung tak dung tak tak dung …
“Di ma gandang babuncahkan, di sinan kaki dihantakkan … dantiang2 piriang di rumah nan gadang …”
Nan paliang rancak tu iyo tari piro di DIES 26 KABA SAISUAK … laki-laki pakai baju putiah … nan padusi pakai baju biru batanduak …
Tapi kok pada Piro di DIES 32 ini, aura “sakral” tari PIRO kurang taraso dek ambo … ntah lah … awak tak bisa berkata apa2 lagi …
Dendang saketek dulu:
Nan lah tarang yo lah candonyo hari
Nan lah tampak wajahnyo bintang … iyo lah rang mudo oi
Nan lah sanang yo lah candonyo hati
Lai tampak pulo kapa rintang … iyo lah rang mudo oi
Lalu malereang yo lah ka tabiang tinggi
Bulu basangko ramo-ramo … iyo lah rang mudo oi
Samuik tapijak yo lai indak mati
Alu tataruang patah tigo … iyo lah rang mudo oi
Reff:
Ondeh iyo lah salasa balainyo Rang Solok —> Ambo tu mah …
Rami lah dek anak nan mudo-mudo
Taruih lah oi Reisha ondeh taruih lah manari
Bia lah nak uda, diak kanduang, nan mandendangkan —> edited …
.:revan:.
makjang…
Uda Revan ini pula… panjang kali commentnya pun….
wah, sha, ntar lo nari yang mana? tak tonton deh, *siap2 beli tiket*
Ondeh mandeh….. lah badendang dendang lo da Revan disiko…
Emang tari piro itu lain pesonanyo dibandiang tari piriang…
Aku pun sempat terpukau pertama kali lihatnya…. (waktu lat Lustrum V, red) pokoknya gitu deh.
Jangan bosan sama tari Piro ya…..
Dung tak dung tak dung tak tak dung tak tak dung tak dung tak tak dung
(inilah pola gendang yang sudah menamatkan riwayat sejumlah stik talempong sampai2 kami para pemusik kebingungan karena kekurangan stik…
Sayang kamu katanya ga nginjek2 piring itu.
Dicobain kali sha.. Huehehehe…
@Petra Novandi: baca postingan di atas baik-baik, pasti ketahuan aku nari Piring atau Piro.
@Brahmasta: aku masih normal
permisi,mba…
di sini jual tiket pagelaran ndak ?
ada diskon gak ? hueheehe…
@defindal: tiketnya dijual di gerbang ganesha sono, kayanya ga ada diskon, hehe…
Oya, yang aktris di pagelaran kemaren jadi MC sekarang, so, dateng yak
hey..salam kenal..
aku IF 2004, sekarang di NTU.
wah, link nya ngambil dari PintuSingapura…kok bisa..
@Fajri Hanny: dengan Mbah Google kita bisa dapat link kemana aja
panggil fanny aja.
I see…tari piring terkenal loh disini…
@Fajri Hanny: aku hanya meng-copy nama si pengisi comment, hehe…
Iya sih, tarian Minang yang terkenal ya pastinya tari piring…
Hmm… Tapi lagi di Singapura ya sekarang, ga bisa datang ke Sabuga Sabtu ini berarti
Loh, si fanny kok bisa nyasar di sini, tiba-tiba?!?!?!?
yang jadi artis ? sapa emangnya ? abis cigok2 di MP saya yah..
pengen VIP dong .. hahahaha…
kemaren tu dapetnya kelas SE alias Super Ekonomi..
duduk d karpet :((
aku bisa lebih hebat dari kalian semua soalnya aku bisa tari ember
yuapPzZ….!
bEner B9T Aq j9 suKa mA tarI piRiN9……cOz seLaiN dibUtuHkan kelihaiN qT dalam MEnari Ju9a dI buTUhkan kOnSEntrASI,,,, Ya 9a! BiAR piRin9nYA ga PEcah. ….. 9uDLaK…
sElain TuW, BwT namBAH wAWasan BOuT TrI, AQ MsK sanG9AR TaRI NAmAnYA “SAAyUn SALanGKAH”…..KeYeeeN ga!……. hE hE hE,,,,,
bTw DAH dULU yah…… SALm kEnAL DaRi n@Na yAh(@_@)