
Inilah perhelatan akbar Unit Kesenian Minangkabau ITB tahun ini. Pekan Pameran dan Pagelaran Budaya Minangkabau (P3BM) 2008 dalam rangka Dies Natalis 33 UKM-ITB. Ada tiga kegiatan dalam acara ini.
Pertama, lomba karya ilmiah Science and Technology Event 2008. Finalnya hari ini ternyata. Tidak terasa. Lomba ini adalah lomba yang ditujukan bagi pelajar SMA di Sumatra Barat, sebagai bentuk kontribusi UKM kepada Ranah Minang. Ada lomba karya ilmiah yang mengambil tema “Global Warming di Sekitar Kita”, ada juga lomba essay budaya yang bertemakan “Perebutan Budaya Minangkabau oleh Bangsa Asing dalam Kacamata Seorang Pelajar”.
Kedua, Wisata Kuliner “Taragak jo Kampuang”. Ini dia acara, yang setiap aku pajang di status YM, pertanyaan yang pertama kali muncul adalah “makan-makannya gratis ga?”. Ckckck… Jadi, acara ini baru pertama kali diadakan oleh UKM. Pada acara ini akan ada makanan dan jajanan khas tradisional Minangkabau, dengan format bazaar (masakan Minang itu tidak hanya masakan pedas lho…). Jadi, yang jualan nantinya pedagang dari usaha kecil menengah (kata ketua panitianya seperti itu). Acara dimulai jam 09.00, sekaligus pembukaan rangkaian acara P3BM 2008. Oiya, FYI, “Taragak jo Kampuang” itu artinya rindu kampung halaman, jadi semoga acara ini dapat mengobati kerinduan orang-orang rantau terhadap kampung halamannya. Acaranya besok, 1 Mei di sekitaran Campus Center ITB.
Ketiga, Pagelaran Seni Budaya Minangkabau “Marantiang Budayo, Mamaga Pusako”. Pagelaran tahun ini kembali mengambil tempat di Sasana Budaya Ganesha ITB, dimulai pukul 19.00. Akan ditampilkan kesenian khas tradisional Minangkabau. Ada tari, musik, drama, randai, silat, dan sebagainya. Oiya, “Marantiang Budayo, Mamaga Pusako” itu, kalau diterjemahkan per kata, agak sulit. Yang jelas, maknanya, budaya yang ada saat ini tetap dikembangkan, tapi karena budaya itu adalah pusaka dari nenek moyang kita, maka kita harus selalu menjaga dan melestarikannya. Ya, kira-kira seperti itu. CMIIW
Ayo semuanya, uda-uni sadonyo, akang-teteh sadayana, datang ya… 1 Mei 09.00 di CC dan 3 Mei 19.00 di Sabuga
Behind The Scene
Jadi, ini dia orang-orang yang tampak pusing dalam minggu ini. (Hasil keisengan di saat tugas belum menumpuk
)

Sebenarnya tidak hanya orang-orang di atas. Masih banyak dan tidak mungkin aku sebutkan semuanya di sini. Dalam setiap acara, ada panitia kecil lagi di dalamnya. Tiap divisi juga ada stafnya (pasti). Di pagelaran juga ada banyak personil pagelaran yang terlibat, yang akan tampil dalam malam pagelaran nanti. Mereka adalah orang yang harus menyisihkan waktunya untuk latihan secara rutin.
Hmm, kalau bicara soal pagelaran, aku sih tidak ikut menari tahun ini. Huhu… Apa daya, pertandingan semester 6 vs. dies 33 dimenangkan oleh semester 6. Padahal, kalau ditanya hati sanubari yang paling dalam (lebai), aku ingin sekali ikut. Ada paduan Tiga Warna, yang memadukan Tari Alang Babega, Tari Rantak, dan Tari Gandang. Pengeeennn banget tari ini. Tari Urak Langkah sudah bisa juga padahal. Tari Saputangan boleh juga. Tari Piringnya juga seru. Huaaa… (Pengen aja semua, tapi ga akan bisa tu…)
Ya sudahlah ya. Kan hidup itu pilihan. Jika kita sudah memilih, jalani saja. Mungkin itu yang terbaik yang diberikan Allah. paling tidak sudah turut berpartisipasi dalam acara ini (dan sepertinya termasuk panitia yang justru sibuk saat mendekati LPJ, bukan mendekati hari-H acara
).
waaaah sudah mulai lagi pagelarannyaaaa
jadinya dramanya ada sub title tuh? mengingat tahun kemaren, menghindari ada kejadian 2 orang yang saling berbincang bertanya pemerannya lg ngomongin hehehhe
tari2nya tuuuh, aku paling suka musiknya, bagaimanapun memang harus kerja keras ya nyiapin semuanya, iya sha, hidup ini mang pilihan…
@febrian
..lg ngomongin hehehe….. : maksudnya lg ngomongin apa hehehehehe, yah pemahaman bahasa yang semakin kacau
huaaa …
ga sabar ke bandung
uehehehe yang di sabuga bayar berapaan?
@febrian: Subtitle? Hmm… Belum ada kayanya… Ga sempat bikin *.srt, haha… Bagus lho pagelarannya… Ayo datang…
Ada menir Belanda juga sekarang ceritanya…
@widya: Ayo, datanglah ke Bandung. Bandung ga sekejam Jakarta lho, hehe…
@rika: Hoho… Yang pagelaran di Sabuga, bisa beli tiket dengan HTM Rp 15.000. Tiket bisa diperoleh di Gerbang Ganesha, beberapa rumah makan Padang (lupa rumah makan apa aja…), atau pas hari-H pagelaran.
gak bisa ikut datang…..
apa boleh buat….. Semester 6 kembali menghadang….
Hooo.. iya pengen ikutan lagi..
gile panjang bener artinya, padahal bhs minangnya cuma 4 kata.. ck ck ck.. pantesan pagelarannya ga pake subtitle.. bisa sepanjang apa ya
ayo tinggal 1 acara lagi, malam puncak pagelaran seni di sabuga
nonton yaaahhh….
http://sutanmudo.co.cc
setuju sama Petra
mantab oiiiiii…ado2 sajo kreatifitas dunsanak2 awak di bandung yo..mantab….lestarikanlah slalu budaya minang ini. perkenalkanlah ia pada dunia…biar “tabangkik batang tarandam”
salam kenal uni
SHa,
publikasiny rame dn keren d kampus. tapi ko rada mirip2 pstk gitu y dsainny?
@Petra Barus n KnightDNA: Semester 6 ini… (sok banget) Nikmati aja…
@aisar: Kan aku tulis di sana ‘makna’-nya, bukan ‘arti’-nya. Beda itu. Kalo cuma translate ke bahasa Indonesia, ya kira-kira jadi Meranting Budaya, Memagar Pusaka. Aneh jadinya.
@guaaja: Salam kenal juga…
@albaz: Hmm… Kebetulan aja kali ya. Emang mirip. Ntah kenapa. Untung beda warna, hehe…
argh….
akhirnya…….
reiSHA,
Semoga sukses..
wassallam,
Om Datuk