Kala Hidup Dihiasi Dua Huruf Sakti

2009 March 30
by reiSHA

Beberapa waktu lalu aku melihat-lihat beberapa tulisan yang pernah aku tulis sepanjang perjalanan blog ini. Akhirnya aku tertuju ke postingan yang ini. Aku tidak ingat kalau aku pernah nulis ini, tapi pastinya aku ketawa membacanya, ahaha…

Ini dia bagian yang kumaksud. Lengkapnya silakan baca postingan yang sudah di-link di atas :)

  • Anak Tingkat III (3) vs. Anak Tingkat IV (4) di semester genap:
  • 3: Stress… JarKom, ProgIn, PPL… Ini juga Grafika, padahal 2 SKS. SBD juga…
    4: Hihi… Semangat ya. Ntar tingkat IV udah nyantai kok…

  • Anak Tingkat IV (4) vs. siapapun (S):
  • S: Pa kabar TA?
    4: Ga usah nyebut-nyebut TA deh…

Ahaha… Sebelumnya klarifikasi dulu deh. Yang percakapan anak tingkat III dan IV di atas cuma berlaku untuk ‘penikmat’ semester VI di kurikulum 2003. Untuk kurikulum 2008 percakapan tersebut kurang relevan, hehe…

Tapi sejujurnya yang ingin kugarisbawahi adalah percakapan terakhir, antara ‘Anak Tingkat IV’ dengan ’siapapun’. Dulu melihat para TA’ers, lucu aja melihat mereka sewot sendiri kalau si dua huruf sakti itu sudah disebut. Entah kenapa jadi begitu sensitifnya. Roda berputar terus kan? Kalau dulu aku berada di posisi si ’siapapun’ itu, kini aku berada di posisi si ‘Anak Tingkat IV’.

Huff… Sebenarnya jadi anak tingkat IV-nya sudah dari semester kemarin. Cuma saktinya si dua huruf itu untuk membuat orang-orang stress justru terasanya sekarang-sekarang ini. Kalau semester kemarin kan, deadline TA masih lama ini, masih banyak teman-teman yang belum ngerjain TA, ada teman lah (as Pak Windy said). Paling giliran pada rame PrePro, mulai sedikit stress, udah PrePro, nyantai lagi…

Sekarang?

Errrrr…..

Dah nambah orang yang mau seminar.

Errrrr…..

Sejujurnya aku sih ga terlalu ambil pusing kalau ditanyakan soal dua huruf sakti itu. Ngapain juga dipusingin. Mending dikerjain (ya iyalah).

Yang membuat orang sensi sama dua huruf sakti itu biasanya adalah pertemuan yang tidak tepat antara waktu menanyakan dengan situasi dan kondisi orang yang sedang ditanyakan. Ah, ribet ya bahasanya? Intinya, orang lagi pusing, ga dapat inspirasi tentang TA, ditanyain TA-nya gimana, ya sewot kan jadinya?

Lebih sewot lagi itu kalau ditanyakan soal kapan wisuda. Apalagi kalau kondisinya ditanyain pas lagi stress. Uh, uring-uringan pasti. Pengalaman pribadi, entah kenapa teman SMA selalu nanya “kapan wisuda?”. Lebih sebal lagi kalau disangka udah lulus, “Sha udah wisuda ya?” He? Emangnya gampang lulus jalur Sabuga ITB dalam waktu 3,5 tahun, huh… Yang paling menyebalkan dulu, pernah ada yang nanya pake acara membandingkan sama teman SMA yang kuliah di UI yang sekarang sudah S. E. “Wogh? masa sih belum wisuda? Si X aja udah wisuda, masa Sha belum?” Plis deh, jangan samain anak teknik sama anak ekonomi… (Tu kan, sewot sendiri, hehe…)

Begitulah secuplik kisah klasik para TA’ers ITB dengan dua huruf saktinya…

14 Responses leave one →
  1. 2009 March 30

    Daripada memikirkan sisi negatifnya,.
    Lebih baik ketika ditanya demikian soal TA, coba anggap itu adalah bentuk perhatian orang lain kepada kita,.
    Bahwa kita masih dianggap penting oleh orang tersebut, barangkali dia ingin kita cepat sukses,. :)

    Toh, kLo kita bereaksi negatif, malah orang yang bertanya akan yakin bahwa kita sedang dalam kondisi yang tidak baik dan malah menjauhi kita,. :D

  2. 2009 March 31
    m4rino permalink

    “Wogh? masa sih belum wisuda? Si X aja udah wisuda, masa Sha belum?”

    Kl pulkam sha, kayaknya bakal makin banyak pertanyaan yang macam gini. Yang sabar y…..

    Kl ditanya kapan wisuda kan jawabannya gampang : SABTU. Okeh :D

  3. 2009 March 31

    wow kk wow, maaf kalo saya sering nanya tentang dua huruf itu disaat yang nggak tepat dan bikin BT ya… :) tapi setuju ma nanto (wogh…) insya Allah itu bentuk perhatian kok, saya nggak akan nanya2 TA ama orang yang nggak saya perhatiin ;)

  4. 2009 April 1

    wah ada rasis jurusan nih. ga ikutan ah. hehehe

  5. 2009 April 1
    luthfialiva permalink

    Semangaaattt…

  6. 2009 April 3

    haha….hrs tetap semangat uni, memang seh kadang kita risih dg berbagai pertanyaan teman2, palagi nanya soal kapan..trus dibandingin lagi ma yg lain..hehe…nambah lemes pastinya…….nyang penting tetep semangat uni…d trus belajar d berdoa…

    btw, moga cepet kelar TA nya….d siap memasuki dunia kerja…..

  7. 2009 April 4

    TA? Sesakti apaan sih? :mrgreen:

  8. 2009 April 5

    iya nii, skrg baru bener2 terasa stresnya,
    padahal kuliahnya nyante, tapi itu-nya ga dikerjain..
    jadi nyantenya dg perasaan bersalah..
    merasa jadi anak yg tidak bertanggung jawab.. hikshiks :(

    @m4rin: ’sabtu’ = ide yg bagus gan.. thanks a lot.. :mrgreen:

  9. 2009 April 6
    isFa permalink

    hahaha…
    semangat ni reisha…
    ntar isfa ga jadi2 pulang ke padang…
    lho??
    hehehe…

  10. 2009 April 7

    siksa batin

  11. 2009 April 8
    anomymous permalink

    Wuaaaaa… lebih sakit lagi sha, klo orang angkatan atas yg dah lebih dari 4 taun baca tulisan ini :( (

  12. 2009 April 16

    Aslkm.salam ukhuwah,hmm yg lg TA ,mg dimudahkan semua^-^biar cpt “keluar dr SABUGA” keep spirit

  13. 2009 April 18
    morinmorefun permalink

    hehe…ternyata ga di IF ga di Kriya dua huruf itu punya efek dan wabah yang sama buat para pemakainya…
    semangat bu!..sabuga menunggumu hohoho…
    amin

    btw, ikut nge-link ya

  14. 2009 April 24
    curhatanku permalink

    setuju anak ekonomi dan anak teknik itu beda :D

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS