Carve Life with Letters

…menyampaikan pemikiran dan isi hati saat lidah tak mampu berkomunikasi…

#7: Menikmati Empat Musim di Tokyo

Tadinya saya mau memberi judul tulisan ini “Menikmati Empat Musim di Jepang”. Setelah dipikir-pikir, dengan kondisi geografis Jepang yang memanjang dari utara ke selatan, kondisi satu tempat dengan tempat lain di Jepang pun cukup bervariasi, agak tidak tepat kalau postingan ini menggambarkan keseluruhan Jepang. Kondisi Sapporo, Tokyo, dan Fukuoka tentunya berbeda, hehe. Berhubung saya tinggalnya di Tokyo, jadi saya cerita soal Tokyo saja. :D

Seperti yang sudah kita pelajari di pelajaran IPS sejak SD, negara subtropis memiliki empat musim *halah*. Di Jepang disebut 四季 (= shiki), 四 berarti empat, 季 berarti musim. Dalam bahasa Jepang masing-masing musim ini ada kanjinya, yang mana kalau digabung jadi satu kesatuan akan menjadi 春夏秋冬 (=shunkashuutou), berturut-turut kanji untuk musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin.

春 (=haru), Musim Semi

Sakura di Chidorigafuchi

Jepang disebut Negeri Sakura, dan musim semi memang musimnya 桜 (= sakura), hoho. Musim semi berlangsung sekitar pertengahan Maret hingga pertengahan Juni. Di Tokyo sakura mekar sekitar awal April. Sakura mekarnya hanya sekitar 2 minggu, setelah itu bunga-bunga pink-putih itu berguguran, digantikan oleh dedaunan. Saat musim sakura ini biasanya orang beramai-ramai melakukan 花見 (=hanami), yang secara harfiah artinya melihat bunga, diisi dengan piknik, makan-makan, foto-foto, dsb. Sakura memang cantik sekali. Pohon yang tadinya botak karena menggugurkan daunnya di musim dingin dipenuhi dengan bunga-bunga pink-putih, masyaAllah.

Sebenarnya bunga-bungaan di musim semi di Jepang tidak melulu soal sakura. Ada sejumlah festival bunga-bungaan lain yang diadakan di Tokyo semisal tulip festival, azalea festival, wisteria festival, dsb.

Di musim semi, udara yang tadinya dingin berangsur-angsur hangat walau masih belasan °C. Jaket tebal di musim dingin sudah mulai digantikan oleh jaket yang lebih tipis. Suhu udara di Tokyo di musim semi ini sekitar belasan derajat. Di kampus ataupun sekolah, graduation day biasanya diselenggarakan akhir Maret, lalu semester baru dimulai pada bulan April. Jadi, awal musim semi jadi masanya kelulusan serta awal tahun ajaran baru. Lalu di akhir April dan awal Mei ada beberapa libur nasional berturut-turut yang mana di Jepang disebut dengan Golden Week. Oia, akhir musim dingin sampai awal musim semi itu musimnya stroberi, hohoho.

夏 (=natsu), Musim Panas

Fireworks Festival di Arakawa River

Musim panas berlangsung sekitar pertengahan Juni hingga pertengahan September. Awal pergantian dari musim semi ke musim panas biasanya dihiasi dengan 梅雨 (=tsuyu), alias musim hujan. Hujan sering turun sepanjang hari. Bedanya hujan di sini tidak pernah lebat tercurah seperti di Indonesia. Hujannya seperti gerimis, tapi turun sepanjang hari. Suhu udara yang tadinya hangat perlahan-lahan jadi panas.

Kalau suka nonton kartun Jepang, ada adegan di musim panas dengan backsound suara serangga yang cukup berisik. Nah, suara serangga itu adalah salah satu tanda kalau suhu udara bakal semakin panas. Di Tokyo puncak panasnya itu sekitar pertengahan atau akhir Agustus. Tahun pertama saya di Tokyo, suhu udara paling tinggi pernah mencapai 38°C. Dan menyebalkannya lagi, musim panas di sini kelembapan udaranya tinggi. Alhasil, udah keringetan, badan pun berasa makin lengket sepanjang hari, wew. Di musim panas mau ga mau jadi mesti banyak minum biar tidak dehidrasi. Lalu kalau lagi jalan keluar, bentar-bentar mampir saja ke toko atau convenience store numpang ngadem, hihi.  Sunblock atau sunscreen jadi teman wajib kalau tidak mau kulitnya terpanggang matahari.

Tapi tidak selamanya musim panas menyebalkan, hoho. Favorit saya adalah 花火大会 (= hanabi taikai), yaitu festival kembang api. Ada beberapa spot yang mengadakan acara ini di seluruh penjuru Jepang. Kembang api yang super cantik menghiasi langit kelam musim panas. Saat menonton kembang api ini, banyak orang yang memakai ゆかた (= yukata). Musim panas juga waktunya bunga matahari bermekaran, atau di sini disebut ひまわり (= himawari). Lalu musim panas juga saatnya mendaki Mt. Fuji, karena ia memang hanya bisa didaki di musim panas. Tahun pertama saya di sini alhamdulillah sudah bisa sampai ke puncak gunung yang tingginya 3.776 mdpl ini. :D

Di musim panas ini, ada libur musim panas atau 夏休み (= natsu yasumi) buat para pelajar. Di kampus saya waktunya sekitar awal Agustus hingga akhir September. Kalau bisa pulang ke Indonesia, saya sih pilih bakal pulang soalnya saya tidak suka udara musim panasnya, hihi. Oia, buah yang terkenal di musim panas adalah 桃 (= momo), yakni peach.

秋 (=aki), Musim Gugur

Momiji di Mt. Takao

Di akhir musim panas, suhu udara berangsur-angsur menjadi sejuk kembali, sekitar 20-an °C, berganti ke musim gugur. Udara sejuk memang nikmat sekali, hehe. Musim gugur berlangsung sekitar pertengahan September hingga pertengahan Desember.

Musim gugur identik dengan perubahan warna dedaunan yang nantinya akan berguguran. Di Jepang yang terkenal adalah もみじ (= momiji), yakni Japanese maple. Momiji ini dedaunannya akan berubah menjadi oranye hingga merah di musim gugur. Ia ibaratnya sakura di musim semi. Selain momiji juga ada 銀杏 (= ichou) alias ginkgo. Dedaunan ginkgo berubah menjadi kuning. Saya suka sekali warna-warni musim gugur. Di Tokyo puncak musim gugur itu sekitar akhir November.

Suhu yang sejuk pun berangsur-angsur dingin lagi. Jaket mulai dipakai. Dari segi fashion kalau saya perhatikan di musim gugur ini pakaian orang Jepang warnanya mulai mengarah ke gelap dan polos, kontras dengan musim semi dan musim panas yang pakaiannya warnanya cenderung cerah dan bermotif, hehe. Orang-orang juga mulai memakai boots. Awal musim gugur juga awal untuk semester baru. Terakhir, musim gugur adalah musimnya buah 柿 (= kaki) alias persimmon atau kesemek. Ini buah favorit saya di antara buah-buahan khas musim-musim di Jepang. :D

冬 (=fuyu), Musim Dingin

Ski/Snowboard Resort di Nagano

Udara semakin dingin, pohon-pohon sudah berguguran daunnya, datanglah musim dingin yang berlangsung sekitar pertengahan Desember hingga pertengahan Maret. Kalau bicara soal musim dingin, mungkin sebagian besar orang akan langsung memikirkan salju. Tapi agaknya itu tidak tepat untuk Tokyo. Di Tokyo jarang sekali turun salju, jadi pemandangan di mana bumi menjadi putih ditutupi salju itu jarang sekali ditemui. Salju hanya turun beberapa kali, dan dari pengalaman saya di sini, turunnya sekitar bulan Februari. :P

Tokyo bisa dibilang relatif lebih “hangat” dibanding tempat lain di Jepang. Suhu udara jarang sekali di bawah 0°C, bahkan kadang suhu di Tokyo masih lebih “tinggi” dibanding kota-kota lain yang secara garis lintang ada di selatan Tokyo. Puncak musim dingin di Tokyo sekitar akhir Januari. Jaket saja tidak cukup, mesti pakai daleman seperti long johns. Kebalikan dengan musim panas, kelembapan udara di musim dingin sangat rendah. Dengan kata lain, udara kering, suhu dingin, kulit dan bibir pun gampang kering dan pecah-pecah. Pelembab kulit dan bibir jadi benda yang wajib dipakai kalau tidak mau kulitnya tersiksa, laki-laki maupun perempuan.

Desember adalah bulan di mana pernak-pernik Natal bertebaran di seluruh penjuru kota, hingga puncaknya di hari Natal, 25 Desember. Orang Jepang turut serta merayakan Natal, walaupun sebagian dari mereka tidak tahu apa esensi dari hari Natal itu sendiri buat umat Kristiani. Sekitaran Natal di Tokyo banyak diadakan Christmas Illumination, di mana pepohonan atau beberapa tempat membuat hiasan dari lampu-lampu LED warna-warni yang cantik. Tak ada salju, illumination pun jadi, hehe. Akhir Desember hingga awal Januari, ada waktu sekitar 2 minggu untuk libur musim dingin atau 冬休み (= fuyu yasumi) bagi pelajar.

Olahraga favorit orang-orang di musim dingin tentunya ski atau snowboard. Di Tokyo tidak ada tempat yang selalu ditutupi salju sepanjang musim dingin, otomatis kalau mau ski atau snowboard mesti ke luar Tokyo. Biasanya ke Nagano atau Niigata prefecture. Pemandangan bukit diselimuti salju itu dingin tapi indah. Buah yang musim adalah みかん (=mikan) atau jeruk, serta りんご (= ringo) atau apel.

Di akhir musim dingin ada libur lagi buat pelajar, disebut libur musim semi atau 春休み (= haru yasumi). Kalau di kampus saya, waktunya dari awal Februari hingga akhir Maret. Asik ya, liburnya banyak, hihihi. Ah tapi buat mahasiswa master atau doktor mah sama aja, riset ya tetap mesti jalan, fufufu. Oia di akhir musim dingin suhu kembali naik, walau masih di bawah belasan °C. Lalu bunga 梅 (= ume) atau plum mulai bermekaran. Mekarnya ume ini jadi pertanda kalau musim semi akan segera tiba. :)

*****

Begitulah kira-kira gambaran siklus selama satu tahun di Jepang. Satu postingan tidak akan cukup untuk menggambarkannya dengan lebih lengkap dan detail. Alhamdulillah ya Allah sudah diberi kesempatan merasakan empat musim yang Engkau ciptakan ini. :)

Spring passes and one remembers one’s innocence. Summer passes and one remembers one’s exuberance. Autumn passes and one remembers one’s reverence. Winter passes and one remembers one’s perseverance. — Yoko Ono

About these ads

14 responses to “#7: Menikmati Empat Musim di Tokyo

  1. nayzaelsyekia Wednesday, 18 April, 2012 at 11:53

    is great!!!
    aku pengen banget pergi ke jepang teh…
    thank’s buat pengalamannya.
    私 は 日本 へ 行く つもり です。
    ya!!! Pasti!!

    istajib du’aanaa, ya alloh..

    • Reisha Thursday, 19 April, 2012 at 00:22

      がんばってね :)

  2. Yen Sunday, 29 April, 2012 at 07:33

    Great review..
    Bole saya tau bunga momo mekar di musim semi atau musim panas? =D

    • Reisha Monday, 30 April, 2012 at 14:49

      Makasih. Bunga momo itu bunga yang mana ya? Saya belum pernah dengar :D

  3. chi Saturday, 12 May, 2012 at 23:15

    terima kasih sekali infonya… boleh copas? link akan dicantumkan, tentu saja ^^

    • Reisha Sunday, 13 May, 2012 at 00:16

      Silakan :)

  4. Bene Thursday, 11 October, 2012 at 00:46

    Mbak, mau nanya kalo ke jepang akhir novemver gitu. Pakaian yg perlu dipersiapkan apa ya? Biar ga saltum gitu. Uda dingin bgt belum yak? thanks :)

    • Reisha Friday, 12 October, 2012 at 10:55

      Ke Jepangnya ke mananya ya? November masih musim gugur, belum masuk musim dingin, tp udaranya udah dingin. Bawa jaket tebal aja buat jaga-jaga. Nanti sebelum berangkat cek juga cuaca dan suhu udara berapa. Sekarang belum bisa dipastikan.

      • HHH Sunday, 17 March, 2013 at 01:02

        apa ada yg bisa bantu jadi tour guide di jepang y u 3 hari?

  5. Florentina (@florenloreng) Monday, 9 September, 2013 at 14:53

    kalau aku berangkat tanggal 28 September – 8 November ke Tokyo, udah perlu sedia coat belum, ya? Mohon info.

    • Reisha Monday, 9 September, 2013 at 14:55

      Perlu, tp ga perlu yang tebel. Itu msh awal2 musim gugur, jaket biasa yg dipake di Indonesia rasanya jg cukup.

  6. devin Sunday, 15 September, 2013 at 11:58

    wah saya berniat backpackeran ke Jepang tahun depan, tapi mungkin ambil waktunya sekitar autumn. Mau tanya nih … baiknya autumn bulan apa ya kesana? Saya berencana pergi mengunjungi Osaka-Kyoto-Tokyo… dan karena saya baca waktu peralihan summer-autumn akan banyak hujan / badai angin, saya nggak ada bayangan di bulan apa yang udaranya cukup nyaman (belum harus pakai coat tebal), mohon masukannya :)

    • Reisha Tuesday, 8 October, 2013 at 13:15

      Autumn enakan di puncak musim gugurnya sih, saat pepohonan sudah berubah warna daunnya. Silakan cek jadwalnya di http://www.japan-guide.com/e/e2014_when.html
      Osaka-Kyoto-Tokyo kayaknya sekitar pertengahan atau akhir November.

  7. Azizah Al Haqi Sunday, 6 April, 2014 at 21:49

    Izin Copas di Blog ya :) Saya cantumin Linknya juga ko :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 238 other followers

%d bloggers like this: