Tadi malam, sekitar pukul 22.45, akhirnya rangkaian acara Pekan Pameran dan Pagelaran Budaya Minangkabau 2008 UKM-ITB berakhir juga, seiring dengan berakhirnya malam pagelaran kesenian Minangkabau yang diadakan di Sasana Budaya Ganesha ITB. Acaranya sukses? Ya, bisa dibilang seperti itu. Bisa dilihat dari penonton yang membludak sampai banyak yang tidak kebagian tempat duduk.
Pagelaran yang bertema “Marantiang Budayo, Mamaga Pusako” ini menampilkan berbagai kesenian tradisional Minangkabau. Ada lima tari yang dibawakan, yaitu Tari Galombang Pasambahan, Tari Saputangan, Tari Urak Langkah, Tari Tiga Warna (kolaborasi Tari Gandang, Tari Rantak, dan Tari Alang Bageba), dan Tari Piriang. Ada musik juga, di mana kali ini ada tambahan Rabab. Ada randai juga di sela-sela drama. Drama yang dibawakan berjudul “Jalan Diasak Dek Urang Lalu”, menceritakan tentang daerah Koto Gadang tahun 1838 yang ingin dikuasai Belanda, menggambarkan budaya kita yang diambil oleh bangsa lain. Ada pertunjukan silat juga. Dan masih banyak lagi.
Bagi diriku pribadi, pasti banyak hal yang berbeda dalam pagelaran tahun ini. Ya, tentu saja, namanya juga tidak ikut tampil sebagai personil pagelaran. Ya akhirnya bantu-bantu panitia di bagian front office, lalu lanjut bergabung dengan penonton menonton pagelarannya. Ah, jadi penonton di tahun terakhir.

reCenT coMMenTs