Archive for the 'seRioUs_tHinG' Category

07
Jul

Salahkah Bila Cita-Cita Itu Tidak Setinggi Langit?

Panggilannya Fani, sekarang akan duduk di kelas 3 SMA. Adikku yang perempuan. Kalau bertemu dengannya, coba tanya ke dia apa cita-citanya. Sampai sejauh ini, yang aku tahu, dia akan menjawab, ingin jadi guru SD. Hmm… Apa yang terpikir olehmu ketika mendengar jawaban itu? ‘Heh, jadi guru? Guru SD pula?’. ‘Rendah banget cita-citanya’. Apalagi ya?

Jangankan orang luar, di rumahku saja, jika ada pembicaraan seputar cita-citanya ini, dialognya tidak akan jauh-jauh dari skenario seperti ini. (Langsung terjemahan Indonesia-nya saja ya, hehe…)

Mama : Tamat SMA jadinya mau masuk ke mana?
Fani : PGSD. Kan mau jadi guru SD.
Nenek : Rendah banget cita-citamu.
Fani : Biarin. Itu ga rendah kali nek. Nenek tahu ga, justru jadi guru SD itu pahalanya gede. Guru SD tu lebih dahulu masuk surga dibanding yang lain. Bayangkan saja nek, orang yang awalnya ga tau apa-apa akhirnya jadi punya pengetahuan.

Kira-kira seperti itu. Aslinya lebih seru dan lebih menggebu-gebu dari itu, haha…

Continue reading ‘Salahkah Bila Cita-Cita Itu Tidak Setinggi Langit?’

01
Jul

Pujian atau Kritikan?

Pernah baca cerita tentang kekuatan pujian? Singkat ceritanya kira-kira seperti ini.

Ada seorang penyanyi wanita di Eropa, bersuamikan pemusik dan pengarang lagu. Si wanita ini suaranya bagus, tapi karena suaminya ini sangat pandai dalam hal musik, selalu saja ada kritikan yang dilontarkan sang suami kepada istrinya itu. Lama-lama istrinya ini jadi malas menyanyi.

Karena suatu musibah, suami wanita tadi meninggal. Ia kemudian menikah dengan seorang tukang ledeng. Suaminya yang baru ini tidak mengerti musik. Yang ia tahu, suara istrinya bagus. Jadilah setiap mendengar istrinya menyanyi, berbagai pujian selalu diberikannya. Lama-lama si wanita ini makin senang menyanyi, sampai akhirnya ia menjadi penyanyi terkenal.

(Kalau mau baca cerita lengkapnya, tanya Mbah Google saja, keyword: kekuatan pujian :) )

Cerita itu ditutup dengan paragraf seperti berikut.

Continue reading ‘Pujian atau Kritikan?’

17
Apr

Pewaris Surga

Tadi saat mengerjakan tugas PPL, playlist tiba-tiba sampai ke lagu ini

Opick - Pewaris Surga

mereka adalah pewaris surga
manusia yang disayangi Allah
alangkah indah bila hati mengenangnya
tanda-tanda ada tujuh di hidupnya

yang pertama orang yang beriman pada Allah
iman di hati, mulut, dan langkahnya
yang kedua orang yang menjauh dari segala
perkara-perkara yang tiada guna
yang ketiga orang yang menunaikan zakatnya
yang keempat menjaga kemaluannya
yang kelima orang yang memelihara amanah
yang keenam orang penuhi janjinya
yang ketujuh orang-orang yang selalu menjaga
waktu dan khusyu setiap shalatnya

dan mereka adalah orang yang dirindu surga
surga Firdaus-lah tempat kembali mereka

Awalnya ga terlalu memperhatikan liriknya, cuma menikmati irama musiknya yang tenang, tapi ketika didengarkan lagi… :(

Diri ini masih jauh dari tujuh tanda-tanda itu… Ya, sebuah evaluasi untukku, untukmu, dan untuk semua…

(Sebenarnya tidak hanya lagu Opick yang ini saja sih, yang lain juga, tapi lagi pengen posting lagu yang ini, hehe…)

21
Jan

Rayuan Pulau Kelapa

Waktu itu sedang rapat membicarakan materi P3BM, tiba-tiba terpikir lagu Rayuan Pulau Kelapa? Lho? Hubungannya? Kalau dengan P3BM mah, hubungannya, karena pagelaran yang akan ditampilkan pada P3BM ada unsur nasionalisnya :)

Tau tetralogi Laskar Pelangi-nya Andrea Hirata kan? Hubungannya? Hubungan sama apa niy? Sama Rayuan Pulau Kelapa? Hoho… Sabar… Lanjut dulu ya…

Liburan sebelum UAS di mana aku malah baca novel bukannya buku kuliah :) , aku baca Edensor. Aku tertarik pada paragraf ini.

Paris, selalu memberi kejutan yang menyenangkan. Pulang kuliah sore ini kami iseng mengunjungi toko musik di kawasan elite L’Avenue des Champs-Elysées. Kami meloncat girang karena di antara jejeran compact disk musisi dunia tampak album Anggun C. Sasmi dengan lagu yang dibawakan dalam bahasa Prancis. Aneh, untuk pertama kalinya rasa patriotik membuncah dalam diriku, semuanya karena seorang vokalis dan saat aku berada di negeri orang. Perasaan ini amat sulit kutumbuhkan selama aku hidup di bawah naungan Burung Garuda Pancasila.

Continue reading ‘Rayuan Pulau Kelapa’

17
Aug

Merdeka…

Hari ini, genap sudah Republik Indonesia berumur 62 tahun (siip, 62 itu angka genap :) ). Cukup tua untuk ukuran seorang manusia, tapi rasanya belum terlalu tua untuk suatu bangsa.

Sudah lama aku tidak mengikuti upacara Hari Kemerdekaan. Terakhir kali mengikuti upacara itu saat OSKM 2005. Dua tahun yang lalu ternyata.

Tujuh belas Agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka…

Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih dikandung badan
Kita tetap setia tetap sedia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap sedia
Membela negara kita

Sering dengar kalimat seperti ini: “Bangsa ini memang telah merdeka, tapi kita masih terjajah; dari segi ekonomi, politik, dan sebagainya…” atau mungkin kalimat sejenisnya? Hmm… Ada benarnya. Akan tetapi pewacanaan seperti itu bisa mengubah keadaan? Rasanya yang harus dipertanyakan ke diri kita sendiri adalah “Hal terbaik apa yang sudah kita berikan kepada bangsa ini? Apa persembahan terbaik kita untuk Indonesia?” Jika setiap diri berusaha memberikan yang terbaik buat bangsa ini, niscaya akan ada perubahan yang cukup berarti. Wallahu a’lam.

Dirgahayu Indonesiaku… Merdeka!!!




niCe aYaaT

Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

niCe quoTe

Jangan katakan pada Allah engkau punya masalah yang besar, tapi katakan pada masalahmu "Aku punya Allah Yang Maha Besar".

 

July 2008
M T W T F S S
« Jun    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

bloG sTaTs

  • 33,143 hits