Atau lebih jelasnya, “Seberapa efektifkan alarm untuk membangunkan kita di pagi hari?”.
Pertama kali aku menggunakan jam weker waktu SMP. Jam weker standar lah, di mana hampir semua jam weker bunyinya seperti itu. Tinininit tinininit… Di awal penggunaannya, jam ini cukup efektif untuk membangunkan. Maklum, pertama kali menggunakan, dan bunyinya lumayan lantang.
Waktu terus berjalan. Jam weker biru mungil itu mulai menunjukkan ketidakefektifannya. Akhirnya, bertindak sebagai pelengkap si jam weker adalah gedoran pintu di pagi hari oleh mama. Adalah kebiasaanku tidur di malam hari dengan mengunci pintu kamar. Jadi, mama ‘hanya’ bisa menggedor pintu sekuat tenaganya sambil teriak ‘Sha, bangun. Dah pagi. Sekolah… Sekolah…’ Jam weker masih digunakan walau kadang ga mempan juga untuk membangunkan.
reCenT coMMenTs