<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Carve Life with Letters</title>
	<atom:link href="http://reisha.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://reisha.wordpress.com</link>
	<description>...menyampaikan pemikiran dan isi hati saat lidah tak mampu berkomunikasi...</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 13:31:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='reisha.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/cd1516ba1bc9f0a3ed0bf1500e50b7f6?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Carve Life with Letters</title>
		<link>http://reisha.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://reisha.wordpress.com/osd.xml" title="Carve Life with Letters" />
	<atom:link rel='hub' href='http://reisha.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tokyo Tower Birthday Invitation</title>
		<link>http://reisha.wordpress.com/2012/01/03/tokyo-tower-birthday-invitation/</link>
		<comments>http://reisha.wordpress.com/2012/01/03/tokyo-tower-birthday-invitation/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 12:15:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reisha</dc:creator>
				<category><![CDATA[日本で暮らす]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reisha.wordpress.com/?p=745</guid>
		<description><![CDATA[Semuanya berawal dari nguping pembicaraan orang di dapur beberapa waktu lalu Percakapannya kira-kira begini: A: Si X ke mana ya? B: Oh, dia ke Tokyo Tower, soalnya hari ini ulang tahunnya dan pas ulang tahun gratis naik ke observatorium Tokyo Tower-nya. Wow. Info yang menarik. Akhirnya saya googling info tentang itu. Dan ternyata benar. Info [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reisha.wordpress.com&amp;blog=930739&amp;post=745&amp;subd=reisha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Semuanya berawal dari nguping pembicaraan orang di dapur beberapa waktu lalu <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Percakapannya kira-kira begini:</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><strong>A:</strong> Si X ke mana ya?<br />
<strong>B:</strong> Oh, dia ke Tokyo Tower, soalnya hari ini ulang tahunnya dan pas ulang tahun gratis naik ke observatorium Tokyo Tower-nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Wow. Info yang menarik. Akhirnya saya googling info tentang itu. Dan ternyata benar. Info resminya <a href="http://www.tokyotower.co.jp/333/birthday/index.html">ada di sini</a>. Sebenarnya saya sudah pernah sih naik ke observatorium Tokyo Tower. Tapi kalau bisa gratis kenapa tidak. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">FYI, di Tokyo Tower itu ada dua observatorium. Yang pertama yaitu <em>Main Observatory</em>, berada pada ketinggian 150 m, dan untuk masuk ke sana kita harus membeli tiket seharga ¥820 di lantai dasar. Yang kedua yaitu <em>Special Observatory</em>, berada pada ketinggian 250 m, dan untuk masuk ke sana kita harus membeli tiket lagi seharga ¥600 di <em>main observatory</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, di Tokyo Tower Birthday Invitation itu, seseorang yang berulang tahun bisa gratis masuk ke <em>main observatory</em>, saja (kalau mau naik ke <em>special observatory</em> tetap mesti beli tiket). Plus dapat kartu ucapan dan kupon untuk sepotong <em>cake</em>. Lumayan tidak perlu keluar ¥820. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-745"></span></p>
<div id="attachment_746" class="wp-caption alignright" style="width: 228px"><a href="http://reisha.files.wordpress.com/2012/01/dsc05155.jpg"><img class=" wp-image-746    " title="ZojojiTemple" src="http://reisha.files.wordpress.com/2012/01/dsc05155.jpg?w=218&#038;h=271" alt="" width="218" height="271" /></a><p class="wp-caption-text">Zojoji Temple dan Tokyo Tower</p></div>
<p style="text-align:justify;">29 Desember lalu alhamdulillah saya berulang tahun. Tadinya agak malas keluar, maklum <em>winter</em> gini tempat terbaik itu adalah di atas kasur di bawah selimut, haha. Tapi akhirnya sekitar jam 3 sore saya putuskan untuk menjalankan misi &#8220;mencari gratisan ke Tokyo Tower&#8221;, ahaha. Saya berangkat sendiri sih, soalnya ga tau mau ajak siapa. Lagi pula kasian juga ntar si teman kudu bayar sementara saya gratis, hehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum ke Tokyo Tower, saya mampir ke <a href="http://www.japan-guide.com/e/e3010.html">Zojoji Temple</a> yang terletak di dekat Tokyo Tower. Saya baru tau kalau ada <em>temple</em> di sana, jadi ya sekalian saja. Di Zojoji Temple waktu itu sedang persiapan untuk acara tahun baru. Pas malam tahun baru, <em>temple</em> ini memang jadi spot keramaian warga Tokyo untuk menyambut tahun baru.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari Zojoji Temple barulah saya ke <a href="http://www.japan-guide.com/e/e3009.html">Tokyo Tower</a>. Ini kali ketiga saya ke Tokyo Tower, tapi kemegahannya tetap terasa. Saya langsung menuju bagian penjualan tiket, dan sama mbak-mbaknya dikasih ucapan selamat dan disuruh ke bagian informasi yang ada di dalam. Di bagian informasi, pertama mbak-mbaknya akan minta kartu identitas sebagai bukti hari itu kita berulang tahun. Berikutnya saya diberi brosur, kartu ucapan ulang tahun, serta kupon untuk masuk <em>main observatory</em> dan kupon <em>cake.</em></p>
<div id="attachment_747" class="wp-caption aligncenter" style="width: 404px"><a href="http://reisha.files.wordpress.com/2012/01/dsc05310.jpg"><img class=" wp-image-747    " title="kartuucapan" src="http://reisha.files.wordpress.com/2012/01/dsc05310.jpg?w=394&#038;h=250" alt="" width="394" height="250" /></a><p class="wp-caption-text">Kartu ucapan dan kupon dari Tokyo Tower</p></div>
<p style="text-align:justify;">Selanjutnya saya menuju <em>main observatory</em>, sekali lagi menikmati <em>bird&#8217;s eye view of Tokyo</em>. Saya sampai di atas sudah menjelang <em>sunset</em>. Alhamdulillah bisa menikmati detik-detik matahari terbenam di balik bukit. Indah. Dan lucunya beberapa orang Jepang tepuk tangan sambil bilang <em>sugoi</em> gitu pas si matahari tepat menghilang di balik bukit, layaknya menonton sebuah pertunjukan, hehe. Ini foto <em>sunset</em>-nya, dan puncak yang di kanan itu adalah puncak Mt. Fuji. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="attachment_748" class="wp-caption aligncenter" style="width: 550px"><a href="http://reisha.files.wordpress.com/2012/01/dsc05200.jpg"><img class=" wp-image-748 " title="sunset" src="http://reisha.files.wordpress.com/2012/01/dsc05200.jpg?w=540&#038;h=224" alt="" width="540" height="224" /></a><p class="wp-caption-text">Sunset dari Tokyo Tower</p></div>
<p style="text-align:justify;">Di <em>main observatory</em> yang terdiri dari dua lantai itu saya berputar-putar untuk <em>hunting</em> foto. Nah, saya masih memegang kupon <em>cake</em> dan cukup lama berpikir apa yang mesti saya lakukan dengan kupon ini. Saya tidak yakin sih si <em>cake</em>-nya halal (dari segi bahan) untuk saya makan. Mau kasih orang juga bingung. Akhirnya saya putuskan untuk tidak mengambil <em>cake</em>-nya dari pada mubazir, hehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah <del>cape</del> puas berputar-putar saya turun ke tempat penjualan souvenir Tokyo Tower di lantai dasar, dengan tujuan utama cari miniatur Tokyo Tower titipan teman. Pas mampir ke satu toko, saya lihat-lihat kartu pos. Tangan saya masih memegang brosur dan kartu ucapan tadi, lalu sama nenek-nenek yang punya toko disuruh taruh dulu brosur dan kartunya. Pas lihat kartu itu, neneknya bilang kartunya lucu. Saya bilang saja itu kartu ulang tahun. Huee, lalu si nenek membungkukkan badan 90° kayak rukuk dan mengucapkan お誕生日おめでとうございます. Hoaa, rasanya sesuatu banget diucapin met ultah dengan posisi hormat kayak gitu <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Terus si neneknya nanya, kok saya sendiri saja. Sedih amat ya kayaknya pas ulang tahun jalan-jalan sendirian, haha. <em>But sometimes solitary journey is fun for me</em> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Selesai urusan dengan souvenir saya pun meninggalkan Tokyo Tower. Tokyo Tower tetap megah, dan hari itu cukup berkesan buat saya. Terima kasih Tokyo Tower atas gratisannya. Ulang tahun berikutnya kalau ada kesempatan saya ke sana lagi deh, hihihi.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:center;"><em><strong>semoga lebih paham arti hidup</strong></em><br />
<em><strong>semoga lebih bermanfaat untuk sekitarnya</strong></em><br />
<em><strong>semoga hidupnya senantiasa indah dan mengindahkan</strong></em></p>
<p style="text-align:center;"><em><strong>muhasabah</strong></em><br />
<em><strong>introspeksi dan refleksi</strong></em><br />
<em><strong>ulang tahun bukan untuk dirayakan, tapi direnungkan</strong></em></p>
</blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reisha.wordpress.com/745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reisha.wordpress.com/745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reisha.wordpress.com/745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reisha.wordpress.com/745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reisha.wordpress.com/745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reisha.wordpress.com/745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reisha.wordpress.com/745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reisha.wordpress.com/745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reisha.wordpress.com/745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reisha.wordpress.com/745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reisha.wordpress.com/745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reisha.wordpress.com/745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reisha.wordpress.com/745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reisha.wordpress.com/745/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reisha.wordpress.com&amp;blog=930739&amp;post=745&amp;subd=reisha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reisha.wordpress.com/2012/01/03/tokyo-tower-birthday-invitation/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9c403c00791684793c6a3d6fc2cf0e1c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">reisha</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reisha.files.wordpress.com/2012/01/dsc05155.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ZojojiTemple</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reisha.files.wordpress.com/2012/01/dsc05310.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kartuucapan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reisha.files.wordpress.com/2012/01/dsc05200.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sunset</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>#1: Sebuah Kota Bernama Tokyo</title>
		<link>http://reisha.wordpress.com/2011/12/23/1-sebuah-kota-bernama-tokyo/</link>
		<comments>http://reisha.wordpress.com/2011/12/23/1-sebuah-kota-bernama-tokyo/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Dec 2011 05:05:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reisha</dc:creator>
				<category><![CDATA[1st Year in Japan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reisha.wordpress.com/?p=740</guid>
		<description><![CDATA[Dari 3 pilihan yang dulu saya tuliskan, 1: Waseda University (Tokyo), 2: Nagoya University (Nagoya), 3: Ritsumeikan University (Shiga), Monbukagakusho menempatkan saya di pilihan pertama. Artinya dari Bandung saya akan melanjutkan hidup saya sekitar 3 tahun di Tokyo. Tokyo, sebuah kota besar. Dari namanya sendiri, 東京, sudah berarti Eastern Capital. Tak akan ada orang yang menyebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reisha.wordpress.com&amp;blog=930739&amp;post=740&amp;subd=reisha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Dari 3 pilihan yang dulu saya tuliskan, 1: Waseda University (Tokyo), 2: Nagoya University (Nagoya), 3: Ritsumeikan University (Shiga), Monbukagakusho menempatkan saya di pilihan pertama. Artinya dari Bandung saya akan melanjutkan hidup saya sekitar 3 tahun di Tokyo.</p>
<p style="text-align:justify;">Tokyo, sebuah kota besar. Dari namanya sendiri, 東京, sudah berarti Eastern Capital. Tak akan ada orang yang menyebut kota ini kota kecil. Gedung tinggi di mana-mana, lampu terang benderang di malam hari, jalur kereta yang sangat banyak. Pergi sedikit saja ke tempat di pinggirnya Tokyo, akan terasa sekali perbedaannya. Rasanya lapang sekali pandangan mata kalau tidak melihat gedung yang tinggi serta hamparan tanah yang luas. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Tokyo, sebuah kota yang ramai. Saking ramainya dengan umat manusia, pertama kali melihat orang menyeberang di persimpangan di Shibuya mungkin Anda akan ternganga dan berpikir, &#8220;sumpah itu manusia semua? <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_surprised.gif' alt=':o' class='wp-smiley' /> &#8220;. Dan cobalah berada di antara lautan manusia itu di <em>rush hour</em>. Gerbong kereta dengan manusia yang berdesakan seperti sarden sudah jadi pemandangan biasa. Masuk kereta di mana kita benar-benar cuma dapat <em>space</em> berdiri tanpa ada ruang untuk bergerak itu bukan hal baru. Juga bukan hal aneh melihat orang yang masih maksa masuk, padahal dengan logika sederhana kita jelas bahwa kereta itu sudah sangat padat dan tidak bisa diisi lagi. Tapi luar biasanya mereka masih bisa masuk lho walau saya pribadi pastinya lebih memilih tunggu kereta berikutnya saja. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-740"></span>Tokyo, kota di mana semuanya bergerak cepat. Transportasi cepat karena di kota ini kereta adalah transportasi utama. Pun jeda jadwal keretanya mayoritas di bawah 10 menit. Bahkan di stasiun terdekat dari asrama saya antara jam 8-9 pagi di <em>weekdays</em> itu kereta ada tiap 2 menit. Tidak hanya kereta, manusianya juga bergerak cepat. Suara langkah kaki yang berjalan cepat atau berlari-lari kecil adalah irama musik sehari-hari. Anda yang terbiasa berjalan pelan ala putri keraton mungkin sebaiknya coba berlatih jalan cepat sebelum tinggal di sini. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Tokyo, kota yang sangat mahal. Sudah sering kota ini dapat peringkat 1 kota termahal di dunia. Dan memang begitu adanya. Semuanya mahal. Sewa tempat tinggal mungkin hal yang terasa sangat kontras dengan kota lain. Anda sewa satu kamar kecil di sini, di kota lain mungkin bisa dapat kamar yang luas lengkap dengan dapur dan ruang tamu yang bagus. Mahal memang. Tapi dari pengalaman saya, itu ternyata tidak perlu dikuatirkan. Beasiswa dari Monbukagakusho insyaAllah cukup tanpa kerja paruh waktu sekalipun, dan bahkan juga masih bisa menabung. Tapi tergantung gaya hidup Anda juga sih. Hehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Tokyo, kota yang <em>convenient</em>. <em>Convenient </em>di sini sederhananya dideskripsikan dengan banyaknya <em>convenience store</em> semacam Lawson, Family Mart, 7-eleven, Circle-K, dkk. Yang artinya tidak sulit untuk mencari barang kebutuhan. Akses ke berbagai tempat juga sangat mudah dan nyaman dengan transportasi publik yang ada. Dan buat muslim khususnya, toko bahan makanan halal serta masjid bukanlah hal yang langka walau jumlahnya memang tidak banyak.</p>
<p style="text-align:justify;">Tokyo, kota yang &#8230; emmm, saya tidak tau kata apa yang tepat. Kalau di Indonesia adalah hal yang biasa saat Anda duduk di bis bersebelahan dengan orang yang tidak Anda kenal lalu Anda bercakap-cakap tanpa merasa orang itu <em>stranger</em>, atau  hal yang biasa saat Anda kebingungan di jalan dan bertanya kepada siapapun yang sedang lewat, maka hal itu akan terasa asing di sini. Mungkin terkesan penduduk sini individualis. Entahlah. Tapi untuk sektor jasa dan pelayanan publik, saya bisa jamin mereka lebih ramah dan selalu tersenyum. Jauh jauh lebih baik ketimbang pelayanan publik di Indonesia yang katanya penduduknya ramah itu. Di sini tidak ada mbak-mbak yang pasang muka jutek saat menghadapi pelanggan. *curcol* <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Tokyo, kota yang penduduknya hobi antri. Ahaha, itu <em>judgement</em> saya saja sih. Contoh gampangnya, saya sering melihat antrian panjang hingga beberapa meter untuk masuk ke restoran. Kalau saya sih, mending cari tempat makan lain saja ketimbang mesti antri lama seperti itu, keburu konser lambungnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tokyo, kota yang cukup banyak orang asingnya. Saya tidak punya fakta jumlahnya berapa, tapi rasanya begitu, entah itu yang mahasiswa ataupun yang bekerja. Dan kota ini sudah cukup ramah dengan menyediakan informasi penunjuk jalan dengan bahasa Inggris. Pergi ke kota lain dan tidak menemukan huruf Latin itu kadang cukup bikin pusing saya yang tidak bisa baca kanji ini. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  Orang Indonesia juga sangat banyak di Tokyo ini sehingga tidak perlu kuatir tidak bertemu orang Indonesia di sini. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Tokyo, kota besar yang tanpa macet. Sejauh daerah yang sudah saya jelajahi di Tokyo ini, saya belum pernah melihat kemacetan lalu lintas seperti halnya di Jakarta. Penduduk di sini memang mayoritas menggunakan sarana transportasi publik yang memang nyaman dan lebih praktis. Kendaraan pribadi yang banyak dimiliki orang-orang pun adalah sepeda. Biaya parkir dan harga BBM sepertinya juga mahal sehingga punya mobil bukan pilihan yang bagus di sini. Profesor pembimbing saya (garis bawahi level <span style="text-decoration:underline;">profesor</span> <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ) juga pakai kendaraan umum ke kampus. Pernah saya ketemu beliau di bus.</p>
<p style="text-align:justify;">Tokyo, kota yang mendidik saya jadi pejalan kaki. Di samping kereta dan bus, untuk mencapai suatu tempat tentunya masih perlu jalan kaki. Dan di sini jalan kaki 20 menit itu sudah jadi hal biasa. Bandingkan dengan Cisitu-Kampus ITB yang bisa ditempuh dengan jalan kaki 15 menit tapi orang-orang masih memilih naik angkot. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Dan jalan kaki di sini memang nyaman karena area untuk pejalan kakinya juga nyaman. Bandingkan dengan Indonesia yang trotoarnya kecil, berlubang-lubang, dan jadi tempat berdagang. Hehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Anda yang ingin tinggal di Jepang tapi maunya yang tidak terlalu ramai dan cukup tenang, segeralah jauhkan Tokyo dari pilihan Anda. Beberapa teman yang terbiasa tinggal di kota yang lebih kecil dan cukup tenang pernah bilang, &#8220;saya ga akan tahan hidup di sini&#8221;. Hehe. Namun demikian, dengan segala kombinasi yang ada di Tokyo ini, besar-padat-ramai-mahal, alhamdulillah saya merasa nyaman tinggal di sini dan menikmati hidup di sini dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Bahkan mungkin sudah jauh lebih nyaman dibanding tempat yang pernah saya tinggali sebelumnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>By the way</em>, dulu dalam sebuah training kami disuruh membuat kliping yang menggambarkan mimpi/keinginan yang ingin dicapai ke depannya, dan gambar berikut saya pilih untuk merepresentasikan keinginan saya kuliah di luar negeri. Pilihan saya waktu itu Jepang, tapi belum menetapkan di kota mana. Di peta ini satu-satunya kota yang ditunjukkan adalah Tokyo.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter" title="kliping" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/229829_10150176249529474_681669473_6591596_809264_n.jpg" alt="" width="400" /></p>
<p style="text-align:justify;"><em>And now, here I am, in Tokyo.</em> :)</p>
<blockquote>
<p style="text-align:center;"><em><strong>Kota ini jalan hidup yang sudah digariskan ke saya, kota ini akan jadi tempat di mana saya belajar banyak hal, demi masa depan yang lebih baik. </strong></em></p>
</blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reisha.wordpress.com/740/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reisha.wordpress.com/740/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reisha.wordpress.com/740/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reisha.wordpress.com/740/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reisha.wordpress.com/740/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reisha.wordpress.com/740/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reisha.wordpress.com/740/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reisha.wordpress.com/740/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reisha.wordpress.com/740/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reisha.wordpress.com/740/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reisha.wordpress.com/740/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reisha.wordpress.com/740/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reisha.wordpress.com/740/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reisha.wordpress.com/740/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reisha.wordpress.com&amp;blog=930739&amp;post=740&amp;subd=reisha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reisha.wordpress.com/2011/12/23/1-sebuah-kota-bernama-tokyo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9c403c00791684793c6a3d6fc2cf0e1c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">reisha</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/229829_10150176249529474_681669473_6591596_809264_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kliping</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>1st Year in Japan: Introduction</title>
		<link>http://reisha.wordpress.com/2011/12/18/1st-year-in-japan-introduction/</link>
		<comments>http://reisha.wordpress.com/2011/12/18/1st-year-in-japan-introduction/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 07:45:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reisha</dc:creator>
				<category><![CDATA[1st Year in Japan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reisha.wordpress.com/?p=733</guid>
		<description><![CDATA[Setiap saat saya mencamkan dalam hati bahwa saya akan rutin menulis di blog ini, setiap saat itu pula rasanya sulit sekali untuk memenuhinya. Sejak postingan terakhir di blog ini, 15 Oktober lalu (dah lama yaaa &#62;.&#60;), saya sudah berencana untuk menuliskan perihal kehidupan di sini. Sekedar berbagi, sekaligus menuliskan apa yang mumpung masih ada di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reisha.wordpress.com&amp;blog=930739&amp;post=733&amp;subd=reisha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Setiap saat saya mencamkan dalam hati bahwa saya akan rutin menulis di blog ini, setiap saat itu pula rasanya sulit sekali untuk memenuhinya. Sejak postingan terakhir di blog ini, 15 Oktober lalu (dah lama yaaa &gt;.&lt;), saya sudah berencana untuk menuliskan perihal kehidupan di sini. Sekedar berbagi, sekaligus menuliskan apa yang mumpung masih ada di memori saya sebelum semuanya hilang dikikis waktu *tsaaah*.</p>
<p style="text-align:justify;">Idenya sudah ada sedari dulu. Saya ingin menuliskan gambaran umum kehidupan yang saya jalani di sini. Seperti apa kota yang saya tinggali, seperti apa hidup di negeri dengan empat musim, seperti apa perkuliahan dan kehidupan riset (uhuk..) saya, seperti apa hidup di tempat yang relatif sulit untuk menemukan makanan halal, dsb. Garis besar saja sih.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi si tulisan-tulisan itu nantinya akan saya masukkan ke dalam kategori sendiri yaitu <a href="http://reisha.wordpress.com/category/1st-year-in-japan/">1st Year in Japan</a> (seperti halnya perjalanan mendapatkan beasiswa juga saya masukkan ke kategori sendiri yaitu <a href="http://reisha.wordpress.com/category/pursuit-of-japan/">Pursuit of Japan</a> *info ga penting, hehe*). Kenapa <em>1st year</em>, padahal saya kan sudah hampir 2 tahun di sini? Yaa, sebenarnya nulisnya udah pengen dari setelah 1 tahun saya di sini, tapi yaa gitu deh <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  Selain itu, semuanya terasa menarik sekali di tahun pertama karena semuanya benar-benar baru.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-733"></span><em>Well</em>, postingan ini judulnya masih <em>Introduction</em> (berasa nulis paper deh *halah*). Jadi isinya pengantar dulu saja untuk postingan-postingan berikutnya yang ada di kategori 1st Year in Japan. Lagipula minggu ini badai <em>deadline</em> menghadang sih, heuu. Rencananya yang akan pertama saya tuliskan adalah tentang kota yang saya tinggali: Tokyo. <em>See ya</em> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote>
<p style="text-align:center;"><em><strong>Rencana yang tidak pernah direalisasikan selamanya akan terus menjadi rencana dan tidak akan pernah jadi kenyataan dengan sendirinya.</strong></em></p>
</blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reisha.wordpress.com/733/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reisha.wordpress.com/733/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reisha.wordpress.com/733/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reisha.wordpress.com/733/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reisha.wordpress.com/733/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reisha.wordpress.com/733/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reisha.wordpress.com/733/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reisha.wordpress.com/733/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reisha.wordpress.com/733/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reisha.wordpress.com/733/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reisha.wordpress.com/733/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reisha.wordpress.com/733/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reisha.wordpress.com/733/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reisha.wordpress.com/733/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reisha.wordpress.com&amp;blog=930739&amp;post=733&amp;subd=reisha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reisha.wordpress.com/2011/12/18/1st-year-in-japan-introduction/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9c403c00791684793c6a3d6fc2cf0e1c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">reisha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sistem Presensi Online, No Titip Absen</title>
		<link>http://reisha.wordpress.com/2011/10/15/sistem-presensi-online-no-titip-absen/</link>
		<comments>http://reisha.wordpress.com/2011/10/15/sistem-presensi-online-no-titip-absen/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Oct 2011 10:01:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reisha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Variousness]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reisha.wordpress.com/?p=727</guid>
		<description><![CDATA[Semester ini saya mengambil sebuah kuliah yang ternyata jumlah kehadiran masuk ke dalam poin untuk nilai akhir nanti. Dan perihal kehadiran tersebut, mahasiswa sendiri yang mengisikannya di sistem online yang dipakai di Waseda University. &#8220;Ngisi daftar hadir kok online ya? Bisa tipu-tipu donk?&#8221; Awalnya saya berpikir begitu. Ternyata, tidak semudah itu. Pertama, mari saya jelaskan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reisha.wordpress.com&amp;blog=930739&amp;post=727&amp;subd=reisha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Semester ini saya mengambil sebuah kuliah yang ternyata jumlah kehadiran masuk ke dalam poin untuk nilai akhir nanti. Dan perihal kehadiran tersebut, mahasiswa sendiri yang mengisikannya di sistem online yang dipakai di Waseda University. &#8220;Ngisi daftar hadir kok <em>online</em> ya? Bisa tipu-tipu donk?&#8221; Awalnya saya berpikir begitu. Ternyata, tidak semudah itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertama, mari saya jelaskan dulu perihal sistem online tersebut. Di Waseda University ada yang namanya Course N@vi, yang saya rasa mirip dengan <a href="http://kuliah.itb.ac.id/">http://kuliah.itb.ac.id/</a> di ITB. Course N@vi ini digunakan mulai dari registrasi kuliah, tempat dosen meng-<em>upload</em> materi kuliah dan spesifikasi tugas, tempat mahasiswa men-<em>submit</em> tugas kuliah, tempat mahasiswa mengisi presensi, tempat mahasiswa mengisi kuesioner mata kuliah, tempat mahasiswa melihat nilai, dsb. Course N@vi ini menurut saya sudah cukup dioptimalkan penggunaannya. Yang paling enak tentunya <em>submit</em> tugasnya, tidak perlu mem-<em>print</em> lagi, menghemat kertas juga jadinya *sayang bumi mode ON*. :)</p>
<p style="text-align:justify;">Mari lanjut ke perihal kehadiran, sebut saja namanya <em>attendance system</em>. Di kuliah pertama, dosen kuliah tsb tadi memberitahukan kalau kami harus mengisi <em>attendance form</em> di Course N@vi. Bentuk formnya seperti berikut.</p>
<p><span id="more-727"></span></p>
<div id="attachment_728" class="wp-caption aligncenter" style="width: 497px"><img class="size-full wp-image-728 " title="attendance-form" src="http://reisha.files.wordpress.com/2011/10/attendance2.png?w=630" alt=""   /><p class="wp-caption-text">Attendance form yang mesti diisi setiap minggunya</p></div>
<p style="text-align:justify;">Di kelas, kami diberikan <em>attendance card </em> (出席カード) yang berisi <em>attendance code</em> dan <em>deadline</em> pengisian form. <em>Keyword</em>-nya diberitahukan dosen waktu kuliah. Bentuk kartunya seperti berikut. Bagian yang saya tandai merah adalah kode yang mesti diisikan.</p>
<div id="attachment_730" class="wp-caption aligncenter" style="width: 497px"><img class="size-full wp-image-730 " title="attendance-card" src="http://reisha.files.wordpress.com/2011/10/photo.jpg?w=630" alt=""   /><p class="wp-caption-text">Attendance card</p></div>
<p style="text-align:justify;">Kembali ke pikiran tipu-tipu tadi <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  Tadinya saya bepikir simpel saja. Gampang donk. Kode dan <em>keyword</em>-nya tinggal tanya teman. Jadi kalaupun sebenarnya tidak datang kuliah, masih bisa mengisikan kehadiran. Ternyata saya salah. Kodenya berbeda untuk setiap orang *sigh*.</p>
<p style="text-align:justify;">Bukannya saya berniat untuk bolos lalu mengaku-ngaku hadir lho ya, hehe. Pikiran saya saja yang terlalu menganggap remeh si sistem tersebut, padahal ternyata sistemnya udah dirancang supaya ga ada yang tipu-tipu. Yah, kalau ada mahasiswa yang bela-belain meng-<em>hack</em> demi mendapatkan kode itu, itu kasus lain ya. Toh masih lebih gampang datang kuliah kan ketimbang meng-<em>hack</em>? <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Saya rasa sistem seperti ini sudah bagus untuk menghindari kasus titip absen. Pengisian daftar hadir di kelas dengan tanda tangan rawan titip absen, mana ada sih dosen yang niat mengecek apakah tanda tangannya seragam semua dari awal sampai akhir. Bisa saja sih di akhir kelas dipanggil lagi nama mahasiswanya satu per satu, tapi itu menghabiskan waktu. Selain itu, dosen juga lebih mudah menghitung persentase kehadiran mahasiswa. Kalau ada mahasiswa yang lupa mengisikan kodenya, itu kasus lain ya, bisa jadi parameter malah apakah mahasiswanya serius kuliah atau tidak, haha *sadis mode ON*.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:center;"><strong><em>Titip absen adalah bibit korupsi.</em></strong></p>
</blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reisha.wordpress.com/727/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reisha.wordpress.com/727/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reisha.wordpress.com/727/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reisha.wordpress.com/727/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reisha.wordpress.com/727/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reisha.wordpress.com/727/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reisha.wordpress.com/727/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reisha.wordpress.com/727/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reisha.wordpress.com/727/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reisha.wordpress.com/727/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reisha.wordpress.com/727/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reisha.wordpress.com/727/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reisha.wordpress.com/727/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reisha.wordpress.com/727/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reisha.wordpress.com&amp;blog=930739&amp;post=727&amp;subd=reisha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reisha.wordpress.com/2011/10/15/sistem-presensi-online-no-titip-absen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9c403c00791684793c6a3d6fc2cf0e1c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">reisha</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reisha.files.wordpress.com/2011/10/attendance2.png" medium="image">
			<media:title type="html">attendance-form</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reisha.files.wordpress.com/2011/10/photo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">attendance-card</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Semoga Khusnul Khatimah, Nenek</title>
		<link>http://reisha.wordpress.com/2011/08/29/semoga-khusnul-khatimah-nenek/</link>
		<comments>http://reisha.wordpress.com/2011/08/29/semoga-khusnul-khatimah-nenek/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Aug 2011 08:11:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reisha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sha&#039;Story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reisha.wordpress.com/?p=719</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya tiba masanya pengumuman di masjid yang diawali dengan kalimat &#8220;innalillahi wainnailaihi raji&#8217;un, telah berpulang ke rahmatullah&#8221; dilanjutkan dengan nama keluarga saya. Nur Insani. Hari itu hari Jumat, malam ke-27 Ramadhan 1432 H, nenek kembali kepada-Nya. Hari yang baik, semoga beliau khusnul khatimah. Nenek yang semasa hidupnya punya pengetahuan yang dalam soal Islam. Nenek yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reisha.wordpress.com&amp;blog=930739&amp;post=719&amp;subd=reisha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Akhirnya tiba masanya pengumuman di masjid yang diawali dengan kalimat &#8220;innalillahi wainnailaihi raji&#8217;un, telah berpulang ke rahmatullah&#8221; dilanjutkan dengan nama keluarga saya. Nur Insani. Hari itu hari Jumat, malam ke-27 Ramadhan 1432 H, nenek kembali kepada-Nya. Hari yang baik, semoga beliau khusnul khatimah.</p>
<p style="text-align:justify;">Nenek yang semasa hidupnya punya pengetahuan yang dalam soal Islam. Nenek yang selalu berpesan kepada saya, jangan tinggalkan shalat, rajin baca Qur&#8217;an, dan rajin shalat malam. Nenek yang selalu kuatir kepada cucunya yang merantau paling jauh ini. Nenek yang dulu sering bertanya-tanya &#8220;masih ada ga ya nenek pas kamu nikah?&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Nenek yang sepertinya sudah ada firasat beberapa hari sebelumnya bahwa beliau akan meninggal. Nenek yang katanya dulu ingin pergi saat sedang sendirian, bukan dikelilingi keluarganya, dan nyatanya itu terkabul, beliau pergi saat keluarga keluar sebentar dari ruang perawatan beliau di RS untuk menemui tamu yang datang membesuk.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-719"></span>Nenek yang bisa dibilang &#8220;pandai memilih&#8221; waktu untuk pergi. Jumat di malam ganjil Ramadhan, beliau beri 3 hari setelah kepergian beliau untuk orang-orang tahlilan di rumah, lalu setelahnya diberikannya kami waktu untuk menikmati Idul Fitri.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak cerita dan hikmah di balik kepergian beliau. Semoga Allah menempatkan beliau di tempat terbaiknya. Amin.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:center;"><em><strong>Ya Allah, sesungguhnya nenek dalam tanggungan-Mu dan tali perlindungan-Mu. Peliharalah dia dari fitnah kubur dan siksa neraka. Engkau adalah Maha Setia dan Maha Benar. Ampunilah dan kasihanilah dia. Sesungguhnya Engkau Dzat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.</strong></em></p>
</blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reisha.wordpress.com/719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reisha.wordpress.com/719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reisha.wordpress.com/719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reisha.wordpress.com/719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reisha.wordpress.com/719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reisha.wordpress.com/719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reisha.wordpress.com/719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reisha.wordpress.com/719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reisha.wordpress.com/719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reisha.wordpress.com/719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reisha.wordpress.com/719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reisha.wordpress.com/719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reisha.wordpress.com/719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reisha.wordpress.com/719/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reisha.wordpress.com&amp;blog=930739&amp;post=719&amp;subd=reisha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reisha.wordpress.com/2011/08/29/semoga-khusnul-khatimah-nenek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9c403c00791684793c6a3d6fc2cf0e1c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">reisha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentang Stroke</title>
		<link>http://reisha.wordpress.com/2011/08/25/tentang-stroke/</link>
		<comments>http://reisha.wordpress.com/2011/08/25/tentang-stroke/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Aug 2011 14:31:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reisha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Variousness]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reisha.wordpress.com/?p=711</guid>
		<description><![CDATA[Hal yang sering saya lakukan tiap menunggu di rumah sakit, puskesmas, klinik, dan sejenisnya adalah membaca berbagai poster atau tulisan yang ditempel di dinding. Senang aja baca-baca pengetahuan terkait kesehatan. Kemarin waktu ke Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi saya membaca beberapa poster tentang stroke. Ada dua poster yang saya jepret biar bisa saya jadikan tulisan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reisha.wordpress.com&amp;blog=930739&amp;post=711&amp;subd=reisha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Hal yang sering saya lakukan tiap menunggu di rumah sakit, puskesmas, klinik, dan sejenisnya adalah membaca berbagai poster atau tulisan yang ditempel di dinding. Senang aja baca-baca pengetahuan terkait kesehatan. Kemarin waktu ke Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi saya membaca beberapa poster tentang stroke. Ada dua poster yang saya jepret biar bisa saya jadikan tulisan di sini <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  Bukan hal baru sih, tapi ada beberapa poin yang menarik perhatian saya.</p>
<p>Pertama tentang faktor penyebab stroke. Berikut isinya:</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-711"></span><em><span style="color:#000000;">Faktor penyebab stroke dapat dibagi dua, yaitu:</span></em></p>
<ul>
<li><em>Yang tidak dapat dihindarkan/dikendalikan/dikontrol</em></li>
</ul>
<ol style="text-align:justify;" type="1">
<ol type="a">
<li><em><span style="color:#000000;">Umur makin tua kejadian stroke makin tinggi.</span></em></li>
<li><em><span style="color:#000000;">Faktor keturunan. Jika orang tua mengidap stroke, maka akan dapat diturunkan kepada anaknya.</span></em></li>
</ol>
</ol>
<ul>
<li><em>Yang dapat dikendalikan/dikontrol</em></li>
</ul>
<ol type="1">
<ol type="a">
<li style="text-align:justify;"><em><span style="color:#000000;">Tekanan darah tinggi (hipertensi).</span></em></li>
<li style="text-align:justify;"><em><span style="color:#000000;">Kencing manis (diabetes militus).</span></em></li>
<li style="text-align:justify;"><em><span style="color:#000000;">Gangguan fungsi otak sementara (TIA = Transient Ischcemik Attack).</span></em></li>
<li style="text-align:justify;"><em><span style="color:#000000;">Penyakit jantung, baik berupa gangguan irama jantung, kelainan katup, atau kematian jaringan jantung.</span></em></li>
<li style="text-align:justify;"><em><span style="color:#000000;">Tingginya kadar lemak darah (hiperkolestrolemia/dislipidemia).</span></em></li>
<li style="text-align:justify;"><em><span style="color:#000000;">Obesitas/kegemukan.</span></em></li>
<li style="text-align:justify;"><em><span style="color:#000000;">Perokok.</span></em></li>
<li style="text-align:justify;"><em><span style="color:#000000;">Peminum alkohol.</span></em></li>
<li style="text-align:justify;"><em><span style="color:#000000;">Kurangnya aktivitas fisik.</span></em></li>
<li style="text-align:justify;"><em><span style="color:#000000;">Stres fisik dan mental.</span></em></li>
</ol>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Pas baca ini saya agak kaget juga. Baru tau soalnya stroke itu bisa diturunkan. Walah. Walau rasanya faktor bagian kedua (1-10) lebih berpengaruh, tapi tetep serem juga rasanya.</p>
<p>Selanjutnya tentang cara menghindari stroke. Berikut isinya:</p>
<p><em><span style="color:#000000;">Cara mencegah tekanan darah tinggi untuk menghindari stroke:</span></em></p>
<ol type="1">
<li><em><span style="color:#000000;">Jaga berat badan normal, jika gemuk turunkan berat badan.</span></em></li>
<li><em><span style="color:#000000;">Hidup tenang dan kendalikan stres.</span></em></li>
<li><em><span style="color:#000000;">Kurangi konsumsi garam dapur, santan, dan minyak.</span></em></li>
<li><em><span style="color:#000000;">Makanlah makanan yang rendah kolesterol.</span></em></li>
<li><em><span style="color:#000000;">Banyak makan sayur dan buah.</span></em></li>
<li><em><span style="color:#000000;">Olahraga secara teratur.</span></em></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#000000;">Yang harus diingat: mengukur tekanan darah secara teratur minimal 1x dalam sebulan, sebagai deteksi awal.</span></em></p>
<p style="text-align:justify;">Pas baca poin 3 saya cuma bisa tersenyum datar <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_neutral.gif' alt=':|' class='wp-smiley' />  Santan dan minyak itu masakan orang Minang banget, hehehe. Saya bukan maniak santan sih, tapi cukup suka yang digoreng-goreng <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  Tapi pengen hidup lebih sehat ah. Mesti eksplor masakan-masakan lain yang ga banyak santan dan minyak. Sesekali ga pa pa lah yaaa <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote>
<p style="text-align:center;"><strong><em>Note to self: Pengetahuan seputar kesehatan bukan sekedar untuk diketahui saja, tapi untuk diaplikasikan dalam kehidupan. Demi hidup yang lebih sehat.</em></strong></p>
</blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reisha.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reisha.wordpress.com/711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reisha.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reisha.wordpress.com/711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reisha.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reisha.wordpress.com/711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reisha.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reisha.wordpress.com/711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reisha.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reisha.wordpress.com/711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reisha.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reisha.wordpress.com/711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reisha.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reisha.wordpress.com/711/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reisha.wordpress.com&amp;blog=930739&amp;post=711&amp;subd=reisha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reisha.wordpress.com/2011/08/25/tentang-stroke/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9c403c00791684793c6a3d6fc2cf0e1c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">reisha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pusing Transfer Uang</title>
		<link>http://reisha.wordpress.com/2011/08/24/pusing-transfer-uang/</link>
		<comments>http://reisha.wordpress.com/2011/08/24/pusing-transfer-uang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Aug 2011 09:51:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reisha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sha&#039;Story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reisha.wordpress.com/?p=706</guid>
		<description><![CDATA[Jadi tulisan ini dibuat gara-gara komen iseng (bener ga ya iseng? ) kk Zakka di Plurk. &#8220;dicoba aja deh, kan deket gini ntar hasilnya di-publish di blog, kan bisa membantu orang banyak &#8220;. Tadinya ga ada ide nulis, tapi boleh lah dijadiin tulisan, biar tetep rajin nge-blog juga, hehe. Ceritanya saya pengen transfer uang ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reisha.wordpress.com&amp;blog=930739&amp;post=706&amp;subd=reisha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Jadi tulisan ini dibuat gara-gara komen iseng (bener ga ya iseng? <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ) kk <a href="http://zfm86.blogspot.com">Zakka</a> di Plurk. &#8220;dicoba aja deh, kan deket gini <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ntar hasilnya di-publish di blog, kan bisa membantu orang banyak <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> &#8220;. Tadinya ga ada ide nulis, tapi boleh lah dijadiin tulisan, biar tetep rajin nge-blog juga, hehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Ceritanya saya pengen transfer uang ke rekening BNI. Sudah lama juga tidak melakukan transaksi di dunia perbankan Indonesia <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Rekening saya adanya di Bank Muamalat, yang mana sudah ditinggal 1.5 tahun lebih dan tidak ada isinya. Saya terpikir untuk transfer tunai saja. Bank terdekat dari rumah adanya BRI. BNI adanya di Bukittinggi yang mana dari rumah ke Bukittinggi itu makan ongkos Rp4.000,- sekali jalan (mahal beut dah, sekitar 11 km doank padahal). Coba cari-cari info biaya transfer beda bank berapa, katanya Rp5.000,-. Kalau gitu mah mending ke BRI saja <em>*pelit mode on*</em> <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  Agak mikir juga sebelumnya, bisa ga ya transfer tunai ke bank berbeda. Trus muncullah komen kk Zakka seperti tertulis di atas <em>*halah*</em></p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-706"></span>Lanjut. Lalu pergilah saya ke BRI tadi siang. Awalnya tanya ke mbak teller A, bisa ga transfer tunai ke BNI. Katanya &#8220;Oh bisa, silakan isi slip penyetoran&#8221;. Okeh. Saya isi, saya serahin, trus mbak teller B. Lalu mbak nya bilang begini, &#8220;Ga ada kartu ATM? Kalau ada kartu ATM mending di ATM aja, duitnya langsung nyampe. Kalau serahin di sini baru nyampe setelah 2 hari, itu pun kalau datanya benar. Kalau salah duitnya balik lagi ke sini.&#8221; Heran, hari gini transfer masih 2 hari <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_surprised.gif' alt=':-o' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Awalnya saya pasrah aja kan nyampe 2 hari, lagipula saya tidak ada rekening ini dan malas ke Bukittinggi segala <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  Trus mbak teller B bilang lagi &#8220;Biayanya Rp10.000,-, silakan isi slip yang ada di sana, beda soalnya kalau buat bank lain (menunjuk ke tempat yang berbeda dengan tempat slip awal tadi)&#8221;. Jiah. Kalau Rp10.000,-, mending saya ke Bukittinggi aja atuh, masih hemat Rp2.000,- dan duit langsung nyampe <em>*pelit mode on lagi, haha*</em>. Mana mesti isi form lagi. -_-&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya? Saya keluar dari BRI dan pulang, hahaha. Yah, kapan-kapan aja transfer kalau ke Bukittinggi <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Transaksi di ATM emang lebih praktis ya. Kalau mau membandingkan ATM di Indonesia dengan di Jepang, ATM di Jepang malah lebih praktis lagi. Semua transaksi bisa dilakukan di ATM, termasuk deposit dan print buku tabungan. Deposit mungkin di beberapa ATM Indonesia ada, tapi print buku tabungan setau saya belum ada. Malah di Jepang pakai ATM bisa dengan buku tabungan, tidak hanya kartu ATM. Saya tiap ke ATM di Jepang malah lebih sering pakai buku tabungan, biar jelas juga saldo dan transaksi lainnya di rekening berapa.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya masih inget dulu dijutekin mbak teller BNI Kampus ITB gara-gara ke bank cuma mau ngeprint buku tabungan, sementara transaksinya udah banyak. Udah berbulan-bulan ga ngeprint sih <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  Jadinya mesin ATM di Jepang cocok banget buat saya yang males liat muka mbak-mbak jutek. Mesin ga bakal galak, haha. Indonesia katanya negara yang ramah, tapi saya rasa di sektor pelayanan publik masih banyak yang ga ramah tuh mukanya ^^v</p>
<p style="text-align:justify;">Di Jepang hidup udah kelewat nyaman dan praktis. Walau masih ada kendala bahasa buat saya. Seperti halnya untuk transfer uang. Jadi di ATM Jepang biasanya memang ada menu English, tapi tidak semua transaksi di-<em>cover</em> oleh menu English, termasuk transfer. Makanya untuk urusan transfer saya masih minta tolong temen buat nemenin (makasi banget <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ), dari pada sotoy trus salah trus rugi sendiri kan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Eh, cerita transfer ke BNI-nya belum usai. Jadi di jalan pulang saya papasan sama papa yang baru pulang dari sekolahan. Ditanyain habis dari mana. Setelah saya ceritakan, malah ditawari mau diantar ke Bukittinggi. Alhamdulillah. Pas di BNI malah lucu. Seperti biasa, saya masuk, dikasih nomor antrian, lalu saya isi slip penyetoran. Pas sampai di mbak teller, dibilangin &#8220;lain kali kalau mau setor saja tidak usah isi form, langsung ke sini saja&#8221;. Jiah. Lalu buat apa ada slip macem-macem di depan mbak, mbok ya ditiadakan saja kalau ga bakal dipakai. -_-&#8221;</p>
<blockquote>
<p style="text-align:center;"><em><strong>Kehidupan modern semakin lama semakin </strong></em><strong>convenient</strong><em><strong>. Istilah Jepang-nya, </strong></em>便利 <em><strong>(baca: benri). Kalau saja semua kenyamanan yang ditawarkan kecanggihan teknologi tidak bisa digunakan, saya rasa tidak sedikit orang yang akan stres <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </strong></em></p>
</blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reisha.wordpress.com/706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reisha.wordpress.com/706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reisha.wordpress.com/706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reisha.wordpress.com/706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reisha.wordpress.com/706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reisha.wordpress.com/706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reisha.wordpress.com/706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reisha.wordpress.com/706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reisha.wordpress.com/706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reisha.wordpress.com/706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reisha.wordpress.com/706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reisha.wordpress.com/706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reisha.wordpress.com/706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reisha.wordpress.com/706/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reisha.wordpress.com&amp;blog=930739&amp;post=706&amp;subd=reisha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reisha.wordpress.com/2011/08/24/pusing-transfer-uang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9c403c00791684793c6a3d6fc2cf0e1c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">reisha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Obrolan Pagi Bersama Sopir Taksi</title>
		<link>http://reisha.wordpress.com/2011/08/18/obrolan-pagi-bersama-sopir-taksi/</link>
		<comments>http://reisha.wordpress.com/2011/08/18/obrolan-pagi-bersama-sopir-taksi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Aug 2011 18:27:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reisha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Variousness]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reisha.wordpress.com/?p=702</guid>
		<description><![CDATA[Ini cerita di pagi hari Indonesia merayakan HUT-nya yang ke-66. Saat itu saya sedang berada di ibukota tanah air pertiwi, naik taksi menuju Stasiun Gambir. Yap, alhamdulillah saya mudik lagi dan sekarang sudah di rumah Sopir Taksi: Jalanan lagi lancar nih sekarang mbak. Sepi. Biasanya macet. Saya: Hoo, sepi ya pak sekarang. Emang biasanya di Jakarta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reisha.wordpress.com&amp;blog=930739&amp;post=702&amp;subd=reisha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Ini cerita di pagi hari Indonesia merayakan HUT-nya yang ke-66. Saat itu saya sedang berada di ibukota tanah air pertiwi, naik taksi menuju Stasiun Gambir. Yap, alhamdulillah saya mudik lagi dan sekarang sudah di rumah <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sopir Taksi:</strong> Jalanan lagi lancar nih sekarang mbak. Sepi. Biasanya macet.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Saya:</strong> Hoo, sepi ya pak sekarang. Emang biasanya di Jakarta macetnya jam berapa aja pak?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sopir Taksi:</strong> Kalau hari biasa? Wah seharian mah Jakarta macetnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Saya:</strong> Oh, bukan pas pagi jam berangkat kantor sama sore pas jam pulang kantor aja toh pak?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sopir Taksi:</strong> Ga. Mbak ga tinggal di Jakarta ya?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Saya:</strong> Ga pak. Ini juga cuma numpang nginep di tempat temen.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span id="more-702"></span>Sopir Taksi:</strong> Kehidupan di Jakarta 24 jam. Macet seharian. Pagi-pagi itu jam berangkat kantor, terus anak-anak pergi sekolah, macet. Beres anak-anak sekolah, ibu-ibunya keluar buat arisan atau belanja, macet. Trus siang gitu jam istirahat makan siang, pada keluar cari makan, macet lagi. Yang istirahat makan siang dah balik ke kantor, lalu sopir-sopir pada berangkat jemput anak majikannya di sekolah. Jadi si anak masih sekolah, sopirnya udah berangkat tuh. Lalu sore, jam pulang kantor, udah pasti macet. Malemnya, macet karena yang makan di luar atau keluar sama keluarganya. Yang itu beres, hampir tengah malam gitu saatnya para bencong, om om genit, tante girang, gay, dan sejenisnya keluar. Mereka udah beres, sopir-sopir taksi mulai keluar. Trus pagi lagi deh, berangkat kantor lagi. Gitu terus tiap hari mbak.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Saya:</strong> Oh gitu. Kalau weekend lebih macet lagi ya pak?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sopir Taksi:</strong> Iya. Yang lain ada lagi yang bikin macet. Misalnya artis ngadain acara, kayak buka bersama. Itu juga bikin jalanan macet. Terus pejabat-pejabat kita. Mereka kan kerjanya cuma nutupin aib aja. Ngelobi pengacara sana sini buat nutupin kejelekannya. Ga pernah mereka mikirin nasib rakyat.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Saya:</strong> (mikir, dah nyinggung pejabat gini pasti makin banyak aja nih jeleknya <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> )</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sopir Taksi:</strong> Tiap pejabat lewat, dikawal. Istri pejabar mau nyalon, dikawal. SBY dompetnya ketinggalan di istana, udah sampai di Cikeas padahal, balik lagi ke istana. Dikawal lagi, macet lagi. Saya setuju dah negara kita ini dijual aja. Jadi ntar kita kerja buat yang punya negara, biar jelas gitu statusnya. Kalau sekarang ga jelas kan. Yang ada kita dipecundangi sana sini.</p>
<p style="text-align:justify;">Udah ga bisa komen. Untungnya udah sampai Gambir, dan percakapan terhenti di situ. Hehe. Kalau masih lanjut, pasti makin banyak aja dah tuh yang jelek-jelek soal pejabat kita. Apa coba hal bagus yang bisa diobrolin. Yang berprestasi dan lekat di hati rakyat cuma segelintir pisan sih dibanding yang &#8230; yah, <em>you know</em> lah <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Jadi inti postingan ini apa? Apa coba <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote>
<p style="text-align:center;"><strong><em>Dirgahayu Indonesia-ku yang ke-66. Aku selalu yakin dan berharap engkau akan jadi lebih baik. Kutitipkan dua potong doa untukmu. Semoga Jakarta segera lepas dari segala kesemrawutannya. Dan semoga para pemimpin yang ada di negeri ini benar-benar jadi pemimpin yang melayani masyarakat yang dipimpinnya dan mengukir prestasi demi kebaikan negeri ini.</em></strong></p>
</blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reisha.wordpress.com/702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reisha.wordpress.com/702/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reisha.wordpress.com/702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reisha.wordpress.com/702/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reisha.wordpress.com/702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reisha.wordpress.com/702/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reisha.wordpress.com/702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reisha.wordpress.com/702/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reisha.wordpress.com/702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reisha.wordpress.com/702/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reisha.wordpress.com/702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reisha.wordpress.com/702/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reisha.wordpress.com/702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reisha.wordpress.com/702/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reisha.wordpress.com&amp;blog=930739&amp;post=702&amp;subd=reisha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reisha.wordpress.com/2011/08/18/obrolan-pagi-bersama-sopir-taksi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9c403c00791684793c6a3d6fc2cf0e1c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">reisha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kapan Terakhir Kali Anda Mengirim Surat?</title>
		<link>http://reisha.wordpress.com/2011/08/05/kapan-terakhir-kali-anda-mengirim-surat/</link>
		<comments>http://reisha.wordpress.com/2011/08/05/kapan-terakhir-kali-anda-mengirim-surat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Aug 2011 07:10:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reisha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Variousness]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reisha.wordpress.com/?p=690</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan lebih spesifiknya begini. Kapan terakhir kali Anda menulis surat dengan tangan sendiri untuk keluarga, teman, atau rekan Anda lalu mengirimkannya via kantor pos? Hehe. Pasti ada yang mikir, &#8220;Hare gene maseh kirim surat? Apa kata dunia?&#8221;. Hihihi. Jaman dulu (berapa tahun lalu ya?), orang masih banyak berkirim surat. Maklum media komunikasi masih sangat terbatas. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reisha.wordpress.com&amp;blog=930739&amp;post=690&amp;subd=reisha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Pertanyaan lebih spesifiknya begini. Kapan terakhir kali Anda menulis surat dengan tangan sendiri untuk keluarga, teman, atau rekan Anda lalu mengirimkannya via kantor pos? Hehe. Pasti ada yang mikir, <em>&#8220;Hare gene maseh kirim surat? Apa kata dunia?&#8221;</em>. Hihihi.</p>
<p style="text-align:justify;">Jaman dulu (berapa tahun lalu ya?), orang masih banyak berkirim surat. Maklum media komunikasi masih sangat terbatas. Lalu muncullah telepon. Sejak ada telepon, yang berkirim surat berkurang. Toh kalau butuh kabar apa-apa tinggal telepon orangnya. Kabar langsung didapat, tanpa perlu menunggu berhari-hari atau berminggu-minggu untuk menerima balasan. Belum lagi kalau suratnya tidak sampai ke tangan si penerima. Kemudian muncullah email. Orang-orang pun mulai berkirim dan berbalas email. Dalam sekejap si email bisa sampai ke si penerima. Biayanya juga lebih murah ketimbang menelepon. Dan sekarang, sudah tak terhitung media komunikasi yang bisa digunakan, entah itu<em> social network</em> ataupun fitur dan aplikasi yang ditawarkan telepon pintar. Wajar saja, jaman begini buat apa berkirim surat? <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-690"></span>Saya lupa persisnya terakhir kali mengirim surat kapan. (Balik ke definisi awal, surat untuk keluarga, teman, atau rekan; berkas aplikasi beasiswa tidak termasuk <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ). Mungkin pas SMP. Waktu itu saya berkirim surat dengan beberapa sahabat pena. Tau kan ya artinya sahabat pena? Seru lho. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Jaman dulu di majalah anak-anak kan suka ada rubrik Sahabat Pena, di mana ada data beberapa anak yang bersedia untuk berkorespondensi (ceile, gaya kan istilah jaman itu <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ) dengan kita. Bisa juga dapat sahabat pena dari sahabat pena yang sudah terlebih dulu kontak dengan kita, jadi nanya ke dia apa dia ada rekomendasi sahabat pena yang baik yang kira-kira mau berkirim surat dengan kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada kesenangan tersendiri waktu beli kertas surat, trus nulis suratnya, trus ke kantor pos buat ngirim surat, trus nunggu balasan suratnya, trus nerima balasan suratnya, trus balas lagi. Kadang minta fotonya juga biar tau wajah si sahabat pena tersebut seperti apa. Sensasinya beda dengan cari teman baru via Facebook <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Dulu saya menyisihkan uang jajan sendiri buat beli perangko. Alamat yang saya berikan pun alamat sekolah (trus sama sekolah biasanya surat untuk siswa dibuka dulu, buat mastiin ga ada yang aneh-aneh, huuu). Maklum bersahabat pena-nya tanpa sepengetahuan orang tua <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  *tapi sahabat pena saya cewek semua kok* Rasanya surat-surat itu masih saya simpan. Ada sahabat pena yang tinggal di Sumatra Barat juga. Yang jauh dari Aceh dan NTB. Lucu juga masa-masa itu <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Saya jadi teringat masa-masa itu karena dua hal. Pertama, saya pernah lihat gambar yang membandingkan masa-masa kejayaan surat dan masa-masa sekarang (maaf lupa liat gambarnya di mana <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ). Di masa orang masih berkirim surat, orang-orang sebel dapat setumpuk amplop, tapi pas nerima email senangnya minta ampun, maklum email masih baru-baru saat itu. Sebaliknya sekarang, saat email membanjir dari mana-mana, orang sebel liat ribuan <em>unread messages</em>, tapi saat ada surat (di luar surat tagihan, pemberitahuan, iklan, dkk ya) senangnya bukan main. Menurut saya hal itu benar adanya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="attachment_691" class="wp-caption alignleft" style="width: 234px"><img class="size-medium wp-image-691" title="IMG_0952" src="http://reisha.files.wordpress.com/2011/08/img_0952.jpg?w=224&#038;h=300" alt="" width="224" height="300" /><p class="wp-caption-text">salah satu kotak pos di Tokyo</p></div>
<p style="text-align:justify;">Kedua, beberapa waktu lalu saya mengirimkan kartu pos ke beberapa teman di Indonesia. Awalnya, waktu <em>winter vacation</em> lalu, saya iseng ikut-ikutan temen beli beberapa kartu pos di Kyoto. Trus waktu trip ke Fuji dan Hakone saya juga beli kartu pos lagi. Jadilah di beberapa media saya tawarkan, ada yang mau dikirimi kartu pos atau tidak. Lumayan banyak yang merespon. Kembali deh merasakan menulis alamat tujuan sendiri, nulis pesannya, nempelin perangko, trus masukin ke kotak pos di sini. Oia agak kagok juga waktu pertama nulis, secara sebelumnya belum pernah ngirim kartu pos <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Kotak pos masih terpakai banget lho di sini. Beda banget dengan di Indonesia. Waktu saya bersahabat pena itu saja, saya ga yakin apa kotak pos itu masih dicek oleh Pak Pos, jadinya saya <em>prefer</em> langsung ngasih ke petugas di kantor pos.</p>
<p style="text-align:justify;">Media komunikasi sekarang memang memiliki segudang kelebihan dibanding surat. Tapi ada hal-hal yang tidak akan bisa tergantikan dari surat. Lewat surat, Anda bisa melihat tulisan tangan sendiri dari si pengirim surat. Eh, tunggu dulu. Lewat email juga bisa. Tinggal <em>scan</em> tulisan tangan. Eits, jangan salah, cuma lewat surat Anda bisa menemukan kertas surat yang kena tetesan air mata saat si pengirim surat menuliskan suratnya. Hahaha. Dan kayaknya ga ada tuh pengganti surat cinta. Lagunya Vina Panduwinata yang populer tetap Surat Cinta, belum di-<em>update</em> jadi Email Cinta. Wahaha. *ngaco gini*</p>
<blockquote>
<p style="text-align:center;"><em><strong>Zaman berubah begitu cepat. Tapi akan selalu ada hal-hal dari masa lalu yang akan kita rindukan, yang tak akan pernah tergantikan oleh kemajuan zaman sekarang.</strong></em></p>
</blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reisha.wordpress.com/690/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reisha.wordpress.com/690/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reisha.wordpress.com/690/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reisha.wordpress.com/690/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reisha.wordpress.com/690/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reisha.wordpress.com/690/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reisha.wordpress.com/690/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reisha.wordpress.com/690/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reisha.wordpress.com/690/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reisha.wordpress.com/690/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reisha.wordpress.com/690/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reisha.wordpress.com/690/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reisha.wordpress.com/690/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reisha.wordpress.com/690/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reisha.wordpress.com&amp;blog=930739&amp;post=690&amp;subd=reisha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reisha.wordpress.com/2011/08/05/kapan-terakhir-kali-anda-mengirim-surat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9c403c00791684793c6a3d6fc2cf0e1c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">reisha</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reisha.files.wordpress.com/2011/08/img_0952.jpg?w=224" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0952</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menghargai yang Puasa atau yang Tidak Puasa?</title>
		<link>http://reisha.wordpress.com/2011/08/02/menghargai-yang-puasa-atau-yang-tidak-puasa/</link>
		<comments>http://reisha.wordpress.com/2011/08/02/menghargai-yang-puasa-atau-yang-tidak-puasa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2011 15:30:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reisha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Variousness]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reisha.wordpress.com/?p=687</guid>
		<description><![CDATA[Sembari menunggu tarawih di Tokyo Camii tadi, Mbak Isti melontarkan topik obrolan perihal orang puasa vs. orang tidak puasa di Indonesia, di mana tampaknya sudah jadi isu rutin di Indonesia. Tiap Ramadhan ada aturan dan himbauan bahwa tempat makan dan hiburan mesti tutup pada waktu-waktu tertentu. Kalau sebatas himbauan sih wajar lah ya, tapi kalau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reisha.wordpress.com&amp;blog=930739&amp;post=687&amp;subd=reisha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sembari menunggu tarawih di Tokyo Camii tadi, Mbak Isti melontarkan topik obrolan perihal orang puasa vs. orang tidak puasa di Indonesia, di mana tampaknya sudah jadi isu rutin di Indonesia. Tiap Ramadhan ada aturan dan himbauan bahwa tempat makan dan hiburan mesti tutup pada waktu-waktu tertentu. Kalau sebatas himbauan sih wajar lah ya, tapi kalau sampai mesti dikasih sanksi tegas kok kayaknya berlebihan ya.</p>
<p style="text-align:justify;">Berhubung topik beginian cukup sensitif, tiap orang punya pendapat berbeda-beda, mari saya persempit dulu apa yang mau saya tulis. Pertama, ini menyangkut sudut pandang saya dari sisi yang berpuasa saja, terlepas dari aspek etika, sosial, budaya, politik, ekonomi, dsb. Kedua, mau bahas perihal tempat makan yang buka di siang hari aja. Kalo tempat hiburan mah, yang isinya maksiat, Ramadhan ga Ramadhan saya sih <em>prefer</em> ditutup <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-687"></span>Ingatan saya melayang ke masa lalu (caelah..), masa kecil hingga SMA. Saya tinggal di kampung di mana bisa dibilang 100% warganya muslim. Soal tempat makan yang buka rasanya tidak pernah dihebohkan. Kalau pun buka, laku berapa coba makanannya. Lalu akhirnya saya kuliah di Bandung. Pertama kali melihat kantin di gerbang belakang ITB sebagian ada yang buka (walau ditutupi dengan kain), agak kaget juga. Kok masih buka sih? Tapi langsung sadar, oh iya, saya sudah tinggal di kota yang mana penduduknya bukan muslim saja. Jadi saya maklum saja sih. Terserah lah ada tempat makan ada yang buka atau ga, toh kalau niatnya bener mau puasa, godaan kayak gimana juga mestinya bisa ditahan kan ya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kenapa sih tempat makan dihimbau untuk tutup? Katanya sih untuk menghargai umat Islam, supaya mereka bisa konsentrasi berpuasa. OK. By default juga semua muslim pasti setuju, hehe. Lumayan kan ya mengurangi godaan selama berpuasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu sampailah saya di Jepang sini, di mana muslim itu minoritas. Sedikit banyak saya merasakan seperti apa rasanya jadi minoritas. Sedikit banyak juga sudut pandang saya berubah.  Ramadhan di sini, mana ada restoran yang tutup <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  Wajar lah ya. Kenapa ga menghimbau tempat makan untuk tutup? Karena udah minoritas, bukan warga sini pula <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />   Kenapa di Indonesia kita bisa bikin himbauan supaya tempat makan tutup? Karena mayoritas dan warga tanah sendiri pula, hehe <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Kalau istilahnya Mbak Isti, kita jadi muslim di Indonesia sudah terbiasa dimanjakan. Bulan puasa suasananya sangat kondusif. Yang jualan makanan pas sahur dan berbuka banyak. Siang hari restoran tutup. Kalaupun ada yang buka, dikondisikan sedemikian sehingga yang tertutup. Kurang nyaman apalagi coba. Akibatnya kita jarang berpikir, gimana yang ga puasa nyari makan pas siang hari? Kita lebih sering berpikir bahwa mereka yang ga puasa mestinya bisa menghargai. Agak egois ga sih kalau kita cuma berpikir mereka yang mesti menghargai?</p>
<p style="text-align:justify;">Seterganggu apa sih Ramadhan kita kalau ada tempat makan yang buka? Kalau kita puasa di luar bulan Ramadhan, di mana semua tempat makan buka dan teman kita makan di depan mata kita walau bukan di tempat makan, kenapa kita bisa? Lalu pas Ramadhan kenapa merasanya ada tempat makan yang buka itu malah mengganggu? Emang pas Ramadhan lapar dan hausnya berkali-kali lipat di luar Ramadhan ya?</p>
<p style="text-align:justify;">Ga enak aja kan rasanya kalau ada kesan mentang-mentang mayoritas, maunya dapet enak terus dan egois ga mikirin yang minoritas. Maunya yang ga puasa menghargai yang puasa, trus pas ada tempat makan yang nyediain makan buat yang ga puasa malah ribut. Iya sih, ga semua muslim berpikir begitu, tapi pasti ada walau segelintir.</p>
<p style="text-align:justify;">Menjawab pertanyaan di judul, jadinya mestinya siapa yang dihargai? Ya kalau kata saya mah dua-duanya mesti dihargai. Orang yang ga puasa yang ngerti artinya menghormati pasti tau diri kok untuk ga terang-terangan makan di depan yang berpuasa. Orang yang berpuasa juga mesti bisa mengendalikan diri untuk ga dikit-dikit rusuh soal tempat makan yang buka. Apa guna puasa coba kalau tetap ga bisa mengendalikan diri.</p>
<p style="text-align:justify;">Terakhir, terima kasih banyak kepada rekan-rekan non muslim yang sudah sangat menghargai kami muslim yang berpuasa. Saya sangat mengapresiasi itu <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Dan tentunya, selamat menjalankan ibadah Ramadhan bagi kita semua <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote>
<p style="text-align:center;"><em><strong>&#8220;toleransi antarumat beragama&#8221; mungkin sekarang hanya dianggap sebagai frasa naif di pelajaran Pancasila dan Kewarganegaraan, tapi jikalau itu bisa terwujud dengan baik, alangkah indahnya hidup ini <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </strong></em></p>
</blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reisha.wordpress.com/687/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reisha.wordpress.com/687/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reisha.wordpress.com/687/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reisha.wordpress.com/687/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reisha.wordpress.com/687/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reisha.wordpress.com/687/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reisha.wordpress.com/687/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reisha.wordpress.com/687/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reisha.wordpress.com/687/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reisha.wordpress.com/687/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reisha.wordpress.com/687/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reisha.wordpress.com/687/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reisha.wordpress.com/687/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reisha.wordpress.com/687/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reisha.wordpress.com&amp;blog=930739&amp;post=687&amp;subd=reisha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reisha.wordpress.com/2011/08/02/menghargai-yang-puasa-atau-yang-tidak-puasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9c403c00791684793c6a3d6fc2cf0e1c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">reisha</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
