Carving Life with Letters

…menyampaikan pemikiran dan isi hati saat lidah tak mampu berkomunikasi…

A Nice Day…

A nice day? Apa sih?

Tak bermaksud apa-apa. Hari yang dimaksud di sini adalah kemarin. Lalu, kenapa sampai disebut a nice day?

Aku tau, kemarin bukanlah hari yang nice bagi IF’04. Kenapa? Tidak lain dan tidak bukan karena mereka lagi dikejar-kejar deadline tugas IF3292 Pemrograman Internet dan IF3221 Grafika Komputer, atau di kalangan IF-ers lebih dikenal dengan Progin dan Grafika. Hohoho… Semester VI yang menyeramkan, dan tentunya aku akan segera menghadapinya…

Lalu?

Hehe… Sebenarnya tidak ada yang spesial kemarin. Semuanya berlalu seperti layaknya hari-hari lain. Hanya saja kemarin (tepatnya pagi sampai sore, karena malamnya tidak begitu menyenangkan) terasa begitu tenang dan damai (ceileh…). Hari yang begitu berbeda dengan hari-hari menjelang 23 Maret dan 26-30 Maret yang lalu.

23 Maret, tidak lain dan tidak bukan adalah hari berkumpulnya tiga deadline tugas. Ada Mbah OOP, Tante RPL, dan Oom StMik. Tiga-tiganya Tugas Besar, yang tentunya telah diberikan jauh-jauh hari. Tidak akan masalah jika sifat deadliner itu tak pernah ada di dunia yang fana ini. Yang jelas, hari-hari menjelang 23 Maret adalah hari yang berat, maklum, seperti kata sejumlah orang, aku baru merasakan yang namanya kuliah di Informatika ITB. Sebelumnya, masa-masa TPB, hanyalah masa-masa penuh canda, tawa, dan kebahagiaan (halah…). Namanya saja TPB, Tahap Paling Bahagia. Semester III yang kulalui dengan 22 sks juga tidak begitu berat. Dan 23 Maret-nya sendiri adalah hari paling berat selama masa perkuliahanku di ITB, terbukti dengan teparnya jasad ini pada malam harinya. Walaupun demikian, katanya, kata mereka yang sudah ataupun sedang mengalaminya, masa-masa yang kuhadapi sekarang belum apa-apa dibanding Semester VI. Oh God… Mampukah diri ini menghadapi Semester VI yang horor itu?

26-30 Maret adalah minggu UTS di ITB. Beruntunglah orang-orang yang kuliah di IF, karena minggu UTS adalah khusus untuk UTS saja. No kuliah, no praktikum. Berbeda dengan jurusan lain, di mana minggu UTS tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya :p. Kuliah tetap, praktikum tetap, UTS juga jalan. Sampai-sampai, karena jadwal UTS suka-suka dosennya, kudengar kabar, TI’04 ada EMPAT UTS rabu ini. Hahaha… Semangat yak!

Namun demikian, UTS kali ini sangat tidak bagus untuk diingat-ingat. Sejauh ini, UTS kemarin adalah UTS terparah yang kuhadapi (ya Allah… semoga ke depannya bisa lebih baik lagi). Bagaimana tidak, semua UTS tidak berhasil kujawab dengan baik. Zaman dulu, UTS yang hancur itu hanya sebagian dari kuliah yang diambil. Kalau sekarang, tak satupun yang memuaskan. Entah bagaimana hasilnya.

Ya, seperti kata Anis K., walau menangis darah sekalipun, nilai UTS yang hancur tidak akan menjadi bagus. Tinggal usaha yang lebih keras untuk memperbaikinya di UAS dan tugas-tugas (oh… the taskS…).

UTS kemarin juga bertepatan dengan masa-masa pikiran ini terpaksa fokus ke UKM. Pada masalah-masalah terkait acara 28 April, yang sebenarnya tidak perlu aku pikirkan. Tapi entah kenapa, pikiran ini terbawa arus yang kuat dari fenomena-fenomena di UKM saat itu (halah…). Tapi semuanya sudah berlalu, apapun yang kulakukan tidak akan bisa mengubah apa yang telah terjadi.

Selain ketenangan dan kedamaian sehari yang lalu, hal lain apa yang terjadi? Mungkin ini tidak spesial, tapi sangat membantu di sela-sela kesibukan kuliah 18 sks dan latihan dies 21 sks :p Saking sibuknya, susah mencari waktu untuk mencuci. Sebagai anak kos di Bandung ini, aku masih mencuci sendiri. Tidak masalah, dari zaman SD sudah biasaūüôā Sore ini berencana mencuci. Pagi tadi sudah dimulai, sore tinggal dibilas. Kuliah RPL jam 1 dipindah ke hari Rabu. Lumayan, waktu sampai maghrib lebih banyak (habis maghrib ada latihan nari…). Tapi, sampai jam 14.30, masih bertahan di LabDas I. Jam 15.00 aku sampai di kostan, siap-siap untuk mencuci. Fyuh…

Tapi, begitu udah bersemangat mengurus cucian, aku tidak menemukan cucian yang seember penuh itu. Lihat jemuran (tempat menjemur tepat di atas kamar mandi, jadi bisa diintip lewat celah di atas kamar mandi) juga tidak ada. Siang tadi hujan, dan biasanya ibu kos selalu memasukkan cucian ke rumah kalau sore atau hujan. Fuhh… Aku ke naik ke lantai 2, dan kutemukan cucian yang sudah kering, tinggal disetrika. Ku tanya ibu kos, ternyata beliau yang beresin. “Iya, kayanya neng sibuk, jadinya ibu bantuin”.

Hoohhh… Ibu baik sekali (atau aku yang keterlaluan?). Memang tidak sekali ini saja si Ibu bantu beresin cucian. Biasanya kalau aku mencuci, sudah dibilas, tinggal dijemur, lalu pergi dulu karena ada kegiatan di kampus atau apapun, waktu pulang, tiba-tiba cucian tadi sudah ada di jemuran. Tapi kali ini memang si ibu terlalu baik, karena cucian itu belum dibilas.

Tidak hanya itu. Si ibu kadang juga suka kasih makanan, hehe… Bulan puasa saja, sahur itu bareng beliau, beliau yang menyediakan makanan. Dan, tidak ada biaya tambahan.

Oh… hari-hari yang tenang hanyalah untuk sementara. Sekarang memang tenang dan jauh dari tugas-tugas kuliah. Tapi hari yang tenang ini akan segera digantikan oleh hari-hari yang berat dan penuh perjuangan. Semua mata kuliah siap memberikan tugas.

7 responses to “A Nice Day…

  1. Widya Tuesday, 3 April, 2007 at 05:57

    weits .. ibu kos nya baik kali pun … jadi pengen punya ibu kos kayak gitu ..

    btw, sha .. anak ibu kosnyo ado nan cakep ndakūüėÄ ?

  2. reiSHA Tuesday, 3 April, 2007 at 06:05

    @Widya : Anak si Ibu udah nikah semua…ūüôā

  3. Brahmasta Tuesday, 3 April, 2007 at 07:13

    Wah Widya sindrom cari suami yah? Haha.. Mau dong punya ibu kos kayak gitu. Selama ini ibu kos aku jarang peduli. Tapi waktu aku sakit hepatitis kemarin dijenguk sih. Mana ngasih banyak makananūüėÄ

  4. Widya Wednesday, 4 April, 2007 at 03:48

    sama-sama ngerti lah brahm ….

  5. Muhamad Fajrin Rasyid Wednesday, 4 April, 2007 at 04:28

    Nice banget kok 2 april kemaren.. saking nice nya orang-orang sampe menjadi orang-orang lainūüėÄ (butuh psikiater kali ya? Gak segitunya sih :P).

    Anyway bener kok, rasanya semua tidak akan segila itu jika sifat deadliner itu tidak pernah ada. Well.. itu ada karena kita yang buat sih.. makanya yuk diubah yuk..

  6. Aswin Juari Wednesday, 4 April, 2007 at 05:40

    Tenang aja. Banyak orang yang mengalami hal yang sama ataupun lebih parah daripada kamu pas uts. Bahkan aku pun uts Logika pun jadi ngaco.

    Ganbatte, Reisha!!

  7. aYuE Friday, 6 April, 2007 at 05:06

    Sha….
    slamat atas peluncuran Blognya….
    maaf baru baca,,,
    soal cerita Reisha…
    no comment, karena disini ada orang yang lebih baik dari ibu kos Reisha itu…. tau sapa orang nya?????
    It’s Me…
    hauahahahaha…
    kalo ayu mah, bakaln ayu baung tu baju kotor, sumber penyakit tau

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: