Carving Life with Letters

…menyampaikan pemikiran dan isi hati saat lidah tak mampu berkomunikasi…

Karena Wanita (Part 1)

Membaca judulnya, pasti teringat lagunya Ada Band, Karena Wanita (Ingin Dimengerti). Tapi bukan lagu ini yang akan kubahas disini. Aku tidak terlalu tau musik dan lagu.

Beberapa waktu yang lalu, aku mendapat e-mail dengan attachmentnya sebuah Powerpoint Show. Tentang wanita. Isinya sebagai berikut.

Ketika Tuhan menciptakan wanita, Dia lembur pada hari ke-enam. Malaikat datang dan bertanya, “Mengapa begitu lama, Tuhan?”

Tuhan menjawab, “Sudahkan engkau lihat semua detail yang saya buat untuk menciptakan mereka? Dua tangan ini harus bisa dibersihkan, tetapi bahannya bukan dari plastik. Setidaknya terdiri dari 200 bagian yang bisa digerakkan dan berfungsi baik untuk segala jenis makanan. Mampu menjaga banyak anak saat yang bersamaan. Punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua dilakukannya cukup dengan dua tangan ini”

Malaikat itu takjub. “Hanya dengan dua tangan? …impossible!” Dan itu model standard?!

“Sudahlah Tuhan, cukup dulu untuk hari ini, besok kita lanjutkan lagi untuk menyempurnakannya”.

“Oh.. Tidak, Saya akan menyelesaikan ciptaan ini, karena ini adalah ciptaan favorit Saya”.

“O yah… Dia juga akan mampu menyembuhkan dirinya sendiri, dan bisa bekerja 18 jam sehari”.

Malaikat mendekat dan mengamati bentuk wanita ciptaan Tuhan itu. “Tapi Engkau membuatnya begitu lembut Tuhan?”

“Yah… Saya membuatnya lembut. Tapi Engkau belum bisa bayangkan kekuatan yang Saya berikan agar mereka dapat mengatasi banyak hal yang luar biasa.”

“Dia bisa berpikir?”, tanya malaikat. Tuhan menjawab, “Tidak hanya berpikir, dia mampu bernegosiasi.”

Malaikat itu menyentuh dagunya… “Tuhan, Engkau buat ciptaan ini kelihatan lelah dan rapuh! Seolah terlalu banyak beban baginya.”

“Itu bukan lelah atau rapuh… Itu air mata”, koreksi Tuhan. “Untuk apa?”, tanya malaikat.

Tuhan melanjutkan, “Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan dan kebanggaan.”

“Luar biasa, Engkau jenius Tuhan” kata malaikat. “Engkau memikirkan segala sesuatunya, wanita ciptaanMu ini akan sungguh menakjubkan!”

“Ya mesti… Wanita ini akan mempunyai kekuatan mempesona laki-laki. Dia dapat mengatasi beban bahkan melebihi laki-laki. Dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri. Dia mampu tersenyum bahkan saat hatinya menjerit. Mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan. Dia berkorban demi orang yang dicintainya. Mampu berdiri melawan ketidakadilan. Dia tidak menolak kalau melihat yang lebih baik. Dia menerjunkan dirinya untuk keluarganya. Dia membawa temannya yang sakit untuk berobat. Cintanya tanpa syarat. Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang. Dia girang dan bersorak saat melihat kawannya tertawa. Dia begitu bahagia mendengar kelahiran. Hatinya begitu sedih mendengar berita sakit dan kematian. Tetapi dia selalu punya kekuatan untuk mengatasi hidup. Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.”

“Hanya ada satu hal yang kurang dari wanita, dia lupa betapa berharganya dia…”

Terlepas dari kebenaran apakah benar Tuhan menciptakan wanita seperti tersebut di atas (karena aku tidak akan membahasnya, wallahu a’lam), aku tertarik pada kalimat terakhirnya. “Hanya ada satu hal yang kurang dari wanita, dia lupa betapa berharganya dia…”

Yah, melihat kondisi para wanita Indonesia saat ini, aku benar-benar prihatin. Mungkin kalimat itu tidak mewakili semuanya, tapi rasanya mewakili sebagian besar. Apakah sikap mereka sudah menggambarkan betapa berharganya dirinya? Apakah cara berpakaian mereka sudah menggambarkan dirinya yang berharga?

Terlalu berat jika aku harus membahasnya. Mungkin, pesan saja, untuk para wanita, renungi kalimat terakhir itu…

7 responses to “Karena Wanita (Part 1)

  1. Febrian Wednesday, 4 April, 2007 at 04:45

    membuat ku tersadar ….

  2. aYuE Friday, 6 April, 2007 at 05:17

    makasih sHa….
    ceritanya ngasih ayu smangat dan inspirasi…
    thanx a lot friend…
    mari bersama di jalan dakwah,,..
    (cie,,… gaya…)

  3. Revan Mr Saturday, 21 April, 2007 at 00:44

    Happy Kartini Day … duhai Kartini Muda …

    Emansipasi boleh … tapi tetap lah ingat pada kodrat-mu …

    Wanita dan pria memang berbeda …dan itu lah alasan Allah menciptakan Hawa untuk Adam … untuk saling melengkapi … hubungan yang komplementer … bukan substitusi … apalagi eliminasi …

    .:revan:.

  4. ade Wednesday, 22 October, 2008 at 18:41

    mnta file asli nya dong..
    yg ad lagu angel nya
    klu ngebaca smbil denger itu lbh kena

  5. daflipflop Thursday, 11 December, 2008 at 03:01

    ass..

    mbak Bagus banget…

    Bkin terharu^^,..

    So inspiring me…

  6. alul Thursday, 3 March, 2011 at 11:42

    I like words

    “Punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua dilakukannya cukup dengan dua tangan ini”

    I’ve lost her for more than 16 years……

  7. echa Sunday, 6 March, 2011 at 16:50

    aslkm..
    salm kenl..wah artikelnya penuh inspirasi…
    ini adalh sebuah muhasabh diri..:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: