Carving Life with Letters

…menyampaikan pemikiran dan isi hati saat lidah tak mampu berkomunikasi…

Chatting…

Beberapa waktu yang lalu, seorang teman mendapati aku sedang chatting. Tidak ada yang aneh memang kalau orang chatting. Lagi pula, anak IF kalau ngenet, biasanya online di Yahoo Messenger (YM). Hanya saja dia bertanya, “Sha, kamu kok seneng amat sih chatting?” Hmm… Padahal yang suka chatting di LabDas bukan aku saja lho…

Mari kita bahas apa itu chatting.

Chatting is talk, converse; hold a group discussion via a computer network (Internet); have a conversation between two or more participants via the Internet. In Sametime, the sending of typed messages between online meeting participants. The term chat replaces the terms instant message (IM) and conference. It pertains to a one-on-one chat or a chat with multiple participants.

Bisa dibilang perkenalan pertamaku dengan internet adalah dengan chatting via mIRC dan browsing dengan Internet Explorer. Dua-duanya entah versi berapa pada saat itu. Tapi sudah lama chatting via mIRC tidak kugunakan lagi. Penuh kebohongan, kita chatting dengan orang-orang yang entah dari mana asal-muasalnya.

Hmm… Sebenarnya bisa dibilang aku bukan temasuk kelompok orang yang ‘seneng amat’ chatting. Hanya saja kalau memang tidak ada kerjaan, aku ke LabDas, online, cek e-mail, dan lain-lain. Tapi kalau sudah ketemu orang yang menyenangkan untuk chatting atau ada pembicaraan penting, chatting-nya jadi agak lama dan jadilah kesannya aku ini ‘seneng amat’ chatting.

Fasilitas chatting ini memang ada dampak positif dan negatifnya. Online di kampus tidak perlu bayar :p dan kalau mau ngobrol dengan teman-teman yang berada di lokasi yang jauh dari kita tentunya akan lebih murah daripada memakai sms atau telepon. Fasilitas conference bisa dipakai untuk rapat. Gamais ITB sudah menerapkan hal ini. Apalagi ya? Oya, emoticon-nya itu. Selain lucu, bisa dipakai untuk mengekspresikan emosi kita. Dan masih banyak lagi.

Dampak negatif yang aku rasakan, komunikasi lisan jadi kurang terasah. Bagiku, kalau via YM, tidak ada masalah ngobrol sama orang. Kalau berbicara langsung dengan orangnya, entahlah. Mungkin aku lebih diam. Sampai-sampai ada yang bilang aku sombong saat bertemu langsung. Ada juga yang bilang aku aneh, karena di YM begitu cerewetnya, sementara di kehidupan nyata cenderung pendiam :p

9 responses to “Chatting…

  1. febrian Sunday, 8 April, 2007 at 23:18

    Pertama kali kenal juga lewat chatting :p
    mungkin karena orang di seberang sana ndak perlu ngerti emosi kita jadi kita nyaman dengan chatting dan mengobrol begitu banyaknya, fitur yang menyenangkan juga adalah dengan adanya “status”, seperti bisa bilang “biarkan orang lain tahu ” , “announcement!!”, de el el
    yup, benar kemampuan komunikasi lisan semakin sulit di asah, kesan kamu pendiam juga terasa kok :p, surprisingly, ternyata kamu sangat menyenangkan via online

  2. Petra Novandi Monday, 9 April, 2007 at 07:59

    pertama kali kenal chatting, itu kelas 2 SMP…..

    maen2 di IRC….

    jadi kangen masa2 dulu ^_^

  3. Widya Tuesday, 10 April, 2007 at 07:14

    sha, online di kampus tetep bayar kok ..
    10.000/bulan. heheheūüôā

  4. reiSHA Wednesday, 11 April, 2007 at 05:49

    @Widya : Yah, paling ga, 10.000/bulan itu ga terlalu berarti lah dibanding di warnet yang >3000/jam. Coba aja itung 10.000/jumlah hari dalam 1 bulan/24 jam. Berapa coba tarifnya sejam :p

  5. Petra Novandi Thursday, 12 April, 2007 at 14:07

    Paling enak di mana – mana
    50.000 sebulan 24 jam di kamar kos:mrgreen::mrgreen:
    Iya nih, bingung. Reisha kalo di YM tukang ngejunk/spam, tapi kalo di kelas kok rada pendiem, yak?

  6. lee Friday, 13 April, 2007 at 03:46

    jangan-jangan yang bikin aku sekarang gak sangar lagi karena kebanyakan Chatting ya!!?? mulai awal masuk dulu semester 1, 2 aktif dimana – mana 3, 4 juga di himpunan blum terlalu banyak YM an, saat di Legislatif Mahasiswa jadi sulit ngungkapin pendapat, karena saat – saat itu seneng banget dapet temen2 jauh dari mesir, UI, ITB, Univ2 dan Inst lain, maleh jadi rajin nge-chat… akhirnya sekarang juga jarang keluar dan kalo ngomong sama maba aja jadi kaku, kata2 juga tanpa emosi alias kurang bermakna…… Uhhhhhhhh

  7. rian Friday, 13 April, 2007 at 09:47

    Masa’ sih reisha pendiam, Kalo menurutku sih itu belum keluar sifat aslinya.
    Kalo dah keluar, wah reisha lumayan cerewet juga koq…ūüėÄ

    piss ah…

  8. Zakka Fauzan Muhammad Thursday, 19 April, 2007 at 04:20

    Kenal chatting kelas 1 smpūüėÄ

    Dari dulu ampe sekarang maennya masih YM, kadang2 maen scramble di mirc, tapi dah bosen sekarang sih…

  9. RONI Monday, 16 July, 2007 at 14:09

    menurut gw…….chatting bisa juga mengenal kawan……..oya kayknya gw kenal reisha dari teman gw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: