Carving Life with Letters

…menyampaikan pemikiran dan isi hati saat lidah tak mampu berkomunikasi…

Perpisahan Bukanlah Akhir dari Segalanya

Rabu, 27 Juni yang lalu aku datang ke acara perpisahan di SD-ku dulu. Judul postingan ini adalah tema yang diangkat dalam acara tersebut. Hmm… Sebenarnya SD itu bukan SD-ku dulu sih. Lho? Ya, SD-ku dulu namanya SD Negeri 02 Baso. SD itu berada satu kompleks dengan dua SD lain, yaitu SD Negeri 01 dan SD Negeri 19 Baso. Sejak tahun … (hmm… kapan ya?), ketiga SD itu di-regrouping alias digabung menjadi satu SD, kemudian namanya menjadi SD Negeri 01 Baringin Anam Baso.

sd

Baringin Anam? Karena di dekat SD itu tumbuh enam pohon beringin yang sangat besar dan tua. Ntah sudah berapa tahun umur pohon-pohon itu.

Sudah 8 tahun sejak aku tamat SD, tidak banyak yang berubah dari bangunan SD. Paling penambahan pagar dan taman serta perubahan fungsi sejumlah ruangan. Kalau guru-gurunya, guru-guruku dulu masih ada, tapi sudah banyak guru baru.

Sebenarnya aku males juga datang ke sana, tapi berhubung aku ga ada kerjaan di rumah, akhirnya aku pergi juga ke sana. Sendiri? Tentu tidak. Kalau sendiri aku tidak akan pergi. Aku ke sana bersama adik (Fani) dan sepupuku (Nia dan Kiran). Fani dan Nia yang sekarang akan naik ke kelas XI SMA adalah alumni SD itu juga, tepatnya Fani alumni SDN 02 dan Nia alumni SDN 19. Kiran? Itu adiknya Nia yang paling kecil, baru 9 bulan umurnya🙂

Selain ga ada kerjaan, aku disuruh juga oleh ibu si Nia, adik mamaku yang juga guru di SD itu untuk datang ke sana. Hal lainnya, adik Nia (Amalia) tamat tahun ini, tentunya ini acara perpisahan untuknya. Adikku yang paling kecil (Ziddan) sekolah si SD itu juga, sekarang akan naik kelas II. Keluargaku memang punya ikatan kuat dengan SD itu, mulai dari nenekku yang dulu guru Agama di sana, lalu anak-anaknya hingga cucunya sekolah di sana, kemudian adik mama jadi guru di sana, dan katanya mama dicalonkan jadi Kepala Sekolah setelah KepSek yang sekarang pensiu, wallahu a’lam.

Aku tidak terlalu mengikuti acara perpisahannya, karena aku hanya tertarik melihat hiburannya. Sekarang pihak sekolah sudah memfasilitasi kreativitas siswanya. Aku tertarik ke kesenian Minangkabau yang mereka tampilkan. Ya meski tariannya masih kaku, maklum anak SD, tapi dengan diiringi musik talempong yang dimainkan sendiri, itu sudah bagus sekali. Di zamanku belum ada. Amalia sendiri ikutan Tari Piring. Jadi kangen masa-masa menari di UKM, hehe… Selain itu, setiap kelas, I sampai VI, turut berpartisipasi. Ada yang menyanyi, menari, paduan suara, dan sebagainya. Ziddan ikut paduan suara anak-anak kelas I. Lucu lah pokoknya melihat penampilan anak-anak.

Tapi ada juga bagian yang tidak aku suka. Pertama, kalau ga salah anak kelas II, menampilkan fashion show. Fyuhhh… Gayanya, udah kaya orang dewasa aja. Terus, cowo-cewe pake pegangan tangan segala, cowo ngasih bunga ke cewe… Sampai ada yang nyeletuk “Anak-anak ibu guru sekarang centil ya…”. Itu belum apa-apa. Masih anak-anak yang sama, mereka membawakan lagu SMS, dengan goyangan dangdut yang… Duh… Cuma bikin aku geleng-geleng kepala. Ga pantes banget anak sekecil itu meniru gaya penyanyi dangdut dewasa… Zaman sudah berubah ya… Ckckck…

Mungkin kontras banget ya dengan foto ini, foto anak-anak kelas VI yang tamat tahun ini.

anaksd

Anak-anak di Sumatra Barat, sudah dibimbing berpakaian Islami dari SD, kelas I. Pemandangan yang berbeda dengan daerah lain tentunya… Makanya dulu pertama kuliah di ITB, melihat cowo-cowo olahraga dengan celana pendek aku jadi agak risih. Di SumBar ga ada soalnya…

Aku bertemu lagi dengan guru-guruku dulu. Katanya aku sudah jauh berbeda dibanding saat SD dulu (iya lah ya…). Masuk ruang guru… Hmm… Foto-foto dulu sama sister n brother… (Geje amat siy…).

shasisbro

Ini dia sepupuku yang tamat SD tahun ini… Coba tebak muka aslinya seperti apa, haha…

aijama

Temukan dia di foto bareng anak-anak kelas VI di atas. Temukan juga ibunya yang juga gurunya… (Iseng amat…).

8 responses to “Perpisahan Bukanlah Akhir dari Segalanya

  1. da revan Friday, 29 June, 2007 at 14:56

    Maksud dua foto terakhir apa ja? :hmmm:

  2. Brahmasta Monday, 2 July, 2007 at 09:58

    Itu yang gondrong adik cowo? Hoho.. SD kok gondrong.

  3. reiSHA Tuesday, 3 July, 2007 at 15:55

    @Brahmasta: Yang gondrong adik cowo??? Yang baru tamat SD maksudnya? Itu cewe…

  4. Iwan Saturday, 7 July, 2007 at 22:05

    Hallo…
    Wah Perrpisahan nih..
    Kok ng ada kepsek nya ya? hehe… rindu pengen ketemu
    Iya Sha… Kata Bokap, beliau hanya mau Mama tersayang Reisha yang jadi Kepseknya…
    Udah Ya…

  5. reiSHA Friday, 13 July, 2007 at 11:03

    @Iwan: Lah Bokap lo panggilan Pak KepSek SD Baringin Anam kini mah yo, hehe… Ntah lah, ntah jadi Mama jadi kepsek di situ ntah ndak… Urang Baringin Anam pengen liau di situ, tapi urang Sungai Cubadak ndak nio lo malapeh…

  6. ambo Tuesday, 28 July, 2009 at 15:22

    uni,,uni dulu SD 02 baso ni??
    uni sakola di SD 02 pas di SD 01 kapalo sakolanyo buk yus ni??
    salam kenal ni,,awak dulu sakola di SD 01 baso jo…
    btw uni kini dima???

  7. reiSHA Tuesday, 28 July, 2009 at 15:32

    @ambo: Iyo, SD 02. Hmm.. Iyo rasonyo. Hehe… Kini di ITB. Silakan baca di profil.

  8. ambo Friday, 31 July, 2009 at 14:42

    ni,,buliah nanyo baliak ndak??
    uni di SD duo dulu sakelas amo ilham anak datuak indo sanjato pengurus mushala baso???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: