SPMB, A Long Journey To ITB

Tidak terasa, pelaksanaan SPMB 2007 sudah di depan mata, 4-5 Juli ini. Itu berarti sudah dua tahun pula aku kuliah di ITB. Waktu terasa begitu cepat berlalu. Masih jelas dalam ingatanku ketika aku mengikuti SPMB tahun 2005 yang lalu. Perjalanan yang tak bisa dilupakan hingga akhirnya aku bisa kuliah di ProDi Teknik Informatika Institut Terbaik Bangsa ini.

Saat SMA, kuliah di ITB tidak pernah menjadi impianku. Mungkin karena aku yang terlalu pesimis, tidak mungkin rasanya aku lulus SPMB di ITB, ditambah melihat kakak kelasku yang dulunya juara kelas malah gagal di SPMB. Lulus SPMB tidak ditentukan oleh kepintaran atau prestasi yang bersangkutan, karena toh banyak juga siswa berprestasi yang gagal di SPMB.

Tapi waktu SMP, aku masih ingat, waktu itu aku bercita-cita untuk kuliah di ITB, di bidang yang tidak jauh dari komputer. Dan sepertinya Allah mendengarkan keinginanku yang waktu SMP itu.

Akhirnya, saat SMA aku memilih ikut PMDK. Paling tidak, untuk PMDK nilai raporku sangat membantu. Aku mengambil PMDK di Universitas Andalas jurusan Fisika atau Matematika.

Pak KepSek adalah teman mamaku, sama-sama kuliah S2 di tempat yang sama. Begitu tahu aku mengambil PMDK UnAnd, Pak KepSek langsung meminta aku untuk menyuruh mamaku datang ke sekolah. Tampaknya mama mau diceramahi olehnya 🙂

Begitulah, akhirnya mama datang ke sekolah, dan seperti dugaanku, mama diceramahi habis-habisan (ga juga sih, ngobrol banyak doank, hehe…). Intinya, aku nantinya diminta tetap ikut SPMB.

Hasil PMDK keluar, aku diterima di UnAnd jurusan Fisika. Tinggal daftar ulang, yang jelas, aku sudah pasti jadi mahasiswa. Sementara Pak KepSek masih menyuruh aku untuk ikut SPMB, walaupun ada kemungkinan risiko, tahun berikutnya sekolahku tidak bisa ikut PMDK.

Biasanya, jadwal daftar ulang untuk mahasiswa PMDK bersamaan dengan hari-H SPMB. Entah kenapa di UnAnd beda sendiri. Jadwal pendaftarannya jauh-jauh hari sebelum SPMB. Akhirnya aku mendaftar juga di sana. Resmilah aku menjadi mahasiswa UnAnd. Tapi lucu lho, Nomor BP (kalau di ITB namanya NIM) ku di UnAnd 05135003, mirip dengan NIM ku sekarang 13505047. 05135 sama 13505-nya itu maksudku.

Berhubung jadwal SPMB tidak bentrok dengan jadwal daftar ulang di UnAnd, aku pun memutuskan untuk ikut SPMB. Ikut-ikutan saja.

Dulu aku pernah mendaftar untuk bimbel di Padang, bimbelnya dapat diskon dan gratis formulir SPMB juga. Begitulah. Akhirnya aku juga menjalani masa-masa bimbel di Padang. Ikut bimbel sekedar mengisi waktu kosong menjelang SPMB. Aku bimbel juga tidak terlalu serius, hehe…

SPMB semakin dekat. Tetap saja aku malas-malasan. Entah tidak terlalu niat, entah karena aku berpikir ikut SPMB hanya untuk iseng-isengan, siapa tahu iseng-iseng berhadiah, hehe… Akan tetapi, ketika teman-temanku yang lulus PMDK di IPB dan UI akan terbang ke Pulau Jawa, entah kenapa aku mulai kepikiran. Keinginan untuk kuliah di Jawa mulai timbul. Yang jelas, aku sudah jadi mahasiswa, tidak perlu khawatir kalau nanti tidak lulus SPMB.

Formulir SPMB sudah mulai kuiisi. Tapi untuk pilihan jurusan masih aku kosongkan. Aku masih bingung mau memilih apa. Pilihanku hanya ITB. Dari semua jurusan yang ada di ITB, semua yang berlabel Teknik kucoret dari daftar pilihan, kecuali Teknik Informatika, karena katanya jurusan ini lebih ke komputer dan matematika. Pilihanku yang lain adalah Matematika atau Fisika. Hmm… Bingung juga. Pernah waktu aku ke sekolah, Pak Kepsek menyarankan aku untuk mengambil Teknik Informatika. Saat itu aku cuma menjawab, "Ya ga mungkin lah Pak, berat. Selama ini aja TO ga pernah lulus di sana".

Antrian panjang saat pengembalian formulir SPMB tentunya hal yang tidak asing lagi. Aku tidak bisa membayangkannya. Untungnya suatu hari, tempat bimbelku mengumumkan bahwa di sana akan ada panitia SPMB yang menerima pengembalian formulir. Lumayan jadi tidak perlu antri. Dari pada ikut antrian panjang, aku memutuskan untuk mengembalikan formulir hari itu juga. Aku segera pulang mengambil formulir dan mengisi pilihan jurusan. Tanpa pikir lagi, kuisi pilihan 1 dengan Teknik Informatika ITB dan pilihan 2 dengan Fisika ITB. Aku segera kembali ke tempat bimbel, dan formulirnya aku kembalikan.

Hari SPMB pun tiba. Parahnya, hari pertama ujian aku malah kesasar. Sehari sebelumnya aku sudah cek tempat ujiannya di mana. Aku ke sana naik angkot ke Pasar Raya, lalu jalan kaki lagi. Pada hari-H, aku memilih naik bus kota, karena katanya bus kota lewat persis di depan SMA tempat aku ujian. Di bus kota, aku melihat sejumlah orang yang memegang kartu peserta SPMB. Hmm… Seseorang mengajak ngobrol menanyakan aku tes di mana. Aku cuma ingat namanya SMA PGRI. Oh, ternyata dia juga di SMA PGRI. Akhirnya aku turun bus bareng dia. Saat menuju ke sana, aku merasa ada yang aneh, perasaan yang aku lihat kemarin tidak seperti ini. Aku masih terus ke sana, orang tadi sudah menemukan ruangannya. Aku langsung bingung, mulai panik. Kalau aku benar-benar nyasar? OH TIDAAAK… Ternyata aku benar-benar nyasar. Langsung aku ke depan, berharap bisa minta bantuan pada Pak SatPam.

Bantuan Allah datang, seorang teman SMA ku datang ke sana, tampaknya ujian di situ, diantar ayahnya pakai motor. Tanpa pikir lagi, aku langsung minta bantuan ayah temanku itu untuk di antar ke tempatku ujian. Aku tidak peduli harus pasang muka di mana, yang jelas aku harus ikut SPMB. Ternyata, masalah nyasar ini timbul karena ada dua SMA di Padang yang berlabel PGRI. Sial…

Akhirnya aku sampai juga di tempat yang benar. Setelah mengucapkan terima kasih aku langsung lari ke ruang ujian yang berada di lantai dua. Fyuhh… Untung aku tidak telat, karena setengah jam pertama dipakai untuk latihan-latihan, mungkin juga sekalian memahami peraturan. Beruntung sekali rasanya. Aku bisa menjalani tes kemampuan dasar dengan tenang.

Hari kedua, aku sudah tahu rutenya, dan kali ini aku tidak nyasar lagi. SPMB pun usai, tinggal menunggu hasilnya.

Hasil SPMB keluar sebulan sesudah pelaksanaan SPMB. Menjelang pengumuman, aku mulai dag dig dug, apakah aku lulus atau tidak. Aku tidak terlalu berharap lulus di Teknik Informatika. Toh jurusan itu sudah identik dengan grade yang tinggi dan persaingan yang ketat. Aku juga cuma membayangkan lulus di Fisika ITB. Kalaupun tidak lulus, aku tetap bisa kuliah di Padang.

Suatu malam, malam sebelum koran yang ada pengumuman hasil SPMB-nya terbit, aku ditelepon oleh pemilik tempat bimbelku. Intinya, beliau mengabarkan aku lulus di pilihan 1. Tidak percaya rasanya aku bisa lulus di Teknik Informatika ITB. Begitu aku kabarkan ke orang tuaku, mereka antara senang dan cemas. Senang karena aku diterima di ITB, cemas karena sepertinya benar-benar harus melepas aku ke Bandung.

Aku hanya punya waktu yang relatif singkat untuk mengurus keperluan pendaftaran. Di sekolah, bertemu teman-teman, banyak yang lulus, yang tidak lulus juga ada tentunya. Hanya saja, setelah mencari-cari informasi, aku tidak menemukan temanku yang diterima di ITB juga. Aku berharap pada temanku yang bimbel di Bandung, siapa tahu ada yang lulus di ITB. Tapi ternyata? Aku satu-satunya dari SMA N I IV Angkat yang diterima di ITB angkatan 2005. Huaaa… Tak bisa kubayangkan nantinya aku akan sendirian mendaftar di sana. Kakak kelas yang sudah di ITB juga tidak ada yang aku kenal.

Begitulah. Akhirnya aku berangkat ke Bandung, Batavia Air penerbangan pukul 06.00. For the first time go out from West Sumatra. Aku akhirnya ke Bandung bersama mama. Ada kemudahan juga di balik keberangkatan kami ke Bandung. Tempat bimbelku memberikan tiket gratis bagi siswanya yang diterima di ITB atau UI. Berarti tiket untukku tidak ada masalah. Untuk mama, ada tiket dari temannya Pak KepSek.

Kami dijemput adik mamaku, setelah itu langsung menuju Bandung karena keesokan harinya aku sudah harus mendaftar. Mamaku punya sepupu yang tinggal di Cimahi. Akhirnya, beliaulah yang membantuku megurus pendaftaran, mulai dari pengambilan formulir, pengembalian formulir, tiap OSKM diantar dan dijemput, dan masih banyak lagi. Thank’s banget. Setelah penutupan OSKM, barulah aku dapat kostan.

Begitulah, perjalanan panjang ini rasanya tak akan terlupakan seumur hidupku. reiSHA yang awalnya tidak punya keinginan untuk SPMB, lalu dimarahi Pak KepSek, akhirnya ikut SPMB juga, pakai nyasar segala di hari pertama SPMB, dan ternyata lulusnya di Teknik Informatika ITB. Alhamdulillah. Apalagi kalau bukan kehendak Allah-lah yang berkuasa.

Hikmah dari cerita ini:

  • Tidak perlu bimbel jauh-jauh ke Bandung agar bisa lulus di ITB.
  • Hasil TO SPMB tidak menjamin kelulusan kita dalam SPMB.
  • Kehendak Allah, itulah yang terbaik. Apa yang sudah kita peroleh saat ini, itulah yang terbaik yang sudah diberikan Allah pada kita. Tinggal bagaimana cara kita menyikapinya.

Jika saja aku tidak kuliah di ITB, tentunya aku tidak akan bertemu dengan anak-anak pacIFist, anak-anak IF lainnya, anak-anak UKM, anak-anak Gamais, dan masih banyak lagi. Btw, kartu peserta SPMB-ku ada di mana ya?

(Sebenarnya ceritanya lebih panjang dari ini, tapi kalau kepanjangan, pasti males bacanya…)

Advertisements

38 thoughts on “SPMB, A Long Journey To ITB

  1. Assalamu’alaikum wr wb
    Perjuangannya bener-bener “Gigih”.Alhamdulillah diberi kemudahan oleh Allah SWT.
    Salam kenal dari awak, Rudi TM ITB 2000
    Wassalam

  2. @Arie: Yup… Katanya sih gitu. Aku juga udah bilang ke Pak KepSek, tapi beliaunya nyantai aja. Katanya “Ah, Padang ini… Ga pa pa lah… Ntar Bapak yang tanggung jawab” (kira-kira gitu… ga bermaksud merendahkan Padang ya…). Jadi akunya ya nyantai juga, hehe… Jadi ga ada tanggung jawab moral (naon…). Itu masih mending. Temenku seangkatan waktu itu ada yang ngelepas PMDK IPB… Gara-gara dia lulus 2 PMDK, 1 lagi di USU (orang-orang pada kesel… tau kenapa dia bisa ambil 2 PMDK? karena dia anak guru di SMA-ku…). Lebih parah lagi. Gtw kelanjutannya…

  3. Buset panjang banget.
    Hm, kesasar itu ketakutan terbesarku kalo mau ujian-ujian gitu.
    Hebat juga udah kesasar gitu masih bisa ngerjain ujian dengan baik :p. Kalo aku udah stress pasti.
    Btw mengenai ga perlu bimbel di Bandung atau di manapun itu bener.
    Soalnya banyak temen yang bimbel di daerahnya (Pekanbaru), dan keterima-keterima aja kok. Yang penting belajar.
    Kalo ke Bandung kan malah banyak godaannya. Hehe..

  4. klo menurut aku.. selaen emang sudah kehendak Allah swt..
    keterimanya di ITB tuh ada hubungannya dengan keterimanya di UnAnd..
    jadi, pas ngejalanin SPMB, reiSHA ngejain soal yg ada tuh nothing to lose alias gak ada beban sama sekali, karena reiSHA udh keterima di UnAnd..
    gara2 itu.. hasilnya yah maksimal..
    😉

    justru kebanyakan orang gagal SPMB itu karena waktu ngerjain gak tenang, takut gak keterima.. jd nya gak fokus penuh beban..

  5. @Brahmasta: Sebenarnya ceritanya lebih panjang dari itu. Tapi, mengingat, menimbang, dan akhirnya aku memutuskan untuk ‘memperpendek’ karena kalo kepanjangan, pasti pada males baca, hehe… (tapi tetep aja panjang ya?)

    @oRiDo: Yup. Aku memang tenang banget saat ngerjain SPMB walau datang telat :). Lulus SPMB OK, ga lulus juga ga masalah. Memang dalam ujian apapun kita harus bisa tenang…

    @da revan: Naon ‘akhirnya lulus SPMB’. Kaya orang yang udah ikut beberapa kali SPMB ga lulus2, trus akhirnya lulus… Aing kan ikut SPMB cuma sekali seumur hidup…

  6. assalamialaikum. mbak nama kita hampir sma ya. aku anak jombang jawa timur.
    mbak, alhamdulillah ya mbak bisa ketrima di ITB dan itupun pilihan nya termasuk tingkatan yang paling tinggi. aku slah satu peserta spmb tahun 2007. sepertinya aku gagal mbak. setelah aku cocokan jawabanku dengan kunci dari tempat bimbelku, ternyta nilai totalku gak mencukupi kedua pilihanku mbak. aku ingin nasehat dari mbak. iya mbak setelah aku instrospeksi diri aku kurang tenang dalam mengerjakan spmb kmrn. hiks hiks hiks aku tak kuasa menahan semua ini mbak.

  7. assalamu’alaikum mbak.
    mbak maaf ya nyambung lg yang td. aku sebenre juga udah diterima pmdk di unair mbak. bener mbak, gara2 aku berpikir dengan tidak tenang, beban jika tidak lulus. alhirnya, jdlah hasilnya seperti ini. mba…………..k, beri aku semangat untuk bangkit.
    mbak mohon dibales di emailku ya mbaaaaaaaaaaaaak.
    wassalam

  8. perjuangannya….hhee..
    aku bentar lagi kulh ni..maunya juga ikut spmb di itb jurusan teknik informatika..
    soal” spmbnya susah ga sih??

    tapi kayana..masuk itb susah bgt..
    T.T

  9. wah…. keren…
    seneng dngr mukjizat2 dari allah, dianter papa temen kk,
    coba klo ga ktmu pp tmn, pasti kita g ktmu disini y kak, pasti kk kebingungan n panik.
    tapi kk ga mudah panik deh ky nya.

    iya kk passing grade bnernya g trlalu bpngaruh, trgantung kmampuan kita pas spmb n brp peminat jur nya aja kan kak. cm buat share aja bg adek2 yg pengen tw passing grde thn kmrn,

  10. tolongggggggggg

    tolonggggggggggggg……?????!!!!!!!!!

    katanya hasil pmdk unand daah keluar yaaaaaaaaaaa….????
    aku pengen tau nih daftaar sapa –sapa jaaa yang lulus
    all nyaa adek kuuu juga daftar di unand (S1) bukan yang politeknik D3
    tolongggggggggggg dong kasih tau aQ…???
    caraa ngecek nyaaaaaaaa

  11. alllow kk…. kog mlah kbur ke bandung sie??? harusnya kan kk jadi kk BP in…
    BTW…skrg di skulnya gmna ?? adek klasnya masih kterima gitu di pmdk Unand???

  12. ass, pa kabar kk?
    lam kenal yach…..
    gmn kulyh d ITB?????
    wah seru juga tuh petualangannya…….
    kpn2 bagi ceritany lg y kk………

  13. @iin (07135003): Hehe… Gimana ya? Sayang aja kalau ga diambil ITB nya, hehe… Aku dah di-DO blom siy dari UnAnd? Hehe… Waktu itu belum sempat ambil jas almamater, coba kalau sempat ambil, kan jadinya aku punya dua jas almamater, hehe… Di sekolah kayanya masih ada yang diterima PMDK UnAnd.

    @henny (07135001): Kuliah di ITB? Pusing, hehe… Paling ga aku senang ga jadi masuk Fisika. Kok kayanya Fisika susah banget ya? Hehe…

  14. hmm.. boleh nanya2 ttg itb ga? skrg aku lagi kelas 3 sma, rencananya maw masuk itb, ambil it juga.. ada saran ga? spmb nya susah? bales ke email aku yah.. plizzzzz.. bingung banget nih.
    thx ya kaakkk

  15. dari sman 1 IV angkat candung?
    kampung papaku juga di sana,
    keren banget bisa diterima di itb,
    tahun aku ujian nasional, smoga bisa ketularan keberuntungannya biar dapet pmdk ato lulus spmb di tempat yang aku mau, amin,
    mohon doanya,,

  16. ada tips dan trik tertentu biar hebat kayak kamu?
    plis, aku butuh banget,
    jantungan banget ngadepin spmb sama ujian2 lain yang bakalan ada di depan mata kali ini,,

  17. haloo…ka slm kenal..

    aku ank08..skrg di kesehatan masyarakat ui..

    msi gila itb mpe skrg..farms g kesampaian..
    dulu ikt usmitb tpusat yg Rp0..
    g msk..ga ikt snamptn gr2 bentrok m registrasi umb..
    rencana besok mw ikt usm tpusat lg..td ny mw ambl IT pengen krj di telkom..tp aku g ykn..gd bgt gradenya..aku suka yg berbau kimia,tp ga mw mipa..tp demi masa dpn aku mulai melirik jurusn yg rating ntrny gd..
    mhn pesenny bwt kasusku!mksh ka..

  18. kk saya skrg klz 3 dan bentar lagi mo luluz
    Kalo mo dapet PMDK itu gimana ya caranya??
    Apa sama kayak SPMB ?
    Truz persiapan menghadapi SPMB gimana aja ??

  19. Wahh,,,

    Keren Bgt ceitanya kak,,,

    Oya,Btw,,Ka2k lulus di TI ITB itu gr2 emang udh dr snanya pntr,rjn bljr, atw cm gr2 keberuntungan aj???

    Aq jg pengen donk pny pengalan kyk gt,,coz aq mw bgt msk TI ITB,,,

    Trs gmn msa2 awal ka2k d bndg??

    prgaulanny??

    kos-kosannya???

    1. @uty:
      Gara2 apa lulus? Ga tau juga. Wallahualam 🙂
      Masa2 awal di Bandung? Tergantung masing-masing…
      Pergaulannya? Lagi2, tergantung diri kita sendiri…
      Kosan? Di Bandung macem2. Tergolong mahal si. CUkup banyak juga kosan yang campur cewe-cowo. Jadi mesti pinter2 milih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s