Kapan Mudik? Kapan-Kapan…

Itu potongan status YM-ku dua hari terakhir. Ternyata status YM seperti itu malah mendatangkan banyak pertanyaan, yang ujung-ujungnya aku sendiri cape dan malas untuk menjawabnya. Bagaimana tidak? Semua pertanyaannya sama.
Rentetannya kira-kira begini.

Q : “Ga mudik Sha?”
A : “Ga”
Q : “Kenapa?”
A : … (akan dijelaskan kemudian)
Q : “Trus, lebaran di Bandung aja? Wah, kasian”

Arrgghh… Salah status nih… (Tapi tetap aja dipasang, hehe…)

Jadi, yang bikin cape adalah menjelaskan jawaban dari pertanyaan “Kenapa Reisha ga mudik?”

Baiklah saudaraku sekalian, di YM mungkin aku memberikan jawaban yang bervariasi. Soalnya sangat tergantung mood-ku saat yang bersangkutan bertanya “Kenapa?”. Jawabannya di antaranya:

“Nanggung. Libur kemarin dah pulang”
“Padang jauh, ongkos mahal”
“Kemarin-kemarin juga ga mudik”

Suka sebel kalo ada yang bilang kasian, turut bersimpati, bahkan turut berduka cita. Arrgghh… Aku ga butuh itu!!! Udah biasa Lebaran tanpa orang tua. Kali ini yang ketiga kalinya malah!

Masih mau bilang kasian? Huuhh… (Sabar Sha, puasa…)

Ya, mungkin hal yang agak tidak wajar, di mana di hari Idul Fitri semua sanak keluarga berkumpul, sementara aku menghabiskan hari Lebaran di negeri orang. Tapi mau gimana lagi ya?

Yang jadi pertimbangan utama di sini adalah biaya. Soal biaya ga usah ditanya, mahal! Namanya juga musim mudik. Ya bisa aja pesan tiket jauh-jauh hari, tapi ada pertimbangan kedua yaitu waktu. Mama lebih memilih waktu di mana aku bisa dalam jangka waktu yang agak lama berada di rumah. Kalau Lebaran kan, paling bisa di rumah cuma satu minggu. Apalagi sekarang setelah libur Lebaran, UTS sudah menanti. Bisa saja aku memaksa minta pulang. Tapi aku ga mau ah ngebebanin orang tua. Kuliah di ITB udah mahal…

Hmm… Waktu TPB aku Lebaran di Jakarta. Aura Idul Fitri bisa dibilang ga kerasa. Tingkat II aku Lebaran di Surabaya. Kalo di Surabaya mah seru. Jalan-jalan terus, hehe… Bagaimana tahun ini? Kemungkinan aku Lebaran di Jakarta lagi, di tempat saudara yang lain lagi… Tapi kayanya juga ga bakal lama-lama di Jakarta. Jakarta panas, hehe…

Jadi ingat kata-kata K’Iqbal waktu dia ikutan nanya soal status YM-ku itu. Dia merasa bersyukur tiap tahun bisa Lebaran bersama keluarga. Jadi temans, bersyukurlah kalian yang tiap tahun merayakan Idul Fitri bersama keluarga tercinta. Aku juga turut bersyukur, karena nikmat Allah itu masih banyak, ga hanya kenikmatan berlebaran bersama keluarga…

Yo wes lah. Buat yang mudik, met mudik, hati-hati di jalan… Titip salam buat keluarga, hehe… Buat yang juga ga mudik, kalian ga sendiri! Buat semua, maaf lahir batin ya… πŸ™‚

Advertisements

16 thoughts on “Kapan Mudik? Kapan-Kapan…

  1. hmm ..
    agak mirip
    tapi beda
    tiap tahun, aku musti bisa menjawab pertanyaan ku sendiri …
    “apa artinya lebaran?”

    ya karena itu,
    harus keluar ongkos besar (yg bukannya mudah, dan selalu tersedia)
    untuk mudik lebaran …

    tapi ku selalu gagal menjawab pertanyaan itu,
    walau hampir selalu berhasil untuk akhirnya bisa mudik …

    mudik memang ajaib …

    salam

    dei
    —–

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s