Carving Life with Letters

…menyampaikan pemikiran dan isi hati saat lidah tak mampu berkomunikasi…

Rayuan Pulau Kelapa

Waktu itu sedang rapat membicarakan materi P3BM, tiba-tiba terpikir lagu Rayuan Pulau Kelapa? Lho? Hubungannya? Kalau dengan P3BM mah, hubungannya, karena pagelaran yang akan ditampilkan pada P3BM ada unsur nasionalisnyaūüôā

Tau tetralogi Laskar Pelangi-nya Andrea Hirata kan? Hubungannya? Hubungan sama apa niy? Sama Rayuan Pulau Kelapa? Hoho… Sabar… Lanjut dulu ya…

Liburan sebelum UAS di mana aku malah baca novel bukannya buku kuliahūüôā , aku baca Edensor. Aku tertarik pada paragraf ini.

Paris, selalu memberi kejutan yang menyenangkan. Pulang kuliah sore ini kami iseng mengunjungi toko musik di kawasan elite L’Avenue des Champs-Elys√©es. Kami meloncat girang karena di antara jejeran compact disk musisi dunia tampak album Anggun C. Sasmi dengan lagu yang dibawakan dalam bahasa Prancis. Aneh, untuk pertama kalinya rasa patriotik membuncah dalam diriku, semuanya karena seorang vokalis dan saat aku berada di negeri orang. Perasaan ini amat sulit kutumbuhkan selama aku hidup di bawah naungan Burung Garuda Pancasila.

Aku tidak terlalu heran dengan apa yang dirasakan Andrea. Jika rasa patriotik Andrea muncul karena “vokalis” dan “saat berada di negeri orang”, aku lebih menekankan pada alasan kedua. Memang aku belum pernah merasakan hidup di luar negeri, tapi aku sudah merasakan hidup di luar daerah tempat aku dilahirkan dan dibesarkan, dan rasanya perasaan seperti itu tidak akan jauh berbeda.

Wajar dan memang demikianlah adanya, kita merasakan sesuatu itu berharga kalau kita kehilangan atau jauh dari sesuatu tersebut. Lihat saja kasus ‘dicurinya’ batik dan beberapa kesenian daerah Indonesia. Baru terasa toh? Kalau kasusku (kasus?), misalnya saja, dulu waktu masih sekolah (sekarang juga masih sekolah sih, hehe…) tiap mendengar lagu Minang aku berpikiran “apa sih, hari gini masih aja lagu Minang”. Namun sekarang malah aku suka dengar lagu-lagu Minang (pengaruh UKM juga sepertinyaūüôā Makanya wahai urang awak se-ITB, ayo masuk UKM, hehe…).

Begitulah, rasa kebanggaan dan kecintaan pada negeri sendiri tampak masih kurang pada orang-orang yang mendiami negara ini. Mungkin orang Indonesia yang tinggal di luar negeri lebih mencintai Indonesia dibanding orang Indonesia yang tinggal di Indonesia.

Kebanyakan orang Indonesia sendiri justru memandang negatif pada tanah airnya ini. Jika disebutkan kata Indonesia, mungkin yang terpikirkan adalah kemiskinan, korupsi, bencana, dan lain-lain. Jika dihubungkan dengan Hukum Gaya Tarik-nya “The Secret” di mana “keinginanmu adalah perintah bagi alam semesta” dan “keinginan” di sini adalah pada apa pikiran difokuskan; wajar saja kalau negeri ini makin lama bukannya makin baik, malah makin buruk, toh sebagian besar fokus pada hal-hal yang tidak ia inginkan untuk terjadi alias hal-hal jelek melulu. Dan akhirnya alam semesta mewujudkannya jadi kenyataan (hanya mencoba menghubung-hubungkan setelah menonton “The Secret”, semoga nyambungūüôā )

Rayuan Pulau Kelapa tadi? Nah, mari lihat liriknya…

Tanah airku Indonesia
negeri elok amat kucinta
tanah tumpah darahku yang mulia
yang kupuja sepanjang masa

Masih adakah orang yang mencintai negeri ini seperti yang digambarkan pada lagu itu? Aku yakin masih ada, tapi sedikit. Negeri ini butuh lebih banyak lagi. Menurutku sih, jika bangsa ini mau jadi lebih baik, paling tidak warganya sendiri harus belajar lagi untuk lebih mencintai dan menghargai Indonesia. Mungkin dimulai dengan menciptakan porsi yang lebih banyak untuk berpikir positif tentang Indonesia. Kenyataan negatif yang ada, jangan dipandang dari sisi negatifnya, selalu ada sisi positif kok untuk semua hal.

Dikutip dari surat para asisten RPL 2003 dan 2004 untukku setelah aku diterima jadi asisten RPL: “kalo kita sendiri ga bisa menghargai apa yang kita punya, gimana orang lain??

8 responses to “Rayuan Pulau Kelapa

  1. thewhiteglasses Monday, 21 January, 2008 at 15:29

    ini suatu fakta yang ga lagi terbantahkan

    mari kita kaji lebih dalam lagi
    kira-kira apa sih yang bisa ngebuat kita merdeka dari para penjajah ?
    senjata?wong kita cuma punya bambu ini
    masyarakatnya?hek,bukannya orang indonesia tu kecil-kecil ya…
    kebetulan?trust me,di dunia itu ga ada sesuatu yang kebetulan

    jadi apa?
    jawabannya *Pikiran yang Mencipta*
    yang ada di pikiran para pejuang kita dulu tu cuma MERDEKA,MERDEKA,DAN MERDEKA
    mengutip kata-kata dari Bung TOMO
    MERDEKA atau MATI
    lihatlah
    tak ada pilihan untuk mengalah
    Indonesia akan menang jika merdeka
    namun walaupun mereka nantinya mati
    mereka telah mati demi harga dirinya
    jauh sebelum buku Seven Habit oh Effective people dari Covey keluar
    para pemimpin Indonesia telah mengamalkan “Think Win-Win”

    sekarang blum ada quote-quote yang bisa lagi menggerakkan nurani ini
    semua sudah tenggelam dalam keputusasaan
    tenggelam dalam stigma klo Indonesia tu ga ada apa-apanya

    lets change our mind
    before it really happen then

    NB: Maap malah jadi tajuk rencana…abis ga ada kerjaan,hehehe

  2. penunggangkuda Tuesday, 22 January, 2008 at 10:47

    Asl…bagus tulisannya…menarik..cinta tanah air..sebuah jiwa heroik dan patriotik,moga smakin banyak orang2 seperti ini. mao berkorban demi bangsa ini.(karena Allah tentu ya)

  3. Ella Wednesday, 23 January, 2008 at 12:26

    Iya, bener banget.. Kalo di luar negeri rasanya kangen Indonesia. Tapi apa iya, harus keluar dari Indonesia atau tempat asal dulu buat ngerti ini?

    Hmm… kalo menurutku sih, justru di Indonesia kebanyakan “dipaksa untuk bangga” lewat pelajaran PPKn di sekolah dari SD sampe SMA, jadi udah pada bosen, dan nganggep itu cuma omong kosong doang. Padahal, yang namanya kebanggaan, apalagi terhadap negara, kan cuma bisa muncul kalo orang itu sadar, bukan dari pelajaran sekolahūüėČ

  4. restya Wednesday, 23 January, 2008 at 13:18

    I love edensor…

  5. KnightDNA Thursday, 24 January, 2008 at 13:36

    Jika dihubungkan dengan Hukum Gaya Tarik-nya ‚ÄúThe Secret‚ÄĚ di mana ‚Äúkeinginanmu adalah perintah bagi alam semesta‚ÄĚ dan ‚Äúkeinginan‚ÄĚ di sini adalah pada apa pikiran difokuskan;

    Mau komen pada bagian ini. Pikiran aja nggak cukup. Kalo apa yang kamu pikirkan tidak selaras dengan tindakan dan perasaan, maka apa yang ada di pikiran kamu nggak akan bisa terwujud. Trust me!

    Mungkin orang Indonesia yang tinggal di luar negeri lebih mencintai Indonesia dibanding orang Indonesia yang tinggal di Indonesia.

    Anyway, emang bener. Aku sering baca komen2 Indovers (Indonesians overseas) di Youtube, terutama yang nonton acara2 yang nggak live di TV Indonesia (kayak Empat Mata), ato video2 tentang gambaran kehidupan kota (Jakarta, Surabaya, Medan, etc.). Intinya sih kurang lebih gini, “Walau gue sekarang tinggal di Kanada yang notabene udah well establish, makmur, tenang, dan damai, gue masih kangen untuk kembali ke Indonesia, terutama Kota Jakarta, walau kotanya jauh lebih semrawut, polusi lebih banyak, dan macetnya nggak ketulungan. Jakarta and Indonesia is the place where I belong and the place what I call home. I miss those situations…”. Hoho, bayangkan. Dia tinggal di Vancouver yang dilibatkan sebagai kota yang paling layak huni di dunia (kota metropolitan modern tapi tetap ramah lingkungan). Bandingkan dengan Jakarta (objektif aja…).

    Dan ternyata itu juga terjadi nggak cuma buat Orang Indonesia saja, tapi juga pada Orang India (yang banyak tinggal di luar negeri, dan kondisi dalam negerinya sama kacaunya dengan Indonesia).

    Just 2 cent…

  6. Petra Barus Thursday, 24 January, 2008 at 19:25

    Entah sih ya,

    Tapi menurut pengalaman, ketika kita ngeliat barang asal Indonesia di luar negeri atau orang asing memakai barang Indonesia, sering timbul rasa bangga.
    Awal-awalnya aja sih.
    Yah, gw secara pribadi tetep cinta sama budaya Indonesia apa pun kata orang.

  7. scratchz Tuesday, 29 January, 2008 at 13:41

    hmm, memang pikiran negatif tentang indonesia sulit untuk disingkirkan sejak terjadinya krisis 98 dan kasus2 KKN merebak. namun sampai saat ini aku tidak pernah sedikitpun malu menjadi orang indonesia. aku bangga menjadi orang indonesia. aku bahkan ingin berteriak kepada dunia.

    “Oiiii,, lihat sini.
    Disini!
    Indonesia…
    Negeri yang gemah ripah lok jenawi!

    Memang sekarang kami begini.
    Bencana,
    Kemiskinan,
    Kelaparan,
    Korupsi,
    terjadi dimana-mana.

    Tapi kami yakin,
    Kami pasti bangkit!
    Bangkit menjadi bangsa yang BESAR!!

    Wahai dunia,
    Dengar baik-baik!
    Ingat baik-baik!
    Siapa kami?
    Kami… INDONESIA!!!”

    hehe,, jadi ngelantur gitu,, ^^

  8. catra Thursday, 6 March, 2008 at 11:24

    nice post,,,,

    pribadi, saya sangat menyenangi lagu pulau kelapa ini, kenapa? waktu itu iseng2 nyari di multiply lagu nasional, ketemu lagu rayuan pulau kelapa versi keroncong, wah menyentuh banget lagunya, walau ga ada unsur perjuangan lagu ini menggelitik kitA untuk mencintai negeri kita.

    hubungannya dengan kita, mahasiswa, kebanyakan dari kita telah luntur nasionalnya kini. ga peduli lagi dengan negeri kita, baik dari politik, sejarah dll.

    “Tanah airku Indonesia
    negeri elok amat kucinta
    tanah tumpah darahku yang mulia
    yang kupuja sepanjang masa”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: