Carving Life with Letters

…menyampaikan pemikiran dan isi hati saat lidah tak mampu berkomunikasi…

Spirituality, Intellectuality, Leadership, Entrepreneurship

Okeh, saatnya ‘menghidupkan’ kembali blog ini🙂

Judulnya panjang ya, hehe… Ya, kalau Albaz pakai judul postingan seperti yang dia tulis di sini, maka aku pilih empat kata itu saja, toh tetap saja menggambarkan Diklat Mahasiswa Muslim 2008 yang aku ikuti dari tanggal 1-7 Juni 2008 yang lalu.

Cerita seputar DMM 2008 sudah direkap sama Albaz sebenarnya. Ah, aku kalah cepat posting nih, hehe… Tapi tidak masalah, postinganku tidak akan sama🙂 Aku di sini mau coba sharing apa yang aku dapatkan di DMM 2008. Mungkin yang aku dapat bukan hal baru juga bagi para pembaca sekalian, tapi tidak masalah kan?🙂 Tapi aku juga tidak akan cerita sedetail-detailnya, bisa-bisa aku nulis makalah, bukan postingan blog, hehe…

Kalau Albaz tidak ikut keseluruhan rangkaian DMM, maka aku alhamdulillah ikut full. Kalau Albaz bayar 100 ribu, maka aku cuma bayar setengahnya. Thank’s to UKM yang sudah kasih subsisi, hehe…

Sharing Materinya Dolooo…

DMM 2008 dibuka Minggu siang di areal Kebun Raya Cibodas, dilanjutkan dengan materi dari Pak Hermawan. Inti materinya, tentang bagaimana mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Agak tersindir di materi ini. Bagaimana tidak. Siapa yang tidak hapal doa yang bunyinya “rabbana atina fiddun ya hasanah, wa fil akhirati hasanah, waqina ‘adzabannar”. Begitu sering doa ini diucapkan, keluar dengan lancar dari lidah, tapi rasanya maknanya selama ini kurang dihayati😦 Sisa hari pertama diisi dengan materi dari K-Team (dari Karisma Salman), pembagian kelompok, kontrak belajar, dan lain-lain.

2-4 Juni, DMM diisi dengan materi dari pembicara-pembicara, yang kalau kata Albaz itu “tokoh-tokohnya oke punya semua”. Okeh, let’s see…

02-06-08 09:15 ada materi dari Bu Irene Handono. Intinya tentang globalisasi dan hubungannya dengan peringatan Allah seperti tertera dalam Q.S. Al-Baqarah:120. Apa isinya? Buka Al-Qur’an masing-masing saja ya🙂 Apa yang diperingatkan di sana, begitu jelas di zaman sekarang ini. Materinya bisa ku bilang berat, tapi aku suka, banyak hal yang baru aku ketahui dari ibu yang mantan biarawati ini. Keren lah.

02-06-08 13.35 materi dari Pak Memet Sosiawan tentang sejarah peradaban Islam. Materi ini seperti pelajaran sejarah saja, tapi beda. Dari sini, aku baru tahu kalau sejarah itu saling terkait satu sama lain. Di pelajaran sejarah, tahunya cuma bahwa di Indonesia ada kerajaan-kerajaan Islam seperti Samudra Pasai, Demak, dan lain-lain; padahal ternyata kerajaan itu ada hubungannya dengan khilafah Islam di daerah Timur Tengah sana. Tahunya cuma bahwa bangsa Eropa mengadakan penjelajahan samudra; padahal ternyata penjelajahan samudra itu ada kaitannya dengan berkembangnya Islam ke daerah di Eropa dan Afrika Utara.

02-06-08 20.00 ada materi dari Pak Triharyo Soesilo a.k.a. Pak Hengky. Pembicaraannya tentang industri, jadi aku rada ga nyambung, hehe. Tapi materinya menarik sekali. Saat ini Indonesia sebaiknya meningkatkan pengembangan sektor non-migas karena tidak selamanya kita bisa berpegang pada sektor migas.

03-06-08 09.30 diisi materi oleh Pak Syarif Hidayat tentang bagaimana membentuk cendekiawan muslim agar nanti bisa terbentuk peradaban yang berkualitas.

03-06-08 16.00 materi dari Pak Djuanda Nugraha. Bahwa untuk membangun peradaban Islam dibutuhkan kepemimpinan yang berwawasan teknologi. Dijelaskan juga bagaimana ciri-ciri pemimpin yang baik dan beberapa tips untuk jadi potential leader.

04-06-08 09.25 ada Pak Teuku Abdullah Sanny. Beliau menjelaskan bagaimana kondisi umat Islam di zaman keemasan Islam abad 7-11 M dibandingkan dengan kondisi saat ini. Aku makin mengerti makna di balik pesan keluargaku saat aku akan merantau ke Bandung “belajar yang rajin, shalat jangan ketinggalan, rajin ngaji, perbanyak shalat malam, dst”. Argh, ternyata dulu itu umat Islam bisa maju karena memang tidak ada dikotomi antara ilmu agama dengan ilmu lainnya. Tidak heran dulu itu yang ahli fiqih juga jago masalah matematika, fisika, astronomi, dan sebagainya. Zaman sekarang? Rasanya langka sekali orang yang seperti itu…

04-06-08 13.30 materi dari Pak Palgunadi Setiawan. Awalnya aku agak bingung, cara penyampaian materi oleh Bapak yang satu ini agak beda. Tapi lama-lama, aku justru sangat memperhatikan. Rasanya materi ini yang memang ‘ngena’. Hmm… Materinya sebenarnya sangat sederhana; intinya bahwa manusia itu hendaknya senantiasa bersyukur, menikmati apa yang sudah diberikan Allah kepadanya, memiliki mimpi yang luar biasa tapi harus diikuti ikhtiar dan amalan yang luar biasa pula. Susah menceritakannya, tapi jujur, ‘dalem’ banget…

04-06-08 19.30 diisi Pak Iman Taufik. Isinya tentang technopreneur dan perekonomian bangsa. Di era ekonomi global saat ini, saatnya Indonesia berbenah. Indonesia harus meningkatkan kemampuan bersaingnya, karena itu butuh kolaborasi yang mantap antara pemerintah, pengusaha, serikat buruh, dan sebagainya.

Segitu dulu deh. Yang ada catatannya cuma itu, hehe…

Selain Materi?

Banyaaakkk… Dimulai dari mana ya? Hehe…

Pertama, menikmati Kebun Raya Cibodas yang dingin dan indah. Senin sore kami diajak jalan-jalan di Kebun Raya Cibodas. Bagi peserta yang baru berangkat hari Senin tentunya melewati sesi ini, hehe… Tujuan jalan-jalannya yaitu air terjun Ciismun, kebun Rhododendron (bener ga ya tulisannya?), dan kebun Sakura. Ternyata ada pohon Sakura juga di Indonesia, hehe… Tapi sayang Sakuranya belum berbunga. Hmm… Sesi yang lumayan dipakai buat foto-foto narsis, haha…

Lainnya, ada simulasi membuat business plan. Benar kata Albaz, ngaco dan rame. Awalnya aku mau gaji buta saja. Lha wong kuliah dikasi tugas business plan aja GB (ups, ketahuan…), masa yang ini mau aku kerjakan. Argh, tapi setelah mulai diskusi kelompok, diskusinya rada ngaco. Jadi ga bisa diam. Lama-lama turun tangan juga. Berikutnya dipilih lima business plan terbaik. Yup, 4 business plan dari tim akhwat (salah satunya punya kelompokku tentunya), cuma ada satu dari tim ikhwan, haha… Giliran presentasi, dasar tim ikhwan, tampak tidak suka dengan kekalahannya, jadinya sepertinya memakai sesi tanya jawab untuk menjatuhkan, hihi…

Ada debat juga. Ini ngaco dan rame juga. Ada dua topik yang diangkat dalam debat, yaitu masalah BBM dan FPI. Aku sih kebagian topik BBM, jadi bagian tim yang pro kenaikan harga BBM pula, hehe… Aku tidak terlalu mengerti masalah BBM, jadi bingung sendiri dalam debat. Aku pribadi sih tidak terlalu mempermasalahkan kenaikan harga BBM. Ya mungkin karena tidak terlalu merasakan dampaknya, paling cuma merasakan naiknya ongkos angkot. Dalam debat ini aku justru memikirkan hal lain. Pertama, aku melihat kurangnya kepercayaan rakyat terhadap pemerintah, entah siapa yang salah. Kedua, harga BBM pasti akan naik, jika tidak sekarang, berarti nanti. Soal solusinya yang lewat BLT atau bentuk apapun lah, aku juga bingung sebenarnya solusi apa yang tepat. Yang aku pikirkan justru, kira-kira bagaimana caranya memberikan pengertian kepada rakyat banyak, kalau harga BBM itu memang harus naik. Kalau sudah saling mengerti harusnya rakyat dan pemerintah damai-damai saja toh. Ah, entahlah, itu cuma pemikiranku yang terlalu dangkal…

Apalagi ya? Ah, iya, 05-06-08 olahraga dilanjutkan outbound. Olahraganya cerdas, jadi tidak hanya melatih otot, tapi juga otak. Otak disuruh untuk berhitung, bukan 1-10, tapi bilangan ganjil, genap, prima, kuadrat, dan lain-lain. Outbound, ya kalau dibandingkan dengan potongan testimonial di postingan K’Arie yang ini, outbound yang sekarang mungkin tidak seseru pas zamannya K’Arie ikut DMM. Tapi rasanya hikmah di balik outbound-nya ga kalah dari DMM sebelumnya itu, hehe… Yang penting pelajaran yang bisa kita ambil kan?

06-06-08 ada kunjungan industri. Ada lima tujuan, yaitu Bank Syariah Mandiri, Rekayasa Industri, Indosat, Medco, dan Pertamina. Aku kebagian mengunjungi Indosat. Bukan pilihan pertama sebenarnya, tapi mungkin efek dari jurusanku yang namanya Teknik Informatika juga, jadi dinilai lebih nyambung dengan Indosat. Ya, aku siy terserah saja. Yang namanya IT bakal dipakai di mana-mana, hihi… Perusahaan tanpa IT ibarat HP tanpa pulsa (apa coba?).

Setelah kunjungan, kami singgah sejenak ke Masjid Istiqlal. Aku sama temanku yang lagi mau foto-foto narsis tiba-tiba ditanya-tanya sama SatPam. Kenapa harus kami? Karena kami pakai jas almamater dan kebetulan pertama kali dilihat sama SatPam. Argh, dikira mau demo. Sepertinya mahasiswa sudah identik dengan demo ya? Sebuah pelajaran teman, kalau kamu ke tempat umum di Jakarta, jangan pakai jas almamater…

Sorenya ada pertemuan dengan Pak Hatta Radjasa juga. Pak Hatta memberikan materi juga. Di sesi tanya jawab, ada yang menanyakan soal ilmuwan di Indonesia yang nasibnya kurang diperhatikan pemerintah, yah, wajar, anggaran dana Indonesia untuk hal itu sangat sangat sedikit sekali. Dikaitkan dengan para ilmuwan itu yang mungkin lebih memilih tinggal di luar negeri, hmm… aku jadi ingat tulisan Pak Rin yang ini. Dari jawaban Pak Hatta, aku mengerti kenapa ada yang kurang setuju dengan tulisan Pak Rin. Pak Hatta membandingkan India dan Malaysia. Kedua negara itu punya banyak rakyat yang disekolahkan ke luar negeri. Bedanya, orang Malaysia memang disuruh kembali ke negerinya untuk membangun Malaysia, tapi orang India tidak harus kembali, bebas mau mengembangkan diri di mana saja, tapi siap sedia jika negara nantinya membutuhkannya. Namun keduanya sama-sama sukses membangun negaranya. Jadi? Ya menurutku tergantung orang yang bersangkutan, apa memang punya keinginan untuk memajukan bangsa atau tidak. Percuma juga kan kalau dia tinggal di Indonesia, tapi yang diusahakan cuma bagaimana caranya memperkaya diri sendiri.

Penutupan DMM 2008 berlangsung di kampus Universitas Al Azhar Indonesia. Sebelumnya ada Pak Zuhal (saking ga ngkutin perkembangan zaman, aku baru tahu Bapak ini mantan MenRisTek) yang memberikan materi tentang strategi meningkatkan daya saing bangsa, bahwa bangsa Indonesia ini sebenarnya memiliki banyak kekuatan, tapi belum dioptimalkan.

Dapat Apa Lagi?

Ya, selain yang sudah aku tulis di atas, masih banyak hal yang belum ditulis. Mari lihat satu per satu kosakata di judul postingan ini.

Spirituality. Suasana di DMM sangat mendukung untuk perbaikan diri. Yang namanya tawazun tubuh, pikiran, dan ruhani itu tercapai. Makan dan olahraga teratur. Pikiran diisi dengan materi-materi positif. Ruhani terjaga gizinya dengan ibadah yang lebih teratur.

Intellectuality. Intelektual tidak melulu tentang akademik, kuliah, dan kawan-kawannya. Banyak pengetahuan dan wawasan baru yang ku peroleh dari DMM ini, yah walau ada sesi mengantuk bahkan tidur di sejumlah materi, hehe…

Leadership. Tagline-nya saja ‘Be a strong leader’. Yaa, aku memang belum bisa jadi yang namanya leader. Dulu tidak terlalu peduli, taunya ikut-ikutan saja. Sekarang, paling tidak mulai memperhatikan pentingnya leadership.

Entrepreneurship. Hmm… Aku sebenarnya orang yang cuek terhadap kewirausahaan, tidak punya jiwa bisnis, dan tidak pernah berpikir untuk mengembangkan bisnis. Yah, tapi sekarang pikiranku mulai terbuka.

Hal lainnya…

Nambah teman? Pasti. Berkat kelompoknya beda-beda (ada kelompok sekamar, kelompok mentoring, kelompok outbound), jadi bisa kenal orang lebih banyak.

Refreshing? Oh tentu. Akhir semester 6 disambut dengan kegiatan di tempat yang indah dan menyenangkan. Nginapnya saja di villa, hehe… Yah, walaupun sesekali PPL datang menghantui, tapi tidak terlalu mengganggu lah.

Any Changes Happened to U?

Mengutip sebuah sms, ini dia, pertanyaan berat. Perubahan tentunya ada dan harus ada. Kalau tidak, buat apa aku menahan dinginnya udara Cibodas dan panasnya udara Jakarta. Masa iya tujuan ikut DMM untuk bersenang-senang dan jalan-jalan…

Hmm… Sejauh ini cuma bisa jawab, ada perubahan dari segi cara berpikir. Kalau dulu terbiasa berpikir dalam scope sempit, sekarang mulai mencoba berpikir luas. Sebagai generasi muda, jika hanya memikirkan diri sendiri, mau jadi apa bangsa ini.

Aku tidak mau perubahan instan. Buat apa sesaat berubah jadi lebih baik, namun kemudian kembali lagi ke kondisi sebelum ikut DMM. Wallahu a’lam.

Ah, sudah panjang seperti ini, tapi rasanya belum terlalu menggambarkan DMM. Hmm… Banyak sekali sebenarnya yang didapat, cuma aku saja yang kurang bisa menceritakan dengan baik… Maaf ya… Sekian dulu…

16 responses to “Spirituality, Intellectuality, Leadership, Entrepreneurship

  1. restya Wednesday, 11 June, 2008 at 14:22

    mau minta ringkasanny dunk…

  2. catra Wednesday, 11 June, 2008 at 14:51

    saya juga, ringkasannya saja

  3. reiSHA Wednesday, 11 June, 2008 at 14:57

    Pada malas baca ya karena kepanjangan? Hmm… Aku ga akan posting ringkasannya. Ini aja dah susah payah bikinnya… Kalau mau baca syukur, kalau ga juga gpp…🙂 Karena menurutku DMM itu tidak bisa diceritakan dengan tulisan yang singkat…

  4. Rizky Ramona Wednesday, 11 June, 2008 at 15:47

    gila… byk bener acaranya uni… tp keknya da revi yang udah ikut ga ada perubahan ktnya… heheheehhehehe… pengen jalan2nya aja…. jangan2 uni gt jg??? hihihihihihihi….

  5. ray rizaldy Wednesday, 11 June, 2008 at 16:05

    huehihihi
    debatnya mirip kayak di ic juga ya… ada pro ada kontra…
    jadi pro naik BBM ya sha?itu gara2 dapet tim pro atau suara hati beneran

  6. anis Wednesday, 11 June, 2008 at 20:50

    uii, keren… jadi iri pingin ikutan.
    maksudnya restya ama catra ringkasan materi kali sha, sy juga mau dunk catatannya =3
    yup, selamat menjalani perubahan yg tidak instant sha, kalau butuh temen untuk saling mengingatkan boleh panggil sy 3x, niscaya nggak akan ada yg terjadi selain ATP d tubuhmu berkurang😛

  7. Arie Thursday, 12 June, 2008 at 00:09

    Hohoho… baru aja mo nanya via YM. Ternyata udah heboh di blog.

    Selamet ya, udah ikut DMM! Biasanya ada ‘follow up’-nya tuh😀

    * Gak kepanjangan kok. Kayanya gak bisa deh, mengompress DMM dalam sebuah tulisan…🙂

  8. catra Thursday, 12 June, 2008 at 08:19

    retta juga ikut kan uni? berapa orang anak uKM yang ikut?

  9. Brahmasta Thursday, 12 June, 2008 at 12:40

    Detil sekali..
    Tapi bagus lah, dengan menulis kayak gini bisa bikin lebih memahami materi training ga sih?

  10. reiSHA Thursday, 12 June, 2008 at 13:02

    @Rizky Ramona: Mona, plis ya, jangan berprasangka buruk, ga baik itu…

    @ray rizaldy: Itu mah dibagi sama panitia, lalu aku kebagian tim pro. Kalau suara hati sendiri siy, ya ga masalah BBM naik. Kalau ga dinaikin sekarang, harga BBM itu bakal jadi bom waktu di masa depan…

    @anis: Jadi gimana? Hehe… Yuk lah, mari saling menolong dan mengingatkan dalam kebaikan🙂

    @Arie: Untung belum sempat nanya di YM, kalo ga aku harus ngetik 2x, haha… Iya nih, lagi nunggu follow up-nya. Yup, setuju, DMM ga cukup di sebuah tulisan saja…

    @catra: Retta ga ikut kali Cat, lha wong DMM 2008 itu pesertanya angkatan 2006 ke atas… Anak UKM yang ikut, ada belasan kalo ga salah…

    @Brahmasta: Hehe… Kalau sampai taraf ‘lebih memahami’ kayanya belum. Kalau didiskusiin harusnya lebih seru🙂 (apa sih, hehe…)

  11. iBLO Thursday, 12 June, 2008 at 19:40

    iya bener… terlalu panjang kalau diceritain. Nyeritain satu pemateri aja uda panjang. Apalagi kalo dengan ritual kegiatannya yg notabene di luar kebiasaan idup sehari hari.

    eh pas debat BBM jadi yg kontra apa yg pro, sayang tuh debat diberentiin gara2 waktu. padahal dah memanas tuh.

    salam kenal ya , insan ‘131’ dmmers 2008
    DMM Dua Ribu Delapaaaaaan !!!
    Be A Strong Leader !!!

    paling unik dari DMM… WC nya… ngantri euy…

  12. Albaz Friday, 13 June, 2008 at 13:35

    wah, tulisanku kalah panjang euy. he2.

  13. deno Friday, 13 June, 2008 at 20:44

    comment dulu ah….
    bacanya ntar aja…
    panjang banget…

  14. evan Monday, 16 June, 2008 at 15:53

    SMS siapa tuh yang terakhir?
    keren banget deh kata2nya

  15. taufikr Tuesday, 24 June, 2008 at 11:24

    wah tetap mantap DMM nya..
    sy sampe ikut 3x hehe..
    bnyak yg didapatkan, tp baru sedikit yg diamalkan hiks,,
    yg bs aja..

  16. aulia Tuesday, 29 July, 2008 at 16:25

    Wah, jadi di Cibodas ya??
    Dulu pas DMM 2006 udah survey kesana tapi batal karena kekurangan dana..
    Selamat deh bisa menikmati DMM di tempat sebagus itu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: