Carving Life with Letters

…menyampaikan pemikiran dan isi hati saat lidah tak mampu berkomunikasi…

Pujian atau Kritikan?

Pernah baca cerita tentang kekuatan pujian? Singkat ceritanya kira-kira seperti ini.

Ada seorang penyanyi wanita di Eropa, bersuamikan pemusik dan pengarang lagu. Si wanita ini suaranya bagus, tapi karena suaminya ini sangat pandai dalam hal musik, selalu saja ada kritikan yang dilontarkan sang suami kepada istrinya itu. Lama-lama istrinya ini jadi malas menyanyi.

Karena suatu musibah, suami wanita tadi meninggal. Ia kemudian menikah dengan seorang tukang ledeng. Suaminya yang baru ini tidak mengerti musik. Yang ia tahu, suara istrinya bagus. Jadilah setiap mendengar istrinya menyanyi, berbagai pujian selalu diberikannya. Lama-lama si wanita ini makin senang menyanyi, sampai akhirnya ia menjadi penyanyi terkenal.

(Kalau mau baca cerita lengkapnya, tanya Mbah Google saja, keyword: kekuatan pujian🙂 )

Cerita itu ditutup dengan paragraf seperti berikut.

Sedikit pujian memberikan penerimaan. Sedikit pujian memberikan rasa diterima, memberikan dorongan, semangat untuk melakukan hal yang baik dan lebih baik lagi. Sedikit pujian dapat membuat seseorang bisa meraih prestasi tertinggi. Omelan, bentakan, kecaman, amarah, atau kritik sesungguhnya tidak akan banyak mengubah.

Nah, jadi, memberikan pujian itu lebih baik ketimbang mengkritik.

Tapi ada juga pendapat yang berbeda. Pernah suatu ketika aku selalu dikritik habis-habisan oleh seseorang. Menurutnya, tidak selamanya dalam hidup kita berada dalam kondisi sesuai dengan yang kita inginkan. Jadi, kita harus siap dengan segala bentuk kondisi. Oleh karena itu, memberi kritik adalah salah satu bentuk pembelajaran agar orang yang dikritik itu makin kuat. Hmm… Bagaimana ya menjelaskannya. Yaa, dengan kritikan, kita akan berusaha untuk introspeksi diri, lalu berikutnya mencoba untuk memperbaiki diri jadi lebih baik.

Well, menurutku kedua pendapat di atas tidak salah, tapi juga tidak selamanya benar. Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan lagi.

Pertama, soal pujian. Ya, memang benar sekali, pujian dapat memberikan dorongan dan semangat. Tapi si pemberi pujian sebaiknya juga memperhatikan isi pujiannya. Pujian yang berlebihan justru tidak baik. Bisa-bisa orang yang dipuji jadi takabur🙂

Kedua, soal kritikan. Kritik yang membangun tentunya sangat dibutuhkan. Jika seseorang selamanya dipuji dan tidak pernah dikritik, ia tidak akan belajar memperbaiki kekurangan yang ada pada dirinya. Tapi harus diperhatikan juga, sebaik apapun tujuan si pemberi kritik dalam memberikan kritik, jika cara penyampaiannya tidak baik, yang ada kritikan itu tidak akan didengarkan, atau malah yang dikritik bisa marah-marah.

Ketiga, masalah timing. Jika kita ingin memberikan kritik/pujian, kita harus perhatikan kondisi orang yang akan kita kritik/puji itu. Jika dia memang sedang down, jangan dikritik lagi, walau mungkin memang ada beribu kekurangan yang dimilikinya. Mungkin dalam kondisi ini posisi si ‘pujian’ lebih baik ketimbang kritik.

Di sisi lain, ada yang namanya sindiran. Nah, kalau soal sindiran ini, tampaknya kita harus lebih hati-hati. Kita harus pastikan yang jadi lawan bicara paham maksud sindiran kita. Salah memahami, bisa-bisa tujuan kita menyampaikan sindiran tidak tercapai. Misalnya sindiran itu bermaksud memuji, tapi karena pilihan katanya kurang baik, bisa-bisa si lawan bicara jadi tersinggung. Atau sebaliknya, sindiran yang ditujukan untuk mengkritik bisa-bisa dianggap sebagai pujian.

Ah iya, itu beberapa paragraf di atas kalau kita di posisi si pemberi kritik/pujian ya. Yaa, kalau kita berada di posisi orang yang dipuji, yaa, jangan sampai takabur, dan jangan lupa bersyukur kepada Allah, karena tentulah atas nikmat-Nya kita bisa mendapat pujian itu. Sementara kalau kita di posisi orang yang dikritik, satu frase aja deh, ‘think positive’.

NB: Terpikir untuk posting tulisan ini karena ini. Maaf kalau ada yang salah, mungkin waktu posting ini si reiSHA lagi sok tau, hehe🙂

19 responses to “Pujian atau Kritikan?

  1. anis Tuesday, 1 July, 2008 at 17:12

    nah karena itu sha, jangan jadikan daku senantiasa menjadi yang terkorban ya… sekali-kali kalo dipuji juga saya nerima dengan senang hati kok😀 (lho kok malah minta dipuji)

    agak2 mirip postingan saya tempo dulu😀

    yuk kita berusaha jadi orang yang bisa manage pujian-kritikan-sindiran🙂 yeah RAM di surabaya (lagi nggak jelas, gimana ini ProgressBar tak BarProgress ???)

  2. ibun Tuesday, 1 July, 2008 at 21:01

    Aduh geli dikritikin..

    Tapi klo menurut sy mah, kamu tuh susah euy dikritik.. Soalnya susah nyari timingnya, susah nyari waktu dimana Sha lagi ga jutek.. Hoho..

    Kalo sy mah lebih suka dikritik, abisnya enak geli…😀

  3. dewantika Tuesday, 1 July, 2008 at 22:48

    hmm…harus ikhlas stiap saat keknya ya…

    btw, di atas sy tuh ibun yg ngira saya cowo ya??heheheh..kykny nilai bhs indonesianya ibun krg bgs ya waktu esde?bktnya, ngebedain dikritikin sm dikelitikin rada susah..(maaf,brcanda..😀 )

  4. evan Wednesday, 2 July, 2008 at 00:49

    sesungguhnya kritik yang terbaik adalah pujian
    percaya atw tidak,coba saja😀

  5. Petra Barus Wednesday, 2 July, 2008 at 07:12

    hmmmmm
    biasa kalo maen pingpong

    ada yang melakukan gerakan yang hebat…. begitu dipuji langsung jadi jelek biasanya…..
    itu sebutannya, “Orang yang gak boleh dipuji

  6. putry pp purwanti Wednesday, 2 July, 2008 at 12:31

    wah..tapi uni…temen2 ku sebagian adalah org2 yang PANTANG dipuji..
    soalnya klo sekali di puji langsung deh,,narsis nya ngelunjak

  7. reiSHA Wednesday, 2 July, 2008 at 12:36

    @anis: Hihi… Peace Nis, walau kamu yang terkorban, kan ada MKP yang senantiasa berada di sampingmu, huahahaha… Yuk, mari memanage pujian-kritikan-sindiran. Ga ada memanage gosip, hehe…

    @ibun: Soalnya kamu belum terlalu jago membaca situasi Bun. Kamu kan jagonya nebak-nebak aja, hehe…

    @dewantika: Yup, bener, itu si Ibun aneh yang ngira kamu cowo gara-gara aku manggil kamu Dewa, haha…

    @evan: Mulai lagi deh bermain dengan kata-kata. Aku ga ngerti ni. Aku tanya Anis, dia juga bingung. Mohon dijelaskan maksudnya🙂

    @Petra Barus: Iya, suka ada yang gitu. Makanya, kalau memuji jangan berlebihan juga, hehe…

    @putry pp purwanti: Wah, kalau kaya gitu mesti hati-hati lagi. Yang perlu dilihat justru kondisi orang yang mau memuji, apakah ia siap mendengarkan kenarsisan yang dipuji atau tidak, haha…

  8. ray rizaldy Thursday, 3 July, 2008 at 13:54

    daku pernah nonton sinchan, kisahnya waktu itu cewek (lupa tokoh yang mana) baru belajar masak. lalu dy mengajak sinchan dan seorang lelaki untuk makan bersama masakan buatannya. si lelaki buat menarik perhatian dy memuji-muji cewek tersebut. sinchan malah sebaliknya, dy jujur dan mengatakan masakan si cewek keasinan. dan tebak yang menang siapa

    sinchan…😀

  9. Tom Abbe Thursday, 3 July, 2008 at 14:50

    hiii……..benar tuh mbak….

    manusia sifat dasarnya suka dipuji dan senang disanjung termasuk saya…..tapi masalahnya sejauhmana kita ikhlas dan mengembalikan pujian itu pada yang berhak di puji yaitu ALLAH.

    iya kan ??

    salam kenal mbak Reisha.
    o..orang minang ya mbak ??

  10. ghifar Thursday, 3 July, 2008 at 15:35

    ‘Pujian’,,, coba diulangi huruf ‘P’-nya deh. jadi ‘Ujian’🙂

  11. ridwansyah Thursday, 3 July, 2008 at 17:16

    pujian itu memberikan nilai positif yang membuat orang selalu punya harapan…

    -link blog saya ya reisha-

  12. Rìzky Ramona Saturday, 5 July, 2008 at 00:49

    makasuik da evan, kalo urang nan muji ndak nampak keikhlasan dr mukonyo biasonyo nan d puji maraso d cemeeh. ha5x.

  13. reiSHA Monday, 7 July, 2008 at 09:15

    @ray rizaldy: Hehe… Begitulah, sebagai orang yang dipuji/dikritik, kita harus pandai-pandai me-manage pujian/kritikan itu🙂

    @Tom Abbe: Iya, setuju. Salam kenal juga. Yup, aku orang Minang…

    @ghifar: Hoho, bener juga…🙂

    @ridwansyah: Okeh, dah ditambahin di blogroll🙂

    @Rizky Ramona: Heh? Mona, kok aku malah tambah bingung ya?

  14. surya Tuesday, 8 July, 2008 at 15:10

    yah pujian ma kritikan sih intinya sama2 ajah
    kan kritik ato pujian itu bentuk perhatian seseorang pada org tersebut…

    Klo tanggapan dari org yg dipuji/kritik itu relatif soalnya tiap org beda2
    ad yg gila puji, gila kritik, ato malah g suka ke2-2nya ato gila 2-2nya…

    Dipuji sih setiap org pasti seneng tp g slalu akan ngebangun org yg dipuji…
    di kritik juga sama ajah g slalu ngebangun, yg pasti sih kbykan org g suka di kritik😀

  15. alvaro203 Wednesday, 9 July, 2008 at 11:00

    Yup… yang penting dalam melontarkan kritikan ato pujian adalah… “timing”.
    Baik timing kita dan timing orang yg bersangkutan…

    Wallahu a’lam bishawab…

  16. Aswin Friday, 11 July, 2008 at 12:17

    Kritik pedas dan tajam ada 2 efek, kl tak membunuhmu ya itu akan membuat anda semakin kuat.

  17. Eka Tuesday, 22 July, 2008 at 12:18

    lebih baik nerima kritik dulu deh…. biar tambah mateng…. daripada dipuji2 terus jadi gak tau kesalahan kita…

  18. Sutan Rajo di Langik Wednesday, 23 July, 2008 at 19:02

    Pujian itu ibarat obat, klw sedikit itu bermanfaat, tapi kalau kebanyakan jadi racun. Orang yang terlalu banyak dipuji akan menjadi besar kepala, dan akhirnya ngerasa dia yang terbaik.
    Kritikan ibarat jamu, pahit tapi menyehatkan. Walaupun kebanyakan kritikan akan menjadi pressure yang kadang ga sanggup ditahan oleh batin.
    Intinya, kalau emang saatnya dipuji, pujilah seadanya dengan tulus, dan kalau emang harus dikritisi, kritisi dengan baik dan membangun. Kebanyakan sekarang orang2 mengkritik untuk menghancurkan (pengalaman dengan “Uda2 kita hehehehe)
    Dan sekarang bagaimana kita menerima kritik dan pujian….

    -pemikiran bodoh dari orang yang masih belajar-

  19. oipiyah Thursday, 28 August, 2008 at 12:49

    Kritikan adalah pujian terbaik, memberi kita semangat menggelora untuk memperbaiki diri. Kritikan terbaik berasal dari diri sendiri, karena kitalah yang paling tahu siapa diri kita.

    Pujian adalah kritikan terburuk, karena dia bisa melenakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: