Carving Life with Letters

…menyampaikan pemikiran dan isi hati saat lidah tak mampu berkomunikasi…

Pelajaran dari Seekor Kucing Kecil

Sebelumnya, postingan ini rada-rada berhubungan sama postinganku yang sebelumnya. Mungkin ni postingan rada lebai, tapi ga pa pa, hehe… Ternyata hal kecil bisa memberi inspirasi untuk membuat sebuah tulisan🙂 Mari kita mulai ceritanya.

Hari ini tidak biasanya aku pulang ke kosan siang-siang. Kuliah Psikologi Persepsi hari ini ditiadakan dan proyek yang akhir-akhir ini membuat aku pulang agak malam juga libur untuk hari ini. Senangnya bisa cepat pulang, hehe…

Seperti biasa, Bandung diguyur hujan yang kadang-kadang deras dan kadang-kadang gerimis. Setelah hujan agak reda, aku pun segera pulang dengan membawa dokumen-dokumen SI yang cukup ‘lumayan’ tebalnya. Berat.

Sampai di depan kosan, aku melihat seekor kucing kecil. Kecil sekali. Warnanya hitam. Badannya basah karena saat itu masih gerimis dan ia tampak kedinginan. Aku tertegun melihatnya. Ia pun mendengus padaku seperti halnya kucing yang mau bertengkar. Bulu punggungnya berdiri.

Dan tiba-tiba saja, otakku yang biasanya agak susah diajak berpikir ini mengeluarkan sebuah pertanyaan (jarang-jarang lho). ‘Apa ya kira-kira yang bisa aku pelajari dari kucing ini?’ Hmm… Ya, dan tiba-tiba pula aku menemukan jawaban. yatTA!!! (seperti yang diucapkan Hiro Nakamura) *ups, dua huruf terlarang, hehe…*

Kucing ini kedinginan. Aku ingin sekali membantunya, memindahkannya ke tempat yang teduh, dan menghangatkannya (ceile, lebai ni kata-katanya). Tapi begitu aku mendekat, ia malah marah, mendengus, dan memperlihatkan taringnya yang kecil-kecil itu. Aku juga ga mau digigit sama kucing itu. Aku hanya bisa diam, meninggalkan kucing itu sendiri. Mungkin yang ia butuhkan saat itu adalah menikmati kesendirian. Hmm…

Kucing itu analog dengan seseorang di luar sana, mungkin saudara kita, mungkin teman kita. Basah dan dinginnya tubuhnya itu adalah masalah yang kita tahu sedang dihadapi olehnya. Dan aku analog dengan orang yang sangat ingin membantu, tapi susah.

Kadang saat seseorang sedang menghadapi masalah, kita ingin sekali untuk membantunya. Namun tidak selamanya kita tidak bisa membantu. Mungkin karena kita tidak punya kapasitas apa-apa untuk membantunya, atau mungkin ia lebih memilih untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Jangankan membantu, bahkan untuk mendekatinya saja agak sulit. Salah-salah ntar digigit sama kucing itu, hehe… Mungkin ia benar-benar ingin berpikir jernih dulu sendiri. Atau mungkin kita yang mendekat bukan orang yang tepat bagi si kucing untuk membantunya. Kita juga tidak tahu masalah sebenarnya yang dihadapi kucing itu apa. Atau, apa lagi ya? Pasti banyak sekali kemungkinan. Lagi pula kita kan tidak tahu apa isi hati si kucing. Kali aja si kucing lagi pengen main hujan (tapi kayanya ga mungkin deh kucing mau main hujan, hehe…).

Huff. Aku teringat, aku segera bikin kesimpulan saja. Ngapain juga aku lama-lama bengong memperhatikan kucing itu. Aku kan mau masuk ke kosan, hehe… Kesimpulannya, kalau lihat orang ada masalah, mungkin dibiarin dulu aja kali ya. Kebanyakan kan kita bisa lihat tanda-tanda orang ada masalah, misalnya mukanya kusut ga disetrika, bete dilengkapi tatapan jutek, diam seribu bahasa, bicaranya sedikit saja, dan lain-lain. Nah, kalau lihat orang kaya gitu, ga usah aneh-aneh. Salah-salah ntar kita yang ga tau apa-apa ini dijutekin, dimarahin, lama-lama berantem, kan ga enak.

Hmm… nyambung ga ya analoginya? Kalau ga nyambung, mungkin akunya aja yang lebai dalam berfilosofi, hehe…

Dan, aku pun segera masuk ke kosan. Pintu masuk tidak dikunci pertanda ibu kos ada di rumah. Aku segera menuju kamar. Kuraba kantong di tas, aku tidak menemukan segenap kunci (semua kunci yang kupunya aku satukan). Aku pun duduk, ku turunkan tas yang berat itu. Aku cari lagi, dan aku masih tidak menemukan kunci. Sial, sepertinya kunci itu ketinggalan di lab RPL gara-gara tadi mengambil dokumen SI dari loker. Aku telepon Tina, dan ternyata benar, kunci itu masih menggantung di lokerku.

Huaaa… Argh… Sekalinya cepat-cepat pulang gitu pakai acara ketinggalan kunci segala. Merusak suasana aja. Padahal waktu itu kan aku sedang menjadi seorang filsuf yang telah menemukan pelajaran kehidupan dari seekor kucing kecil (haha, lebai pisan ini mah…).

Pokoknya, paling ga ada dua pelajaran dari kejadian siang kemarin itu. Pertama, seperti yang sudah kujelaskan di atas. Kedua, berikutnya kalau mau pulang periksa dulu kunci kosan kebawa atau ga, haha…

Dan alhamdulillah aku ternyata tidak harus balik ke kampus untuk mengambil kunci itu, dibawain sama Ibun yang kayanya juga sekalian balik ke kosannya, hoho…

Aku pun keluar dari kosan untuk menunggu kunciku. Kucing kecil yang tadi aku perhatikan itu diganggu sama beberapa anak kecil. Kasian… Hmm… Semoga kucingnya ga sakit.

NB: Wew, ternyata ini tulisanku yang ke-100 di blog ini🙂

24 responses to “Pelajaran dari Seekor Kucing Kecil

  1. bobby Thursday, 6 November, 2008 at 20:47

    Yey nomor satu lagi

  2. Catra Thursday, 6 November, 2008 at 20:56

    hmmm… nilai yang dapat saya ambil (walau mungkin bukan maksud penulis menurunkan nilai ini) adalah,
    terkadang kebaikan kita di salah artikan oleh orang-orang yang berusaha kita bantu, mereka pikir ada niat jelek kita di balik semua itu.

    yahh mungkin si kucing lagi ingin mandi hujan berhubung emak nya lagi nyari makan. kalau ada emak nya mungkin dimarahin mandi hujan. be positive

  3. Alex Thursday, 6 November, 2008 at 23:09

    “Huaaa… Argh… Sekalinya cepat-cepat pulang gitu pakai acara ketinggalan kunci segala. Merusak suasana aja. Padahal waktu itu kan aku sedang menjadi seorang filsuf yang telah menemukan pelajaran kehidupan dari seekor kucing kecil (haha, lebai pisan ini mah…).”

    hehe….jadi filusof itu lho

    dari hal kecilpun kita bisa ngambil pelajaran yah ni….

  4. poedja_p Friday, 7 November, 2008 at 07:39

    *balasan dari komen pelajarn dari aslan beberapa bulan yg lalu .

    gw kalo ngeliat kucing…ya udah … abis itu pergi lagi

  5. dwinanto Friday, 7 November, 2008 at 07:50

    Weqs,.
    He2, kayaknya kebanyakan nenangga ke jurusan lain nih jadinya kayak gini,.😛

  6. yaniwid Friday, 7 November, 2008 at 09:50

    Setuju dengan Catra. Si kucing mungkin belum ‘percaya’ kalau Reisha sebenarnya mau bantu…
    Jadi, harus ada sedikit usaha untuk meyakinkan…🙂

  7. KnightDNA Friday, 7 November, 2008 at 10:22

    NB: Wew, ternyata ini tulisanku yang ke-100 di blog ini😀

    Wew, makan2…😛

  8. reiSHA Friday, 7 November, 2008 at 12:02

    @Catra: Hmm… Baru kepikiran cerita si kucing bisa juga diartikan seperti itu, hehe… Ya, tapi aku ngelihatnya dari sisi yang aku ceritain di atas sih, soalnya emang lagi ada hal yang cocok dengan itu.

    @Alex: Ga ada kata ‘filusof’ dalam KBBI. Coba cek di http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/

    @poedja_p: Hoho, dirimu pun ninggalin jejak di sini, hehe… Ga suka kucing ya?

    @dwinanto: Tetangga yang mana nih To maksudnya? Gimana ya To, abisnya ga punya temen anak Statistik UGM, hihi…

    @Bu Yani: Belum ‘percaya’ ya Bu? Hmm… Bisa jadi sih. Makanya akhirnya dibiarin sendiri aja kucingnya🙂

    @KnightDNA: Makan2? Ga salah ni? Bukannya kamu yang harus ngajak kita makan2? Ehem3x… Hehe…

  9. akokow Friday, 7 November, 2008 at 12:39

    mungkin hati nurani kita bisa mengetahui apakah orang itu butuh bantuan atau tidak…

    cobalah dengarkan bisikan itu..

  10. Sutan Rajo di Langik Friday, 7 November, 2008 at 12:48

    aku bingung mau ngasih comment apa…
    yg penting mah, jgn pernah ragu dan malu menawarkan bantuan…
    ah, apa sih, kok GJ ini…

  11. Mc Attack Friday, 7 November, 2008 at 13:06

    selamat tuk seratus postingannya…
    plok..plok..plok..

  12. taufikr Friday, 7 November, 2008 at 13:54

    selamat, baru berkunjung lg
    mmg menarik sufi itu
    smoga kita termasuk org yg ulil albab..
    amiin..
    tau kn sha?

  13. ibun Friday, 7 November, 2008 at 19:38

    So sweet dah… Sy nganterin koncinya kan bukan gara2 pengen sekalian pulang, tapi karena kucingnya ngelapor kalo ada anak ilang yang pengen nangis gara2 koncinya ketinggalan, haha..

    Padahal lagi asik2 berkoding ria, eh si tina tiba2 ngasi telpon.. Akhirnya hobi koding sy ga tersalurkan dengan baik, haha…. Buset dah…

    Sha… TA-nya dah…

  14. evan Saturday, 8 November, 2008 at 23:25

    kasian tuh kucingnya

    tapi kayanya ya
    sekarang tu kucing udah baikan deh
    udah rada ‘jinak’
    coba aja tanya

    hehehehe
    ^^

  15. rinaldimunir Tuesday, 11 November, 2008 at 15:51

    Kenapa si kucing tidak “disogok” dulu dengan makanan seperti ikan? Pasti dia akan segera jinak.

  16. m4rino Wednesday, 12 November, 2008 at 09:50

    Kasian kucingnya 😥
    Sini tak bawa pulang…

  17. Sutan Rajo di Langik Thursday, 13 November, 2008 at 19:10

    sudah lah
    bikin nasi goreng kucing saja…..

  18. toeidpoenya Friday, 14 November, 2008 at 10:31

    kucing zaman sekarang emank kayak gitu ni.,
    klo d bantu, eh malah marah2., huh.,

    ato mungkin waktu itu kucing nyo takuik mancaliak ni reisha
    karena gelagat ni reisha seperti mau bikin soup kucing.,
    khan waktu itu dingin ni., jadi enaknya makan soup., ^_^

  19. Alex Saturday, 15 November, 2008 at 16:16

    e..iya…nggak ada tuh, buru2 nulis sih..

    btw,blom update ya ni?

  20. diBond Thursday, 20 November, 2008 at 22:53

    Ihiiiik…. kasian kucingnya. Itu anak2 kecil biadab bgt sih main2in binatang. Ihik, udah ah. Paling gak tega kalo masalah kucing2 gini. T____T

  21. ndrewh Friday, 21 November, 2008 at 22:27

    you’ve been tagged…
    for more info… see
    http://ndrewh.wordpress.com/2008/11/21/kena-deh-_/

  22. liroesdy Thursday, 15 January, 2009 at 19:06

    kasian….

    saya juga agak sedih juga gitu ngeliat kucing kecil yang terlantar, kasian.😦

  23. Amir Saturday, 17 January, 2009 at 14:02

    digigit kucing kecil ga akan sakit sha,.. ak udah sering,..😀

  24. ud Sunday, 1 February, 2009 at 04:09

    pemikiran menarik bu🙂
    apakah ini yang dimaksud dengan “deep thinking” ?
    salam kenal🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: