Carving Life with Letters

…menyampaikan pemikiran dan isi hati saat lidah tak mampu berkomunikasi…

“tulis apa kek….”

This post is started with my Tumblr’s post today:

Pengen Nuliiisss…

Duh, dah lama ga ngupdate blog… Pengen banget nulis, tapi bingung mau nulis apa… Jaman dulu bisa mpe 3x seminggu update blog, sekarang sebulan aja paling cuma satu post… Kadang ada topik, tapi bingung ngembanginnya gimana… Bingung nulisinnya jadi tersetruktur dan mudah dimengerti itu gimana. .. Karena akhir-akhir ini yang terpikir adalah hal-hal yang cukup abstrak dan mungkin klise, tapi … Haduh2…

(buat nulisin ini aja juga bingung, haduh2…)

I think it’s enough for describing my situation. Then, Petra reblogged that post, only with three words, as I wrote as this post’s title “tulis apa kek…”.

Huff… First time I read that reblog, I commented “huh, ga ngasih solusi”. It likes when you asked someone “where can I get information about that?” and he/she answered “just ask Mbah Google”. Uh, do you feel that finding information via Google sometimes like finding a needle in Sahara desert? (lebay)

Beberapa waktu kemudian aku balik ke kosan. Di jalan entah kenapa aku masih memikirkan kelangsungan hidup blog-ku ini. Kapan sih aku terakhir posting? Kenapa sih aku jadi sulit untuk menuangkan isi pikiranku ke dalam bentuk tulisan akhir-akhir ini? Apa benar aku tidak punya topik sama sekali? Apa benar aku bingung mengembangkannya menjadi tulisan, atau cuma malas? Padahal dulu, dalam sehari saja kadang aku sudah punya sejumlah ide tulisan, yang begitu saja mengalir menjadi tulisan, dan jadilah update-an untuk blog ini.

Aku mulai mengingat-ingat. Rasanya aku masih ingat dengan apa yang kutulis di awal-awal aku membuat blog ini (1 April 2007). Awalnya memang ikut-ikutan saja, coba-coba, tapi aku juga ingin memperoleh manfaat tentunya. Waktu itu aku tulis, aku nge-blog supaya aku sering menulis, yang secara tidak langsung juga akan membuat aku rajin membaca. Dari awal aku tidak membatasi apa yang ingin aku tulis, tapi secara garis besar ya sekitar kehidupan sehari-hariku yang semoga ada hikmahnya. Lainnya sih dulu ingin menulis tentang Minangkabau entah tentang apapun itu, juga tentang Islam; yang ringan tentunya. Untuk tulisan berbau IT sih aku tidak kepikiran, merasa ga capable aja, hehe…

Lalu akhir-akhir ini? Perenungannya sebenarnya cukup panjang, aku juga agak lupa (padahal tadi di pikiran lancar banget rasanya apa saja yang mau ditulis). Intinya, mungkin aku semakin jarang meng-update blog ini karena aku makin berpikiran sempit. Dulu, saat ingat sesuatu dan rasanya bisa ku tulis di blog, aku pasti langsung menuliskannya. Bahkan hal ga jelas semacam apa guna buku AI yang tebal itu juga aku tulis (buat yang sedang mengambil kuliah IB, monggo dibaca, hehe). Sekarang, aku cenderung suka bertanya-tanya, apa iya topik ini layak untuk aku posting di blog? Apa tulisan ini cukup berbobot? Apa tulisan ini bisa bermanfaat? Apakah di tulisanku aku bisa memberikan sebuah solusi untuk sebuah permasalahan? Dan masih banyak pertanyaan lainnya yang nantinya berujung, aku tidak jadi menulis.

Dengan kata-kata si Petra itu, aku pun kepikiran, mau nulis di blog sendiri juga kenapa harus serumit itu ya mikirnya? Nulis di blog kan bukan seperti nulis tugas kuliah? Nulis blog kan bukan buat lomba? Jadi bebas-bebas aja kan? Ya tulis apa kek… Ga harus yang berat.

So, harusnya ya tulis aja kan apa yang ingin aku tulis? (Ya namun demikian aku juga ga ingin blog ini isinya cuma geje semua, yang tulisannya cuma seperti diary. Dari dulu aku mencoba seimbang saja. Sesekali geje, sesekali menuliskan hal yang serius juga.)

Kalau dipikir-pikir, blogging seperti trend di dunia fashion. Saat trend-nya blogging, orang-orang berhamburan membuat blog. Setiap orang berlomba membuat tulisan. Sekarang? Entah memang karena aku baru kena demam Facebook akhir-akhir ini, atau memang Facebook makin booming saat ini, popularitas blog tampaknya menurun. Orang-orang lebih sering meng-update Facebook. Blog makin jarang di-update (walaupun ga bisa dipungkiri tetap ada orang yang konsisten dengan blog-nya). Padahal kalau dipikir-pikir, kayanya blogging lebih bermanfaat ketimbang facebook-ing, hehe…

Kesimpulan dari perenungan tadi sih, aku ingin lebih sering lagi nulis kaya dulu, mengambil manfaat dari aktivitas blogging. Minimal bermanfaat untuk diri sendiri sebagai sarana latihan menulis. Tingkatkan blogging, kurangi facebook-ing, hehe… Mari kita lihat… Semoga jarak postingan berikutnya dengan postingan ini tidak sejauh postingan ini dengan postingan sebelumnya🙂

NB: Buat Petra, ga usah GR, haha…

14 responses to ““tulis apa kek….”

  1. Catra Thursday, 19 March, 2009 at 11:58

    Ini ciri-ciri orang yang sudah TA, karena udah terbiasa membuat tulisan yang terstruktur jadi nya canggung dan gak terbiasa lagi nulis di blog yang sedikit lebih bebas. hehehe

  2. rani! Thursday, 19 March, 2009 at 12:11

    sama sha, mikirnya rumit juga…

  3. petra Thursday, 19 March, 2009 at 13:07

    yup, tulis apa aja kek ^___^
    blog ini punya sendiri.
    apa yang harusnya kita tulis adalah apa yang ingin kita tulis, bukan yang ingin orang lain baca ^_^

  4. anis Thursday, 19 March, 2009 at 13:34

    ya nggak usah maksain sha, klo saya sih ketika emang pingin nulis ya nulis, jangan nulis karena pengen update tapi update karena pengen nulis😉

    bagus ketika pingin nulis sesuatu yang bermanfaat buat orang lain, berarti kita udah berusaha keluar dari “kesalehan individu” menuju “kesalehan sosial”. tapi ya tetep jangan dipaksain, nulis itu seni, jadi dinikmati aja😀

  5. dwinanto Thursday, 19 March, 2009 at 22:53

    Walah2,.
    Ada yang menyinggung TA nih,.
    Parah banget emang kayaknya, kesibukan di tingkat akhir ini,.😀

  6. montercplus Friday, 20 March, 2009 at 05:23

    assa.
    ya klo gak ada yg pgn ditulis emang gak usah di-apdet, kesannya kok keharusan gitu, kyk skrg aja nih, ada yg pgn ditulis kan? jadi deh kek gini
    wass.

  7. Alex Friday, 20 March, 2009 at 11:23

    benar tuh ni..ngeblog kaya’nya lebih banyak manfaatnya ketimbang nge-facebooking…karena disini kita bisa mengekpresikan ide kita, fikiran2 kita, ato share dg semua orang…

    facebook jg bagus apalagi bisa menyambung silaturrahim teman2 lama….
    ya intinya seimbang aja ya….yg penting bermanfaat positif buat diri kita ato oranglain.

  8. reiSHA Friday, 20 March, 2009 at 14:03

    @Catra: Mungkin TA sedikit berpengaruh, tapi bagiku sih, walaupun menulis di blog itu bebas, apa salahnya kalau kita mencoba menulis dengan baik.

    @petra: OK deh.

    @anis: Tampaknya ada sedikit perbedaan persepsi. Aku si kayanya ga bisa menganggap nulis itu seni. Bagiku nulis ya kudu dilatih, makin sering nulis, makin lancar ntar nulisnya. Kalau seni, hmm… Ntah lah. Awak tak ngerti seni kk… Aku juga ga maksain harus ngupdate blog kok. Ngupdate ya sebagai efek karena nulis aja. Yang kualami bukan pengen ngupdate blog jadi harus nulis, tapi aku pengen nulis, tapi bingung mau nulis apa. Gitu lho. (argh, susah juga jelasinnya. semoga dimengerti :p)

    @montercplus: as I said before, ga ada keharusan ngupdate kok.

    @Alex: Nah, that’s the point. Aku tu pengen belajar meengekspresikan ide dan pikiranku lewat nulis…

  9. Ridwansyah Yusuf Achmad Friday, 20 March, 2009 at 14:58

    hmhm

    tulis apa yah ??
    resep makanan khas padang
    resep ngerjain TA tanpa terganggu facebook
    resep ngafal quran pake facebook
    hehehe

    nulis apa yah,… heheheh

  10. anis Friday, 20 March, 2009 at 16:09

    yap, saya sangat setuju kalo nulis itu harus dilatih.
    hehe saya ngerti kok maksudnya, santai kk, mungkin emang beda paradigma aja dalam “menikmati” tulisan.

    klo kata dosen jurnalistik, sebenarnya ada begitu banyak hal yang bisa kita tulis, sayangnya kita jarang memaknai segala hal yang ada di depan kita hingga banyak hal yang unik dan renik yang terlewatkan😀

    yosh… semangat kk😛

  11. ray rizaldy Sunday, 22 March, 2009 at 08:56

    quote dari temen daku : orang gak nulis itu kemungkinannya dua. antara dia sedang sangat sedih, atau sangat senang. kayaknya dikau gak masuk yang pertama deh sha.
    lagi jatuh cinta ya? hahhaaha

  12. all4m Wednesday, 25 March, 2009 at 15:56

    lebih enak nge junk di fesbuk -_-
    apalagi kalo junk nya langsung dibales -_-

  13. reiSHA Wednesday, 25 March, 2009 at 16:11

    @Ridwansyah Yusuf Achmad: Kalau resep makanan, buka blognya si Dharma Eka sajha, dia kayanya lebih jago masak, huehe…

    @anis: Nah itu, makanya aku jadi pengen sering-sering nulis lagi biar lebih sering memaknai hal yang ada di sekitar kita🙂

    @ray rizaldy: Weqs,. Ada apa ini,. -_- Hubungannya apa coba…

    @all4m: Ngejunk ya emang enak di fesbuk… Kalo blogging mah aku bukan mau ngejunk kk, pengen ambil manfaatnya, as I said before…

  14. Alex Friday, 3 April, 2009 at 21:48

    yo’i…benar tuh uni….kadang kalo kita ngga muntahin itu isi dlm kepala…bisa2 bawaan kita emosian aja…..kadang dg nulis smua bisa tertumpahkan…termasuk uneg2 d khayalan2 kita..hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: