Carving Life with Letters

…menyampaikan pemikiran dan isi hati saat lidah tak mampu berkomunikasi…

…, Kamu Jadi Lebih Cantik :)

Beberapa hari yang lalu, seorang teman, sebut saja namanya Ibun (nama sebenarnya, red), memproklamirkan dirinya punya pacar baru. Awalnya kukira maksudnya Pak Munawar (pembimbing TA Ibun, red) atau siapapun, hehe… walaupun aku sudah tahu sebenarnya pacar yang bersangkutan siapa. Aih, ternyata setelah buka Tumblr, pacar baru yang dimaksud tidak lain pacar dia juga, tapi sekarang ada yang baru. Yup, baru. Sekarang dia pakai jilbab🙂

Sebenarnya aku tidak kenal orangnya, tapi rasanya senang saja begitu tahu ada teman (setidaknya teman facebook :p) yang sekarang pakai jilbab. Aku jadi teringat beberapa rekan di Informatika yang dulunya tidak pakai jilbab, sekarang pakai jilbab. Aku jadi teringat beberapa teman yang setelah memasuki bangku perkuliahan memutuskan untuk memakai jilbab. Aku jadi senyum sendiri.

Aku teringat kalau sudah beberapa tahun ini pemerintah Sumatra Barat mewajibkan siswi sekolah untuk memakai jilbab. Ya, sebuah aturan yang bagus menurutku. Kalaupun sebenarnya nantinya sepulang sekolah anak-anak itu tidak memakai jilbab, paling tidak mereka sudah dibiasakan memakai jilbab. Biasanya di waktu kuliah sebagian masih tetap memakai jilbabnya, tapi ada juga sebagian yang tidak.

Aku teringat uni-uni, kawan-kawan, ataupun adik-adik di UKM yang dulu tidak pakai jilbab, sekarang pakai jilbab. Rasanya di setiap angkatan yang kutemui ada. Aku teringat akan suasana di UKM yang menurutku cukup mendukung mereka untuk berjilbab. Walaupun namanya aktif di unit kesenian, tapi mayoritas cewe-cewe UKM berjilbab. Kalau UKM nampil, pasti semua personil cewe-nya harus pakai jilbab. Rasanya juga tidak salah kalau menurutku ada beberapa cewe UKM yang pakai jilbab karena terpengaruh kondisi lingkungannya. Ya, kita semua tau kan kalau lingkungan pergaulan itu sedikit banyak mempengaruhi kita. Lagi pula toh tidak susah buat mereka, kan mereka sudah terbiasa berjilbab waktu sekolah (Tapi ada juga yang membuat sedih, teman yang dulunya berjilbab, sekarang lepas jilbab :()

Aku teringat dengan dosen Kalkulus II-ku, Bu Hanni. Di hari pertama kuliah Kalkulus II, aku merasa ada yang familiar dengan wajah dosenku itu. Rasanya pernah lihat entah di mana. Padahal yang namanya anak TPB tentunya tidak kenal begitu banyak dosen, apalagi dosen yang bukan dari program studinya. Lama-lama akhirnya ingat. Beliau adalah dosen cantik yang pernah sekali menggantikan Pak Saladin di Kalkulus I. Yup, dosen cantik, sesuai request dari peserta kelas (harap maklum, anak ITB mayoritas cowo). Ah, di Kalkulus II, beliau pakai jilbab. Makin cantik🙂

Aku tidak bisa bercerita di sini bagaimana akhirnya orang-orang yang aku kenal itu akhirnya memakai jilbab. Bukannya tidak mau, tapi aku juga tidak tahu ceritanya, huehe… Tentunya mereka punya cerita spesial sendiri untuk mengambil keputusan itu. Ceritaku? Ah, tidak begitu spesial, hehe… Dulu waktu masuk SMP, aku memutuskan sendiri untuk memakai jilbab. Ga ada angin, ga ada hujan, pokoknya aku kekeuh aja waktu itu. Padahal keluarga bisa dibilang sudang sedikit menguji dengan berkata “yakin nih pakai jilbab? ah, kamu kan baru mau masuk SMP, ntar aja pas SMA pakai jilbabnya. ntar kalo di kelas cuma kamu sendiri yang pakai jilbab gimana? ga malu?”. Kira-kira seperti itu. Tapi aku yakin saja kalau aku sudah mantap.

Ada satu hal yang bisa kusimpulkan dengan mengamati orang-orang yang kukenal itu, antara sebelum mereka berjilbab dengan setelah memakai jilbab. Apa itu? Ada di judul postingan ini. Menurutku mereka jadi lebih cantik. Aku tidak bilang aku cantik lho ya, hehe… Aku mah ga cantik, cuma manis, huahaha… (narsis mode ON).

Sebenarnya, titik-titik pada judul postingan ini harus diisi biar lengkap. Dan lengkapnya adalah, “Dengan Jilbab, Kamu Jadi Lebih Cantik :)” (teruntuk muslimah tentunya).

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
(Q. S. An-Nuur:31)

“Dua kelompok termasuk penghuni Neraka, aku (sendiri) belum pernah melihat mereka, yaitu orang-orang yang membawa cemeti seperti ekor sapi, dengannya mereka mencambuki manusia, dan para wanita yang berpakaian (tetapi) telanjang, bergoyang-goyang dan berlenggak-lenggok, kepala mereka (ada sesuatu) seperti punuk unta yang bergoyang-goyang. Mereka tentu tidak akan masuk Surga, bahkan tidak mendapatkan baunya. Dan sesungguhnya bau Surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

28 responses to “…, Kamu Jadi Lebih Cantik :)

  1. m4rino Wednesday, 25 March, 2009 at 11:38

    postingan serius kayak gini narsisnya masih bisa aja nyelip😀
    dasar…

  2. petra Wednesday, 25 March, 2009 at 11:41

    argh… narsis….

  3. Catra Wednesday, 25 March, 2009 at 12:06

    dasar ….narsis
    tapi saya salut sama UKM, yang mayoritas anggota ceweknya berjilbab…
    mantap, sip sip, itu mantap mah

  4. anis Wednesday, 25 March, 2009 at 13:59

    nggak narsis kok, bukannya reisha emang cantik😀
    saya kan sering denger kata orang kalau seorang istri yang baik itu suka berhias untuk suaminya, dulu saya pikir berhias disini dalam konteks sesuatu yang saya “araratel”
    suatu saat saya denger cerita bahwa para shahabiyah itu shalat malam, dan itulah cara mereka berhias…. karena dengan shalat malam dll yang sejenisnya, mereka mendapati wajah mereka “bercahaya” (walo bukan shalat malam dengan niat biar bercahaya sih :D)
    jadi mungkin memang ada sesuatu yang bikin seseorang yang “berjilbab” itu terlihat lebih cantik😛

  5. taufik Wednesday, 25 March, 2009 at 15:06

    mantap postingannya terakhirnya , 2 ayat itu harusnya menjadi dasar berjilbab, bkn krn ikt2an..
    but aniway, gmn pake jilbab tp ketat, g boleh jg kn? berarti yg make itu blm memahami esensinya..
    cb jelaskan disini kategori jilbab?
    narsis tp bersyukur dan g sombong gpp..😀

  6. Enggar Wednesday, 25 March, 2009 at 15:14

    semakin panjang jilbab seorang wanita, pasti semakin cantik…🙂
    dan dari jilbabnya bisa diukur ilmu dan kapasitas seseorang.

  7. reiSHA Wednesday, 25 March, 2009 at 15:16

    @m4rino n petra: Hehe… Itu kan cuma buat mencairkan suasana aja…

    @Catra: Sip sip… Emang lah mantap juo dari dulu, haha…

    @anis: Kan dah ditegasin di atas, aku ga cantik kok, cuma manis, haha… (IMHO, cantik!=manis :p) Yup, itu dia, ada “sesuatu” yang membuatnya jadi lebih cantik.

    @taufik: Yup. Iyah, mungkin belum paham esensinya. Tapi semoga aja seiring berjalannya waktu nantinya juga paham esensinya. Paling ga mereka udah mencoba buat lebih baik. Kategori jilbab? Ah, ga ngerti awak kk…

  8. taufikr Wednesday, 25 March, 2009 at 16:22

    jilbab gaul, jilbab modis, jilbab syar’i, masuk mana nih??

    • reiSHA Wednesday, 25 March, 2009 at 17:10

      @taufikr: Wallahualam kk…

  9. arifromdhoni Thursday, 26 March, 2009 at 06:24

    Jangan sampai salah niat berjilbab (atau berkerudung?). Akhirnya berapa banyak kita melihat perempuan-perempuan yang berkerudung, namun masih bertabarruj? Semoga Allah memberi mereka hidayah.

  10. montercplus Thursday, 26 March, 2009 at 10:25

    assa.
    wah, kduluan nih. gw jg pgn posting ttg jilbab, tp gak etis tentuny yah. biasa, mslh jilbab yg lbh tepat dibilang kerudung doank. stuju untuk prnyataan pake jilbab jd lbh cantik haghag. yah, narsis boleh asal knyataan (loh?)
    wass.

  11. ibun Thursday, 26 March, 2009 at 14:45

    waaah, bayar bayar nulis nama saya disini, hehe…

    emang kok jadi makin cantik, banget banget banget… bukan luarnya aja yang keliatan cantik, tapi hatinya juga loh…

  12. Aswin Juari Thursday, 26 March, 2009 at 20:25

    hmmmm….
    penilaian gw sih yang penting pakaian itu sopan dan pada tempatnya.

    Dari cara berpakaian juga biasanya pertama kali orang itu dinilai bener ato ga…..

  13. dwinanto Friday, 27 March, 2009 at 15:00

    Yang penting warnanya biru aja deh,.😛

  14. yaniwid Friday, 27 March, 2009 at 16:14

    Waduh itu komentarnya Dwinanto…🙂
    Cantik pakai jilbab, jangan lupa juga untuk tampil cantik tanpa jilbab saat di rumah…

  15. giaferdi Friday, 27 March, 2009 at 16:51

    buat saya sih, cantik itu di hati bukan di jilbab. halah… hehe. sependapat ama komentar aswin (ga cuma buat yang islam soalnya) tapi buat orang2 islam emang biasanya kalo berjilbab ada aura2 gimanaaa gitu😀

    cuma saya agak2 ga sreg kalo ada yang merasa “penting” mengkategorikan orang2 yang berjilbab jadi jilbab ketat, jilbab syar’i, dsb. toh mo berjilbab gimana juga hak yang makenya. yang membuatnya tampak lebih “cantik” justru kalo dia merasa nyaman dan pede saat dia memakainya🙂

  16. taufik Friday, 27 March, 2009 at 17:10

    eh ada gia🙂, setuju, hakikatnya di hati, karena diri kita nantinya adalah hati kita, jasad ga dibawa2🙂
    mengenai kategori itu, kl g pntg intinya sih berjilbab itu buat apa, dikembalikan ke niat masing2, tanggungjawab jg msg2, toh udah dewasa,..kl mengenai hak mmg terserah, tp dsana jg ada kewajiban🙂, hak dibatasi kewajiban🙂
    ada yg perlu didiskusikan lbh lanjut?🙂
    tp jgn disini ya Sha?

    -yg msh belajar-
    sama2 sharing ilmu ya, bkn berdebat..
    nuhun..

  17. reiSHA Sunday, 29 March, 2009 at 13:04

    @arifromdhoni: Amiiin…

    @montercplus: Sok ajah atuh kalau mau posting, hehe…

    @ibun: Haduh2 Bun, tampaknya dirimu cuma menjurus ke satu orang. Diriku di sini memandang secara umum Bun🙂

    @Aswin Juari: Kalau menurutku, jilbab dalam Islam itu bukan cuma sekedar pakaian. More than that🙂

    @dwinanto: Tapi biru kotak-kotak ga bagus kayanya buat jilbab. N melihat komen situ, kudu waspada ni kayanya kalau makai jilbab warna biru, haha…

    @Bu Yani: Dalam konteks sebagai istri atau ibu ya Bu terutama? Hehe… Suatu saat nanti🙂

    @giaferdi n taufik n mungkin juga yang lain🙂

    Tampak jadi berdiskusi. Monggo aja, terserah juga mau diskusi di mana.

    Hmm… Pendapat K’Gia sama K’Taufik masing-masing ada benarnya kok. Awak masih awam kk, jadi berat kayanya nih ikutan nimbrung diskusi, hehe…

    Sedikit penjelasan, postingan ini tu sebenarnya ga ada maksud banding2in cara cewe2 berjilbab, men-judge jilbab yang benar itu kaya apa, ataupun men-judge kalau cewe berjilbab itu adalah orang yang lebih baik. Sama sekali ga. Aku cuma memberikan penilaian (yang mungkin saja subjektif) kalau yang berjilbab itu tampak lebih cantik dibanding saat mereka ga berjilbab. Dan aku menghargai mereka yang dulu ga berjilbab, sekarang udah berjilbab, berarti mereka mulai menyadari akan kewajibannya.

    Jadi, perbandingannya di sini, antara yang berjilbab, sama yang ga berjilbab. Bukan antara yang jilbabnya pendek ketat, sedang2, n panjang. Aku juga ga bakal bilang cewe berjilbab lebih baik dari pada cewe ga berjilbab. Bukan hak aku nentuin mana yang lebih baik.

    Yup, cantik itu di hati, bukan di jilbab. Mungkin ada cewe berjilbab, tapi pakaiannya masih aja ketat membentuk tubuh banget. Padahal ada cewe ga berjilbab, tapi bajunya lebih sopan. Mungkin ada cewe berjilbab, shalat wajib masih suka bolong-bolong. Padahal ada cewe ga berjilbab, shalat wajib full, rajin pula tahajjud. Which one is better? Wallahualam, right? Yang jadi pertanyaan, kalo emang mereka yang ga berjilbab tadi ibadahnya bagus, pakaiannya lebih sopan, dan sebagainya; apa yang menghalangi mereka untuk berjilbab? Bukannya harusnya mereka itu sudah menyadari bahwa jilbab itu sebenarnya perintah dari Allah?

    Wallahualam… Maaf kalau ada salah ngomong…🙂

  18. evan Sunday, 29 March, 2009 at 13:42

    waduh
    mw komen,tapi ga mw nyampah
    mw komen,tapi g mw sotoy
    tapi
    tapi
    tapi

    yaudah
    ga jadi komen ah
    (teteup aja nyampah !-_-)

  19. egadioniputri Monday, 30 March, 2009 at 11:17

    Wew, Kaka..aku sama sekali nggak bermaksud nyontek topiknya lho..boro-boro dah, wong buka blog kamu aja baru ini lagi sejak sebelum UTS. Kok bisa kebetulan banget yak??? Wah wah, sehati keknya kita -P

  20. egadioniputri Monday, 30 March, 2009 at 11:22

    Hoo, ada moderation-nya ya? -D

    Udah bisa di-comment tuh postinganku.

    Mo nambahin aja, iya, aku setuju dengan judulnya. Memang mungkin bukan cantik dalam arti sebenarnya saja, tapi bener kata giaferdi di atas, ada aura lain yang terpancar🙂

    Wah, sayangnya kamu udah bilang kisahmu nggak menarik, padahal pengen nge-tag juga..haha

  21. reiSHA Monday, 30 March, 2009 at 11:28

    @evan: halah2… apa pula itu… kamu update blogmu gih…

    @egadioniputri: moderation buat yang pertama kali komen si, settingan defaultnya WordPress. Iya, tau2, ga nyontek, tapi emang kebetulan banget. U know, di hari setelah aku mem-post tulisan ini, aku juga terlibat sedikit perbincangan soal jilbab. Kebetulan banget kan? :p Kisahku bukannya ga menarik, tapi datar aja -__-

  22. ray rizaldy Wednesday, 1 April, 2009 at 00:32

    hahaha. daripada biru kotak2 mending merah sha. nambah ga penting. hahaha

  23. uchenk Sunday, 5 April, 2009 at 21:36

    wow,, nice post gan..

    btw, di ukm bnyk jilbaber yak, wah perlu mengembangkan saya ke ukm ni kyanya.. ohoho :p
    (just kiddo):mrgreen:

  24. uchenk Sunday, 5 April, 2009 at 21:38

    aduh typo -____-“”
    *saya = sayap

    jadi makin garing😦

  25. joel Friday, 10 April, 2009 at 00:40

    @uchenk : bwahahaha… chenk chenk…usaha yang bagus.

    *sori sha, nyampah disini..😀, tapi tulisannya bagus ko.. hehe..*

  26. Firman Ahmad Monday, 11 May, 2009 at 20:34

    Ternyata yang mengatakan bahwa perempuan terlihat lebih cantik setelah memakai jilbab tidak hanya aku, eh maksudku laki-laki (termasuk aku).

    Tentang dosen Kalkulus II-ku, Bu Hanni, yang merupakan dosen cantik yang pernah sekali menggantikan Pak Saladin di Kalkulus I, peserta kelas me-request dosen tersebut bukan hanya karena anak ITB mayoritas laki-laki, tetapi juga karena saat semester 1 mahasiswa Teknik Informatika digabung dengan mahasiswa Teknik Mesin. Jadi, jumlah laki-lakinya banyak, bahkan mungkin lebih banyak daripada persentase seluruh mahasiswa laki-laki di ITB. Dan ternyata pada semester 2 dosen itu mengajar mahasiswa Teknik Informatika. Tetapi yang mengajar di kelasku adalah istri Pak Saladin, yang juga pernah menggantikan Pak Saladin di Kalkulus I.

    Masih ingat aku? Aku teman sekelasmu saat semester 1.

  27. taufik Tuesday, 19 May, 2009 at 12:51

    msh awam ko komennya panjang..
    setuju bgt..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: