Carving Life with Letters

…menyampaikan pemikiran dan isi hati saat lidah tak mampu berkomunikasi…

UKM!! UKM!! UKM!!

Minggu yang menyenangkan buatku, dimulai dengan Seminar TA, ditutup dengan rangkaian acara Dies Natalis ke-34 UKM-ITB. Acara UKM yang bertajuk “Art, Edu-care, and Gathering Event UKM-ITB 2009” tersebut ternyata lebih populer dengan nama Dies 34, beda dengan Dies tahun lalu yang lebih populer dengan nama P3BM, hehe…

Postingan ini sebenarnya mirip dengan review yang kubuat setelah pagelaran UKM di tahun 2007 dan 2008 dengan format judul [Sabuga, <tanggal pagelaran>], hanya saja review kali ini bukan tentang pagelaran saja, jadi tidak bisa memakai judul dengan format yang sama (ga penting).

25 April 2009, Pagelaran “Basuluah Sumangaik, Maukia Maso”

Pagelaran dengan tema seperti tertulis di atas formatnya tidak jauh berbeda dengan pagelaran tahun-tahun sebelumnya, menampilkan sebuah teater yang diselingi dengan musik dan tari-tarian. Ada tujuh tari kali ini – Tari Galombang Pasambahan, Tari Kipeh Marawa, Tari Indang, Tari Tapuak Tingkah, Tari Rantak, Tari Ulu Ambek Manyibak Galanggang, dan Tari Piriang Manggaro – bisa dibilang banyak, dibanding pagelaran tahun-tahun sebelumnya yang setauku paling banyak enam tari.

Drama yang dibawakan berjudul “Sasa Baganti Harok”, mengisahkan kelakuan buruk seorang pemimpin nagari, yang berakhir dengan penyesalannya, namun di balik penyesalan itu ada harapan baru yang bisa disongsong.

Hal yang keren menurutku dan menurut sebagian besar penonton adalah musik kreasi UKM kali ini. Canon Pachelbel versi alat musik tradisional Minangkabau. Susah digambarkan. Pokoknya menurutku ini musik kreasi yang paling keren sepanjang pagelaran-pagelaran UKM yang pernah aku tonton. Luar biasa.

Penonton kali ini sepertinya lebih banyak dari tahun lalu. Tidak tahu juga persisnya berapa, minimal ada 1.300 penonton di sana. Semua kursi penuh. Tangga penuh. Yang berdiri juga banyak. Ya ampun…

Pagelaran UKM tentunya sukses lagi. Suskes ke luar, dan sukses juga di dalam (amin), soalnya setelah pagelaran ini kelihatan sekali aura kegembiraan dari semua panitia dan personil yang terlibat. Entah karena sekarang sudah ada Facebook, jadi semua rasa gembira itu bisa mereka ekspresikan di status masing-masing.🙂

Tahun ini, tentunya posisiku sebagai penonton lagi. Alhamdulillah bisa menikmati acara full dari awal hingga akhir. Kalau tahun lalu masih kepotong tanggung jawab di front office. Keren lah. Namun euforia yang ku rasakan tak seluar biasa tahun lalu. Mungkin karena tahun ini memang sudah waktunya aku berada di posisi penonton.

Seperti halnya tulisan Pak Rin, sesukses apapun suatu acara, kritik dan saran pasti ada. Pertama, sependapat dengan Pak Rin, durasi pagelaran ini terlalu lama. Dimulai jam 19.20, selesai jam 23.15. Hampir 4 jam ya? Padahal pagelaran tahun lalu selesai pukul 22.45. Untung saja hampir tidak ada bagian yang terasa membosankan. Namun tetap saja, sebagai penonton, cape juga. Adegan lawakan bagian pertama terlalu lama, dan itu sangat menguras tenaga penonton untuk tertawa. Sebaiknya tahun depan (kalau ada), masalah durasi ini sangat diperhatikan. Molor sejam kan dibanding target durasi panitia, begitu juga tahun lalu. Kalau begitu tahun depan targetkan durasi 2 jam saja, biar kalaupun molor jadinya 3 jam, hehe…

Tentang musik kreasi, karena memang mengangkat musik klasik, jadinya kurang terasa suasana baliak ka kampuang-nya, hehe… Pemusik UKM tentunya berbangga dengan pujian yang diterima. Boleh berbangga, akan tetapi itu tantangan buat kalian untuk menampilkan musik kreasi yang lebih keren lagi di tahun depan. Ga mau kan mendengar kalimat “lebih keren musik kreasi tahun lalu”, huehe…

Tentang tari, especially PiRo (maklum, pelatih, haha), keren lah formasinya, terutama bagian pas penari perempuan masuk lagi. Kostum penari tahun ini kesannya makin mewah saja dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pengen, huhu :p

Kalau Pak Rin menilai tarinya terlalu dikreasikan sehingga kurang terasa suasana Minangnya, menurutku yang mengurangi adalah suasana di dramanya. Cerita drama mengambil setting tahun 1934, namun pakaian para pemain drama terkesan sangat mewah untuk tahun segitu. Model pakaian mereka dikreasikan sedemikian rupa, plus warnanya yang mengkilat. Bukannya orang Minang dulu kesehariannya pakai baju kuruang atau baju guntiang cino saja ya? Kalau kostum penari yang dibuat seperti itu, mungkin tarinya jadi berasa kurang wah. Kalau pemain drama? Harusnya jadi sesuai dengan latar cerita kan? Coba perhatikan kostum drama Dies 31 deh. Cerita drama juga kurang menggigit, klimaksnya kurang terasa. Masukan ya buat pagelaran tahun depan, hoho…

Tentang penonton yang membludak. Ya ampun. Aku yakin tahun depan juga lebih membludak lagi. Mungkin satu Sabuga bisa terisi, hihi… Namun kalau UKM ingin mengadakan pagelaran di satu Sabuga, harus dipikir masak-masak lho. Pikirkan berapa sumber daya UKM yang akan terlibat, karena ga lucu kan di panggung yang sangat besar yang nari cuma 8 atau 12 orang dan yang berdialog di drama cuma 2 orang? Bandingkan dengan Opera Ganesha yang panggungnya dipenuhi ratusan penari, huehe…

Ah, beda ya review yang dibuat saat jadi swasta sama saat masih terlibat di acara. Isinya kebanyakan kritik, hehe… Bukan apa-apa, aku hanya ingin pagelaran UKM makin keren dari tahun ke tahun.

Overall, aku senang dengan karya yang telah adik-adikku (ceile) hasilkan. Aku senang melihat kalian semua kompak setelah acara. Awalnya adu rame-ramean tiap angkatan 2006-2007-2008, tapi setelah itu kalian berkumpul bersama. Euforia yang kalian rasakan (kangen masa-masa latihan, kangen suasana pagelaran, kangen penonton yang membludak dan berhasil terhibur) sama kok dengan euforia yang dirasakan sama orang-orang terdahulu, tapi jangan terlalu berlarut di dalam euforia, jangan sampai lupa kembali ke dunia nyata. Hehe… Karena di Dies UKM itu tidak cuma latihan, lalu kalian tampil dengan sukses di ribuan penonton. Perjuangan di baliknya berat. Bagaimana mengonsep acara agar lebih baik lagi, bagaimana menarik sebanyak mungkin orang terlibat di acara dan kepanitiaan, bagaimana mencari dana ratusan juta, dan sebagainya.

dies34
Akhir Acara Pagelaran “Basuluah Sumangaik Maukia Maso”
Foto diambil dari Facebok, regards to Nado. Usulan dari Nur nih suruh nambahin foto…

26 April 2009, UKM in Harmony

Ini acara baru dalam rangkaian Dies UKM kali ini. Semacam acara keakraban buat seluruh anggota UKM beserta alumni. Acara ini diadakan di Sabuga lantai 4. Awalnya aku merasa agak-agak gimana gitu di acara ini, gara-gara posisi yang rada ga jelas. Alumni bukan, anggota aktif (2006-2008) bukan, hehe… Ditambah pula pas awal masuk sudah diguyoni “Lho lho, ini kan bukan alumni”. Tenang adik-adik, ga lama lagi aku akan jadi alumni, haha…

Acara UKM ini Harmony ini diisi dengan opening, makan siang, syukuran wisuda buat UKM’ers yang wisuda April 2009, nari bareng, dan tiup lilin. Ada bagian yang membosankan, tapi juga ada bagian yang menarik.

Bagian yang menarik bagiku adalah saat MC mendatangi satu persatu alumni angkatan 70an dan 80an, lalu mereka sedikit sharing tentang UKM dulu seperti apa. Menarik mendengar cerita mereka. Ada pasangan suami istri penari dan pemusik UKM dulu (soal “keluarga UKM” ini mah banyak banget di UKM :p). Ada sutradara teater Anggun Nan Tongga  UKM tahun 1989, yang ternyata perempuan (jarang-jarang kan?). Ada alumni yang seangkatan dengan para pendiri UKM, bercerita bagaimana beratnya perjuangan agar UKM tetap eksis di awal berdirinya. Ada juga beberapa penari yang tahun 1992 tampil di Beijing. Tak menyangka Bu Cia (dosen IF) itu salah satu penarinya. Wow kk wow.

Bagian yang menarik berikutnya saat nari Arak-Arakan bersama. Aku pribadi sih karena kangen banget nari. Cape banget nari setelah sekian lama ga nari. Dan bagian yang ga disangka-sangka adalah, beberapa uda dan uni angkatan 80an tersebut menampilkan Tari Rantak, tari yang mereka bawakan di Beijing waktu itu, bareng dengan anggota UKM yang bisa nari Rantak. Wow kk wow. Kesempatan langka bisa liat Bu Cia nari. Pengen ikut nari bareng mereka, apa daya awak tak bisa nari Rantak dengan baik. Ternyata ada tambahan Tari Piring, huaaa… Bisa ikut deh nari bareng mereka.

Luar biasa mereka masih bisa nari tanpa ada lupa gerakan dari awal hingga akhir. Begitu juga uda angkatan 80an yang main musik. Atau ada latihan dulu kah uda-uda dan uni-uni? Hehe… Aku pribadi aja rasanya lupa-lupa ingat dengan tari yang pernah kupelajari, hehe… Keren lah. Salut. Dan jarang-jarang denger Bu Cia dipanggil Ni Cia, wkwk…

rantak-by-super-senior-ukm
Alumni Senior Nari Rantak Bersama di acara UKM in Harmony

Keren lah UKM. Acara Dies-nya pasti selalu ada kesan tersendiri. Walaupun sekarang cuma bisa jadi pengamat, tapi melihat adik-adik berjuang menghasilkan karya terbaiknya sudah menjadi kepuasan tersendiri bagiku. Teruslah berkarya lebih baik lagi, untuk UKM yang makin lebih baik lagi. UKM!! UKM!! UKM!!

Oya sedikit pesan dari para BM Rangers, 9-10 Mei nanti RUA ya. Jadi buat BP dan Panitia Dies, bisa dicicil membuat LPJ dari sekarang. Huahaha… (merusak flow aja, haha)

29 responses to “UKM!! UKM!! UKM!!

  1. Bujang Juki Tuesday, 28 April, 2009 at 10:09

    tenkyu ni sha..
    kcewa bna yo smo acara patang…..
    baa koq sabanta bna..
    T_T?
    hehhee

    • reiSHA Tuesday, 28 April, 2009 at 10:33

      Wess, ado Bujang Juki mah… Bujang Gambuik ma nyo?

      • Buyuang Gambuik Monday, 4 May, 2009 at 10:47

        halo nii..manga sabuik2 namo wak??mengganggu istirahatku saja (jin iprit mode_on)..hehehe

  2. Catra Tuesday, 28 April, 2009 at 10:26

    Semoga aja Lustrum lebih baik lagi ini, terutama di bidang durasi, yang keliahtannya terlalu lama. Biar durasinya pendek tapi itu bisa menggugah emosi penonton jadi lebih penasaran lagi, dan datang lagi tahun depan!! hehehe

    Tapi besok siapa lagi nih pelatihnya? Master Tari 05 dah bakalan wisuda nih (Kan udah seminar) … hehehe😆

    • reiSHA Tuesday, 28 April, 2009 at 10:34

      Semoga bisa datang tahun depan, hehe… Master? Ah, si Catra ini lebai sekali… Tapi sip kan? Lah tatulih reviewnyo…

  3. Reni Tuesday, 28 April, 2009 at 10:33

    Selamat yo untuk panitia pagelaran..
    salut bana🙂
    agak sadiah juo, kami dari jakarta ko tibo di situ jam 7.15.. eeeh tiket lah habis .. ndak bisa masuak lai.😀, itu bukti bahwa pagelaran UKM ko memang banyak lah peminatnyo.. moga makin sukses lah dari tahu ke tahun…

    -Reni
    *cuma pernah di UKM tahun 99-2000

    • reiSHA Tuesday, 28 April, 2009 at 12:14

      Uniii… Bak kato Difa di milis, sabananyo alumni ndak paralu bali tiket untuak masuak do. Jadi kalau ada pagelaran UKM lagi, masuk di pintu buat alumni ya Uni, hehe…

  4. yudi dhabur Tuesday, 28 April, 2009 at 11:59

    berhubung lah d agiah tau caro ny,,
    yudi isi disiko yo..
    hahaha

    untuk durasi emang bablas ptg ni reisha,,
    garing kan emang susah utk d-pas-kan waktu ny..

    makasih juga buat masukan d tahun brkutny,
    utk crita drama dan kostum ny..

    oiyo,,
    klau lah jd alumni,,
    amiiiiinn,
    msh dharapkan bntuan dr ni reisha..
    hahahaha

    • reiSHA Tuesday, 28 April, 2009 at 12:17

      Hoho… Dicatat yo masukannyo. Tampak-tampaknyo Yudi kan bakal jadi tim materi Lustrum, haha…

      Alumni? Bantuan? Bantuan apo ko Yudi? Bantu-bantu melatih mungkin bisa Yudi, tapi itu pun kalau masih di Bandung, hihi…

  5. Ooze Tuesday, 28 April, 2009 at 12:23

    YOOOOOOOW….

    waaaaaa…..
    ada Bu Cia nariiii… pasti OK tuh (^_^)

    tapi keknya itu latihan dulu deh sebelumnya (^_^)
    ho ho ho….
    ** coba konfirmasi tuh sha (^_^) **
    soalnya dikau aja lupa2, apalagi yang udah lama (^_^)
    ** tapi sapa tau emang beneran inget, kan mastah (^_^)

    yang pasti sedih ga bisa ngeliat acaranya di Sabuga (>_<)

    • reiSHA Wednesday, 29 April, 2009 at 14:51

      Emang rugi ga nonton pagelarannya Van, hihi…

  6. dendi Tuesday, 28 April, 2009 at 14:05

    manstap…manstap… makin kreatif se mah sha…😀
    bisa dijadian LPM sprt permintaan Bu Rina, tapi foto2nyo kurang banyak…😉

    oiyo…sekedar brainstorming… akankah DIES EMAS UKM yg tampil adalah kolaborasi alumni-anggota???😛
    kalo perlu tampilnyo di JHCC-Senayan atau Balai Sarbini-Semanggi atau yaaa 1 Penuh SABUGA.

    UKM!!! UKM!!! UKM!!!

    Salam,
    d’dendi

  7. incekrajo Tuesday, 28 April, 2009 at 14:24

    semoga ukm semakin baik dari masa ke masa….

  8. evan Tuesday, 28 April, 2009 at 15:56

    will be next in my post…

    Behind the Scene Dies 34 UKM ITB “Art,Educare and Gathering Event” 2009

    ^^

    • reiSHA Wednesday, 29 April, 2009 at 14:52

      Ditunggu postingannya Van… Jadi versi Danus Alumni UKM terbaik hingga saat ini nih?😉

  9. isFa Tuesday, 28 April, 2009 at 18:01

    yo rancak bajunyo, ni??
    hohoho…
    aku pikir norak lho awalnya…
    ternyata, bagus juga….
    hehehehe…

  10. Albaz Tuesday, 28 April, 2009 at 20:37

    Met lamet ya buat UKM…

    Rancak banna acaranya kemaren…

    tapi tetep, ada yang ga ngerti..

    pokoknya kalo yang laen ketawa, ikutan ketawa aja…😀

  11. incekrajo Wednesday, 29 April, 2009 at 09:46

    postingan aku di komen jg ya ni…

  12. ray rizaldy Wednesday, 29 April, 2009 at 16:11

    gubrak, ngebayangin panitianya langsung tersedak pas baca sampe kalimat terakhir sha. hehehe

  13. Hildha Thursday, 30 April, 2009 at 11:17

    Nyesel ndak bisa ikuik keseluruhan acara UKM in Harmony soalnya harus baliak capek .. Padahal pakai acara nari bareng juga ahhh pengen ikuik

  14. harrywardana Thursday, 30 April, 2009 at 19:25

    salam kenal uni reisha

    wah, bnr-bnr bagus penampilan kemarin..
    tari tapuak tingkahnya mantap sekali

    sempat kecewa gk ada randai, tapi setelah liat tapuak tingkah sy langsung terpesona..
    karena sebelumnya cuma bisa liat di video
    keren lah pkknya..

    tapi……. kenapa crew-nya harus merusak kesakralan piriang manggaro.. T_T
    jujur langsung emosi tuh sy, arghhhhhhhhhh

    overall, two thumbs up!
    salut buat ukm itb! sukses selalu! junjuang nagari!

    (oia ni, kunjung review lengkap saya juga ya, hehe)

  15. Pingback: Sabuga, 25 April 2009 « Catatan Rangmudo

  16. dwinanto Friday, 1 May, 2009 at 14:01

    Walah2,.
    Si Ibu ikutan menari ya,.
    Coba ada dokumentasi close-up-nya,.😀

  17. Ade Friday, 1 May, 2009 at 20:59

    Yay.. senengya.. kapan ya saya bisa ikutan nari juga *daydreaming*

  18. vizon Sunday, 3 May, 2009 at 16:54

    salut deh buat mahasiswa minang itb dg pagelaran ini…
    semoga di tahun2 berikutnya jauh lebih sukses ya… jadi kepengen nonton…🙂

    salam kenal

  19. raizamn Wednesday, 6 May, 2009 at 04:13

    Waah di foto itu ada Bu Cia nari? Apakah yang di tengah itu Bu Cia? Kabarnya memang penari legendaris😀

    • reiSHA Saturday, 16 May, 2009 at 17:25

      Iya, Bu Cia ituu…🙂

  20. Anton Saturday, 9 May, 2009 at 13:33

    awak ndak kebagian tiket, uni. tahun depan banyakin tiketnya, ya…

  21. diBond Wednesday, 13 May, 2009 at 15:35

    Sy tau klo bu Cia dulu penari, tapi baru ngeh kalo bu Cia juga org Minang???

    Eniwei, sy ntn lg sha dies taun ini. Dan spt biasa sy kebanyakan celingak-celinguk krn gak ngerti percakapannya. Dan sedikit kecewa jg krn wkt terakhir tari piringnya gada injek2 lg kek taun lalu. Pdahal sengaja ntn lg krn mw liat adegan debus itu. Huhuw…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: