Carving Life with Letters

…menyampaikan pemikiran dan isi hati saat lidah tak mampu berkomunikasi…

Alay-ism dan Lebay-ism

Beberapa waktu yang lalu aku melihat-lihat status orang-orang di facebook dan menemukan status seperti ini:

alay

Jarang-jarang aku mau membaca status ala alay seperti itu. Tapi kali ini aku malah menemukan judul yang menarik untuk status si orang tersebut: “Orang Alay dan Status Lebay”. Haha…

Alay-ism

Apakah ‘alay’ itu? Aku juga kurang tahu detailnya, tapi konon kabarnya, salah satu ciri para alay adalah menggunakan cari penulisan yang sungguh sangat membuat sakit mata seperti di atas. Bisa ditemukan di situs jejaring sosial orang bersangkutan dan sebagainya. Kalau kata suatu artikel di blog, ciri alay itu seperti ini.

Yang bersangkutan mungkin merasa cara penulisan seperti itu membuat dirinya merasa gaul, keren, atau apalah. Aku dulu juga pernah pakai huruf kecil-gedhe seenak-e dhewe seperti itu, tapi yang jelas bukan untuk kalimat yang cukup panjang. Apa enaknya baca tulisan seperti itu?

Saat membaca status di atas, aku jadi sedikit beranalisis (halah). Sebelumnya aku pikir di dalam alay-ism itu ada konsistensi. Maksudku, untuk menuliskan kata ‘aku’ misalnya dia pakai format ‘aQ’ dan akan selalu seperti itu. Tapi setelah aku perhatikan lagi, ternyata benar-benar seenak udel ya. Tidak ada konsistensi format. Hoho.

Pada contoh di atas:

  • ‘andai’ ditulis dengan format ‘AnDAi’, ‘AndAI’, ‘AnDai’, dan ‘AndaI’
  • ‘ketemu’ ditulis dengan format ‘kTM’ dan ‘ktM’
  • ‘cintaku’ ditulis dengan format ‘ciNTaQ’ dan ‘cinTAQ’

Ckckck… Kadang aku suka kesal sendiri melihat tulisan seperti itu. Huff. Sampai dulu pernah berpikir, adakah algoritma yang bisa mendeteksi tulisan alay, sekalian kalau bisa mengubahnya ke format tulisan biasa? Kalau ada, siapa tahu facebook mau memakainya supaya alay-ism ini tidak makin merajalela. Hehe.

Lebay-ism

‘lebay’ sederhananya berarti berlebihan. Merujuk pada status di atas, jika tadi aku menyorot sisi alay-nya dari sudut pandang sintaks, maka kali ini aku menyorot sisi lebay-nya dari sudut pandang semantiks. Wah, terlalu ribet ya istilahnya? Hehe. Intinya yang aku bilang lebay adalah arti atau isi dari statusnya. Lebay-nya soal cinta pula.

Anda yang membaca status seperti itu, pertama kali terpikir status itu ditujukan untuk siapa? Aku tidak yakin Anda berpikir kalimat status itu ditujukan kepada Allah (yang sesungguhnya paling berhak menerima rasa cinta tertinggi dari makhluknya). Untuk Nabi dan Rasul? Tidak mungkin lah. Nabi dan Rasul sudah meninggal, tidak mungkin si orang itu akan bertemu. Untuk orang tua atau keluarga? Ah, tidak mungkin juga. Ke suami atau istrinya juga bukan lha orangnya belum menikah. Kemungkinan untuk cewe atau cowonya kan ya.

Makanya aku bilang lebay. Segitunya ya. Oke lah si yang bersangkutan merasa cintanya itu cinta abadi atau cinta sejati. Tapi apakah kalimat seperti itu wajar? Ckckck…

Huff… Ya ampyun. Cuma bisa geleng-geleng. Geleng-geleng sama aku yang kesal sendiri dengan alay-ism dan lebay-ism di kasus ini (padahal orang lain belum tentu punya perasaan yang sama denganku, hehe). Geleng-geleng juga sama aku yang kok bisa-bisanya post tulisan ini. Hehehe…

30 responses to “Alay-ism dan Lebay-ism

  1. Ahmad Fajar Firdaus Monday, 27 July, 2009 at 14:28

    baru tau ada istilah alay-ism..
    biasanya sih perempuan yang pake tulisan gede kecil ga karuan..
    hasil analisis saya sih : pasti itu status dari FB nya perempuan… [jangan-jangan itu status FB nya sang empunya wordpress ini? ] ~ tangan di dagu sambil mikir.. coba dicek ah..status FBnya..

  2. petra Monday, 27 July, 2009 at 15:54

    biasa lah😛
    sedang mencari jati diri dan eksistensi🙂

  3. ikhwanalim Monday, 27 July, 2009 at 16:03

    orang-orang alay dan lebay mang semakin menemukan tempatnya dengan adanya ICT. sok mangga dibaca :

    http://ikhwanalim.wordpress.com/2009/07/08/sedikit-pengetahuan-saya-tentang-ict/

  4. anis Monday, 27 July, 2009 at 20:12

    karena alay kah makanya nulis nama jadi reiSha?

  5. petra Monday, 27 July, 2009 at 21:36

    ^ statement di atas membuat gw berpikiran bahwa reiSHA sebenernya alay2 juga😛

  6. Dhimas L N ---- (^-^)v Tuesday, 28 July, 2009 at 01:39

    biasanya yang make status gitu orang yang masih belajar bahasa Indonesia. pengen ada pelarian
    *sotoy gw

  7. Ibnu Sina Wardy Tuesday, 28 July, 2009 at 13:33

    @aniska: Kalo kang febrian, alay ga?

  8. uchenk Tuesday, 28 July, 2009 at 14:13

    ahahaii..😆
    kirain awalnya itu untuk penekanan nada gitu, jadi misalnya kata berbudi ditulis berBUDI itu untuk menekankan kata “budi”-nya..
    tapi makin lama, kaenya emang makin absurd..

    tapi ga papalaa ada yg bgitu, penyeimbang dunia..
    ada yg alay, ada juga yg tak alay..
    kirain alay tu anak layangan, karena rambutnya oren2 kea keseringan maen layangan..

    tp aku sepertinya termasuk golongan alay.. ahaha😆

  9. reiSHA Tuesday, 28 July, 2009 at 14:32

    @anis, petra, uchenk: soal penulisan namaku di blog ini sudah dibahas di https://reisha.wordpress.com/2007/04/23/my-name-is/ ntah alay atau ndak, yang jelas aku ada alasan untuk memakai penulisan seperti itu. udah jadi ciri khas dari jaman blog ini dibuat, males ganti lagi. kalau pada memperhatikan, aku udah menghilangkan unsur-unsur alay dari kategori postingan blog ini.

  10. uchenk Tuesday, 28 July, 2009 at 18:22

    lah kok aku jugaa..😦
    aden indak terlibat do nii..
    baa uni ko maa..

  11. reiSHA Tuesday, 28 July, 2009 at 18:50

    @uchenk: Haha… Kirain kamu juga mengomentari penulisan ‘reiSHA’. Abisnya ngasih contohnya ‘berBUDI’. Aku ga nyalahin, justru kamu bener, ‘SHA’-nya itu penekanan. Tapi ternyata kamu mengomentari yang alay ya? Haha… Maaf2… Harusnya tadi ngasih contohnya misalnya ‘uCheNk peRgI kE pAsaR’😀

  12. Ella Thursday, 30 July, 2009 at 00:30

    Kalo menurut gw, algoritma buat bikin tulisan alay itu random(shift) + huruf yang disingkat. Karena pake random, ya ga ada konsistensi. Beda sama reiSHA yang tentunya ga akan ditulis REisha:mrgreen:

  13. Obbie Friday, 31 July, 2009 at 00:59

    wah mirip dengan postingannya tito
    eniwei, kalo anak IF alaynya bisa agak beda. Misal: status dienkripsi😀

  14. rinaldimunir Saturday, 1 August, 2009 at 15:53

    Reisha, saya baru tahu arti kata “lebay”, bahasa anak muda rupanya (sering saya baca di blog2 mahasiswa), maklum saya sudah tidak muda lagi🙂. Dulu saya kira lebay itu = lebai dalam bahasa Minang, yaitu orang yang menikahkan pengantin atau orang yang kerjanya mengurus mesjid.

  15. reiSHA Sunday, 2 August, 2009 at 09:55

    @Ella: Iya, emang random banget, hehe… Makanya, hampir tidak mungkin ada algoritma pendeteksinya kan? :p

    @Obbie: Wiii… Ya deh yang alay md5 :p

    @Pak Rin: Hehe… Berarti kebalik sama saya Pak. Saya justru ga tau istilah lebai dalam bahasa Minang sebelumnya, hehehe…

  16. montercplus Tuesday, 4 August, 2009 at 08:34

    assa.
    hmm.. harusnya di web juga ada fitur all upcase ato downcase yak, biar gak ada lg alay2an. trus harus ada filter buat kata2 yg lebay, wah susah jg definisi kata lebay kyk apa haghag
    wass.

  17. ume Wednesday, 5 August, 2009 at 22:22

    biarkan saja sha,, alay juga mau hidup.. hahahaha yang aku heran km malah sempet2nya bikin postingan beginian :))

  18. Rizza Marwan Sunday, 9 August, 2009 at 20:47

    Klo menurut gue sih, alay itu diambil dari kata “malay” yang ditujukan untuk band2 bernada malay seperti kangen band, st12 dll..
    Banyak cowo yg bergaya emo dan ternyata jiwa musik yang sebenarnya itu adalah alay..

  19. Alex Saturday, 15 August, 2009 at 10:08

    biasanya abege tuh

  20. febrian Sunday, 16 August, 2009 at 13:37

    algoritmanya gampang kok : strtolower()

  21. reiSHA Monday, 17 August, 2009 at 11:25

    @febrian: Ga segampang itu juga kak. Buat singkatan kan ga semuanya jadi huruf kecil, contohnya RI untuk Republik Indonesia. Terus ada juga singkatan yang ngegabungin huruf besar sama huruf kecil, contohnya PPKn😀

  22. Zakka Tuesday, 18 August, 2009 at 19:40

    Gak suka pake istilah Lebay, lebih asikan pake istilah BX😀

  23. diBond Saturday, 22 August, 2009 at 20:12

    iiihhh sy tertohok reisha disinggung2 masalah SHA-nya. soalnya selama ini sy nulis dibond juga dengan B besar: diBond. huehehehehe.

  24. angin165 Tuesday, 25 August, 2009 at 19:14

    setuju mbak sama tulisannya si mbak..
    kalo pakai kibor sih masih mending buat saya, tinggal jari yg kecil tangan kiri mainin Shift aja (secara random tentu saja), tapi coba bayangin kalo status itu (bahkan sms) ditulis pake multitap hape.. ga ngerti kok pada bisa..

  25. Yanuar Tuesday, 29 September, 2009 at 01:39

    Wah, biasanya ABG tuh..
    GaJe, bikin mata rusak mbaca tulisan kyk gtu ..

  26. Sutan Rajo di Langik Tuesday, 29 September, 2009 at 05:47

    Sudah lama tidak main2 ke blog tetangga…
    @pak rin: itu bukannya Labay pak? Klw di daerah saya (Kapau) sih manggilnya Labay, bukan lebay.
    As I know, alay sebenarnya dari kata Anak Layangan, merujuk kepada mode rambut yang merah2 gimana gitu, soalnya kebakar matahari. Dan akhirnya ntah kenapa jadi merujuk ke sebuah pengungkapan kepada orang-orang yang norak abis, baik cara berpakaian ampe ara ngomong/mnulis.
    Pernah nyoba iseng2 nulis Alay Style, tapi capek sendiri…

    Oh iya, karena kita baru saja meninggalkan Ramadhan, Met BelLebayan ya..
    m0H0n Mu2ph l4H1r b4Th1N

  27. maudy arina ivanda jaya Monday, 5 October, 2009 at 15:42

    bukan nyinggung tapi, emang bnyk skrg yg gayanya begitu,,

  28. somantry Saturday, 2 January, 2010 at 15:19

    ini teh bahasa apa ya????mudeng aku ……………..

  29. pS Wednesday, 13 January, 2010 at 06:04

    NiCe…
    thanks buat tulisannya…

  30. Afik Hits Friday, 16 April, 2010 at 22:45

    ??? XD9 tD7D UDXDWDU IP IUI93q uDSI7n+ nD7DX

    KALAU TULISAN BEGINI DINAMAKAN ALAY GAK ???
    mungkin monitornya di balik dulu ya…!?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: