Wawancara Beasiswa Monbukagakusho 2010

Tulisan sebelumnya… (prev: tes tertulis)

Nah, ini lanjutan tulisan sebelumnya tentang pengalaman saya hingga akhirnya mendapatkan beasiswa MEXT. Kali ini cerita tentang wawancaranya. Wawancara dilaksanakan secara marathon selama sekitar 2 minggu untuk sekitar 100 pelamar. Jadwalnya berupa sesi-sesi, dan dalam tiap sesi ada 5 orang yang akan diwawancara.

Jadwal wawancara saya 17 Juli 2009, hari di mana ada bom meledak di Hotel JW Mariott dan Ritz Carlton yang membuat MU tidak jadi ke Indonesia. Ckckck. Sempat pagi itu salah satu bapak-bapak yang akan mewawancara bertanya pada kami, ‘ada yang lewat Kuningan tadi pagi?’. Yang juga akan wawancara pagi itu ada Mbak Irma, Mbak Pradanti, Rizki, dan Mas Ino. Yang saya kenal cuma Mas Ino, kakaknya si Presiden KM-ITB. (belakangan saya ketahui lima-limanya mendapatkan beasiswa ini, yatta :D)

Oia, jika Anda bertanya tips buat wawancara beasiswa ini, mungkin saya hanya bisa kasih tips, berpakaianlah yang rapi, minimal kemeja (saya pakai kemeja waktu itu, bela-belain beli kemeja baru karena ga pede pakai kemeja yang sudah ada :P). Bersepatu. Tenang. Bersikap apa adanya saat wawancara, tidak usah jadi orang yang sok tahu kalau memang Anda tidak tahu harus menjawab apa. Saya ingat kata seorang teman, menurutnya, dalam wawancara apapun, pewawancara bukanlah ingin melihat seberapa hebatnya Anda, sekeren apakah riset Anda, sejago apakah bahasa Inggris Anda, tapi ingin melihat Anda itu orangnya seperti apa. Ya, saya ingat pendapat ini selalu supaya saya bisa tenang.

Saya orangnya grogian untuk berbicara di depan umum ataupun dalam wawancara. Pewawancaranya 5 orang (3 orang Jepang, 2 orang Indonesia), menggunakan bahasa Inggris atau Jepang. Harapan saya satu-satunya tentunya bahasa Inggris, mana bahasa Inggris saya sangat kacau pula 😦 Ini kali pertamanya saya wawancara resmi, pakai bahasa Inggris pula. Ah, jantung ini dag dig dug tidak karuan…

Yang ditanyakan apa saja? Yang pasti Anda pasti ditanyai seputar riset Anda dan alasan kenapa memilih Jepang. Lainnya, tiap orang akan berbeda-beda. Toh wawancara tidak akan ada yang persis sama kan? Tidak seperti tes tertulis πŸ™‚

Pertanyaan-Pertanyaan untuk Saya

Dari 5 orang tersebut, saya dapat urutan keempat. Tiap ada yang keluar dari ruangan wawancara, kami pasti saling nanya, “ditanyain apa aja?”. Argh. Deg degan. Akhirnya nama saya dipanggil. Sebelum masuk, lagi-lagi saya berdoa, β€˜ya Allah, jika memang ada jalan buat saya ke Jepang, maka mudahkanlah’. (gym)

Ruangan wawancara adalah ruangan yang sama yang dipakai untuk tes tertulis. Besar sekali, mungkin sekitar 10m x 10m. Makin deg degan saja. Saya berusaha setenang mungkin. OK, pewawancaranya semuanya bapak-bapak. Salah satu orang Jepang bahasa Inggrisnya tidak terlalu jelas. Ya sudah, hajar saja, bahasa Inggris saya juga tidak jelas. πŸ˜€

Pertama kali, standar lah, disuruh memperkenalkan diri. Saya sudah siapkan bahan perkenalan saya, eh pas di ruangan malah lupa. Saya hanya menyebutkan nama dan latar belakang pendidikan saya. Sampai-sampai si bapak bilang “udah, segitu saja?” (doh) (in English tentunya). Si bapak yang lain, mengetahui saya dari ITB, langsung nanya “ikut UKJ?”. “Wah nggak Pak”. “Oh, ikut UKM ya?”. “Iya Pak”. Ahahay, senang juga UKM dikenal πŸ˜›

Berikutnya saya disuruh menjelaskan topik riset saya. Jadilah saya nyerocos soal topik riset saya, yang kebanyakan hapalan dari proposal yang saya tulis saja πŸ˜› Bapak-bapak itu kayanya ga terlalu mengerti soal riset saya. Seringkali beberapa dari mereka mengerutkan kening. Jadi kuatir.

Sebentar banget saya ditanya soal riset saya, sama-sama bingung kali ya πŸ˜› Wajar kalau bapak-bapak itu tidak mengerti karena di luar bidang keahliannya (kabarnya yang orang Indonesia itu dosen Fisika ITB). Saya saja juga tidak mengerti πŸ˜†

Selanjutnya pertanyaan umum. Apa yang akan saya lakukan seusai pendidikan di Jepang. Apakah saya pernah keluar negeri. Apakah saya juga apply beasiswa lain. Bagaimana pendapat saya, permasalahan apa di Indonesia yang sangat penting untuk diselesaikan. Apakah saya sudah kontak dengan profesor di Jepang.

Nah, berikutnya pertanyaan yang tidak pernah saya sangka sebelumnya. Saya sudah Googling sebelumnya, dan cerita beberapa orang, ada yang ditanya tentang politik. Saya sudah menyiapkan jawaban kalau-kalau saya dimintai pendapat soal PilPres. Ternyata eh ternyata, si bapak orang Jepang nanya tentang Minangkabau! (doh). Beliau melihat tempat lahir saya, Bukittinggi (senang juga Bukittinggi dikenal sama orang Jepang :D)

Saya ditanyai, “Kalau di Minangkabau, kan katanya kedudukan perempuan lebih tinggi dari laki-laki. Nah, dalam rumah tangga apakah kedudukan istri lebih tinggi dari suami?” Argh (doh). Saya sampai bingung menjawabnya. Menjelaskan dalam bahasa Indonesia saja susah, apalagi dalam bahasa Inggris. Saya cuma bisa bilang, intinya, istri tidak lebih tinggi dari suami. Huhu. Saya sampai garuk-garuk kepala saking bingungnya. Si bapak akhirnya bilang “it’s OK, it’s OK”.

Si bapak orang Indonesia juga ikutan nanya. “Orang Minang dan Jepang kan sama-sama berpegang teguh sama adat/culture-nya. Apakah ada perbedaan karakter orang Minang dengan orang Jepang? Atau sama?”. Haiyah. Waduh bapak, mana tau saya orang Jepang seperti apa. Saya bilang saja saya tidak tahu. Ah, tidak teringat sedikitpun waktu itu buat menjawab dengan sedikit lebih elegan. Saya cuma bilang, I don’t know. Kerenan dikit kek dengan bilang “Saat ini saya tidak tahu jawabannya Pak. Mungkin kalau saya sudah di Jepang nantinya saya bsa menjawab pertanyaan tersebut.” (doh)

Mengetahui saya anak UKM, saya ditanya lagi, kira-kira apa yang bisa saya lakukan nanti di Jepang terkait latar belakang budaya saya sebagai orang Minangkabau. Hmm… Bingung juga. Saya jawab saja, saya bisa nari, mungkin nanti di sana saya bisa mengajarkan tarian tradisional Minangkabau. πŸ˜›

Apa lagi ya? Oh iya, melihat saya pakai jilbab, si bapak bilang “Anda kan muslim yang taat. Strict mungkin. Di Jepang, paling makanan halal yang bisa Anda temui hanya ikan dan sayuran. Gimana?”. Yah, saya jawab saja, saya bisa masak sendiri. Lagi pula saya juga lebih suka ikan dibanding ayam atau daging. Hohohoho.

Saya juga ditanyai apakah saya sudah belajar bahasa Jepang. Kebetulan waktu itu saya sudah mulai belajar bahasa Jepang. Sedang les tepatnya. Lalu saya diminta untuk berbicara dalam bahasa Jepang. Yang saya bisa hanyalah memperkenalkan diri. Akhirnya saya memperkenalkan diri saja sedikit, kebetulan di pertemuan les sebelumnya juga disuruh memperkenalkan diri, hihi. “Watashi wa Reisha desu. Watashi wa gakusei desu. Bukittinggi kara kimashita. Ima Bandung ni sundeimasu. Dozo yoroshiku onegaishimasu.” Segitu aja. Hihihi. Si bapak malah tepuk tangan dan bilang “sugoooi”. Ckckck.

Apalagi ya? Itu aja deh kayanya yang saya ingat. Pertanyaan soal Minangkabau tidak akan saya lupakan. Yang lain dibantai soal risetnya, saya malah ditanyai soal Minangkabau. Hehe. Dari 5 orang tadi, kayanya wawancara saya yang paling sebentar. Bingung saya. Tapi ya sudahlah ya. Pokoknya semua ujian sudah beres. Saya tinggal tunggu hasilnya, sembari berdoa, semoga saya diberikan hasil yang terbaik. πŸ™‚

Bersambung… (next: after primary screening)

Advertisements

59 thoughts on “Wawancara Beasiswa Monbukagakusho 2010

    1. Ga donk 😎

      Tapi ada yang ditanyain kaya gitu. Kan ybs lebih tua dari saya. Cewe. Trus ke sana rencana mau ambil S3. Trus ditanyain, “kamu kan sekarang umurnya sudah sekian, S3 kan sekitar sekian tahun, trus kamu rencana nikahnya kapan?” (woot)

  1. komen lagi.. hehe.. πŸ˜€

    ngabayangin pas bapaknya bilang “sugoooi”, kayanya lucu, hehe.. (thinking)

    eh tp bener sih sha, ntr di sana nari minang aja, pertukaran budaya, hehe.. πŸ˜€

    oke, ditunggu post selanjutnya.. πŸ˜‰

  2. ckckck….santiang bana adiak surang ko! i like u’r posting. btw apply via kedubes apa sama dg jalur g to g? salam kenal yah ^_^….(hmm….sma iv angkek?? pernah ikt learning party dari smart wkt itu??)

  3. klo ga salah g 2 g u pns? berarti bisa jg u umum ya…,suami uni InsyaAllah apply u 2011, tapi apa bisa ambil jurusan yg serumpun ya? soalna jurusan yg sama persis dg s2 nya belum ketemu,situs univ dsana byk pisan euy…pegel jg nyari satu2.bliau s2 multimedia tech ITB (STEI).
    hmm…dulu kala tahun 2004 ada pelatihan u adik2 sma sha…namanya learning party, belajar cara belajar dg metode q.learning,yg ngadain team smart dari padang.
    uni add sha di fb..confirm yaa. boleh sharing yg byk khan? beruntung sekali ketemu blog ini, punyo urang sakampuang pulo…^_^
    succes 2 u!

    1. Dulu kayanya untuk PNS aja, tp sekarang dibuka untuk umum.

      Jurusan serumpun maksudnya gimana uni? Asal masih dalam disiplin ilmu yang sama kayanya gpp. Sebagai gambaran, yang bareng saya, ada anak Teknik Industri yang ambil Business School.

      Daftar universitas di Jepang mungkin bisa dilihat di http://www.nigelward.com/top30.html. Itu ada link ke website universitasnya sekalian.

      2004 saya masih di SMA, tapi kayanya ga pernah denger. Hehe.

      Oiya, ini cerita tentang beasiswanya bersambung uni, ada beberapa tulisan. Mungkin bisa dibaca dari yang paling awal, di sini.

      1. ya..ya…klo beda githu bisa tembus jg ya sha? suami uni S1 nya pendidikan, S2 nya IT. nah mau ambil phd in education. saran donk! mimpi beliau mau memperbaiki sistim pembelajaran di indonesia niy..apa ada yg dapet monbusho dg beda disiplin ilmu gtu?

  4. mbak, ini meylisa lagi. saya mau tanya monbusho yang mbak daftar itu U to U atau G to G ya? saya sempat baca di salah satu website kalo untuk yang G to G syaratnya adalah haru PNS. arigatou

  5. wahh, hebat2, pengen banget S2 di jepang …
    tapi, masih tahun pertama sekarang..
    ^_^ oiya, salam kenal kak..
    kebanyakan yang applyn diterima lulusan ITB ya kak? soalnya keseringan punya kenalan yang lolos beasiswa monbu adl anak ITB, atau cuma kebetulan aja ya..

    kalau LA udah dapet, tapi ikut program monbu research student, berarti setelah tiba di jepang, langsung kuliah S2 ya kak?? Atau bisa gak pake waktu research student buat adaptasi 1 tahun sekaligus ngelama-lamain di jepang?? hhe..

    1. Kebetulan aja kali. Anak UI, IPB, UGM, dll juga ada kok.

      Dapet LA bukan berarti sudah masuk S2. LA hanya pernyataan bahwa profesor bersangkutan bersedia jadi pembimbing riset nantinya. Sudah saya tulis di tulisan lain, lupa yang mana, hehe…

  6. mbak, kuliah jurusan apa?
    yg diterima beasiswa kebanyakan anak teknik kayak ITB gitu???

    eh, ditanyain juga diatas.
    baca: anak UI, IPB, UGM, dll juga ada kok, jadi tenang…
    selamat menempuh hidup baru di Jepang πŸ™‚

  7. hi k’reisha. saya caca.. sya msh sma dan mau ambil monbukagakusho buat taun ajaran 2011.
    saya mau ambil D2/D3 nya. trus disitu ada persyaratan nilai min 8,0. itu2 maksudnya nilai UN atau rapot ya??
    oia, kaka saya juga kebetulan dah di jepang, nerusin S2 nya. dia di osaka.

  8. aslmlkm. waah, seru ceritanya xDD
    saya jg orang padang looh! (tp tinggal di depok)
    kak, mau tanya dong, taun ini rata2 minimal ikt S1 monbusho brapa yak? :3
    ohiya, sama ini kak, wawancara bknnya bhs indonesia yak? apa utk S1 ajah? -.-

  9. oh, ternyata orang minang juga.. πŸ˜€
    nanya lagi: apakah pertukaran seni dan budaya itu semacam kewajiban? bagaimana dengan yg nggak punya bakat di bidang seni? apa sebaiknya yg harus dikatakan kalau ditanya ttg pertukaran budaya??

    1. Itu ga wajib. Kebetulan saja saya ditanyai itu. Di awal tulisan sudah saya tulis, tiap orang pasti ada dapat pertanyaan yg berbeda2 di samping pertanyaan yg sudah ada di SOP wawancaranya.

  10. Hawawaaaa…

    sama-sama orang minangkabau…
    aku juga mau ikut neyh…

    yang buat tahun depan…

    kira-kira soal2 tes nya susah2 g?

  11. Perkenalkan kak, saya Asyifaa. Sekarang saya masih duduk di kelas 3 SMP, tapi Insyaallah tahun ini akan masuk SMA. Dari dulu saya sangat ingin belajar di Jepang dengan cara mendapatkan beasiswa :). Kak, UKJ dan UKM itu apa sih? Kan dari web http://www.studyjapan.go.jp kita bisa mendownload soal-soal monbusho tahun kemarin, tapi ada beberapa kategori disana: Research students, Undergraduate students, College of technology students, dan Special training college students. Bedanya apa saja kak? Terus disitu juga ada materi yang bisa diunduh bertuliskan: Japanese (A), Japanese (B), Mathematics (A), Mathematics (B). Memangnya kategori A dengan B beda ya kak? Tapi setelah saya lihat-lihat kok tidak ada bedanya ya? Terus kira-kira yang membedakan apa? Maaf ya kak kalau pertanyaan saya terlalu banyak. Terima kasih πŸ™‚

    1. – UKJ dan UKM
      Itu unit kegiatan mahasiswa di ITB. UKJ = Unit Kebudayaan Jepang. UKM = Unit Kesenian Minangkabau.

      – Tentang Kategori Beasiswa
      1. Research Student bagi lulusan perguruan tinggi (S1 ataupun S2).
      2. Undergraduate, College of Technology, dan Professional Training College bagi lulusan SLTA.
      3. Japanese Studies bagi mahasiswa program studi Jepang.
      4. Teacher Training bagi guru.
      Ada di tulisan saya di sini.

      – Tentang Soal Tes
      Saya tidak tau. Itu tes buat yang kategori Undergraduate atau College of Technology. Saya apply kategori Research Student, tidak ada tes seperti itu.

  12. mbak saya akan mengikuti test monbusho 2011
    saya khawatir dan ingin memastiakan lagi walaupun sudah membaca di blog post sebelumnya ttg kemmpuan tertulis bhs jepang
    mohon infonya next week saya test di ui depok,psj, untuk ujian tertulis monbusho! saya belum bs menguasai baik bahasa jepang, yang sa tahu akan ada test tertulis bhs inggris dan jepang, apakah saya juga harus mengikuti test tertulis jepang?jika tidak apakah mempengaruhi penerimaan?mohon infonya?
    atau saya tingalkan tidak terjawaab saja?

    1. Berpengaruh atau tidak, cuma kedubes yg tahu. Kalau memang tidak bisa, ya kosongkan saja. Saya dulu jg ga bisa bhs Jepang. Jd saya kosongkan saja lembar jawabannya.

  13. mbak, saya kmrn dah masukin lamarannya bwt yg 2011. tapi kok blm dipanggil2 ya? udah mau bln juli kan nih… biasanya kapan dipanggil? dan kalo lulus/tidaknya sama2 dikasih tau gak?
    trimakasih πŸ™‚

    1. Yang research student? Tahun ini dengar kabar tes tulisnya Senin ini, tanggal 28 Juni. Yang lulus udah pada ditelepon. Kalau ga ditelepon kemungkinan besar ga lulus.

  14. Mbak saya da djkarta hampir satu minggu ini
    Juga hampir abis duitna cz ujian tertulis senin dan interviewnya jumat
    Saya kaget ternyata hari interview itu skrg dikelompokan berdasar kebidangan, saya dr agro jd di hari jumat
    Doanya ya mbak!!!!!

  15. Kak reiSHA yang manis dan baik hati, bisa minta tolong, tidak? kira-kira dalam tes wawancara pertanyaan apa sih yang paling sering keluar (tentunya selain pertanyaan yang kakak bahas di atas)? dan Pleaseee……… Share tips-tipsnya donk untuk menghadapi tes wawanacaranya… ^.^

      1. Oops.. soalnya sy baca ada syarat ‘abstract of theses’ untuk aplikasi G to G…

        btw, congrats ya bisa ke Jepang dgn Monbusho n makasih sudah share ttg proses seleksinya, pasti sangat bermanfaat πŸ™‚

  16. assalamu’alaikum, kak Reisha.
    salam kenal! saya Eci dari Surabaya.

    kemarin saya baru diberitahu kalau saya lolos untuk tes wawancara.
    membaca artikel yg kakak tulis, saya semakin bersemangat untuk tes wawancara, tapi juga deg2an.
    secara, saya baru lulus SMA dan bahasa inggris saya belepotan.
    walaupun belajar jepang secara otodidak, tapi juga tidak memuaskan.
    nama beasiswa ini pun saya baru dgr 2 bulan yg lalu dari teman saya.
    sedangkan teman saya yg mengenalkan kepada saya trsbut, tidak lolos seleksi formulir 😦
    berawal dari niat iseng dan coba-coba, ternyata saya diizinkan oleh Allah berada sampai di tahap ini.

    oya, kalau boleh tau, kak Reisha asalnya dari kota mana?
    kak, saya kan ambil program d2, sama tman saya seperjuangan alhamdulillah juga lolos.
    tapi saya bingung, saya ini sudah diterima di s1 ITS jurusan arsitektur.
    sedangkan bagi maba tidak boleh cuti slama 1 tahun prtama.
    dan sepertinya cuti juga ada batas waktunya.
    saya mohon saran dari kakak, enaknya saya harus bagaimana?
    bila nanti (mungkin) diterima, sedangkan saya masih belum 1 tahun kuliah di ITS, apa yg harus saya lakukan?
    dengan resiko, bila diterima, saya harus melepas s1 arsitektur saya.
    saya bingung, mohon bantuannya kak. thx.
    wassalamu’alaikum.

    1. Waalaikumsalam. Setau saya, anak-anak program Monbukagakusho yg undergraduate, kuliah di Indonesianya dilepas. Ya pilihan sih, mau tetep yg Indonesia atau pindah total ke Jepang. Soalnya D2 saja 2 tahun, 1 tahun pertama belajar bahasa Jepang dulu. Minimal 3 tahun kan, mana mungkin cuti.

      Tergantung masing-masing aja. Tapi kalo saya pribadi sih, antara D2 dan S1, bakal lebih prefer S1. 3 tahunan itu bisa beres S1-nya di Indonesia, di Jepang baru beres D2. Tapi ada jg yg berpendapat, walau D2 kan skill-nya lebih bagus ntar. Ya terserah sih…

  17. oke kak, makasih ya sarannya πŸ™‚
    nah, saya ga mau ikut yang program s1, soalnya saya liat waktu itu soal fisikanya mantap abis. -__-
    jadi takut deh. yaudah akhirnya milih d2 aja.
    doakan saya bisa melakukan yang terbaik waktu wawancara nanti πŸ™‚ amin.

  18. kak,aku mau tanya nih,total yang lulus sampe tahap wawancara tuh banyak gak ya?kira2 brapa orang?
    trus,yg lulus tahap wawancara tu sekitar brapa persen yah?
    Terima Kasih banyak sebelumnya..^^

    1. Alhamdulillah, eci lolos tes wawancaranya. ^_^
      Saya senang sekali mendengarnya. Sejak seleksi dokumen saya selalu kunjungi blog eci buat cari tahu perkembangannya … ^_^
      teruslah berusaha dan berdoa. Saya yakin eci pasti bisa dapatkan beasiswa itu. Saya tunggu kabar baiknya ya ^_^

      @kak Reisha : sukses terus di Jepang ya, kak ^_^
      salut deh baca perjuangan kakak buat dapetin beasiswa itu ^_^

  19. wah senengnya….
    saya pengen banget dapet beasiswa ke jepanngggg…
    ternyata pertanyaannya lucu lucu yah…

    hahaha karena saya juga orang minang…lumayan postnya bisa jadi panduan ….hehehhehe

  20. ka mo tanya ni, klo info beasiswa monbukagakusho yang sekarang bisa didapat dimana ya?
    kalo untuk yang 2012 berarti daftarnya dari tahun ini ya?
    mohon infonya ya ka…

    Makasih ka

  21. wew ni, mantab sangaik!
    hehe
    oh iyo, awak adit, mt 07, salam kenal!
    Insya Allah taun ko melamar ka Japang πŸ˜€
    doanya πŸ™‚

  22. KOG minang semua???…

    pe parah..te’ ada teman sulawesi kah yg ikut monbugakusho??? 😦

    hebatnya k reisha….sukses penelitiannya ya!!

    sy kagum waktu org jepang g bilang”sugoii..”, ketawa mati2 saya…*laugh*

    hm..keren keren..kerenn

Comments are closed.