Carving Life with Letters

…menyampaikan pemikiran dan isi hati saat lidah tak mampu berkomunikasi…

After Primary Screening MEXT Scholarship 2010

Tulisan sebelumnya… (prev: wawancara)

31 Juli 2009, adalah waktu yang dijanjikan oleh Kedubes Jepang untuk memberitahukan hasil tes tertulis dan wawancara lalu. Kedubes selalu menghubungi langsung via telepon. Sejak pagi, jantung saya dag dig dug tidak karuan, berharap ada telepon dari Jakarta. Sekitar jam 10-an, saya melihat status YM Pipin FT’04, ‘alhamdulillah🙂’. Status sederhana, dan saya tebak, dia sudah ditelepon oleh Kedubes. Dan memang demikianlah adanya.

Akhirnya, di saat saya sedang mentoring, saya mendapatkan telepon dari Kedubes yang menyatakan bahwa saya lulus tes tertulis dan wawancara. Alhamdulillah. Langsung saya telepon mama mengabarkan hal tersebut.

Seperti saya tulis di sini, bahwa setelah lulus dari tes tertulis dan wawancara, masih ada secondary screening di MEXT di Jepang. Artinya, saya belum bisa sepenuhnya bergembira dengan pencapaian ini. Ini belumlah final.

Melengkapi Berkas-Berkas yang Dibutuhkan

Seusai primary screening, ternyata masih ada banyak hal yang harus saya siapkan. Pertama-tama, saya harus ke Jakarta lagi untuk mengambil berkas-berkas yang harus diisi. Juli-Agustus memang bulan yang penuh bolak-balik Bandung-Jakarta buat saya. Jadi, jika Anda tidak berdomisili di Jakarta, siapkanlah budget untuk transportasi ke Jakarta😥

Berkas-berkas yang harus diisi dan dilengkapi sama persis dengan berkas-berkas yang dikirimkan waktu pendaftaran. Kali ini 3 rangkap, hanya saja, untuk Application Form, Field of Study and Study Program, Recommendation Form, dan Certificate of Health harus menggunakan form asli dari Kedubes. Berhubung menggunakan form asli, jadi butuh sedikit perjuangan untuk mengisinya. Yang tadinya tinggal diketik terus di-print, sekarang harus ditulis tangan (gym) Bisa saja sih di-print, tapi Anda mesti pintar-pintar mengakalinya, karena Anda cuma punya 3 lembar kertas asli😛

Kalau dulu saya cukup mengisi satu surat rekomendasi (karena belum bekerja), kali ini saya harus punya dua surat rekomendasi. Jadi saya harus minta satu lagi pada dosen yang lain. Dan kali ini minta mereka tulis tangan 3x. Fufufu. Untung saja dosen saya baik-baik😀 Untuk keterangan kesehatan, Anda harus tes darah lagi (keluar duit lagi :cry:). Untuk rontgen, jika hasilnya masih berlaku maka masih bisa digunakan.

Berkas-berkas di atas harus sudah diantarkan kembali ke Kedubes dalam jangka waktu 2 minggu (waktu itu pertengahan Agustus). Selain itu, ada tambahan, yaitu Letter of Acceptance (LA) dari profesor calon pembimbing di Jepang. LA ini harus secepatnya juga diserahkan ke Kedubes. Kedubes masih memberi toleransi hingga akhir September waktu itu.

Mencari Profesor dan Mendapatkan LA

Mencari profesor sebenarnya sudah bisa dilakukan jauh-jauh hari bahkan sebelum pendaftaran beasiswa MEXT dibuka. Dengan mencari dari awal, setelah lulus tes tertulis dan wawancara Anda tinggal minta profesor untuk mengisikan LA. Saya pribadi baru mencari profesor setelah dinyatakan lulus tes tertulis dan wawancara. Agak hectic jadinya.

Bagaimana cara mencari profesor? Tidak satu jalan ke Jepang, Anda bisa menghalalkan berbagai cara (lho?). Buat Anda yang pernah exchange ke Jepang, atau ada profesor yang direkomendasikan dosen Anda di kampus, tentunya akan lebih mudah. Kalau tidak ada link sama sekali bagaimana?

Nah, saya benar-benar berjuang mencari sendiri profesornya. Cara yang saya lakukan sebagai berikut. Pertama-tama, saya cari universitas yang ingin saya tuju*). Kemudian, saya lihat ada Graduate School apa saja di universitas tersebut, lalu ada lab apa saja di Graduate School tersebut. Jika sudah menemukan lab yang sesuai, biasanya di website lab tersebut ada kontak e-mail profesornya. Berikutnya saya kirim e-mail ke profesor tersebut.

Isi emailnya apa? Pas awal tentunya perkenalan dulu saja. Jelaskan bahwa Anda sudah melewati primary screening untuk beasiswa MEXT. Lalu jelaskan interest dan concern riset Anda. Terakhir bilang bahwa Anda ingin riset di lab profesor tersebut. Sebagai tambahan, Anda bisa melampirkan CV, transkrip, abstrak TA/Skripsi, dan proposal riset Anda. Itu e-mail perkenalan versi saya.

Perlu diingat bahwa e-mail Anda belum tentu dibalas. Jadi bersabar saja dan jangan stuck di satu profesor saja. Hubungi saja banyak profesor. Korespondensi selanjutnya tentunya tergantung profesor yang bersangkutan. Ada profesor yang memberi tes terlebih dahulu. Ada juga yang langsung menanyakan apa yang bisa beliau bantu.

Jika profesor sudah setuju, biasanya kita harus mengirimkan lembar LA beserta kopian berkas-berkas yang dulu diserahkan waktu pendaftaran. Waktu mengambil berkas-berkas di Jakarta, kita juga mendapatkan surat keterangan bahwa kita sudah lolos primary screening di Kedubes. Kopian surat ini juga dikirimkan. Siap-siap keluar duit lagi untuk mengirim dokumen ke Jepang😥

Anda diberikan kesempatan untuk mengajukan 3 pilihan universitas di Jepang. Jika Anda yakin dengan satu pilihan saja tidak masalah.

Setelah LA masuk ke Kedubes, urusan untuk secondary screening sudah selesai. Anda tinggal menunggu prosesnya di Jepang. Kemungkinan pengumuman hasilnya akan keluar sekitar bulan Desember. Bersabar dan berdoa saja selama sekitar 3 bulan lebih itu.

*) Info tentang universitas di Jepang, bisa dicari di situs JASSO, Japan Study Support, atau ReaD. Daftar universitas top di Jepang bisa dilihat di sini.

Bersambung… (next: perjuangan demi selembar LA)

22 responses to “After Primary Screening MEXT Scholarship 2010

  1. syva Tuesday, 23 February, 2010 at 17:37

    apakah saya pertamax?😀 *udah dibaca kok, sha.. :p*

    dosen yang baik hati siapa aja sha? ibu YW dan?

    • reiSHA Tuesday, 23 February, 2010 at 17:40

      Pertamax kok. Selamat selamat (lol)

      Ibu YW dan Bapak SM😀 Malah pas awal daftar aku mintanya dari Bapak SM😀 Kan kalo senior yang dulu, mintanya ke Bapak SM atas nama Kaprodi. Awalnya aku kepikiran mau minta ke Kaprodi juga. Tapi kuatir urusannya ribet n lama, mana waktu udah mepet, jadi ke Bapak SM aja. Hihihi…

  2. vholoz van achey Tuesday, 23 February, 2010 at 17:47

    nice uni… terimakasih sharing2nya, semakin sering, semakin bagus, biar nanti bisa belajar dari pengalaman uni…
    hehe…

    • reiSHA Tuesday, 23 February, 2010 at 17:53

      Tenang ci, masih ada 2 tulisan lagi. Ntar jadi komplit dari awal banget hingga akhir. Hehehe.

  3. petra Tuesday, 23 February, 2010 at 18:13

    ah telat awak

  4. DeJooMa Tuesday, 23 February, 2010 at 18:27

    izin nyimak se dulu ni

  5. ummi faris Wednesday, 24 February, 2010 at 11:52

    haa…akhirnya keluar jg tulisan ini.kayak nunggu cerpen bersambung aja sha..
    btw topic outline sha ide sendiri ato nyari di web univnya? (eh jgn heran yach klo uni sibuk tanya ini itu,padahal yg mo daftar si abi, kesepakatannya emang bgini sha…urusan apply uni yg beresin,termasuk bikin outline nih! ntar abi tinggal melanjutkan prosesnya=klo lulus=. enak si abi..punya asisten gratis!! tapi g pa2 klo tembus k jepun..uni ntar dsana tinggal senyam senyum abinya yg nguras otak he2…:)

    • reiSHA Wednesday, 24 February, 2010 at 15:35

      Hehehe… Emang ceritanya bersambung uni… Masih ada 2 episode lagi😀

      Topiknya dicari sendiri uni. Masih sejalan sama topik Tugas Akhir dulu…

  6. Hida Monday, 1 March, 2010 at 09:54

    aslmkm, Sha, sy Hida. pgn ikutan MEXT utk kbrgktn 2011. tp smpe skrg kok blm ada info pndftrnnya ya. dulu info pndftrnnya dilaunching di website kedubes jpg bln apa Sha?
    maksih..wasslmkm

    • reiSHA Monday, 8 March, 2010 at 02:48

      Waalaikumsalam. Dulu buka pendaftarannya tanggal 20 April mbak.

  7. Gie Thursday, 17 June, 2010 at 15:41

    ass wr wb. Nama saya Gie. maaf mb saya mau nanya, selang waktu antara dead line aplikasi berkas beasiswa ke ujian tertulis berapa lama? dan daftar nama2 peserta yang lolos ke tahap ujian tertulis bisa dilihat dimana? terima kasih🙂

    • reiSHA Thursday, 17 June, 2010 at 17:03

      Kalau pas saya selangnya sekitar 1 bulan. Yang lulus akan ditelepon langsung oleh kedubes.

  8. sara Thursday, 17 June, 2010 at 21:40

    huaaa, jadi merasakan deg2an dan h2c nya mbak reisha setahun yg lalu. udah sebulan sejak pendaftaran monbusho 2011 ditutup dan saya blum dapat telpon dari kedubes, kmrn saya coba telp dan menurut kedubes tes tertulis akan dilaksanakan tgl.28 juni ini. saya udah pasrah, klo gak lolos yah belum rejekinya saya utk sekolah ke jepang, klo kata orang indonesia, masih ada kereta yg akan lewat, daijoubu yo🙂
    maaf ya mbak Sha, saya jadi numpang curhat, hehe. btw mbak, apa master-nya mbak nanti dalam bahasa jepang atau mbak enroll yg international program? sugoiii ne!
    salam, Sara🙂

  9. hanni Monday, 21 June, 2010 at 10:22

    Aslm,,
    Salam kenal..
    Nama sy hani. Sy jg mo iktn seleksi beasiswa monbusho nh mbak, tp sy ikt yg undergraduated.. Ni lg smpe tahap seleksi berkas. Tp brdsarkan informasi yg sy dpt dr website kedubesnya kok tesnya beda dr yg mbak critain y..
    Kl yg ini tesnya ada b.ing, mtk, kimia, ma biologi( progrm IPA B). Kl dulu mbak reisha sama sekali g ada tes MIPAnya y?

    Hfft, agk pesimis nh,,soalnya nilai sy pas2an..

    • reiSHA Monday, 21 June, 2010 at 11:47

      Programnya saja sudah beda kan, jadi pastinya tahapannya juga beda. Untuk yang Research Student, sasarannya kan lulusan S1 yang mau riset, lanjut S2, atau lanjut S3, jadi ya ga ada tes MIPA lagi.

  10. diyan prabowo Saturday, 17 July, 2010 at 14:51

    mbak ini diyan,
    terimakasih atas nasehatnya sehingga saya bisa lulus untuk primary test Monbusho 2011.
    ada yang ingin saya tanyakan a;
    1. Saya dr Jogja ke Jakarta cukup memakan waktu dan uang, adakah sekiranya hal yang harus di bawa ke jakarta untuk mengambil formulir sperti application form dll di print 3x skaligus? (karena saat di tlp, ibu dr kedutaan yg tlp saya itu bilang ga perlu bawa apa-apa)
    2. apakah formulir 3 lembar tsb bs digandakan karena ada bberapa Field of Study and Study Program form yang berisikan proposal research saya lebih dr satu lembar?dan lebih baik ditulis atau diketik? (berdasarkan kemudahan pengalaman)
    Mohon doanya mbak reisha (pesimis selalu saya)
    Matur nuwun🙂
    Diyan

    • reiSHA Saturday, 17 July, 2010 at 15:30

      Ikutin instruksi Kedubes aja. Kok ga percayaan banget sama Kedubes. Cuma disuruh ambil form kan? Ntar kalo masih bingung ya tanya semuanya sama orang Kedubes sana..

  11. unendingdreams Tuesday, 3 August, 2010 at 20:47

    wah, penuh perjuangan ya .. salut sekali membacanya!

  12. lili Saturday, 23 October, 2010 at 14:09

    mbak,
    blh tau risetnya ttg apa?. risetnya dilakukan di universitas apa jdnya?

    • reiSHA Saturday, 23 October, 2010 at 19:18

      Saya di Waseda University, tapi risetnya belum mulai, topik risetnya juga sedang dicari.

  13. misha Tuesday, 9 November, 2010 at 18:24

    assalamu’alaikum, mbak mau nanya2 boleh ya ^^… saya pengen sekali ikutan Monbusho yang untuk research student…..

    kalo boleh tau, interest dan concern riset yang kita ajukan ke profesor di Jepang, itu baiknya sesuai dengan TA/skripsi yang kita bikin ya? ato gimana?

    misalnya nih, saya jurusan informatika S1-nya, nah kalo mo milih riset untuk S2 nya, juga harus sejurusan ya dengan S1nya?

    Mohon pencerahannya Mbak, soalnya tadi saya udah nyari2 di internet, riset nya profesor yang sesuai sama TA saya, baru nemu satu saja😦 ….

    Makasih sebelumnya ya Mbak ^^

    • reiSHA Tuesday, 9 November, 2010 at 18:33

      Waalaikumsalam.. Kalau jurusan, emang harus sejurusan dg S1, walau mungkin nama jurusannya di Jepang nanti bisa macam2.. Kalau research interest, ga harus sama dg TA. Kalau tertarik dg topik lain gpp..

%d bloggers like this: