Yōkoso! Japan

Alhamdulillah, Jumat, 2 April 2010 sekitar pukul 7 pagi waktu Jepang, pesawat yang saya tumpangi mendarat dengan selamat di  Narita International Airport. Cuaca agak kurang bagus waktu itu. Hujan dan angin bertiup kencang.

Yōkoso! Japan. Begitulah tulisan yang menyambut para pendatang di Negeri Sakura ini. Ah, akhirnya sampai juga saya ke Jepang ini. Memulai hidup baru. Melanjutkan perjuangan untuk mencapai apa yang direncanakan. Ya Allah, hamba mohon bimbingan-Mu.

Kedatangan saya ke Jepang disambut oleh Sakura. Yup, April, musim semi sudah tiba. Kata orang, April memang waktu yang tepat untuk datang ke Jepang. Sakura sudah mulai bermekaran. Keluar dari Narita, di pinggir jalan sudah ada Sakura. Hingga sampai ke asrama, selalu ada Sakura. Pantas Jepang disebut Negeri Sakura. (halah, ndak penting :P).

keluar dari stasiun menuju ke asrama, disambut sakura!!!

Sebelum tiba di Jepang, saya sudah dicarikan asrama oleh pihak universitas, jadi begitu tiba di Jepang, saya langsung menempati kamar saya di JASSO Komaba International House. Alhamdulillah. Kamar saya di lantai 4. Begitu melongok keluar, lagi-lagi yang tampak Sakura. ^^

Teman-teman saya di Indonesia banyak yang bertanya di awal kedatangan saya di sini. Bagaimana Jepang? Enak ga di sana? Asik ga? Hmm… Hoalah. Pertanyaan yang sulit buat saya. It is very different when you go somewhere to travel vs. when you go somewhere to live there… Saya masih dalam tahap berusaha beradaptasi. Semuanya begitu baru. Semuanya begitu berbeda. Dan semuanya tidaklah mudah.

Dua kata yang sering saya lontarkan buat menjawab pertanyaan teman-teman tersebut adalah dingin dan bingung. 😀 Dingin? Yup, di musim semi ini, suhu udara di Jepang masih anomali. Bahkan kemarin katanya ada salju di daerah dekat Tokyo Disneyland. It was very strange that snow fell on spring, wasn’t it? Bingung? Begitulah. Wajar mungkin, ini kali pertama saya ke luar negeri, di mana kondisinya jauh berbeda dengan kondisi di negeri saya. Welcome to Tokyo, Reisha. Dengan kotanya yang besar, penduduknya yang banyak, line keretanya yang super ramai, dsb.

Minggu pertama saya disibukkan dengan urusan dokumen-dokumen yang mesti diurus, orientasi-orientasi, pendaftaran kelas, belanja perlengkapan yang dibutuhkan, dsb. Tidak mudah ke mana-mana dengan kondisi Anda tidak mengerti bahasa Jepang, dan tidak tahu jalan. Alhamdulillah saya bareng Monbukagakusho’ers yang sudah bisa berbahasa Jepang di sini. Jadi saya tidak bingung sendiri. 🙂

Awal-awal, bahkan buat ke kampus yang cuma 2x kereta, saya sudah pusing dibuatnya. Stasiun begitu ramai. Orang-orang berjalan dengan sangat cepat, jalan seperti saat saya sudah terlambat masuk kelas, hehe. Menyeberang jalan, saya kagok juga pas awal-awal. Udah mau nyeberang aja waktu jalanan sepi. Hehe. Padahal kan mesti nunggu lampunya hijau dulu 😛

Pertanyaan lainnya dari teman-teman saya adalah, kapan mulai kuliah? Hmm… Saya kurang suka ditanyai ini, huehehe. Saya belum kuliah di sini. Status saya masih research student, belum jadi mahasiswa S2. Jadi? Jadi awal-awal ini (mungkin sekitar setahun ini), saya mulai mengerjakan riset, dan belajar bahasa Jepang.

Bahasa Jepang. Argh, saya sempat panik dan pesimis pas awal-awal di sini. Bahasa Jepang itu, kalau kata guru les saya waktu di Bandung, perumpamaannya seperti ini. “Jikalau bahasa Rusia itu adalah bahasa yang paling sulit, maka bahasa Jepang lebih sulit dari itu”. Saya memang belajar bahasa Jepang di sini, tapi melihat kelasnya tidak seintensif dibanding teman-teman saya di universitas lain, saya tidak yakin nanti bisa mengikuti kuliah dalam bahasa Jepang. Argh. Hmm… Tapi ya sudahlah. Sekarang saya sudah mulai belajar, dan mulai menikmati beberapa kelas. (yup, beberapa, ada beberapa lagi yang bikin saya ngantuk di kelas, haha). Saya mesti optimis. Doakan saya temans. 🙂

Ah, banyak yang ingin saya tulis, tapi tidak mungkin langsung semuanya di sini. Sampai sekarang, saya masih bingung, saya masih beradaptasi. Yang perlu saya lakukan sekarang adalah menjalani semuanya dengan usaha terbaik saya. Tetap optimis. Yosh. Doakan. 🙂

Advertisements

21 thoughts on “Yōkoso! Japan

  1. wah ternyata sulit yah kak 😀 dipikiran ini tampak menyenangkan klo mengeleminasi adaptasi :p
    waseda ga ada kelas yang lecturenya pake english?
    ato emang kebanyakan di jepang emang jarang ada univ yang lecturenya pake english 😦

    katanya ada bahasa teknik yang khusus jepang yah kak?

    1. Di Waseda ada kok English Curriculum nya. Hehe… Tapi kan hidup di Jepang ga cuma kuliah 😀 Mau gimana juga, sehari-hari di Jepang mesti pakai bahasa Jepang, karena yang bisa bahasa Inggris tu ga banyak, bahkan di Tokyo yang notabene ibukotanya Jepang 🙂

      Masih banyak faktor lain yang perlu dipikirin soal hidup di luar. Lingkungannya seperti apa, makanannya gimana, ibadahnya gimana, dll. Hehe. Tapi untuk awal2 sih, ga usah terlalu dipikirin. Hehe. Aku dulu juga gitu. Yang penting usahain beasiswa dulu. Kalau udah dapet kesempatan, artinya kita mampu untuk menjalaninya. Don’t worry, be happy 🙂

  2. sugoina suto-ri desu ne.. hajimete nihon e kitanda toki minna mo magomago datta yo. magomago no koto ga tomodachi toka senpai toka sensei ni shitsumon shite kudasai. osorete i nai. ware-ware ga kazoku dakara minna nihon de no indonesia jin wa yasashii to omounde.
    just enjoy japanese life! (^u^)

  3. Selamat berjuang di negeri orang. Tulisanmu inspiratif, saya baru baca satu bulan ini. Jadi malu pada diri sendiri yang sampe sekarang belum selesai kuliah.

    O iya, salam kenal, dari sesama kelahiran kabupaten Agam. Semoga sukses di sana!

  4. Tenang sajah… aku udah lebih enam bulan di sini tanpa Bahasa Jepang juga masih bisa survive hihihihi. Tapi mungkin ini karena jarang keluar rumah kalo gak ada kebutuhan. Mungkin kalo ada keterpaksaan (dan sarana), belajar Bahasa Jepangnya bisa lebih cepat…Semangat ya!

    Oh iya, selamat datang di Jepang!

  5. mbak reisha..
    tulisannya inspiratif sekali.
    jd tmbh ingin apply monbu.

    oia,mbak prknlkan..aku adam,baru lu2s sma taun ini..rencana mau apply beasiswa monbu tahun ini..
    smga aq bsa mnyusul mbak k sana..amiin ya Allah..

  6. nice to read your post about this scholarship,,
    aq bener2 pengen adikku dapet beasiswa ini juga,,
    kira2 apa yg bisa ku bantu buat dia ya mba?

    -kristiyanashinta.blogspot.com

  7. Nihon wa sugoi wa ne… ^_^
    Kakak kuliah S2 di Jepang berapa lama & sampai kapan? Kakak sekarang masih ada di Jepang? Kakak punya fecebook ga??? Kalau punya, boleh saya add ya! 😀

  8. Hi Reisa, tanya dong. Jadi kita bisa apply untuk tinggal di International Student Housing yang ditawarkan JASSO dari sebelum berangkat ya? Dan dari Waseda memang sudah menawarkan sendiri atau kita yang tanya ke mereka? Saya hanya dikirimi list dorm dan share house yang bisa saya tinggali, tapi menurut form MEXT yang saya dapat saya perlu atur sendiri mengenai tempatnya. Boleh share info lebih lanjut nggak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s