Carving Life with Letters

…menyampaikan pemikiran dan isi hati saat lidah tak mampu berkomunikasi…

MUAK

Dekadensi moral. Istilah itu saya dapatkan pertama kali dari pelajaran bahasa Indonesia di SMA. Istilah yang dulu hanya digunakan untuk berlatih membuat kalimat menggunakan kata-kata sulit. *kata sulit, istilah di buku bahasa Indonesia waktu itu*

Mendengar kehebohan berita kemarin, saya semakin muak, bahkan lebih muak dibanding hebohnya berita tentang artis Jepang yang diajak main di film Indonesia itu. Tidak adakah hal lain yang lebih berbobot dan lebih mendidik untuk diberitakan?

Hello para pewarta, apakah kalian tidak pernah memikirkan dampak dari meluasnya berita itu? Apakah keuntungan bisnis itu faktor paling utama? Tidak pernahkah terpikir oleh kalian, di negara kita itu banyak anak-anak dan remaja, yang minim filter dalam mengakses informasi, apa jadinya mereka nanti? Tidak pernahkah terpikir oleh kalian, masih banyak orang-orang yang pikirannya bersih dari hal-hal buruk yang tak perlu diketahui, lalu mesti teracuni karena penasaran dengan segitu gencarnya pemberitaan tetang hal yang sama sekali tidak dia ketahui sebelumnya?

Hello para netters, adakah sedikit saja rasa malu di hati kalian saat hal buruk itu jadi trending topic di situs microblogging top itu? Tidakkah terpikir, semakin hal itu dibahas, semakin populerlah topik itu, semakin meluaslah pembicaraan tentang itu, semakin bertambahlah belahan bumi yang tau tentang itu?

Dekadensi moral. Kembali ke istilah itu. Ya, dulu hanya sebatas latihan menulis saya di pelajaran bahasa Indonesia. Dan kini, saya benar-benar merasakan contoh nyata dari istilah itu.

Ya Allah, semoga tidak terulang lagi…

NB: di luar rencana saya untuk posting tulisan ini di WordPress saya. ada hal lain yang lebih ingin ditulis. tapi ga pa pa lah.

18 responses to “MUAK

  1. petra Saturday, 12 June, 2010 at 05:10

    setuju banget uni,
    paling parah tuh ada media massa yang justru malah nyebar link2…. parah..

    • reiSHA Saturday, 12 June, 2010 at 06:57

      Ada yang nyebar link? Apaaa? O.o Ya ampun… Udah gila ya?????

  2. harikuhariini Saturday, 12 June, 2010 at 07:17

    Nice posting dude! Kemaren aku pengen menuliskan hal yg sama, tapi postingan nya blum jadi terus otak ku berpikir ‘kalo aku menuliskan hal yg sama berarti aku juga sama dgn media tivi, menyebarkan berita yg tdk seharusnya dibesar2kan dan membuat org penasaran’. Akhirnya postingan aku cuman ngendap di draft. Tulisan kamu ini berhasil menyamarkan ‘tokoh dan ceritanya’, dan ide utamanya (protes pada media) tetap tersampaikan.

    Mantap gan!!

    • reiSHA Saturday, 12 June, 2010 at 08:31

      Hehe. Terima kasih sudah berkunjungūüôā

  3. Wahyu Atmojo Saturday, 12 June, 2010 at 08:06

    Tentunya setiap media massa mempunyai kepentingan di setiap berita yang dirilisnya. tidak bermaksud untuk suudzon terhadap media massa, tapi berdasarkan yang saya pelajari di kampus memang seperti itu. Bisa jadi pemberitaan tentang ulah artis top itu bermaksud untuk mengalihkan perhatian publik dari masalah / isu-isu yang lebih besar. Media massa disini punya ‘tameng’ bahwa “kami hanya memberitakan”, resiko di tanggung pembaca / pemirsa. bukankah selama ini begitu?
    Saya setuju dengan apa yang dituliskan kak Reisha diatas bahwa sekarang ini sedang terjadi dekadensi moral. Banyak Remaja (mungkin juga termasuk saya) masih mentah dalam menyerap dan memahami norma, baik itu norma agama, susila, sopan santun, etika, dan bahkan norma hukum yang sanksinya nyata. Semoga saja permasalahan seperti itu tidak terjadi lagi.
    Bangsa ini perlu berubah, dan untuk berubah, butuh orang-orang seperti kak Reisha ini.
    O iya, salam kenal kak Reisha,,,, sudah jalan-jalan sampai Fukuoka kah? hee____

    • reiSHA Saturday, 12 June, 2010 at 08:20

      Nah itu dia, kepentingan mereka itu, harusnya tetap memikirkan dampak negatif yang juga mungkin timbul.

      Salam kenal juga. Belum nyampe Fukukoka. Masih bolak-balik asrama-kampus…

  4. 35mm slr camera Saturday, 12 June, 2010 at 15:25

    setuju….

    ngapain cuma untuk kepentingan semata tanpa memperhatikan moral….

  5. Ahmed Wednesday, 16 June, 2010 at 07:48

    Satu kata untk mreka,,PARAAH..plaku,pnyebar adl sma sja.sma” ingn mrusak moral nak bangsa.ironis’a ini dilakukan oleh bangsa sndri..

  6. afgan Wednesday, 16 June, 2010 at 14:29

    Sabar aja, sha! Politik memang bikin geregetan. Yang paling penting orang yang pandai kayak Reisha dan teman-teman lain gak mudah terpancing media dan terbawa arus politik mereka.

  7. Ella Thursday, 17 June, 2010 at 07:57

    Sha, kalau menurut gw, dengan hebohnya kejadian ini, justru membuktikan kalau norma di masyarakat kita masih ada. Kenapa? Karena kita menganggap hal itu buruk. Yg heboh ga cuma media, tapi microblogging yg ditulis orang biasa kan? Coba kalau nggak heboh, berarti kita menganggap itu hal yang sudah biasa? Wih, serem amat.

    • reiSHA Thursday, 17 June, 2010 at 13:06

      Yup, norma itu masih ada. Masyarakat jg protes dengan penanyangan cuplikan video itu di TV. Tapi di sisi lain, pasti ada yg kena pengaruh buruknya.

      Oia La, pernah memperhatikan komentar-komentar di artikel di media massa online terkait berita itu? Bahkan kalimat-kalimat yang ditulis kadang jauh dr perilaku seorang yg bernorma..

  8. Rindu Friday, 18 June, 2010 at 13:25

    waktunya bertaubat ya ALLAH, republik ini sudah jadi republik cabul, astaghfirullah

  9. Danang Saturday, 19 June, 2010 at 05:35

    Betul, norma di lingkungan masyarakat memang masih ada. . .
    Tapi sangat disayangkan ketika norma-norma itu hanya dipahami dibagian kulitnya. Jadilah masyarakat bereaksi dengan kata-kata diluar batas norma. Satu masalah dasar bahwa banyak masyarakat yang masih memahami norma agama pada tahap ritualitas. jadi ga heran kalo sering dijumpai tulisan-tulisan / komentar yang ga mencerminkan orang yang beretika. (termasuk komentar ini ? semoga tidak. . . .)

    • Danang Saturday, 19 June, 2010 at 05:36

      *yang tidak beretika maksudku. . .

  10. Ridwansyah Yusuf Achmad Sunday, 20 June, 2010 at 11:31

    sekarang selain si artis jepang, terkait moral juga lagi heboh si ariel luna tuh SHA… memang negara ini udah mulai aneh.

    si walikota bandung, malahan mau cekal ariel dgn cabut izin KTP nya, aneh aja, tuh walikota bukannya nutup aja tempat prostitusi di bandung..

    moral moral… tinggal kenangan …

    • reiSHA Sunday, 20 June, 2010 at 18:09

      Ya elah cup, ga ngerti nih sasaran tulisanku yg mana. Aku udah semaksimal mungkin berusaha ga nyantumin 2 nama itu di sini.. (doh)

  11. aan choto Wednesday, 23 June, 2010 at 17:00

    Setuju, Ini kebobrokan negeri kita,,, Media Massa yang tidak mampu menanyangkan berita yang lebih baik,,, ditambah lagi sebagian banyak rakyat indo yang langsung menerima berita tersebut tanpa dicerna,,, Krisis Moral

  12. tAMriN GAntenK Tuesday, 3 August, 2010 at 17:29

    MEmanG CuKUP TErasa DeKAdeNSi MOraL YAnG TErJAdi
    YAnG PEntinG KiTA sebaGAi INDividu … JAnGAn SamPAi TErgELIncIR KE AraH yanG SesaT

    aRmsTRonG_prODUct@yahOO.co.iD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: