Carving Life with Letters

…menyampaikan pemikiran dan isi hati saat lidah tak mampu berkomunikasi…

Berbuat dengan Hati

Beberapa hari lalu saya baca tulisan dari amisu teman saya, dan saya nyatakan bahwa saya 100% setuju dengan kalimat pertama yang dilontarkan! (halah, nadanya lebay gini :P) Begitulah, belakangan Google Reader saya sepi dari update-an blog-blog yang sudah saya subscribe sejak tahun 2007. Jadi kangen masa-masa tahun 2007-2008 itu. Pas blogging lagi booming. Orang-orang berbondong-bondong membuat blog, menuangkan isi pikiran mereka ke dalam tulisan, blogwalking ke blog orang lain, dan menuliskan komentar jika dirasa perlu. Sekarang orang lebih doyan jadi aktivis di Facebook, Twitter, Plurk, dkk ketimbang blog.

Eh, bukan tentang meredupnya dunia blogging dink yang mau saya tulis tadi Mari kembali ke jalan yang lurus. Yak, lanjuuut…

Hari berikutnya ada tulisan baru dari teman saya. Tidak terima disebut suaminya hiatus dari dunia blogging, dia pun menulis. Coba baca deh tulisannya. Bagus banget. Bikin terharu. Huhu. Selalu terharu dan terperangah so swiiit kalau baca tulisannya. Tulisan yang bagus itu, menyentuh hati pembaca, menurut hemat saya tentulah tulisan yang ditulisnya juga dengan hati.

Lalu saya jadi teringat blog saya sendiri, yang belakangan juga jarang di-update, yang turut berkontribusi pada sepinya Google Reader orang-orang yang men-subscribe blog saya (GR banget ya banyak yang subscribe, hihi). Kenapa saya jadi jarang menulis? Alasan utama sih ya itu, malas tingkat tinggi. Alasan lain ya itu, belakangan susah menulis dengan hati.

Kadang saya suka nostalgia, membaca tulisan-tulisan lama saya. Saya bisa merasakan sendiri bedanya aura tulisan yang dulu saya tulis dengan hati, dengan penuh semangat, niat banget, dan perasaan sejenisnya. Saya bandingkan dengan beberapa tulisan saya terakhir yang buat saya, hanya sekedar update, daripada nggak sama sekali. Auranya beda. Entah pembaca sekalian mengerti bedanya aura yang saya maksud atau tidak, hehe.

Mungkin contoh gampangnya, tulisan saya yang terkait beasiswa Monbukagakusho itu. Itu benar-benar tulisan dengan hati. Begitu menerima komentar “mbak, tulisannya bagus banget, inspiratif”, tak ada kata lain yang bisa saya ucapkan selain alhamdulillah diiringi sebuah senyuman. Saya ingin menulis seperti itu lagi, dengan hati, bukan seadanya. Tapi kok rasanya susah, huhu…

Itu tentang menulis. Judul postingan ini memang saya perluas lagi, tidak hanya menulis. Karena hal apapun itu, kalau dilakukan dengan hati, hasilnya pasti lebih baik. Ada yang  tidak setuju?

Hidup di Jepang, di mana makanan halal tidak bisa dengan mudah didapat, membuat saya hampir setiap hari memasak. Saat memasak dengan hati, makanan saya enak. Saat luar biasa malasnya memasak, namun saya paksakan masak, hasilnya ancur.

Belajar dengan hati, membuat belajar jadi menyenangkan, tidak cepat puas, dan selalu bersemangat. Belajar tanpa hati? Ga usah ditanya. Buku bisa jadi obat ngantuk yang paling mujarab malah (saya banget, huhuhu).

Berdoa dengan hati, terasa sekali bagaimana kita menundukkan diri di hadapanNya, memohon dengan sangat kepadaNya supaya doa kita dikabulkan. Berdoa tanpa hati? Mungkin cuma sebatas refleks melafadzkan kalimat doa yang sudah dihapal dari kecil. (evaluasi diri, hiks)

Daaaaan, barusan saya baca tulisan baru dari teman saya yang lain, kuncinya shalat khusyu juga ada di hati. Hiks. Ya Allah, ampuni hambaMu ini😦

Sudah dari lama saya menyadari teori “berbuat dengan hati” ini. Tapi dalam praktiknya, rasanya susah banget. Huhuhu. Yosh, harus jadi pribadi yang lebih baik lagi. がんばりましょう.

20 responses to “Berbuat dengan Hati

  1. syva Tuesday, 24 August, 2010 at 21:56

    tulisanku di link?? (woot) (russian)

    • reiSHA Tuesday, 24 August, 2010 at 22:07

      hehehe😀

  2. Zakka Tuesday, 24 August, 2010 at 22:04

    [OOT]
    memasak dengan hati emang enak… tapi gausah pake ampela, ampela gak begitu enak
    [/OOT]

    iya saya juga menyadari, seenggaknya menulis dengan hati… “kualitas” tulisan saya kerasa turun banget dibandingin waktu awal-awal nulis… tapi semoga cuma perasaan saja😀

    • reiSHA Tuesday, 24 August, 2010 at 22:08

      betul betul betul. aura itu, “kualitas” itu..

    • Fanny Tuesday, 24 August, 2010 at 22:11

      Setuju setuju setuju banget. Aku juga suka liat2 tulisan ku dulu yang aku tulis pake hati. Terkesan banyak lebay nya sih, hehe. Tapi terasa sincerity nya🙂

      Anyway, menurutku sih kunci supaya hati bisa dipake setiap saat ya ikhlas Sha🙂. Aku belum bisa bener2 praktekkin sih *masih newbie juga*, tapi terasa tiap kali bisa ikhlas, tiap kali itu pula hati mengambil alih semua yang kita lakukan🙂.

      • reiSHA Tuesday, 24 August, 2010 at 22:25

        Yup yup. Satu lagi, waktu emosinya lagi pas banget😀

  3. ricong Wednesday, 25 August, 2010 at 05:04

    assa.

    pake hati yah.. gw selama ini nulis blog pake pengalaman sih hag2, jadi klo ga nulis brarti emang lg ga ada pengalaman menarik yg pengen diceritakan, fair enough isn’t it?

    wass.

    • reiSHA Wednesday, 25 August, 2010 at 09:05

      Eh kadang kl nulis ga pake hati, pengalaman yg sebenernya sangat sangat menarik jadi terasa hambar😀

  4. Febrian Wednesday, 25 August, 2010 at 08:53

    kok rasanya saya kenal ya teman kamu itu😀

    sesuatu yang dilakukan dengan hati kalo saya bilang : passion. sayangnya sampe sekarang saya juga belum dapat itu, apalagi yang kaitannya ama topik2 IF hehehe.

    yang penting semangat terus aja

  5. anis Thursday, 26 August, 2010 at 09:06

    aduh siapa sih itu pasutri yang tulisannya kamu link gitu :”>
    sekalian nanggapin yang di atas saya, saya pikir sih pakai hati nggak selamanya dinamai passion. Passion ada karena hati tapi pakai hati belum tentu bentuknya passion😛

    saya selama ini masak pakai hati lo Sha, tapi masih jarang enaknya :))

    • reiSHA Thursday, 26 August, 2010 at 11:40

      Ahey, ada yg beda pendapat. Berantem, berantem, berantem.. *apa sih, haha*

  6. SeaGate Friday, 27 August, 2010 at 09:35

    Aku langganannya gak dari Google Reader kok.. pake FeedReader for Windows…😀

    Iya sih, tulisan jadi lebih enak dibaca kalau ditulis dengan hati (g pake keyboard berarti), cuma buat orang introvert kaya aku susah… Lebih suka nulis hal2 teknis di blog😀

  7. Asop Friday, 27 August, 2010 at 19:15

    Hmmmm… kalo blog2 yang dulu udah jarang apdet, mari sekarang blogwalking lagi cari blog2 yang lebih segar.😉

  8. ray rizaldy Sunday, 29 August, 2010 at 12:04

    aih, kamu suka main-main hati sha? #eaaa

    etapi biasanya kalau nulis terlalu pake hati jadinya curhat colongan. pasti jadinya gosip deh. hehe

  9. Mvstova Friday, 3 September, 2010 at 14:25

    saya biasanya kalo menulis dengan tangan…:mrgreen:

    salam kenal. ^^

  10. Alex Wednesday, 15 September, 2010 at 11:59

    Benar kawan…benar sekali…, cobalah liat tulisan2 di blogku semua kutulis dgn hati & sangat sy maknai artinya…, namun kadang ada tulisan sy yg hanya sekedar updating…tulisan2 pendek tanpa makna menurut sy.

    Apa khabr sha? sehat2kah dirimu di Japan? moga kamu bisa menggapai impianmu, meraih bintang2 yg akan menerangi masa depanmu…

    Met id ya…mohon lahir bathin….

  11. Gunawan Tuesday, 21 September, 2010 at 14:48

    sekali blogger tetap jadi blogger.. tetap semangat uni..:)

  12. Belia Monday, 18 October, 2010 at 08:52

    assalamualaikmmm ww….jadi kepengen nulis….salam kenal Dari UNP Padang.

  13. Agyl Monday, 15 November, 2010 at 00:03

    setuju 2000 kali mbak! (leb… ^ ^)
    memang harus dari hati… bhs kerennya ikhlash..

    tapi masih lumayan lah yg sempet nulis2 banyak walaupun tempo doeloe..
    drpd org tak berbakat nulis blog macam aku.. (leb..)

    dl pernah nyoba bikin blog jg c, cekidot!
    http://mendoukusagariya.blog.friendster.com/2008/07/tired-of-it/

    dlm 2 tahun 4 posts..
    bener2 ga berbakat.. +_+;

  14. syem Sunday, 2 October, 2011 at 19:42

    “sesungguhnya perbuatan bergantung pada niat”…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: