Dari Research Student ke Master Student

Hai blog, lama ga ketemu. Sini sini, kita main lagi πŸ˜€ Kan udah saya ganti tampilan kamu *halah* (haduh haduh maaf, paragraf ga penting). Langsung saja.

Alhamdulillah mulai academic year 2011 di spring/summer semester ini saya sudah mulai masuk program master di Dept. of Computer Science and Engineering, Waseda University. Selama 1 tahun sejak kedatangan saya di Negeri Sakura ini, saya berstatus research student.

Masa-Masa Research Student

Sebenarnya secara garis besar apa yang saya alami selama menjadi research student sama saja dengan yang saya tulis di tulisan ini (lihat bagian: Setelah Seleksi). Jadi by default, saat dinyatakan sebagai salah satu penerima beasiswa MEXT, status si penerima adalah research student. Kecuali jika si penerima sudah diterima masuk master/doctoral program, maka ia bisa ‘upgrade‘ statusnya jadi master/doctoral student.

Saya pribadi baru masuk master program setelah 1 tahun jadi research student. Sebenarnya tidak mesti 1 tahun. Ada teman saya yang setelah 6 bulan sudah lulus ujian masuk master.

Ngapain aja selama jadi research student? Jawabannya: tergantung kampus dan profesor (berikutnya saya sebut sensei saja ya)-nya. Pasti berbeda antara tiap penerima beasiswa MEXT lainnya, walau satu kampus sekalipun.

Pengalaman pribadi saya, di semester pertama, mayoritas kegiatan saya adalah belajar bahasa Jepang di Center for Japanese Language (CJL), Waseda University. Di samping itu saya juga disuruh sensei datang ke seminar untuk mahasiswa master (disebutnya M-zemi), serta memutuskan untuk gabung ke research group yang mana (jadi di lab ada beberapa research group gitu).

Semester berikutnya saya masih belajar bahasa Jepang, lalu juga ambil satu kuliah master (disuruh sensei, lumayan kredit-nya bisa ditransfer ke master program nanti). Masih masuk M-zemi walau akhirnya kabur juga karena roaming (maklum saja semua yang presentasi orang Jepang berbahasa Jepang -_-“). Lalu ikut diskusi rutin research group. Dan juga persiapan untuk admission procedure for master program.

Hah, mesti daftar lagi? Iyap.

Admission Procedure

Seorang penerima beasiswa MEXT research student tidak otomatis jadi regular (master/doctoral, selanjutnya saya tulis master saja ya, karena saya masuknya ke master) student. Ia tetap harus melalui serangkaian prosedur yang sudah ditetapkan oleh graduate school-nya.

Tahap paling awal tentunya pendaftaran. Kita harus submit lagi dokumen-dokumen sesuai persyaratan yang ada. Ahey, selamat deh ya, berurusan lagi dengan dokumen πŸ˜› Tahap selanjutnya biasanya entrance examination. Ujian masuk? Yoi. Ujiannya seperti apa? Lagi-lagi, tergantung kampusnya, trust me, beda-beda tiap kampus. Ada yang pakai ujian tulis dan wawancara, dan ada yang wawancara saja. Materi ujiannya? Silakan dicek saja ya di website universitas yang mau dituju.

Saya pribadi tidak ada ujian tulis ataupun wawancaranya, alhamdulillah. Horeeee πŸ˜€ Hihi. Kok bisa? Bisa donk, kan beda-beda juga tiap kampus, bahkan beda tiap graduate school. Dan beruntunglah saya tidak perlu ujian ^^v Saya hanya melalui seleksi dokumen. Paling saya waktu itu mesti ambil tes TOEFL iBT karena itu salah satu syaratnya, sementara saya belum punya.

Sebenarnya kalau Anda menerima beasiswa MEXT yang U to U, Anda tidak perlu melalui tahapan ujian masuk lagi, karena biasanya yang U to U langsung masuk ke program master. Jadi tidak ada masa research student-nya. Ada kelebihan dan kekurangannya tentunya. Buat saya yang ikut program G to G, enaknya pas masa research student saya bisa belajar bahasa Jepang dulu, beradaptasi dengan kehidupan baru, trus bisa bersantai dulu sebelum kuliah master yang katanya bakal sibuk banget. Hehe πŸ˜€

Application for Scholarship Extension

Hah, apa lagi ini? Jadi begini. Kan masa beasiswa sebagai research student itu maksimal 2 tahun (untuk keberangkatan April) atau 1.5 tahun (untuk keberangkatan Oktober). Kasus saya nih, saya datang April 2010. Masa beasiswa saya adalah hingga Maret 2012. Nah, April 2011 saya masuk master, yang artinya saya insyaAllah lulus Maret 2013. Gimana donk nasib saya antara April 2012 hingga Maret 2013? Nah, untuk itu ada yang namanya scholarship extension.

Dengan scholarship extension, status beasiswa saya sebagai research student dihentikan, lalu diganti dengan beasiswa ‘baru’ untuk program master. Jadi saya akan dapat beasiswa untuk 2 tahun lagi, terhitung April 2011 hingga Maret 2013. Anda bisa extend beasiswa 2x, yaitu dari research student ke master, lalu dari master ke doktor.

Aplikasi untuk scholarship extension ini hanya ada sekali dalam setahun, sekitar musim gugur. Oleh karena itu, prosedur ini sangat penting untuk diperhatikan. Sekali terlewat bisa gagal. Kalau gagal dapat perpanjangan beasiswa sementara Anda masuk program master, artinya sisa semester berikutnya Anda harus membiayai kuliah dan hidup dengan uang sendiri, wew.

Persyaratan aplikasinya tidak ribet. Ada form yang harus diisi oleh kita mengenai detail program master yang akan dimasuki, research plan, lalu ada bagian yang akan diisikan oleh sensei. Selanjutnya aplikasi kita akan diseleksi lagi oleh MEXT, dan hasilnya dimumumkan sekitar bulan Februari.

まとめ

Segitu dulu cerita dari saya. Intinya untuk jadi master/doctoral student, ada 2 proses utama yang mesti Anda perhatikan: admission procedure (entrance examination) dan application for scholarship extension. Detailnya nanti ada di kampus masing-masing πŸ˜€

Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. — Q.S.Alam Nasyrah:7-8

Advertisements

66 thoughts on “Dari Research Student ke Master Student

  1. kak reiSHA,
    hajimemashite roro di sini
    yoroshiku nee~

    nice blog d(>.<)b
    terharu bca postingan''nya :')

    mau tanya ..
    di Jepang anak cewek ikut jurusan teknik dipandang gimana ? apa ada diskriminasi ?
    trus klu buat orang muslim berkerudung apa ada diskriminasi juga ?

    1. hai roro.. diskriminasi seperti itu, sejauh saya hidup di sini ga pernah saya temui πŸ™‚ di jurusan teknik mungkin memang cewenya sedikit, tapi ga masalah. soal jilbab juga ga perlu kuatir, orang jepang ga mempermasalahkan itu. asal kita hidup ga ngeganggu orang lain, ga masalah πŸ™‚

      1. waaa .. langsung dijawab :))
        makasi, kak #terharu banget (TwT)
        soalnya ak galau gara” 2 masalah ituu
        ternyata ndak ada masalah yaa , oyeee! bismillah mau nyoba ikut monbu taun ini
        doakan lancar ya, kak :DD

        btw facebooknya kak reisha kok ndak bisa di-add ya ?

  2. Mbak raisa, mohon maaf, saya mau tanya,
    1. untuk beasiswa MEXT, G to G research student, Scholarship yang diberikan mencakup biaya kuliah dan biaya hidup kah? dalam artian, untuk biaya kuliah kita masih menyisihkan dari dana yang ada atau scholarship yang diterima hanya untuk biaya hidup bulanan?
    2. dari scholarship yang diberika, kita masih β€œbisa nabung” gak ya? kira-kira di jepang biaya bulanannya berapa besar? πŸ™‚
    mohon maaf sekali merepotkan. makasih banyak buat sharenya mbak.

    1. 1. Beasiswanya sudah mengcover biaya kuliah DAN biaya hidup bulanan. Jadi yg biaya hidup ya untuk hidup sehari-hari, ga perlu dikeluarkan lagi untuk kuliah.

      2. Besarnya pengeluaran tergantung gaya hidup masing-masing. Kalau bisa berhemat, sangat bisa menabung.

      1. assalamualaykum.wr.wb,,
        salam kenal. nama saya nuzul. tulisan yang sangat bermanfaat sekali. Langsung saja,, ada 2 hal yang ingin saya tanyakan ke mbak Reisha:

        1.Karena kemampuan bhs,inggris saya masih belepotan,, saya berencana kursus b.inggris liburan kuliah ini, (a)beri saran saya dong mbak kemana saya harus belajar bahasa inggris yang “terjangkau”? berikut beberapa opsi yang saya rencanakan
        – kursus toefl dekat kampus (300rb)–>masih gak tau dampaknya
        – ke kampung inggris di kediri selama 1,5 bulan ^^v
        – EF (tapi tabungan masih belum cukup)
        (b)kalau mbak Reisha mahir cakap b.Inggris belajar dari mana? (c)untuk beasiswa ini apakah mbak punya persiapan yang khusus buat kursus b.Inggris? dimana?

        2. Saya dapat info lebih detail tentang beasiswa ini dari blognya mbak Reisha, mbak Isti n mas ery. nah kalau mbak Reisha dapat info2 dari mana, apa cuma dari dubes aja? hehe:-P

        Insya4w1 saya akan menyusul mbak Reisha.(*–>pd bgt) amin…
        mohon maaf pertanyaannya ribet –“?
        wassalamualaykum.wr.wb.

    1. Waalaikumsalam wr. wb.

      1. Wah salah tempat nanya kalo soal rekomendasi tempat kursus. Bahasa Inggris saya juga ga bagus2 amat. Yang dulu saya siapin conversation dan TOEFL. Soal tempatnya di mana, coba aja cari di daerah sekitarnya bagusnya di mana.

      2. Info tentang beasiswanya ya yang disediakan dari kedubes jepang saja. Kalau bisa baca n pahami detailnya sebenarnya udah cukup.

      3. Niat saya biar bisa kuliah di Jepang tanpa perlu mengeluarkan biaya sendiri.

  3. yah, point untuk mbk Reisha
    no.1 15
    no.2 30
    no.3 20 dah dan karena balasnya lumayan cepat kasi bonus 15
    total 80,, saya kasi B+ lah πŸ˜† xixixi

    melanjutkan yg no.1, dimana mbak Reisha nyiapin convsation n TOEFLnya? otodidak? atau kursus mbak? atau ngomong sndri d dpn cermin? hehe

    mbak Isti kemana mbak? sibuk atw sakit yah? kok blm balas
    *pertanyaan yang sama juga saya tanyakan ke mbak Isti n mas ery lol

  4. asw. salam kenal ya reisha..
    saya lagi blog walking..
    eh ternyata temanya dwi nanto – IF 05 dan mbak Nur (IPB yg sekarang lg dijepang jg)..
    postingannya bagus-bagus dan menarik πŸ™‚
    wass..

  5. kak tanya donk, scholarship extension itu ntar ada notifikasi ke kita ato tau darimana ya?

    oh ya musim gugur itu sekitar bulan apa ya? pembagian musim utk bulan2 apa aja gimana aja yg kak tau disana?

    1. kalo untuk research student, di kampus saya, dari office disuruh ngisi kuesioner apakah berencana utk extend pendidikan atau ga. dikasihnya sekitar bulan september atau oktober. kalau emg ngisinya pengen extend, nanti bakal ada pemberitahuan lbh lanjut.

      musim gugur akhir september sampai akhir desember.
      musim dingin akhir desember sampai akhir maret.
      musim semi akhir maret sampai akhir juni.
      musim panas akhir juni sampai akhir september.

  6. kak tanya donk topik research yang diminati atau menarik di bidang Computer Science di Jepang apa yah?
    waktu pertama kali kakak kasih proposal itu topiknya ttg apa? boleh tau?

  7. iya uni reisha, saya jadi kepingin tau judul yg uni apply untuk beasiswa ini apa siy.. koq bisa2nya tembus melampaui calon penerima beasiswa yg lainnya,, pasti ada daya tariknya donk…
    trus waktu riset di LAB professor apa aja siy detail kerjaannya ^_^V

    1. Waalaikumsalam. Jangka waktu research student max. 2 tahun untuk keberangkatan April atau 1.5 tahun untuk keberangkatan Oktober. Tapi kalau mau ambil degree (S2 atau S3) diskusikan lg dg kampus soalnya berkaitan dg urusan scholarship extension.

  8. hi mba reisha perkenalkan saya david mba, boleh tanya-tanya ? boleh ya, sebenarnya pada saat ini saya lagi bingung mba, saya sendiri sudah kerja di kemenhub mba dan saya pernah mengikuti Maritime Instructor Training di MTC Ashiya sekitar kurang lebih 2 bulan, dan bekas professor saya mengenalkan saya dengan professor di Kobe University dan saat ini saya mendapat tawaran dari professornya untuk ikut Research Student di Kobe dan dia minta saya mengirimkan berkas-berkas yang di minta. tapi saya lagi bingung karena background saya Pelayaran dan saya rasa masih sedikit sekali dari pelayaran yang ikut research student, saya bingung mau Research tentang apa. mohon penjelasannya. bisa send ke e-mail saya :saybatin@yahoo.co.id, terimakasih banyak atas bantuannya.

    1. Konsultasi sama profesornya aja langsung, di lab beliau ada topik riset apa aja. Riset yang dikerjakan biasanya mengikuti bidang yg dikaji lab profesornya. Saya jg ga ngerti soal pelayaran ataupun maritim soalnya.

  9. halo mbak Reisha. Mau tanya. Apa saja yg dipelajari/diteliti di program master dept. CSE? Lalu, persiapan dan tantangan apa saja yg dialami selama ini. Mohon berbagi cerita, ya. Terima-kasih.

    1. Halo. Kurikulum Dept. CSE di Waseda bisa dilihat di http://www.sci.waseda.ac.jp/eng/admissions_mp/curriculum/ Bidang riset profesor-profesornya bisa dilihat di http://www.sci.waseda.ac.jp/research/BELONG/E/05102.html

      Persiapan khusus seingat saya tidak ada, sama saja seperti mengikuti kuliah biasa, soalnya saya ambil international program, menggunakan bahasa Inggris. Namun demikian, bahasa Jepang tetap menjadi tantangan, terutama karena di lab saya jarang mahasiswa yang bisa berkomunikasi dengan bahasa Inggris dengan lancar. Jadinya memang harus memaksimalkan diri untuk mempelajari segala sesuatunya sendiri.

  10. Halo Mbak, saya Rahma. Sekarang saya sudah tingkat 3 dan saya sangat tertarik untuk kuliah di jepang, Waseda University salah satunya. Saya ingin bertanya,
    1. kita harus sudah mendapat profesor baru bisa mengikuti beasiswa MEXT kan?
    2. bagaimana kakak mencari, menemukan, dan berkomunikasi dengan profesor pada awalnya? Jujur, saya pribadi sudah mencari, googling, profesor di bidang ekonomi namun sampai saat ini masih belum saya temukan.
    3. Apakah ini link yang tepat? http://www.waseda.jp/eng/academics1/economics.html
    4. apakah proposal riset yang kita ajukan nanti harus sesuai dengan profesor kita?

    Terima kasih mbak sudah berbagi πŸ™‚

    1. Halo Rahma, maaf baru dibalas.

      1. Sebenarnya tidak harus, tapi akan lebih baik kalau sudah ada profesornya. Saya dulu baru cari profesor saat proses seleksi. Bisa baca tulisan saya https://reisha.wordpress.com/2010/02/23/after-primary-screening-mext-scholarship/

      2. Bisa dibaca juga di link yang saya tulis di atas.

      3. Iya. Link graduate school-nya http://www.waseda-pse.jp/gse/en/

      4. Iya, karena riset yang akan dilakukan nantinya tentunya harus sesuai dengan profesor kita.

  11. Aku mau tanya dong mbak. Biasanya masuk kuliah itu musim semi? Apa seluruh universitas di Jepang begitu kak? Bantu aku dong mbak.. Mau nulis… Hehehe

    1. Tahun ajaran baru di Jepang dari SD hingga universitas mayoritas dimulai pada 1 April, dan 1 April itu memang musim semi. πŸ™‚ Tapi untuk program master atau doktor ada juga yang masuk mulai bulan September atau Oktober, tapi biasanya tidak terlalu banyak jumlahnya.

  12. Hai kak Reisha πŸ™‚ makasih atas tulisannya ya. Aku sekarang kelas 3 SMA dan berniat untuk melanjutkan program sarjana di Jepang. Aku makin kesini makin tertarik sama engineering dan akhirnya tau Waseda University dari seminar. Pas search di google, ketemu deh sama tulisan kakak. Aku mau nanya, untuk masuk Waseda apa saja yang mesti disiapkan dari sekarang? Lalu, aku baca di web nya jadwal masuk nya April dan September. Berarti aku harus ikut yang september 2015 dong? Karena aku lulus sekitar bulan juni. Trus bisa kasih tau perbedaan umum nya fundamental,creative sama advance? Terimakasih kak, maaf banyak pertanyaannya.

  13. Kak mau nanya nih. Kakak kan 1 tahun sebagai research student. sisa 1 tahun nya lagi kemana ya kak? apa research boleh ditinggal dan langsung pindah jadi master student? atau research nya memang selesai dalam jangka 1 tahun?

  14. halo mbak reisha salam kenal. saya ada beberapa pertanyaan mungkin mbak bisa bantu jawab:

    1.) mbak sendiri master-nya ambil yang coursework atau research yah? untuk master by research itu tau nggak bagaimana prosedurnya? apa mirip dengan coursework (ngajuin dokumen macam TPA, TOEFL, dan sertifikasi kemampuan2 yang di butuhkan lain2nya) ?
    2.) saya berencana mengajukan master by research, nanti untuk research proposalnya saya tulisnya baiknya bagaimana ya menurut mbak? langsung master by research atau research student saja baru nanti saya ambil master by research di tengah jalan? saya sendiri baru saja lulus dan belum punya pengalaman di bidang riset hanya saja tujuan akhir saya di bidang yang saya dalami ini ingin jadi akademisi atau bekerja di bagian R&D.

    terima kasih sebelumnya

    1. Halo, maaf baru dibalas, saya jarang buka WordPress akhir2 ini. Hmm, saya kurang paham maksudnya coursework vs. research gimana, karena setau saya yang master di Jepang, kuliah iya, riset juga iya. Research proposal lebih baik ditulis terkait yang ingin diriset selama menjalani pendidikan di Jepang. Soal research student dulu atau langsung master, itu tergantung program/beasiswa yang kamu ikuti.

  15. こんにけは kak!
    Aku mau tanya2 sama kak reisha boleh soal waseda?
    Soalnya aku mau apply di waseda juga di graduate school of social science..
    Kalau bisa hubungi kemana kak?

    γ‚γ‚ŠγŒγŸγ†οΌ(^-^)/

  16. Assalamu’alaikum wr. wb πŸ™‚
    Mau tanya kak?
    jadi saya ada niatan ingin kuliah di jepang cuma sekarang masih semester 2 m(_ _)m
    apa lulusan dari universitasnya itu diperhitungkan bagi penerima beasiswa, soalnya jujur saya kurang PD soalnya saya dari universitas swasta yang kurang terkenal ._.
    apa peluangnya juga jadi lebih kecil,

    Terima Kasih πŸ™‚

    1. Waalaikumsalam. Menurut saya ga ngaruh kok universitasnya. Mau dari universitas apapun, peluang kamu untuk dapat beasiswa ke luar negeri sama aja dengan dari universitas lain. Jangan berkecil hati. Yang penting mau berusaha. πŸ˜€

  17. Makasih kak atas jawabannya πŸ™‚
    tanya lagi kak, apa jurusan sebelumnya itu mempengaruhi jurursan dari universitas yang akan di ambil nanti? soalnya aku dari pendidikan B.ing…dan beasiswanya itu berlaku untuk semua jurusan S2nya kah?

    Terima Kasih πŸ™‚

    1. Kalau utk beasiswa Monbukagakusho, jurusan S2-nya mesti berkaitan dg jurusan S1. Saya jg ga tau deh kalo dr jurusan bahasa Inggris gimana. Soalnya yg saya kenal di Jepang dari jurusan bahasa rata2 asalnya Sastra Jepang.

  18. Saya dapet info dari website ini mengenai jurusannya πŸ™‚
    http://www.belajardijepang.co.id/university/waseda-university
    saya mau tanya di situ Pascasarjana ada jurusan dan fakultas International Culture and Communication Studies, dan fakultas Education (untuk School education / National language education / English education / Social studies education / Mathematics education / One-year master’s program / Education fundamental studies (D) / Course education studies (D)… apakah kira-kira itu nyambung dengan jurusan yang saya ambil sekarang, atau malah ini websitenya salah,
    apa ada beasiswa selain monbukagakusho Jurusan S2 ada yang gak harus(?) berkaitan dengan S1? asal masih nyambung, sebenarnya banyak yang ingin sya tanyakan kalau kakak gak keberatan m(_ _)m banyak hal yang kurang saya pahami…
    dan lagi, apa disetiap fakultas ada profesor yang melakukan penelitian untuk setiap program studinya?
    maaf merepotkan, terima kasih XD

  19. Selamat siang mbak,
    mau tanya kegiatan jeda waktu antara pengumuman lolos beasiswa sampai sebelum brangkat ke Jepang ngapain aja ya mbak ?

    selain urus2 persiapan keberangkatan dan belajar bhs Jepang sehari – hari tentunya klo ada

    Terima kasih

  20. Selamat siang mbak,
    Mau tanya kegiatan jeda waktu antara pengumuman lolos seleksi beasiswa dan hari H ke Jepang ngapain aja ya ?

    Selain mengurus dokumen dan belajar bhs Jepang dasar tentunya

    Terima kasih

    1. Siang. Maaf baru dibalas. Kalau dari Kedubesnya sendiri tidak ada kegiatan khusus. Dari kampus biasanya juga belum ada. Jadi yaa terserah masing-masing aja mau mengisi waktu dengan kegiatan apa.

  21. Assalamu’alaikum wr. wb kak
    saya mau nanya ni kak, kan itu yang perpanjangan beasiswa pake seleksi lagi tu, kalau misalkan pas seleksi perpanjangan ga lulus gimana tuh?

    terima kasih

    1. Waalaikumsalam. Maaf baru balas. Kalau ga lulus seleksi ya berarti tidak dapat beasiswanya. Bisa coba cari beasiswa lain, atau kemungkinan terburuk ya mesti biayai sendiri kuliahnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s