Carving Life with Letters

…menyampaikan pemikiran dan isi hati saat lidah tak mampu berkomunikasi…

Kejutan untuk Sang Pengantin

Ini sepotong cerita waktu saya pulang ke Indonesia beberapa hari lalu. Dedicated to (caelah bahasanya :P) Syva yang sedang berbahagia jadi ibu rumah tangga dan suaminya Mr. Ghifary😀

Undangan pernikahan Syva dan Ghifar bisa dibilang cukup menghebohkan angkatan. Sejak kuliah memang ga ada tanda-tanda dua orang ini dekat, eh tau-tau muncul aja undangan pernikahannya yang dilangsungkan tanggal 2 April 2011. Sebenarnya saya tidak terlalu surprise dengan undangan itu, karena udah dari beberapa bulan sebelumnya Ibun masih berbaik hati berbagi gosip dengan saya, ahaha.

Chatting dengan Ibun diawali dengan celetukan dia, “Udah tau kabar Syva belum?”. “Hah, kabar apa?. “Syva kan mau nikah”. Wooow. Nah, untuk mengorek siapa calon suaminya yang butuh waktu, mpe ngambek, haha. Lalu pas saya tanya waktunya, dia bilang “kayaknya awal April, tapi belum pasti juga”. Huoo, mendengar kata-kata “April” saya langsung menghela napas, impossible for coming. Dari lubuk hati saya terdalam tentunya saya pengen banget datang, tapi untuk pulang ke Indonesia di bulan April tentunya tidak mungkin karena saya mestinya sudah mulai kuliah. Sudahlah.

Nah seperti sudah saya tulis sebelumnya, pasca gempa dahsyat itu kuliah saya jadi mundur sebulan. Iseng nulis di plurk, si Syva komen “april pulaaaaaaaaaaaaang.. dateng nikahan gw shaaaaaaaaaaaaaaaaa…… ” Emot itu lho bikin ga tahan, hihi. Ditambah beberapa alasan lain (of course the wedding was not the only reason why I returned to Indonesia for a while :)), saya mantapkan hati (caelah) untuk pulang, tapi masih blank tentang apa yang mesti diurus, gimana beli tiket, dsb.

Lalu pada suatu hari saya chatting sama Syva, dan dia bertanya apa saya berencana pulang atau tidak. Waktu itu saya lagi di KBRI, lalu saya isengin aja “cariin info tiket yang murah donk, kalau ada yang murah aku pulang deh”. Ada alasan buat minta bantuan nyari tiket, kan saya sibuk di KBRI, hahaha. Eh beneran dicariin. Sampailah waktu itu ke kesimpulan, ada AirAsia PP sekitar 50-an ribu yen.

Nah, waktu itu saya berpikir, ada 2 kemungkinan jawaban yang bisa saya berikan. Pertama, “Thanks Syv dah dibantuin nyari. Lumayan murah. Ntar aku juga cari info lain. Aku emang berencana pulang, paling lambat sehari sebelum nikahan kamu aku dah nyampe di Indonesia. So, see ya at your wedding :)”. Itu opsi pertama, tapi ga seru ah, haha. Saya pilih opsi kedua: “Hmm.. Gimana ya Syv. Aku ga janji dulu deh ya, takutnya kalo dah janji trus tiba-tiba ga jadi pulang kan ga enak. Maaf ya.” Yeah.

So, Syva ga tau sama sekali kalau saya bakal pulang. Kabar kepulangan pun juga ga saya gembar-gemborkan di berbagai situs jejaring sosial (selain menghindari kemungkinan ada yang nitip elektronik, hahaha). Hanya keluarga serta beberapa orang saja yang saya kabari, dan yang saya kabari pun saya wanti-wanti buat ga bilang-bilang siapapun, soalnya kalau banyak yang tau, apalagi si pengantinnya, kan ga seru.😀

Yang perlu saya cari di Jakarta tentunya tempat numpang nginap, hihi. Akhirnya saya kontak Mita. Surprise tentunya dia, hihi, dan alhamdulillah Mita bersedia menampung saya, haha. Selanjutnya saya juga minta tolong Mita menghubungi Anis soalnya saya mau mengunjungi ponakan pertama IF’05 juga.

Malam waktu saya sampai di Jakarta, Syva-nya ngeplurk “shaaaa hapenya mati yaaaaaa?”. (FYI, Syva ini teman IF yang paling sering nelpon saya). Gawat juga ini dicariin, haha. Akhirnya prinsip “berbohong demi kebaikan” pun saya pakai (ampuni hamba ya Allah kalau salah >.<). “hp ku lg ngaco syv. kdg ga bs nerima telpon ~.~” Hihihi. Besoknya, saya yakin Syva pasti nyoba nelpon lagi, akhirnya sebelum itu terjadi, saya komen lagi “syv, hp ku sakit ternyata, kudu nginep dulu di tempat service. maap ya jd ga bisa ditelpon :(” Ahaha.

Lalu, tibalah hari pernikahan itu. Pagi-pagi saya berangkat bareng Mita dan Gia biar bisa lihat akad nikahnya dulu. Nah, waktu itu lagi menunggu di kursi untuk tamu di luar, trus ternyata Syva dan beberapa keluarganya datang memasuki ruangan resepsi (sebelum masuk ke masjid tempat akad nikah). Saya melihat dari jauh sih, tapi masih bingung ini orangnya mau didatengin atau ga. Trus mikir, nanti aja deh. Eh tau-tau sama keluarganya kami ditanyain “temennya Syva ya? ayo masuk ketemu Syva-nya”. Eaaa. Berpandangan dengan Mita dan Gia, lalu akhirnya memutuskan untuk masuk.

Detik-detik menegangkan itu tiba (lebay kali bahasanya, haha). Saya masuk, trus berdiri aja awalnya. Syvanya kaget (yeah, berhasiiiil, haha). Trus langsung ngomong “Kok Reisha ada di sini?” dan matanya mulai berkaca-kaca. Gawaaaaaaat (russian). Hadoh, jangan sampai nangis ini calon pengantin, belum juga akad, saya ga mau jadi perusak make up pengantin, hihi. Begitulah, lanjut cipika cipiki lalala lilili.😀 Lalu foto bareng, ini dia fotonya😀

Pagi setelah surprise itu *halah*. Dari kiri ke kanan: Gia, Syva, Reisha, Mita

Alhamdulillah, senangnya, akhirnya bisa juga saya datang ke sana. Akadnya terlaksana dengan khidmat, teman-teman saya yang kaget kok tiba-tiba ada saya (awalnya ada yang mengira saya seseorang yang mirip banget dengan Reisha, haha), Ghifar-nya juga bingung kenapa ada saya, pertanyaan berulang-ulang kenapa saya pulang (gpp, masih baru nyampe jadi masih semangat ngejelasin :P), foto-foto, hmm, apalagi ya?😀 Oiya besoknya saya ke nikahan Geri, Gerinya juga bingung kok ada saya😀

Sekian deh cerita surprise-nya😀

Wedding is always being a marvelous moment. As Maher Zain said in his song, Barakallah, “we’re gathered here to celebrate, a moment you’ll always treasure, we ask Allah to make your love last forever”.

10 responses to “Kejutan untuk Sang Pengantin

  1. Ray Rizaldy Thursday, 26 May, 2011 at 15:49

    of course the wedding was not the only reason why I returned to Indonesia for a while

    So, who was the other reason nih uni reisha? (evilsmirk)

    • Zakka Saturday, 28 May, 2011 at 06:11

      her own plan for her wedding, probably?😛

      • reiSHA Saturday, 28 May, 2011 at 16:49

        Gosip bener dah ni orang2 :p

      • Ega Dioni Putri Wednesday, 1 June, 2011 at 04:04

        kok ga diaktifin fitur rating-nya, saya pengen like komen ini neeh..

      • reiSHA Wednesday, 1 June, 2011 at 10:09

        Udah tuh Ga, demi kamu, eaaaa..

  2. Asop Thursday, 26 May, 2011 at 23:02

    Hahahaha benar2 ya, semua orang di tanah air pada heran…:mrgreen:

  3. Khairul Hamdi Friday, 1 July, 2011 at 20:21

    nice story….

  4. ghifar Friday, 29 July, 2011 at 13:12

    @reisha: belum ngucapin makasih ni. makasih ya buat kejutannya😀

  5. ifa Tuesday, 16 August, 2011 at 10:32

    kok aku nangis yaa baca note nya,. hiks,. hiks..

    • reiSHA Thursday, 18 August, 2011 at 02:48

      hehe🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: