Teruntuk Pemburu Beasiswa Monbukagakusho (esp.) untuk Lulusan SLTA

Sudah satu tahun lebih tulisan saya tentang pengalaman hunting beasiswa Monbukagakusho Research Student, sudah banyak pertanyaan yang saya terima, entah via komen di blog ini, email, ataupun media lainnya. Selagi bisa saya jawab, insyaAllah saya jawab. 🙂

Tapi satu hal yang cukup membuat saya kewalahan adalah pertanyaan seputar beasiswa Monbukagakusho yang untuk lulusan SLTA. Ada 2 poin penting yang ingin saya garis bawahi di sini.

  • Saya mendaftar untuk program Research Student (S2/S3), bukan untuk lulusan SLTA (D2/D3/S1).
  • Proses antara program Research Student dan program yang untuk lulusan SLTA prosesnya sangat berbeda, dan saya tidak tahu sama sekali perihal proses yang untuk lulusan SLTA.

Itu kabar buruknya. Mohon maaf ya kalau saya tidak bisa bantu jawab kebingungan adik-adik (caelah :P) lulusan SLTA.

Kabar baiknya, tadi ada salah satu penerima beasiswa Monbukagakusho untuk lulusan SLTA yang sharing pengalamannya. Tulisannya ada di link berikut ini:

http://www.facebook.com/notes/wiwit-anggun-styawan/langkah-langkah-mendaptar-monbusho/10150213381174561

Tadi saya juga sudah coba gooling (baik kan saya, haha ^^v), tapi ternyata memang tidak banyak para lulusan SLTA yang sharing pengalamannya. Salah satu tulisan yang menurut saya cukup informatif adalah ini:

http://www.indrasan.co.cc/2009/01/brikut-keterangan-lengkap-tntang-syarat.html

Tulisan lainnya adalah:

http://madhand.wordpress.com/category/monbusho-scholarship/

Namun, bagaimanapun juga, jika ada pertanyaan seputar beasiswa Monbukagakusho ini (program apapun), tempat bertanya terbaik menurut saya adalah Kedutaan Besar Jepang itu sendiri. Sejumlah hal memang bisa Anda tanyakan kepada orang yang sudah berpengalaman menerima beasiswa ini sebelumnya, tapi bukan berarti mereka tau segalanya. Yang mereka tau hanyalah apa yang pernah mereka alami saja, bukan semuanya.

Saya pribadi dulu juga bertanya ke Kedutaan Besar Jepang-nya langsung kok untuk beberapa hal yang saya bingungkan. Via telepon tidak masalah. Tidak perlu kuatir, mereka baik kok dan bersedia menjawab pertanyaan kita (tapi tolong perhatikan juga ya, mana pertanyaan yang layak untuk ditanyakan dan mana yang tidak :))

Sekian dulu ya. Tetap semangat selalu. 🙂

Tempat terbaik untuk bertanya mengenai suatu beasiswa adalah lembaga atau instansi yang menawarkan beasiswa tersebut. Mereka yang memberikan informasi, mereka juga yang menyeleksi. Jadi, mereka lebih tau, pasti.

Sekilas info:

Pendaftaran Beasiswa Monbukagakusho bagi lulusan SLTA dan Sederajat untuk keberangkatan tahun 2012 dibuka pada tanggal 9 Mei 2011 dan akan ditutup pada tanggal 10 Juni 2011. Info ada di:

Advertisements

28 thoughts on “Teruntuk Pemburu Beasiswa Monbukagakusho (esp.) untuk Lulusan SLTA

  1. ka reisha aku mau tanya, kalo kaka ikut monbukagakusho ini pas kuliahnya udah berapa semester? terus yg boleh ikutan mahasiswa jurusan apa aja ato bebas? makasih 😀

  2. btw, reisha dulu mendaftar lewat jalur kedubes jepang ya?
    Biar lengkap infonya saya tambahin deh:
    Untuk yang belum tahu, mendaftar beasiswa S2/S3 bisa juga lewat jalur universitas jepang,
    Prosedurnya sederhana, pertama-tama pastikan dulu jadwal dan persyaratan aplikasi beasiswa monbukagakusho untuk universitas yang diinginkan. Google saja misalnya “mext scholarship titech” (tanpa tanda kutip) untuk info beasiswa ke tokyo institute of tech. Untuk universitas lainnya tinggal ganti nama universitasnya. Nanti ketemu webpage seperti ini: http://www.gakumu.titech.ac.jp/nyusi/igp/a_2012_guide/top_2012a.html
    Setelah itu, cari profesor mana di universitas tersebut yang bidang penelitiannya sesuai dengan yang ingin diteliti di jepang. Biasanya setiap profesor punya webpage dalam bahasa inggris yang menjelaskan tentang ini. Kirim email ke professor itu minta diterima sebagai mahasiswa S2/S3, dan minta dia menjadi Profesor pembimbing.
    Emailnya mesti di tulis sebaik2nya, dibuat supaya dia tertarik untuk menerima sebagai mahasiswa S2/S3 di tempatnya, karena kesempatannya cuma sekali untuk menarik perhatian si prof. Mungkin mirip dengan email lamaran kerja. Bilang bahwa tertarik untuk menjadi mahasiswa S2/S3 di tempat dia, sebutkan pengalaman-pengalaman yang menunjukkan kemampuan sewaktu S1 dulu, sambil dipuji2 bahwa penelitian dia menarik sekali, sangat high-tech, paling maju di bidangnya, sesuai dengan yang memang dari dulu ingin dilakukan, dll, tunjukkan bahwa lamaran yang di kirim ke dia itu bukan asal-asalan, tapi hasil memilih yang terbaik dari sekian banyak profesor lain. Kalau misalnya ada senior atau dosen di indonesia yang asalnya dari lab profesor tersebut lebih baik lagi, sebut nama si senior/dosen di emailnya, bilang bahwa pernah dibimbing oleh dosen x yang dulu juga pernah meneliti di lab prof tsb. Jangan lupa bilang bahwa ingin mendaftar beasiswa monbukagakusho dengan rekomendasi universitas (kasih link ke url di atas tadi, siapa tahu si profnya tidak tahu ada program beasiswa spt itu).
    Kalau profesornya berminat untuk menjadi profesor pembimbing, nanti dia akan bantu mengenai proses aplikasi ke universitasnya. Biar kesempatannya lebih besar, pilih profesor yang senior dan terkenal, karena nanti surat rekomendasi si prof akan berpengaruh juga terhadap diterima atau tidaknya aplikasi beasiswa. Dan tentunya juga sayang sekali kalau kuliah jauh-jauh ke jepang kalau tidak belajar di universitas terbaik dan di bawah bimbingan profesor terbaik di bindangnya.
    Kalau untuk jalur ini, biasanya masa aplikasinya antara agustus sampai desember/januari (beda-beda dikit tergantung universitas). Contohnya untuk Titech http://www.gakumu.titech.ac.jp/nyusi/igp/a_2012_guide/top_2012a.html sedang buka tuh, sampai Desember.

    Enaknya lewat jalur ini, lowongannya lebih besar, karena tiap-tiap universitas dan jurusan ada jatahnya masing-masing. Kalau mendaftar di kedubes, biasanya ada batas jatah per negara (untuk seluruh Indonesia), jadi lebih sedikit. Selain itu bisa lebih bebas memilih universitas/profesor pembimbing yang diinginkan sesuai minatnya.

    Yazid.

  3. Oh ya, menghubungi profesornya mesti agak jauh-jauh hari sebelum deadline aplikasinya, karena nanti butuh waktu lumayan lama untuk surat menyurat (pos, bukan email) dengan si prof. mengirimkan berkas-berkas aplikasinya.

  4. Kak, makasih buat link-nya ya. Saya lagi semester 1 kelas 3, taun depan lulus. Dari kelas satu udah niat-niatin mo Monbusho :). Semoga terkabul…..

  5. @yazid *atau mba reisha kalau tau 🙂

    Skrg saya coba cari beasiswa Mext dengan jalur U to U (yg bukan via kedubes, tp seperti yg dijelaskan mas yazid diatas). Saya sudah kontak2an dgn Prof dan beliau bersedia (berminat menjadi pembimbing saya). Nah.. setelah itu langkah apa yg harus saya lakukan untuk bisa dapat beasiswa Mext nya ya mas/mba ? Soalnya disitus kedubes tidak dijelaskan cara apply beasiswa nya untuk yg U to U..
    Apakah saya harus langsung meminta Letter of Acceptance / surat rekomendasi dari Prof atau gimana?
    Saya blm bisa telp kedubes, Mba.. hehe.. rasanya blm siap telp >.<
    Ohya Mba Reisha, kalau telp kedubes itu nantinya sana pake B.Ing atau Indonesia mba? Maap kalau pertanyaan saya bodoh, hehehehe soalnya kalo B.Ing saya takut tidak bisa menjelaskan maksud pertanyaan saya gitu. 😀 😀
    Terimakasih mba/mas atas jawabannya

  6. Halo Mba Reisha, saya tertarik dengan Beasiswa MEXT ini.
    Saya nantinya ingin mengikuti program Research Student Magister (S-2) bidang Software Engineering. Tapi latar belakang S-1 saya adalah Sarjana Pendidikan (S.Pd) Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi & Komunikasi (Pendidikan TIK), konsentrasi Rekayasa Perangkat Lunak. Sesuai kutipan ” Memilih bidang studi yang sama dengan disiplin ilmu sebelumnya.” pada link http://www.id.emb-japan.go.jp/sch_rs.html, apakah saya bisa mengikuti program beasiswa ini, walaupun saya bukan Sarjana Teknik, Sarjana Ilmu Komputer (non-kependidikan)?
    Mohon informasinya.
    Arigatou gozaimasu.

  7. Ada tambahan pula, Mbak Reisha.
    Apakah Mba Reisha kalau boleh menanyakan hal itu kepada Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, karena tentunya Mbak Reisha sudah punya jalinan komunikasi dengan Kedubes.
    Mohon bantuannya.
    Arigatou gozaimasu.

    1. Saya rasa bisa aja, soalnya masih nyambung dengan S1-nya. Yang ga nyambung dengan disiplin ilmu sebelumnya itu misalnya S1-nya teknik tapi S2 nya mau ambil bisnis&manajemen.

      Soal jalinan komunikasi dengan kedubes, kayaknya Anda salah mas. Telpon sendiri langsung ke kedubes ga masalah kok.

  8. assalamualaikum, mbak saya mau tnya. riwayat organisasi penting ga utk beasiswa ini? soal’a kebanyakan beasiswa luar negeri, riwayat organisasi n leadership itu penting

    1. Waalaikumsalam. Di formulir seingat saya tidak perlu ada riwayat organisasi. Lain cerita kalau sewaktu2 ditanyai saat wawancara. Tapi soal penting atau tidaknya saya juga tidak tau.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s