Carving Life with Letters

…menyampaikan pemikiran dan isi hati saat lidah tak mampu berkomunikasi…

Sistem Presensi Online, No Titip Absen

Semester ini saya mengambil sebuah kuliah yang ternyata jumlah kehadiran masuk ke dalam poin untuk nilai akhir nanti. Dan perihal kehadiran tersebut, mahasiswa sendiri yang mengisikannya di sistem online yang dipakai di Waseda University. “Ngisi daftar hadir kok online ya? Bisa tipu-tipu donk?” Awalnya saya berpikir begitu. Ternyata, tidak semudah itu.

Pertama, mari saya jelaskan dulu perihal sistem online tersebut. Di Waseda University ada yang namanya Course N@vi, yang saya rasa mirip dengan http://kuliah.itb.ac.id/ di ITB. Course N@vi ini digunakan mulai dari registrasi kuliah, tempat dosen meng-upload materi kuliah dan spesifikasi tugas, tempat mahasiswa men-submit tugas kuliah, tempat mahasiswa mengisi presensi, tempat mahasiswa mengisi kuesioner mata kuliah, tempat mahasiswa melihat nilai, dsb. Course N@vi ini menurut saya sudah cukup dioptimalkan penggunaannya. Yang paling enak tentunya submit tugasnya, tidak perlu mem-print lagi, menghemat kertas juga jadinya *sayang bumi mode ON*. :)

Mari lanjut ke perihal kehadiran, sebut saja namanya attendance system. Di kuliah pertama, dosen kuliah tsb tadi memberitahukan kalau kami harus mengisi attendance form di Course N@vi. Bentuk formnya seperti berikut.

Attendance form yang mesti diisi setiap minggunya

Di kelas, kami diberikan attendance card  (出席カード) yang berisi attendance code dan deadline pengisian form. Keyword-nya diberitahukan dosen waktu kuliah. Bentuk kartunya seperti berikut. Bagian yang saya tandai merah adalah kode yang mesti diisikan.

Attendance card

Kembali ke pikiran tipu-tipu tadi😛 Tadinya saya bepikir simpel saja. Gampang donk. Kode dan keyword-nya tinggal tanya teman. Jadi kalaupun sebenarnya tidak datang kuliah, masih bisa mengisikan kehadiran. Ternyata saya salah. Kodenya berbeda untuk setiap orang *sigh*.

Bukannya saya berniat untuk bolos lalu mengaku-ngaku hadir lho ya, hehe. Pikiran saya saja yang terlalu menganggap remeh si sistem tersebut, padahal ternyata sistemnya udah dirancang supaya ga ada yang tipu-tipu. Yah, kalau ada mahasiswa yang bela-belain meng-hack demi mendapatkan kode itu, itu kasus lain ya. Toh masih lebih gampang datang kuliah kan ketimbang meng-hack?😛

Saya rasa sistem seperti ini sudah bagus untuk menghindari kasus titip absen. Pengisian daftar hadir di kelas dengan tanda tangan rawan titip absen, mana ada sih dosen yang niat mengecek apakah tanda tangannya seragam semua dari awal sampai akhir. Bisa saja sih di akhir kelas dipanggil lagi nama mahasiswanya satu per satu, tapi itu menghabiskan waktu. Selain itu, dosen juga lebih mudah menghitung persentase kehadiran mahasiswa. Kalau ada mahasiswa yang lupa mengisikan kodenya, itu kasus lain ya, bisa jadi parameter malah apakah mahasiswanya serius kuliah atau tidak, haha *sadis mode ON*.

Titip absen adalah bibit korupsi.

20 responses to “Sistem Presensi Online, No Titip Absen

  1. anasjoy Saturday, 15 October, 2011 at 20:25

    canggih

  2. Asop Saturday, 15 October, 2011 at 23:32

    Sistemnya bagus sih, tapi gak bisa titip absen? Gak seru.😆 Masa kuliah gak ada yg bisa dikenang.:mrgreen:

    • anasjoy Sunday, 16 October, 2011 at 20:47

      Titip absen adalah bibit korupsi.

  3. Aiyro Suhada Saturday, 22 October, 2011 at 07:22

    Wew.. Hebat nii…. Kapan yaa bisa diterapkan di UNY,

    bosan juga kalo slalu jadi Biro Penitipan Absen😀

  4. ikrim Friday, 28 October, 2011 at 10:59

    wah.. asik.. bener-bener canggih..

  5. Aiyro Suhada Friday, 28 October, 2011 at 11:07

    Mbak Reisha…… ini aku bingung waktu daftar monbusho kan melampirkan transkrip akademik dalam bahasa inggris, naah waktu ngisi itu mbak kan belum lulus juga… sama seperti saya itu berarti … karena ijazah belum ada yang di lampirkan itu cuman Nilai Data Hasil Sudi (nilai-nilai mata kuliah) yang di inggriskan…. begitu saja…???

    • reiSHA Friday, 28 October, 2011 at 23:30

      Iya, minta saja transkrip dari nilai2 yang sudah ada.

  6. Aiyro Suhada Saturday, 29 October, 2011 at 17:53

    eemm… brarti tinggal satu yang bikin bingung…. 😦 terjemahan Ijazah aslinya dikumpul kapan itu..?? takutnya ijazah saya belum keluar sampe pengumpulan berkas2 untuk scondary screening

    • reiSHA Saturday, 29 October, 2011 at 19:12

      Silakan tanya ke kedubesnya kalo gitu.

      • Aiyro Suhada Monday, 31 October, 2011 at 09:45

        Hemmmhh…. yasudaah laah… nampaknya tak ada harapan saya bisa ikut Monbusho tahun 2012 :(… karena dikebutpun maksimal saya baru bisa lulus desember 2012.

        Oooh iya mbak boleh aku minta alamat e-mailmu..?? Mau Tanya2 soal Waseda University🙂

  7. June Thursday, 24 November, 2011 at 14:10

    Mba Reisha,

    Saya ada beberapa pertanyaan,
    1. Untuk transkrip terjemahan itu, kita dapatnya gimana sih mba? Langsung minta transkrip berbahasa Inggris ke Universitas masing2, atau kita terjemahin dan cetak transkrip sendiri terus tinggal di sahkan (ttd dll) ke universitas? *maaf.. blm penah..*

    2. Untuk surat rekomendasi dari Universitas, itu apakah harus dosen yang sudah jadi Profesor? atau dosen biasa (doctor atw master) bisa?

    Maaf sebelumnya mba Reisha kalau pertanyaan saya bodoh.. hehe. Terimakasih sebelumnya mba Reisha.

  8. Reisha Thursday, 24 November, 2011 at 22:47

    1. Kalo di kampus saya dulu tinggal minta yang berbahasa Inggris ke TU. Coba tanya TU-nya aja.
    2. Tidak harus dari yang profesor.

  9. June Saturday, 26 November, 2011 at 17:35

    Oh maap mba saya salah bertanya. Maksud saya ijazah, kalo transkrip iya betul sudah ada versi englishnya.. kalau ijazah gimana mba? saya belum dapat ijazah jadi blm tau apakah ada versi inggrisnya. thank you mba😀

    • Reisha Saturday, 26 November, 2011 at 21:43

      sama, minta ke TU juga😀

  10. June Saturday, 3 December, 2011 at 08:41

    Okaayy mba Reisha, makasih. Sedang berusaha nih, nanti kalau Allah mengijinkan saya diterima, kita ketemu disana ya Mba, Mbaknya nraktir saya hehe ^^

    • Reisha Thursday, 8 December, 2011 at 00:01

      Semangat yaaaaaa ^6

  11. Zulfikarfikar Hakim Monday, 23 January, 2012 at 15:47

    Kak Reisha, jadi tiap kali pertemuan dikasih satu attendance card gitu yak?

    • Reisha Monday, 23 January, 2012 at 22:23

      Yoi😀

  12. Hashishin Thursday, 13 September, 2012 at 14:28

    maaf mba, mw nanya, klo di waseda, (dan mungkin di kebanyakan univ d jepang) konsekuensi ketidakhadiran gimana ya? apakah ada prasyarat absensi sekian persen utk ikut ujian atau dapat nilai macam di indo atau gmn? terima kasih

    • Reisha Saturday, 15 September, 2012 at 23:24

      sepertinya tergantung dosen atau kuliahnya ya, ada yang memang mensyaratkan kehadiran minimal sekian, ada juga yang tidak. soal konsekuensi saya juga kurang tau euy, mungkin minimal konsekuensinya tidak bisa ikut ujian jika memang ada syarat minimal kehadiran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: