Tokyo Tower Birthday Invitation

Semuanya berawal dari nguping pembicaraan orang di dapur beberapa waktu lalu 😀 Percakapannya kira-kira begini:

A: Si X ke mana ya?
B: Oh, dia ke Tokyo Tower, soalnya hari ini ulang tahunnya dan pas ulang tahun gratis naik ke observatorium Tokyo Tower-nya.

Wow. Info yang menarik. Akhirnya saya googling info tentang itu. Dan ternyata benar. Info resminya ada di sini. Sebenarnya saya sudah pernah sih naik ke observatorium Tokyo Tower. Tapi kalau bisa gratis kenapa tidak. 😀

FYI, di Tokyo Tower itu ada dua observatorium. Yang pertama yaitu Main Observatory, berada pada ketinggian 150 m, dan untuk masuk ke sana kita harus membeli tiket seharga ¥820 di lantai dasar. Yang kedua yaitu Special Observatory, berada pada ketinggian 250 m, dan untuk masuk ke sana kita harus membeli tiket lagi seharga ¥600 di main observatory.

Nah, di Tokyo Tower Birthday Invitation itu, seseorang yang berulang tahun bisa gratis masuk ke main observatory, saja (kalau mau naik ke special observatory tetap mesti beli tiket). Plus dapat kartu ucapan dan kupon untuk sepotong cake. Lumayan tidak perlu keluar ¥820. 😀

Zojoji Temple dan Tokyo Tower

29 Desember lalu alhamdulillah saya berulang tahun. Tadinya agak malas keluar, maklum winter gini tempat terbaik itu adalah di atas kasur di bawah selimut, haha. Tapi akhirnya sekitar jam 3 sore saya putuskan untuk menjalankan misi “mencari gratisan ke Tokyo Tower”, ahaha. Saya berangkat sendiri sih, soalnya ga tau mau ajak siapa. Lagi pula kasian juga ntar si teman kudu bayar sementara saya gratis, hehe.

Sebelum ke Tokyo Tower, saya mampir ke Zojoji Temple yang terletak di dekat Tokyo Tower. Saya baru tau kalau ada temple di sana, jadi ya sekalian saja. Di Zojoji Temple waktu itu sedang persiapan untuk acara tahun baru. Pas malam tahun baru, temple ini memang jadi spot keramaian warga Tokyo untuk menyambut tahun baru.

Dari Zojoji Temple barulah saya ke Tokyo Tower. Ini kali ketiga saya ke Tokyo Tower, tapi kemegahannya tetap terasa. Saya langsung menuju bagian penjualan tiket, dan sama mbak-mbaknya dikasih ucapan selamat dan disuruh ke bagian informasi yang ada di dalam. Di bagian informasi, pertama mbak-mbaknya akan minta kartu identitas sebagai bukti hari itu kita berulang tahun. Berikutnya saya diberi brosur, kartu ucapan ulang tahun, serta kupon untuk masuk main observatory dan kupon cake.

Kartu ucapan dan kupon dari Tokyo Tower

Selanjutnya saya menuju main observatory, sekali lagi menikmati bird’s eye view of Tokyo. Saya sampai di atas sudah menjelang sunset. Alhamdulillah bisa menikmati detik-detik matahari terbenam di balik bukit. Indah. Dan lucunya beberapa orang Jepang tepuk tangan sambil bilang sugoi gitu pas si matahari tepat menghilang di balik bukit, layaknya menonton sebuah pertunjukan, hehe. Ini foto sunset-nya, dan puncak yang di kanan itu adalah puncak Mt. Fuji. 🙂

Sunset dari Tokyo Tower

Di main observatory yang terdiri dari dua lantai itu saya berputar-putar untuk hunting foto. Nah, saya masih memegang kupon cake dan cukup lama berpikir apa yang mesti saya lakukan dengan kupon ini. Saya tidak yakin sih si cake-nya halal (dari segi bahan) untuk saya makan. Mau kasih orang juga bingung. Akhirnya saya putuskan untuk tidak mengambil cake-nya dari pada mubazir, hehe.

Setelah cape puas berputar-putar saya turun ke tempat penjualan souvenir Tokyo Tower di lantai dasar, dengan tujuan utama cari miniatur Tokyo Tower titipan teman. Pas mampir ke satu toko, saya lihat-lihat kartu pos. Tangan saya masih memegang brosur dan kartu ucapan tadi, lalu sama nenek-nenek yang punya toko disuruh taruh dulu brosur dan kartunya. Pas lihat kartu itu, neneknya bilang kartunya lucu. Saya bilang saja itu kartu ulang tahun. Huee, lalu si nenek membungkukkan badan 90° kayak rukuk dan mengucapkan お誕生日おめでとうございます. Hoaa, rasanya sesuatu banget diucapin met ultah dengan posisi hormat kayak gitu 😀 Terus si neneknya nanya, kok saya sendiri saja. Sedih amat ya kayaknya pas ulang tahun jalan-jalan sendirian, haha. But sometimes solitary journey is fun for me 🙂

Selesai urusan dengan souvenir saya pun meninggalkan Tokyo Tower. Tokyo Tower tetap megah, dan hari itu cukup berkesan buat saya. Terima kasih Tokyo Tower atas gratisannya. Ulang tahun berikutnya kalau ada kesempatan saya ke sana lagi deh, hihihi.

semoga lebih paham arti hidup
semoga lebih bermanfaat untuk sekitarnya
semoga hidupnya senantiasa indah dan mengindahkan

muhasabah
introspeksi dan refleksi
ulang tahun bukan untuk dirayakan, tapi direnungkan

Advertisements

19 thoughts on “Tokyo Tower Birthday Invitation

  1. asiiiik, bentar lagi menyambut 2 ulang tahun yg hanya berjarak 1 minggu. marii pilih salah satu menuju Tokyo Tower. makasiiii infonya kak reisha 😀

  2. Assalammu’alaikum…
    Kak, saya tertarik dengan beasiswa MEXT dan tahun ini saya mau berencana untuk ikut beasiswa tsb, salah satu persyaratanny khan disuruh buat research proposal, itu formatny gmn? bolehkah saya dikasih contoh proposal yg di pakai kakak waktu itu? kirim aja ke email ayif14@gmail.com

    Oh y… kuliah saya dari jurusan information system, kalau misal saya ambil di bidang business management, bisa g?

    Terima Kasih sebelumnya……..

  3. O- OH MY GOOOD itu keren banget, keren bangeeet! Saya sampe doki-doki sendiri bacanya. Iri banget deh, pengen ke Jepang juga. Aaaaaa! Tahun kapan yaa saya bisa ke Tokyo Tower pas ulang tahun saya… #maugratisanjuga

    BTW, happy belated birthday! 😉 Ulang tahun saya tahun lalu juga saya jalan-jalan sendirian, tapi di KL sih bukan di Tokyo haha. 😛 Yay December girls!

    (Ini visit pertama saya nih, nice blog! Yoroshiku onegaishimasu!)

  4. ass wr wb mbak reisha. . . . .
    boleh kenal smbil tnya tnya??? hehehe
    ini dari hamidah.
    ohya mbak kebnyakan sya liht, beasswa k jepang yg ditwrin tu bnyak untuk mhsswa dri PTN. smisal dri swasta gmn mbak?? aplgi ga da krjsma dg pihak jepangnya?? 🙂
    mohon penjelasannya. trima kasihhhh

    1. waalaikumsalam wr wb.
      kayaknya ga masalah deh mau PTN ataupun PTS. dan kalau beasiswa Monbukagakusho yang saya apply, itu ga ada kaitannya dengan kerjasama antara kampus dengan pemberi beasiswanya. ga tau juga kalau beasiswa lain 😀

      1. owh iya mbak terima kasih
        boleh tanya lagi?? 🙂
        ingin tau tentang beasiswa bidang profesi seperti dokter atau perwat di jepang itu bagaimana??soalnya setahu saya, lulusan perawat khususnya. mereka ke jepang untuk kerja.
        maaf banyak tnya,,,, 😀

  5. wah, informasi yang sangat bermanfaat :). Terima kasih banyak atas sharingnya ^^. Wanna do the same thing, someday. insyaAllah… Will be there on January 14th.

    Oya, saya suka sekali dengan kalimat ini; sangat setuju
    “muhasabah, introspeksi dan refleksi, ulang tahun bukan untuk dirayakan, tapi direnungkan”
    —> semoga senantiasa berkah umurnya. aamiin…

    Eh, lali memperkenalkan diri. Saya chiku, temen kuliahnya mb Isti di HI UGM dulu. Izin blog walking nggih ^^. Iro-iro doumo arigatou gozaimasu 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s