Carving Life with Letters

…menyampaikan pemikiran dan isi hati saat lidah tak mampu berkomunikasi…

#2: Life at Komaba International House

Dari Narita, tempat yang menjadi tujuan pertama saya begitu sampai di Jepang adalah Komaba International House (selanjutnya saya tulis “Komaba” saja). Waktu itu dari Narita kami naik limousine bus hingga Shibuya, lalu dari Shibuya naik kereta di Keio Inokasira line hingga Komaba-Tōdaimae Station, lanjut jalan kaki sekitar 5 menit. Saya masih ingat hari itu sepanjang jalan dari stasiun hingga Komaba penuh dengan sakura.🙂

Komaba adalah salah satu asrama internasional milik JASSO. Yang tinggal di sini adalah mahasiswa asing dari berbagai negara yang sedang belajar di berbagai kampus di Tokyo. Biasanya mahasiswa asing yang baru datang ke Jepang akan tinggal di asrama dulu selama jangka waktu tertentu, lalu selanjutnya pindah mencari tempat tinggal sendiri.

Sebelum berangkat ke Jepang, pihak kampus menanyakan apakah saya butuh dicarikan asrama atau tidak. Tentu saja saya butuh. Waktu itu dibilang asramanya antara Komaba atau Soshigaya, tapi tidak bisa milih, sedapatnya aja. Hoho. Tidak masalah sih buat saya, yang penting saat sampai di Jepang saya sudah punya kamar, begitu pikir saya. Dan alhamdulillah dapatnya Komaba, dari segi lokasi ia strategis, dari segi kamar juga nyaman.

Sampai di Komaba, saya langsung dapat kunci kamar serta setumpuk berkas. Saya langsung menuju kamar karena sudah kecapean selama perjalanan. Begitu masuk kamar saya langsung ternganga *lebay*. Kamarnya jauh lebih baik soalnya dibanding kosan saya di Bandung dulu, hehe.

Komaba International House. Gedung asrama (kolom kiri), kamar (kolom tengah), serta dapur dan ruang laundry (kolom kanan).

Kamar saya berada di Residence Hall 2 lantai 4. Gedung 2 ini terdiri atas 6 lantai. Tiap lantai terdiri atas sekitar 30 kamar, 1 dapur bersama, 1 ruang makan, 1 ruang laundry, dan 1 ruang tv. Setiap kamar sudah punya kamar mandi masing-masing. Di dalam kamar sudah ada furniture: tempat tidur (lengkap dengan bantal, selimut, dan selimut futon), lemari, meja, kursi, rak, kulkas, AC. Internet sudah tersedia. Kalau butuh seterika atau vacuum cleaner tinggal pinjam ke office yang berada di lantai 1 gedung ini. Perjalanan dari Komaba ke kampus saya butuh waktu sekitar 30-40 menit. Jauh? Waktu tempuh segitu sudah biasa sih di Jepang, hehe.

Sewa kamar di asrama ini 32,200 yen/bulan (belum termasuk biaya listrik, air, internet, dsb). Untuk ukuran Tokyo serta lokasinya yang strategis ditambah fasilitasnya sudah lengkap, harga segitu sudah tergolong murah sekali. Sewa asrama akan dipotong dari rekening tiap bulan, tapi untuk listrik dan air bayarnya prepaid lewat mesin, jadi seperti pakai pulsa prabayar, hehe. Oia mesin cucinya coin laundry, jadi kudu bayar tiap kali cuci pakaian.

Karena ini asrama internasional, jadi kita punya kesempatan untuk punya teman dari berbagai negara. Beberapa orang Jepang juga ada yang tinggal di sini sebagai RA (resident assistant). Interaksi langsung saya sih paling kalau ketemu di dapur aja😛 Tapi biasanya juga ada sejumlah event yang diadakan para RA, jadi bisa lebih kenal lagi dengan yang lainnya.

Tidak hanya dengan mahasiswa asing, di asrama ini pula saya banyak kenal dengan teman-teman Indonesia. Bukan hanya mereka yang juga tinggal di sini, melainkan juga WNI lainnya yang tinggal di Tokyo. Di Komaba ini ada Multipurpose Hall yang sering dipinjam untuk mengadakan berbagai acara, dan Komaba memang tempat yang paling strategis untuk itu, hehe.

Alhamdulillah saya dapat jatah 2 tahun tinggal di Komaba, dan bulan depan saya harus keluar dari asrama ini dan pindah ke アパート (apartemen). Asrama ini juga akan tutup akhir bulan depan, alasannya saya kurang tau, tapi sepertinya terkait dengan kondisi keuangannya Jepang. Tidak ada lagi Komaba International House-nya JASSO.😦

Sedih rasanya akan meninggalkan tempat yang saya tinggali selama 2 tahun ini. Sudah banyak cerita dan kenangan dari asrama ini. Sudah begitu menikmati tinggal di sini. Tinggal di apartemen tentunya akan berbeda. Tidak ada lagi teman-teman yang setiap hari bisa kita temui. Tidak ada lagi sapaan itterasshai atau okaeri dari bapak-bapak penjaga asrama. Tapi kehidupan 2 tahun di sini akan senantiasa berada di memori saya, dan saatnya melangkah ke suasana baru begitu keluar dari asrama ini.🙂

We all have our time machines. Some take us back, they’re called memories. Some take us forward, they’re called dreams. — Jeremy Irons

8 responses to “#2: Life at Komaba International House

  1. thesmilingchickpea Saturday, 11 February, 2012 at 11:54

    asslm wr wb,

    perkenalkan, nama saya Mohammad Shofie dr Malang. InsyaAllah april ini sy brgkt ke Jepang utk studi master .. alhmd kmrn dpt monbusho. Mau nanya nih mbak, kata prof di jpg, nanti saya musti ikut program research student dulu (max 1 atau 2 thn ya?), trus saya mau lanjut utk program degree (2 thn), nah apakah prog research student dan master degree ini terpisah atau jadi satu? contoh: misalkan saya baru bisa masuk program degree April 2013,, apa itu artinya masa beasiswa sy tinggal setahun lagi (dipakai utk research student 1thn) atau masih ttp dapat 2thn lagi (master degree)?

    Btw, mbk Reisha monbusho angkatan thn brp?

    Klo ndak keberatan saya pingin tuker link, punya mbak sdh sy add di blogroll saya
    http://thesmilingchickpea.wordpress.com/
    terimakasih, salam kenal😀

    • Reisha Saturday, 11 February, 2012 at 17:33

      Waalaikumsalam wr wb.

      Salam kenal juga. Research student dan master program itu terpisah. Nanti kalau kamu memang mau masuk master, kamu mesti ngurus scholarship extension di kampus. Coba baca tulisan saya https://reisha.wordpress.com/2011/05/14/dari-research-student-ke-master-student/

      Saya datang ke Jepang April 2010

  2. petra Saturday, 11 February, 2012 at 17:52

    kamarnya lebih bagus daripada kamar awak di bandung….
    *siap2 ngelamar monbusho*

    • Reisha Saturday, 11 February, 2012 at 18:42

      alasannya kamar? eaaaa. tapi asramanya tutup tahun ini. eh tapi denger2 kabar asrama ini dibeli sama Todai. mungkin kalo masuk Todai bisa ntar tinggal di asrama ini :p

  3. harisu Sunday, 19 February, 2012 at 21:03

    wah dah 2 thn aja, ga kerasa ya

  4. zackreborn Thursday, 26 July, 2012 at 19:28

    Mbak Reisha, boleh minta foto-foto Komaba International House?
    Foto-foto kamar yaa mbak, semuanya tentang Komaba deh kalo bisa hehehe…
    Soalnya saya tertarik suatu saat nanti mau lanjut ke Jepang :))
    e-mail saya : indra.zaki@gmail.com
    Makasih

    • Reisha Thursday, 26 July, 2012 at 19:35

      Aduh, fotonya cuma ada yang udah saya posting. Lagipula asrama ini tu sekarang udah tutup, ga tau sekarang nasibnya gimana.

      • zackreborn Friday, 27 July, 2012 at 11:04

        Wah.. gitu ya mbak..
        Ya udah..

        btw, I’m your fans, Mbak Reisha,
        tulisan sama quote-nya keren.. hehehe😀

        Hope someday I’m be able to go to Japan like you🙂
        Tetap Semangat ! 頑張って !!!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: