Carving Life with Letters

…menyampaikan pemikiran dan isi hati saat lidah tak mampu berkomunikasi…

#5: Susah Gampang Mencari Makanan Halal

Logo Islamic Food Consultant, http://hikarijpn.com/ifc/

Hidup di Jepang sebagai seorang muslim punya tantangan sendiri dalam urusan makan. Mungkin tidak hanya di Jepang, tapi juga di negara lain di mana muslim adalah minoritas. Makan di luar tidak segampang di Indonesia di mana kita tinggal pilih mau makan apa saja dan di mana saja. Di sini ada banyak hal yang perlu diperhatikan.

Soal makanan haram, mungkin yang pertama terlintas adalah babi. Yang namanya babi beserta produk turunannya sudah pasti wajib dihindari. Urusan dedagingan sebenarnya tidak hanya babi, tapi juga daging sapi, ayam, dll. Saya pribadi kalau makan di luar dan bukan di restoran halal akan memilih menghindari menu berbahan sapi atau ayam. Alasannya karena sapi dan ayam di sini tidak disembelih dengan cara Islam. Sebagian orang sih masih makan daging selama bukan babi, entah itu karena alasan rukhsah sebab susah mendapatkan makanan halal (padahal sumpah itu tidak sesusah mencari jarum di tumpukan jerami) ataupun mau enaknya saja.ūüėõ Tapi buat saya pribadi, saya ambil yang paling aman saja, toh saya juga tidak akan mati kalau tidak makan daging, hehe.

Sebenarnya tidak hanya daging, ada bahan lain juga yang mesti diperhatikan, misalnya minyak yang dipakai menggoreng, gelatin, margarin, butter, emulsifier, shortening, dsb. Kalau soal minuman, mungkin yang pertama terlintas adalah minuman beralkohol. Alkohol dan turunannya (termasuk mirin yang biasa dipakai di masakan Jepang) juga saya hindari. Itu baru soal bahan makanan, masalah lebih rumit lagi kalau sudah menyangkut alat dan proses pembuatan makanan. Misalnya saja roti, karena beberapa roti ternyata, walaupun bahannya insyaallah halal, tapi kalau ternyata minyak yang dipakai untuk mengoles loyangnya mengandung  babi, itu juga mesti dihindari.

Dengan kondisi bahan non halal bertebaran di mana-mana itu, otomatis saat belanja makanan mesti ekstra hati-hati. Bagaimana caranya bisa tau mana yang boleh dimakan dan mana yang tidak boleh dimakan? Caranya adalah dengan mengecek ingredients dari produk tersebut, yang tentunya tertulis dengan huruf Jepang. Susah sih kalau tidak bisa baca tulisannya, hiks. Atau kalau rajin, tinggal hapal kanji bahan yang dilarang, dan kalau itu ada di daftar ingredients artinya tidak boleh dimakan. Untuk bahan seperti emulsifier dan shortening yang kemungkinan bisa nabati atau hewani, kalau tidak ada keterangan, bisa ditanyakan ke customer service-nya. Perlu diperhatikan juga bahwa suatu produk kadang berubah ingredients-nya. Jadi belum tentu juga suatu produk yang sekarang boleh dimakan bakal boleh dimakan selamanya.

Saat makan di restoran, memesan menu seafood atau sayuran juga sebenarnya tidak ada jaminan sih kalau makanan itu halal. Karena bisa saja makanannya mengandung sake, mirin, kaldu daging, digoreng dengan minyak yang sama yang digunakan untuk menggoreng daging, dsb. Makan di restoran Indonesia juga belum tentu terjamin kehalalannya karena beberapa restoran Indonesia pun ternyata memakai daging biasa di sini, bukan daging berlabel halal.

OK. Itu bagian susahnya. Kok sepertinya mau makan saja susah yaa, hehe. Solusi biar bisa tetap makan enak dan terhindar dari kemungkinan makanannya tidak halal adalah: memasak. Haha. Selain bisa dijaga kehalalannya, memasak sendiri juga lebih murah ketimbang tiap makan mesti beli di restoran. Buat yang tidak bisa masak sih saya sarankan belajarlah memasak, tidak perlu yang susah, sekedar masak nasi, goreng telur, atau tumis sayur mestinya tidak rumit. :D Mau makan daging pun tidak masalah. Di Tokyo alhamdulillah sudah banyak toko halal yang tentunya menjual daging halal. Daging beku sih, tapi masih lebih baik lah karena jelas kehalalannya. Toko halal online juga tersedia.

Nah, untuk belanja bahan makanan ataupun makanan jadi, alhamdulillah ada mbak-mbak di sini yang membuat blog serta Facebook page¬†berisikan daftar mana produk yang insyaallah bisa dimakan dan mana yang mesti dihindari. Dari awal kedatangan di Jepang hingga saat ini pun saya masih lebih sering cek ke sana ketimbang membaca sendiri¬†ingredients-nya. Saya malas soalnya melihat kanji bertebaran. Kalau bahannya cuma sampai 5 macam sih masih mending, kalau sudah belasan atau puluhan saya angkat tangan.ūüėÄ Kalau makan di restoran saya biasanya juga tinggal tanya ke yang sudah lama tinggal di Jepang, makan di restoran apa yang ada menu yang boleh dimakan. Kalau mentok banget paling saya ke warung udon atau soba saja (ini biasanya jadi pilihan kalau lagi travelling ke tempat yang susah ditemukan restoran, hehe).

Sebagian mungkin akan berpegang pada bahwasanya kalau tidak tau, insyaallah tidak apa-apa. Yaa memang sih. Tapi menurut saya ini juga tidak bisa jadi pembenaran untuk tidak mencari tau. Toh sekarang sudah banyak fasilitas yang memudahkan kita. Kalau memang tidak tau dan rasanya ragu, mending dihindari saja dan cari makanan lain. Tapi ujung-ujungnya sih tetap saja, kembali ke pilihan dan keyakinan masing-masing.ūüôā

Sebuah tantangan sekali, apalagi untuk suatu hal yang merupakan kebutuhan primer. Tapi dengan menjalani kehidupan seperti ini, alhamdulillah jadi banyak belajar lagi tentang konsep makanan halal dan haram. Rasanya kalau melulu tinggal di Indonesia saya tidak akan pernah memikirkan hal-hal seperti ini. Terkadang terasa susah sekali dan rasanya ingin berada di Indonesia saja, saat lapar tidak susah mencari makanan. Tapi yaa dinikmati saja, hehe.

Berikut saya rangkum beberapa link terkait makanan halal-haram di Jepang. Insyaallah berguna.

Tidak sengaja makan makanan yang haram itu tidak dosa, tapi efeknya akan tetap terasa. Daging yang tumbuh dari makanan haram akan mudah beresonansi dengan frekuensi-frekuensi kemaksiatan. — Salim A. Fillah

23 responses to “#5: Susah Gampang Mencari Makanan Halal

  1. Asop Monday, 5 March, 2012 at 23:25

    Luar biasa, beginilah tantangan hidup di negeri orang dan hidup sebagai minoritas.ūüôā

  2. Yohanes Nugroho Tuesday, 6 March, 2012 at 20:03

    Saya bukan Muslim, tapi saya melihat sendiri kerepotan teman saya yang Muslim dulunya tinggal sekota dengan saya (Chiang Mai, Thailand). Dan kalau ada keluarga saya atau teman muslim saya yang datang, saya juga harus banyak mikir soal makanan halal.

    Saya liat ada beberapa app yg mungkin bisa berguna:

    Halal Scanner (scan ingredient makanan, dan akan dicek kehalalannya), gak tau apakah versi jepangnya atau nggak:

    Terus ada juga ini untuk berbagi makanan halal (gak tau ini sukses atau nggak appnya):

    http://halalsurf.com/

    Kalau yg dua itu kurang sip, mungkin bisa buat app sendiriūüôā

    • Reisha Wednesday, 7 March, 2012 at 13:55

      Wah, terima kasih infonya mas. Di Jepang juga ada iPhone app untuk mencari info makanan halal itu, masih baru, jadi datanya belum lengkap, tapi sudah cukup membantuūüėÄ

    • Halalsurf Friday, 9 March, 2012 at 22:41

      Ayoh teman-teman http://halalsurf.com bisa membantu sambil bersosial. Hebat bangat halalsurf.com macam facebook. Thank you.

  3. shinojundo Wednesday, 7 March, 2012 at 13:27

    Halo, permisi, saya mau numpang tanya beberapa hal soal Monbusho, boleh?

    Saya berencana melamar beasiswa utk research student, dan saya ingin tahu apakah topik riset yang kita ajukan harus fokus ke Indonesia atau ke Jepang?

    Itu saja dulu, terima kasih. Mohon bantuannyaūüôā

    • Reisha Wednesday, 7 March, 2012 at 13:56

      Setau saya topiknya bebas, lebih jelasnya silakan tanya ke kedubes jepang yaaaaaa..

      • shinojundo Thursday, 8 March, 2012 at 00:22

        Ooh, begitu. Kalau gitu nanti saya tanya langsung. Kalau boleh tau, topik Mbak waktu melamar beasiswa ini fokus ke Indonesia atau Jepang?

      • Reisha Thursday, 8 March, 2012 at 12:26

        Bidang saya computer science euy, yang ga ada kaitannya dengan negara ataupun geografis..

    • Fanny Wednesday, 7 March, 2012 at 14:53

      silakan konsultasi langsung ke kedubes Jepang ya mas.

  4. Halalsurf Friday, 9 March, 2012 at 22:42

    Ayoh sign up for FREE Halalsurf.Com. Thank you.

  5. iqbalrizqon Thursday, 22 March, 2012 at 15:17

    kak reisha salam kenal ya,namaku iqbal jur IF jg dr undip kan lg bikin TA nih judulnya aplikasi e-commerce dg model CBSE,kakak dlu ta nya jg itu kan?bsa sharing ilmu nya donk kak

    • Reisha Thursday, 12 April, 2012 at 23:50

      TA saya dulu tentang CBSE, tapi lebih ke metodologinya. Saya membahas tentang UML Components serta kaitannya dengan EJB. Referensi utama yang saya gunakan adalah buku ini: http://www.syntropy.co.uk/umlcomponents/

  6. iqbalrizqon Tuesday, 29 May, 2012 at 00:52

    kalo pngen download ada ga ya yg free kak?? mohon pencerahannya

    • Reisha Tuesday, 29 May, 2012 at 11:41

      Download apa? Ebook? Gtw euy. Coba cari di perpustakaan.

  7. iqbalrizqon Tuesday, 29 May, 2012 at 11:50

    boleh liat skripsi kakak ga untuk referensi kalo tidak keberatan?

    • Reisha Tuesday, 5 June, 2012 at 21:40

      Coba akses dari Perpustakaan Digital ITB aja ya. Ini linknya http://digilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jbptitbpp-gdl-reishahuma-34225

      • iqbalrizqon Tuesday, 12 June, 2012 at 15:06

        kak itu file nya spertinya uda ga daūüė¶ .ada link lainnya ga kak?maaf merepotkan

      • Reisha Tuesday, 12 June, 2012 at 17:56

        Register dulu baru bisa akses

  8. iqbalrizqon Thursday, 12 July, 2012 at 04:57

    udah kak,,tp tulisannya file uda tidak ada silahkan hub penulis,,gitu kak,,mohon pencerahannya ..

  9. Rysmah Sunday, 14 October, 2012 at 22:02

    Assalamu’alaykumūüôā
    mbak mau nanya nih, klo awal masuk lab n diajakin welcome party, trus pas kita disuguhin makanan, boleh gak kita nanya ke senseinya klo kita gak boleh makan daging2an dan turunannya? bilangnya gimana ya mbak biar senseinya gak tersinggung?

    • Reisha Monday, 15 October, 2012 at 09:23

      Waalaikumsalam wr wb. Boleh banget, ga masalah kok bilang itu dg jujur. Bilang aja kl kita ga boleh makan daging2an. Ngomong biasa aja dg sopan, insyaallah ga apa2..

  10. astonix Thursday, 29 August, 2013 at 15:41

    Subhanallah, memang seperti itulah harusnya seorang muslim. Berhati-hati, bahkan yang syubhat pun ditinggalkan.
    Di Indonesia, yang mayoritas penduduknya Muslim pun ternyata banyak makanan haram yang tidak kita ketahui. Warung maupun resto (terutama di Jakarta) banyak yang diam-diam memakai angciu untuk menambah kelezatan masakan. Solusinya ya seperti yang Mbak Reisha tuliskan di atas, harus masak sendiri biar amanūüėÄ. Kalau terpaksanya jajan, harus ditanyakan ke penjualnya, pakai angciu atau tidak.

    Btw, syukron artikelnya bisa menambah wawasan.

  11. Anggi Noeriman Thursday, 11 June, 2015 at 22:59

    assalamualaikum,,kk mw tany nih he,,
    klo muslimah dijepang gmna study nyah,,??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: