Carving Life with Letters

…menyampaikan pemikiran dan isi hati saat lidah tak mampu berkomunikasi…

#6: Hidup Sebagai Muslimah di Jepang

Bagaimana rasanya hidup sebagai muslimah di sini? Tidak mudah, tapi seru.🙂 Tidak mudah, karena memang tidak seenak dan senyaman di Indonesia. Seru, karena di sini kita bisa jadi kreatif mengakali kondisi, serta merasakan pengalaman yang mungkin tidak akan pernah dirasakan di Indonesia.

Tentang Shalat

Shalat, sesuatu yang wajib yang jadi menantang di sini. Tantangannya tidak hanya soal tempat, tapi juga soal waktu dan wudhu.

Kalau di Indonesia kita masih memakai kerangka berpikir bahwa shalat itu di masjid atau mushala (saat ke luar rumah), maka di sini kita harus mengubah itu: bahwa shalat itu bisa dilakukan di mana saja (selain di toilet dan kuburan tentunya). Tidak mudah menemukan masjid/mushala di sini. Ada, tapi jumlahnya masih sedikit sekali. Di kampus pun kadang tidak ada tempat khusus untuk shalat. Saat bepergian, location hunting  untuk shalat pasti masuk dalam agenda kegiatan. Biasanya saya mencari tempat yang kemungkinan tidak banyak dilalui orang. Shalat di pojokan ruangan, di ruang ganti toko baju, di bawah tangga gedung, di taman, dsb sudah biasa. Dilihat sampai difoto-foto orang pernah dialami, ditegur satpam juga pernah. Awalnya saya akui itu susah, risih kalau dilihat orang, shalat juga sering jadi tidak tenang. Di situ ujiannya. Tapi  lama-lama saya camkan ke diri saya supaya bisa secuek mungkin supaya shalatnya bisa tenang. Tidak apa-apa dilihat orang, toh yang penting kita tidak mengganggu, dan anggap saja kita mengenalkan Islam kepada orang yang tadinya tidak mengenal Islam.🙂

Shalat berjamaah di Mt. Takao waktu Hiking Momiji PMIJ 2010. Kiblat pas mengarah ke bagian tempat orang lewat. Diliatin orang, tapi cuek saja.

Dengan segala aktivitas yang dilakukan, kita mesti menyesuaikan diri dengan waktu shalat. Kadang ada masanya di mana ada kegiatan saat jam shalat lalu kegiatan itu tidak selesai sebelum waktu shalat berikutnya, alhasil mesti cari cara supaya bisa shalat. Minta izin sekitar 10 menit untuk shalat insyaAllah tidak masalah. Komunikasikan saja dengan baik. Selain itu, dengan kondisi Jepang sebagai negara empat musim, otomatis jadwal shalat akan bervariasi sepanjang tahun. Ada kalanya subuh sekitar  jam setengah 3 pagi, ada juga masanya subuh sekitar jam setengah 6 pagi. Timpang sekali dengan di Indonesia yang jadwal shalatnya relatif sama sepanjang tahun.

Urusan berwudhu lagi-lagi tidak senyaman di Indonesia. Jikalau di Indonesia imej dari toilet itu adalah basah, maka di sini semua toilet kering. Saat berwudhu di wastafel pastinya ada cipratan air yang membuat basah. Ini sebaiknya dikeringkan lagi seusai berwudhu. Ga mau tentunya kalau sampai ada yang melabeli orang Islam itu ga bersih.🙂 Daripada ribet urusan wudhu, biasanya saya berwudhu dulu sebelum bepergian, jadi saat masuk waktu shalat nanti kita tinggal shalat.🙂

Tentang Puasa

Ramadhan salah satu masa di mana akan ada orang Jepang yang bertanya kenapa kita tidak makan dan minum pada siang hari. Another chance to introduce Islam.🙂 Saat ini sebagian orang Jepang alhamdulillah sudah kenal istilah Ramadhan, jadi insyaAllah lebih gampang menjelaskannya. Saya dulu surprise juga saat saya akan ada agenda lab 3 hari di luar Tokyo, saya bilang bahwa saya tidak pesan sarapan dan makan siang. Sudah berusaha menjelaskan panjang lebar bahwasanya saya sebagai muslim ada masa satu bulan di mana saya tidak boleh makan dari pagi blablabla, lalu profesor saya bertanya, “Ramadhan?”. Haiyah. Seringkali mereka juga akan berkomentar, “berat ya mesti puasa selama sebulan penuh”. Yaa, jawab saja dengan senyuman bahwa kita sudah biasa melakukannya, hehe.

Saat saya di sini kebetulan Ramadhan itu saat musim panas. Siang lebih panjang, otomatis waktu berpuasa jadi lebih panjang juga dibanding di Indonesia. Tapi puasa di musim panas tidak membuat lapar, kalau haus sih sudah pasti, hehe. Kalau puasa saat musim dingin waktunya lebih pendek karena malam lebih panjang. Musim dingin tidak membuat haus, hanya saja kita gampang lapar di musim dingin. Tapi kalau niatnya sudah kuat, kondisi apapun insyaAllah tidak jadi penghalang untuk berpuasa.🙂

Tentang Makan dan Minum

Seperti yang saya tulis di tulisan sebelumnya, urusan makan jadi tidak mudah di sini, disebabkan mayoritas makanan yang beredar tidak halal. Ada sisi positifnya buat saya pribadi dari kondisi ini: saya “dipaksa” untuk memasak serta belajar lagi soal konsep halal-haram. Saya yang dulunya selama kuliah di Bandung tidak pernah memasak sekarang jadi menikmati sekali kegiatan masak-memasak, hehe.

Di Jepang sepertinya kita tidak akan terhindar dari acara yang namanya 飲み会 (=nomikai). Sebuah drinking party yang sudah jadi budaya buat orang Jepang. Ada party pasti ada sake, bir, dkk. Kadang saya ikut party-nya, tapi yang pasti tidak ikut minum minuman kerasnya. Orang Jepang juga insyaAllah menghargai kita kok kalau kita bilang kita tidak minum minuman keras. Pertama kali saya ikut nomikai lab, seorang rekan lab pernah berkata kepada saya, “They don’t care whether you drink alcohol or not. They are happy that you join this party. So, don’t worry.” 🙂

Tentang Jilbab

Sebagai muslimah berjilbab, yang mencolok dari penampilan kita tentunya jilbab. Alhamdulillah saat ini di Jepang sudah cukup banyak muslimah berjilbab, jadi tidak perlu merasa begitu aneh, hehe. Malah dari pengalaman saya pribadi, pakai jilbab justru memberikan keuntungan. Jilbab adalah identitas para muslimah, dari jilbab orang bisa tahu bahwa kita adalah umat Islam. Saat awal kedatangan saya ke school office di kampus, saya ditanyai petugas di sana, “Do you need special place to pray?”. Di Nishiwaseda Campus rupanya ada pojokan kecil buat shalat. Mungkin kalau saya tidak berjilbab, saya tidak akan ditanyai itu. Dari jilbab itu juga sebagian orang bakal langsung tau kalau saya tidak makan babi dan tidak minum minuman keras.

Berjilbab juga artinya siap-siap saja sewaktu-waktu ditanya-tanya oleh orang Jepang, hehe. Misalnya saja saat musim panas saya beberapa kali ditanyai apakah saya tidak apa-apa pakai jilbab panas-panas begitu, apa sebaiknya dilepas saja daripada kepanasan. Ehehe. Kebalikan dengan saat musim dingin, mereka akan berkomentar, sepertinya hangat yaa kepala ditutup seperti itu. Sering ditanyai juga kapan saja saya pakai jilbab, apakah saya selalu pakai jilbab kalau di rumah, nanti kalau sudah bersuami terhadap suami boleh buka jilbab atau ga, apakah warna jilbabnya mesti warna tertentu, punya berapa jilbab, beli jilbabnya di mana, dll. Pertanyaan yang bikin dilema mungkin saat ditanya, kalau memang jilbab itu wajib, kenapa ada yang tidak pakai jilbab? Lebih dilema lagi kalau ditanyanya pas lagi bareng teman muslimah yang tidak berjillbab. Nah lo.

Tentang Masjid dan Adzan

Pernahkah Anda merasa rindu dengan masjid dan suara adzan? Saya rasa sebagian besar orang yang pernah tinggal di mana muslim adalah minoritas tau sekali rasanya seperti apa. Suara adzan tidak ada sama sekali di sini, di masjid pun biasanya suara adzan hanya dibuat bisa didengar di dalam masjid saja, tidak sampai terdengar keras di luar. Mendengar adzan secara langsung setelah sekian lama ga dengar itu kadang bikin merinding. Bertemu masjid itu rasanya luar biasa sekali. Jangankan masjid, saat mudik ke Indonesia, pernah suatu ketika pas lagi di jalan waktu untuk shalat sudah mepet, akhirnya mampir dulu ke tempat makan. Saya tanya mas-masnya ada tempat shalat atau tidak, akhirnya ditunjuki tempat kecil untuk shalat. Saya numpang shalat di situ, dan saat itu rasanya ingin menangis mengingat begitu mudahnya mendapatkan tempat shalat di Indonesia. Hidup di sini sudah mengajarkan saya betapa berharganya ketersediaan tempat shalat, walau itu hanya sepetak kecil.

Tentang Idul Fitri dan Idul Adha

Tahun pertama saya di Jepang, saya tidak mudik ke Indonesia saat Lebaran, jadilah berhari raya di Tokyo ini. Bagaimana rasanya? Rada sedih sih.😦 Di Indonesia malam sebelum Lebaran pastilah suara takbir menggema di mana-mana  menyambut hari kemenangan. Di sini jangan harap. Yaa, paling bisa menghibur diri dengan dengar via internet, hehe. Kalau shalat ied, saya ikut shalat ied di Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT). Di sana pas shalat ied ramai sekali, takbiran juga ada sedikit, walau cuma bisa didengar dari dalam SRIT-nya saja. Saat Idul Fitri, KBRI Tokyo biasanya juga mengadakan open house, jadi kita bisa silaturrahim sambil makan-makan di sana seusai shalat ied, hehe. Tapiii, setelahnya, ya kembali lagi seperti hari biasa, suasana Lebarannya langsung hilang, huhu. Begitu pula saat Idul Adha, shalat ied juga lumayan ramai, tapi suasana kurbannya ga berasa, hehe. Sepertinya kurban orang-orang di sini disalurkan ke Indonesia dan ga ada potong hewan kurban di sini😛

Oia, Idul Fitri dan Idul Adha tentunya tidak jadi hari libur di sini. Pas saya di sini kebetulan Idul Fitri jatuh pas libur musim panas, jadi tidak ada masalah. Pas Idul Adha, kalau jatuhnya pas hari kerja, mesti mempertimbangkan apakah tidak masuk kuliah demi shalat ied atau tetap masuk kuliah jadi tidak bisa ikut shalat ied, hehe.

*****

Apapun tujuan kita menuju belahan bumi Allah bagian mana pun, ada hal yang mesti kita pegang erat, yakni keislaman kita. Kadang mudah, kadang susah, tapi saya yakin ada hikmah dari semuanya.

There are so many “ladang amal” here. Everytime we study hard, everytime we struggle to find place for praying outside, everytime we keep ourselves away from haram food, every time we step our feet for finding knowledge, everytime the tears come streaming down our face because living here is so hard; everytime, everything could be great things if we do that just because of Allah. — Reisha Humaira

95 responses to “#6: Hidup Sebagai Muslimah di Jepang

  1. yumugee Tuesday, 17 April, 2012 at 10:10

    assalamualaikum,
    kalau suasana lebaran disana seperti apa kak?

    • Reisha Tuesday, 17 April, 2012 at 17:29

      waalaikumsalam. wah bener juga kelupaan nulis itu. tulisannya udah saya update ya. saya tambahin tentang Idul Fitri dan Idul Adha di akhir tulisan, hehe. arigatou😀

      • Arin Wednesday, 1 January, 2014 at 14:55

        Assalammu’alaikum.maaf mbak reisha ini penerima beasiswa jepang ya?beasiswa kategori pa mbak?sy ingin mencoba beasiswa teacher training tapi sy kok masih agk bingung dg persyaratannya.mhn blsn.trmksh

        • Arin Wednesday, 1 January, 2014 at 14:57

          mbak bisa blas di no ni ya 085735294321.trmksh byk….sangat menginspirasi blognya…!?

        • Reisha Sunday, 2 February, 2014 at 08:13

          Waalaikumsalam. Iya dulu saya dapat beasiswa Monbukagakusho kategori Research Student mbak. Tulisan terkait beasiswanya bisa dibaca di https://reisha.wordpress.com/category/pursuit-of-japan/ Tapi saya ga tau sama sekali tentang beasiswa teacher training.

  2. bhellabhello Tuesday, 17 April, 2012 at 19:59

    Kak Reisha, ini sharing2nya keyen. jd ada gambaran gimana hidup di negara dimana Islam jd minoritas. deg2an euy. tp harus tetep semangat, gamau kalah sm kak reisha yes.

    • Reisha Tuesday, 17 April, 2012 at 20:07

      Hohoho. Semangat Bhella, insyaAllah bisa. Banyak pengalaman seru ntar pastinya.🙂

  3. Afriandi Tasman Monday, 30 April, 2012 at 07:55

    Amazing.. g’kebayang bgt gimana nglakuin itu semua.. apa lagi klo saya sebagai laki-laki, yang pengalaman masak-memasak sangat minim, bikin rendang formula emak pun akan ribet nemuin bahannya…🙂
    Super sekali sdri Reisha.. mgkin, yang bisa bikin pusing klo wudhunya batal dijalan.. bisa-bisa jadi lbih rajin dari OB dalam hal membersihkan wastafel.. semoga anda dimudahkan..

  4. muhammad affandi Thursday, 28 June, 2012 at 01:38

    hebat kamu hehehe ,
    kapan ya saya bisa ke jepang biar bisa menyebarkan agama islam

  5. arini ridha Friday, 13 July, 2012 at 14:37

    assalamualaikum
    saya ingin sekali suatu saat nanti bisa kuliah di jepang,
    semoga saya bisa menyusul mbak ya🙂
    aamiin

  6. Muhammad Joe Sekigawa Wednesday, 18 July, 2012 at 02:51

    Betul banget Mbak, gimana menjelaskannya kalo misalkan ada kawan akhwat lain tapi yang belum berhijab he he,,,

    #Untung saya laki-laki (pembelaan yang agak kurang berdasar) ^_^

  7. dheny Friday, 20 July, 2012 at 11:44

    asssalamualaikum,
    saya suka sekali dengan cerita di blog ini terutama kata terakhir yang anda sampaikan “There are so many “ladang amal” here. Everytime we study hard, everytime we struggle to find place for praying outside, everytime we keep ourselves away from haram food, every time we step our feet for finding knowledge, everytime the tears come streaming down our face because living here is so hard; everytime, everything could be great things if we do that just because of Allah”…sungguh menyentuh saya untuk lebih beriman kepada allah

  8. racchanKD Saturday, 15 September, 2012 at 23:02

    Salam kenal, Teh. Sy mahasiswi ITB juga, mau brangkat ke Jepang dan dipertemukan Google untuk berkunjung ke blog teteh🙂
    Merangkum banget Teh tulisannya, sy pernah berkunjung 1 minggu ke sana dan sudah merasakan kesulitan2 tsb di atas, skrg untuk waktu yg lebih lama, saya harus menetap di sana.

    Kalau saya bilang, hidup di luar negeri itu menguji keikhlasan kita karena hanya ada Allah dan kita. Tanpa mata2 lain yang melihat atau peduli apakah kita beribadah dengan baik atau tidak🙂.

    Kalo teteh gmana kiatnya biar bisa tetep istiqomah, Teh?

    • Reisha Saturday, 15 September, 2012 at 23:32

      Salam kenal Ratih. Wah pertanyaan sulit, hehe. Mungkin salah satu kiatnya perbanyak berteman dengan orang saleh dan sering2 ikut pengajian. Kita bertemu beraneka ragam orang di sini dan bergaul dengan siapa saja, dari yang ga kenal agama, yang non muslim, yang muslim tapi cuek sekali terhadap ajaran agama, hingga yang muslim taat. Tapi untuk dijadikan teman yang dekat dan akrab saya rasa kita memang mesti pilih2. Yang agamanya bagus tentunya pilihan yang tepat, hehe. Lingkungan pertemanan kita di sini menurut saya berpengaruh sekali terhadap cara pandang kita terhadap ajaran agama.🙂

      • racchanKD Sunday, 16 September, 2012 at 11:03

        ok teh, langsung cr komunitas insyaallah sesampainya di sana.
        Intinya cari yang benar, bukan cuma yang menyenangkan ya. Hehe.

  9. Respati Maulina H. (@dreamchasingcat) Tuesday, 18 September, 2012 at 01:50

    Nyari-nyari referensi soal persiapan sebelum berangkat ke Jepang (terutama soal packing biar nggak over-baggage di airport :P), tapi jadi baca-baca postingan Mbak yang macem-macem. Good read. d(^w^)b Nangis saya, baca quotenya Mbak yang dikotakin di ujung tulisan ini. Ayo tanggung jawab…
    Hope to be able to see you someday, meski saya di barat (Kanazawa) dan Mbak di timur (Tokyo).😉

    • Dite Bayu Nugroho (@_dite) Wednesday, 11 September, 2013 at 18:39

      halo mb Respati, perkenalkan saya dite dari jogja rencana mulai 1 oktober berangkat ke jepang untuk studi s3, saya juga sedang cari2 tips packing. kalau boleh mohon dibagi info dan tips packing mb apa saja yang perlu di bawa ke jepang. banyak terimakasih

  10. Aulia Mia Friday, 9 November, 2012 at 21:56

    Kak Reisha, ^_^ critanya menginspirasi bgt.. Jd inget critanya kak Hanum Salsabila Rais (buku 99 cahaya di langit Eropa) waktu harus tinggal di Austria dan hidup sebagai minoritas. Disana jg susah mendengar suara adzan, juga gak mudah bertemu masjid. Banyak yg bertanya jg ttg puasa. Tak sedikit jg yg menawarkan makanan/minuman haram.

    Jadi sangat bersyukur krn masih bsa sering mendengar adzan dan melaksanakan aholat tanpa trlalu banyak rintangan.
    Tp ^_^ pengalaman kakak tetap menggiurkan.. Smoga ada kesempatan dan jalan untuk bisa mendapat pengalaman yg sama..

    Semangattt kakk…. ^_^ d

    • Reisha Sunday, 11 November, 2012 at 19:17

      Hehe, makasih Aulia🙂

      • ayu Tuesday, 19 November, 2013 at 23:45

        mbak, bisa bagi alamt emailnya? udah lumayan lama saya nyari info tntng beasiswa di jepang tp msh ada yang bingung. bisa ya mbak, please…………………

  11. Yoga Thursday, 15 November, 2012 at 21:55

    hebat! saya kagum sama keteguhan kakak menjaga kewajiban kakak sebagai seorang muslimah di negeri sakura ^^
    kak mau tanya nih, orang jepang kan waktu mau makan suka bilang “itadakimasu”, nah menurut kakak apakah kata tersebut halal/haram diucapkan oleh seorang muslim? soalnya saya pernah denger kalo kata itu arti aslinya adalah ucapan syukur kepada dewa…
    mohon dijawab ya kaak,
    hontou ni arigatou ^^

    • Reisha Friday, 16 November, 2012 at 01:14

      wogh saya baru tau ada yang bilang gitu. setau saya ucapan “itadakimasu” itu bagian dari etika makan aja, sebagai ekspresi ucapan terima kasih atas makanan yang siap disantap. menurut saya ga masalah sih selama niatnya bukan untuk berterima kasih kepada selain Allah. tapi sebagai muslim alangkah lebih baiknya sebelum makan yang dibaca itu doa sebelum makan, atau minimal bismillah, hehe.

      • Yoga Saturday, 17 November, 2012 at 15:10

        hehe jadi ga masalah ya kak, yang penting niatnya🙂
        terima kasih, semoga sukses kak🙂

  12. Beby Puspita Saturday, 17 November, 2012 at 20:25

    subhanallah.. せんぱいはとてもすごいですね ^.^
    banyak bgt pelajaran yg saya ambil dr beberapa artikel senpai, alhamdulillah saya jd lebih semangat ingin sekolah di Jepang..
    どうもありがとうございます 

  13. lutfi Sunday, 2 December, 2012 at 16:25

    allahu akbar🙂 gimana ya, tiap hari gak ndengerin adzan? gimana ya suasana lebaran kayak gitu? aku jadi pengin nangis mbayangin gitu T_T mba semangat🙂 ganbate kudasai

  14. tausendsunny Friday, 14 December, 2012 at 16:29

    assalamu’alaikum kak rei, salam kenal🙂
    aaa aku ngefans banget sama kak rei, tulisan-tulisannya inspiring sekali🙂
    kemarin alhamdulillah dapet kesempatan exchange selama 5 minggu di tokyo.. baca2 blog kakak jadi teringat kembali masa-masa disana. apalagi tentang perjuangan menjadi seorang muslimah :’)
    insyaAllah habis lulus dari itb mau nyoba apply s2 ke jepang. mohon doanya ya kak🙂. kakak sampai kapan di jepangnya? ingin sekali bertemu😀

    • Reisha Saturday, 15 December, 2012 at 00:17

      Waalaikumsalam. Hoho. Semangat yaa. Moga dimudahkan usahanya nanti buat ke Jepang.😀 Saya insyaallah selesai di sini Maret 2013, jadi April 2013 sudah di Indonesia lagi..

  15. | Rsainz Hasan Ahmad | Total Quality Management | Wednesday, 19 December, 2012 at 17:31

    Assalamu ‘alaikum ww..
    Kak, Reisha.. Saya Hasan, dari Andalas Univ. (Mathematics 08)..
    Boleh minta format planwork, motivation letter, and CV pas seleksi MEXT kak?
    Kalau boleh, dikirim ke hasan_rsainz_mc@yahoo.com ya kak..
    Syukran kak…

    • Reisha Wednesday, 19 December, 2012 at 18:01

      Waalaikumsalam. MEXT ga minta yg kamu sebutkan itu. Coba baca dulu http://www.id.emb-japan.go.jp/sch_rs.html

  16. yusriansyah Sunday, 6 January, 2013 at 09:03

    nice articles,, truly help,, thanks,,
    saya jg mau ambil beasiswa yg teacher training,,,
    smga, jd senjata ampuh menembus seleksi beasiswa ke Jepang,,,
    Ya Allah, mudahkanlah jalan saya menimba ilmu ke Jepang.Aamiin.

  17. Rifan Wednesday, 9 January, 2013 at 19:13

    Kok jadi pingin ikut disana. . .
    Seakan disana kita jadi muslim sungguhan. . . .

  18. dian Friday, 11 January, 2013 at 19:44

    Assalamu’alaikum, mbak.. Salam kenal.. Tadi lagi browsing2 daftar makanan halal eh malah nemu blog ini🙂 . Saya juga baru 3 bulan ini tinggal di Jepang, dan kurang lebih ternyata pengalaman kita sama ya, mbak… Ribetnya shalat pas berpergian (shalat di kursi taman, di tangga darurat mall, bahkan pojok parkiran), ngabisin tissue buat ngelap wastafel setiap abis wudhu, searching and hunting produk2 makanan halal, belajar masak (saya tinggal di Maebashi yang ga ada satu pun tempat makan berlabel halal), susahnya menolak ajakan “party” dari sensei2 dan senpai2 (mesti hati2 milih menu), etc etc. Alhamdulillah saya tidak sendirian, saya dan teman2 saya (kami berlima) berusaha untuk saling mengingatkan. Apapun, anekawarna dan anekarasa kehidupan selama di negeri sakura ini akan jadi pengalaman yang sangat berharga saat sudah kembali ke negeri asal (bahagianya ada mushalla dan masjid dimana2, ga perlu repot2 bawa bekal setiap kali mau jalan2 -tinggal masuk ke rumah makan terdekat).

    • Reisha Saturday, 12 January, 2013 at 14:26

      Waalaikumsalam mbak Dian. Salam kenal juga. Iya, kita ga sendirian. Alhamdulillah di Jepang sekarang udah banyak muslim yang merantau ke sini.😀

  19. abay Tuesday, 15 January, 2013 at 23:09

    met malem kaka😀
    saya abay, saya senang dengan artikel kaka
    kaka di jepang dmn?? bolehkah saya tau email kaka ??
    terimkasih ka

  20. Muhammad Agya Shibuya Friday, 25 January, 2013 at 12:05

    sholat jum;atnya untuk para laki2 disana seperti apa?

    • Reisha Friday, 25 January, 2013 at 17:42

      Hmmm, sejujurnya saya ga tau persisnya, soalnya ga pernah jg nanya ke cowo2. Kl yg bs menjangkau mesjid biasanya ke mesjid. Kdg ada jg yg ngadain di ruangan kampus/gedung kl yg mau jumatan banyak. Coba tanya ke yg cowo aja kl mau tau lbh jelas..

  21. elyaz Wednesday, 6 February, 2013 at 13:54

    aku juga suka sama yang berbau2 jepang kak… aku pengeenn bgt kuliah di sono lho… doain aku biar bira ke sono yah..🙂

  22. Anindia Safitri Thursday, 7 February, 2013 at 17:06

    pas sekolah disana, ada gak larangan bagi pelajar buat pake jilbab disana?

    • Reisha Thursday, 7 February, 2013 at 17:08

      ga ada larangan berjilbab di sini🙂

  23. Anindia Safitri Thursday, 7 February, 2013 at 17:08

    bagi yang pertukaran pelajar maksudnya..

  24. muhd akbar Friday, 8 February, 2013 at 06:29

    Tidak shalat ied, tidak berkurban pasti sedih rasanya.
    Saya juga mau bertanya, apakah ini artinya orang jepang menerima perbedaan? seperti pada kalimat Do you need special place to pray?, yang dilontarkan dari petugas disana?

    • Reisha Friday, 8 February, 2013 at 07:17

      Siapa bilang muslim di sini tidak shalat ied dan tidak berkurban?

      Buat orang Jepang yang penting tidak mengganggu. Perbedaan bukan masalah.

      • Naufalin Muhtadi (@naufalinmuhtadi) Saturday, 9 February, 2013 at 13:23

        Kak, pasti enak ya kak bisa ke sana… jadi pengen nih kak… kan mau imlek nih kak, seru nggak imlek di sana kak?

  25. ry Thursday, 21 February, 2013 at 15:08

    面白,私は レイシャ -さん の話が好き。😀

  26. Rachmad Friday, 22 March, 2013 at 04:49

    Kak reisha.. ^_^ Mw nnya nih.. sya sring dngar klo org2 jepang gk bgtu mmprdalam bhs inggris,, tuh bner gk ya kk..?? soalnya sya ingin ke jepang tpi gk trlalu mahir bhsa jepang T_T klo bhsa inggris msih bsa.. hehe..
    sblumnya trma ksih sdah brbagi pngalaman ya kk..

  27. anam uul nadie (@amna_nadia) Sunday, 31 March, 2013 at 00:16

    kak, klo pelajar islam disna dibolehin pke jilbab gak kak?? soalnya yg saya tau school uniform nya kan pke rok pendek, ?
    mohon jawabannya ya kak🙂

  28. Gustiani Friday, 12 April, 2013 at 23:21

    Ka, kalau di jepang pernah lihat perawat islam yang memakai jilbab ga??

    • Reisha Friday, 12 April, 2013 at 23:49

      Kalau lihat langsung sih ga pernah. Tapi perawat Indonesia yang kerja di Jepang saya rasa ada yang pakai jilbab..

  29. an nisaa lestari Tuesday, 23 April, 2013 at 02:23

    mau tanya kan kalo di jepang cuma ada 1 masjid, yaitu masjid di meguro. terus kalo cowoknya shalat jum’at itu gimana????

    • Reisha Tuesday, 23 April, 2013 at 02:24

      Siapa bilang masjid di Jepang cuma satu? Ada banyak kok. Dan shalat jumat kan ga melulu mesti di masjid. Di beberapa kampus mahasiswa muslimnya meminjam tempat atau ruangan untuk dipakai shalat jumat.

  30. Putri Nurhayati Thursday, 23 May, 2013 at 17:32

    kak mau tanya. Gimana sih caranya agar kita bisa kuliah ke jpg dan melalui media apa saja

    • Reisha Thursday, 23 May, 2013 at 17:39

      Coba baca tulisan ini ya http://wibirama.com/2012/11/24/sunu-wibirama-bagaimanakah-cara-mendapat-beasiswa-belajar-di-jepang/🙂

      • Putri Nurhayati Thursday, 23 May, 2013 at 18:12

        kakak ambil jurusan apa?
        hehehe kak apa ada beasiswa kuliah di jpg tpi kedokteran???

        • Reisha Thursday, 23 May, 2013 at 18:13

          Computer science and engineering. Ada kok buat jurusan apa aja. Baca baik2 dulu aja link di atas sama link2 yang ada di dalam tulisan tsb.

  31. lyzumel Thursday, 30 May, 2013 at 00:16

    omg,, aku pkir disana kita pke jilbab,, org akn blang aneh gto,, trnyta dijepang,, ad bnyk jg yg pke jilbab,, pngen kesana dech

  32. akhmadjaelani120595 Thursday, 30 May, 2013 at 00:37

    Reblogged this on Hadist Nabi.

  33. Nazaria Hani Drivana Sunday, 8 September, 2013 at 08:47

    Subhanallah..istiqomah bgt ya kaka ini..salut🙂

  34. Mery Monday, 14 October, 2013 at 08:31

    Assalamu ‘alaikum..
    Kak mau tanya, kan kalo didunia barat itu suka ada pelecehan trhadap muslimah yg brjilbab dan ada juga yg fobia islam. Kalo dijepang ada ga kak yg prnah ngalamin plecehan atau ktemu org yg fobia islam?
    Trus wktu kaka ditanya knapa ada muslimah yg ga pake jilbab pas ada orang’a jg kaka jawab’a apa? Aku bingung bgt soal’a kalo bgitu..
    Syukron ya kak..

    • Reisha Tuesday, 15 October, 2013 at 04:01

      Waalaikumsalam Mery. Tentang pelecehan terhadap jilbab atau fobia Islam alhamdulillah ga pernah nemu di Jepang. Mereka ga masalah dengan jilbab, dianggap kayak fashion aja mungkin sama mereka, kayak orang yang pake topi, hehe. Kalo ditanya ada muslimah yg ga pake jilbab, biasanya saya ibaratkan dengan sikap orang terhadap peraturan aja. Ada orang yang mematuhi aturan dan ada yang ngga. Tapi biasanya jawab gini kalo lagi ga sama temen yang ga pake jilbab aja, hehe. Kalo ada orangnya langsung, mending dia yang jawab😀

      • ayu Tuesday, 19 November, 2013 at 23:50

        ass,mbak….. seru ceritanya. oh ya mbak, bs bagi alamat emailnya? alnya saya butuh bantuan tok informasi beasiswa kejepang. bisa ya mbak, please…………….

  35. Rahim ihsan Tuesday, 17 December, 2013 at 20:30

    Kk belajar bahasa jepang itu susah atau gampang?

    • Reisha Tuesday, 17 December, 2013 at 22:02

      Bahasa Jepang relatif susah menurut saya. Hurufnya jelas bikin pusing, jumlahnya ada banyak, cara bacanya juga macam-macam. Trus perubahan bentuk kata kerjanya juga banyak. Tapi kalo suka dan memang mau belajar pasti bisa kok🙂

  36. amin Wednesday, 25 December, 2013 at 23:02

    Tengks mbak atas nasehatnya

  37. Shandy Kusdiantoro Thursday, 9 January, 2014 at 11:43

    Assalamualaikum….
    Sepertinya berat ya bila tinggal di jepang…
    Saya sendiri tidak bisa membayangkan….
    Ya allah…. semoga bagi umat muslim d jepang sll d beri kmudahan. Kesabaran. Kekuatan. Keberkahan. Dan amal pahala yang berlimpah.
    Semangat selalu ya.
    Wasalamualaikum.

  38. dwipo Monday, 20 January, 2014 at 19:13

    moshi moshi..
    mau tanya dong kak, misalnya tinggal di jepang itu seminimalnya kita belajar bahasa jepang yg mananya ya kak ? biar orang sana ngerti apa yg kita maksud juga, istilahnya yg penting “i know, you know” gitu..

    • Reisha Sunday, 2 February, 2014 at 08:34

      moshi moshi. coba pelajari buku Minna no Nihongo I dan Minna no Nihongo II.

  39. arif keisuke Monday, 14 April, 2014 at 14:09

    nice post kaka, saya jdi terinpirasi pengen pergi ke jepang tuh, doa’in aja ya kak,,🙂

  40. Diah Fauziah Fachrani Wednesday, 16 April, 2014 at 08:44

    Assalamu’alaikum kak.. Saya mau nanya, di jepang kalo buang air istinja’nya gimana? Maaf kalo kurang sopan, tapi menurut saya ini juga krusial banget buat muslim n muslimah.. Mohon dijawab yaa kak. Makasih🙂

    • Reisha Wednesday, 16 April, 2014 at 08:53

      Waalaikumsalam Diah. Kalau saya biasanya pakai tisu yang dibasahi. Di tiap toilet biasanya selalu ada tisu, tinggal dibasahi dulu dengan air dari keran di wastafel. Atau kalau mau bisa bawa botol kalau bepergian untuk diisi air untuk bersuci. Tapi tetap jaga supaya toiletnya tetap kering ya. Kalau ada cipratan air lebih baik dilap dulu sebelum keluar toilet.

  41. Hidayah Anisa Fitri Saturday, 31 May, 2014 at 10:35

    masya Allah…bisa ngebayangin tapi ga bisa ngebayangin juga.. hehe maklum belum pernah ke luar negeri. dan yang selalu terlintas bila di luar negeri dengan muslim sebagai minoritas pasti mengenai ibadah dan makanan haram.
    tulisan kaka sangat bermanfaat. gak perlu khawatir lagi mah soal itu. bisa fokus ke hal lain^^

    jadi inget suatu quote. kalau gak punya seseorang untuk bersandar ketika kita sedang dalam masa kesempitan, maka selalu ada lantai untuk bersujud. apapun yang terjadi bila dijalani ikhlas lilahi taala pasti akan selalu diberi kemudahan. :’)

  42. mutiara Friday, 13 June, 2014 at 05:40

    assalamualaikum kak, aku pengen nanya, apakah disana suka ada diskriminasi gitu? dijauhin gitu ga sih kak kalo pake jilbab? terus kalo waktu solatnya bisa tau darimana kak? hehe

    • Reisha Friday, 13 June, 2014 at 07:56

      Waalaikumsalam. Di Jepang ga ada diskriminasi kok sama yang berjilbab.🙂 Kalau waktu shalat tinggal lihat dari app adzan di HP. Atau bisa juga cek di web semacam islamicfinder.org.

  43. adinsalsabila Thursday, 3 July, 2014 at 10:52

    Assalamualaikum.
    Subhanallah, ceritanya sangat menginspirasi, kak. Saya jadi merasa selama ini kurang bersyukur di beri kemudahan untuk beribadah di Indonesia:’)

  44. khoironnisa Thursday, 24 July, 2014 at 07:07

    assalammu’alaikum ka reisha..
    thanks udah mau share info ttg muslim disana..
    aku mau nanya nih ttg beasiswa monbukagakusho, kaka waktu daftar beasiswa itu statusnya sudah diterima univ. disana atau belum ? untuk mendaftar beasiswa ini apakah kita harus diterima dulu oleh univ. disana atau pendaftaran ke universitasnya dilakukan setelah kita menerima beasiswa ini? yoroshiku onegaishimasu.🙂

    • Reisha Saturday, 13 December, 2014 at 20:23

      Waalaikumsalam. Maaf baru dibalas, saya dah lama ga buka WordPress😀

      Dulu waktu saya daftar, saya belum diterima di universitas di Jepang, bahkan belum mencari profesor pembimbing di Jepang. Saya baru mencari profesor setelah saya lolos seleksi di Kedubes Jepang di Jakarta. Untuk mendaftar, kita ga harus diterima dulu sama kampus di Jepang, cuma memang lebih baik kalau sudah kontak dengan profesor di Jepang, apalagi kalau sudah ada profesor yang bersedia menerima kita untuk jadi mahasiswa di labnya.

  45. Salsabila Ayunda Sunday, 27 July, 2014 at 06:02

    Assalamu’alaikum oneechan! ^^
    aku dari kecil, kan, udah tertarik banget sama Jepang. Aku udah belajar hiragana sama katakana, tapi yang paling susah itu kanji. Gimana sih, cara belajar kanji itu??? Trus, aku pengin banget kuliah di Jepang, tinggalnya itu di hotel atau di sewa?? satu lagi! Kota di jepang yang banyak penduduk Muslimnya itu di mana?? Udah, deh, itu aja. Arigatou!

  46. Reni Oktaria Thursday, 31 July, 2014 at 06:15

    assalamualaikum…
    subhanallah,,,inspiring sekali,,bermanfaat…semakin membuka wawasan saya about japan,,doakan saya juga ya mba..one day saya jadi berangkat ke jepang (insya allah 2015) dan merasakan apa yang mba rasakan saat di jepang…boleh bagi email nya gaa,,,heeehee

  47. Aulia Zahra II Wednesday, 13 August, 2014 at 10:45

    suge ka (y) kalo saya berniat s2 di jepang doain ya ka🙂 s2 nanti ada kelas internasional yg pake bahasa inggris nggk yah ka? ka alamat fb nya dong biar gampang di kontak hehe, please add me kak liaulizahra@gmail.com yoroshiku ne🙂

    • Reisha Saturday, 13 December, 2014 at 20:20

      Beberapa kampus di Jepang sudah ada yang punya program kelas internasional (bahasa Inggris). Silakan baca infonya di http://www.uni.international.mext.go.jp/

  48. Martina Sunday, 19 October, 2014 at 21:50

    Assalammu’alaikum kak🙂
    saya Martina, salam kenal🙂

    saya benar-benar tertarik bagaimana pengalaman kakak berhijab selama berada di Jepang??
    bagaimana muslimah disana mengenakan hijab??
    dan apa perbedaan yang mencolok antara gaya berhijab muslimah di Indonesia dengan muslimah diluar???

    ditunggu banget sharing nya🙂
    bolehkah saya meminta alamat email kakak??
    pengen banget bisa ngobrol
    ini alamat email saya, martinanoviyanti@gmail.com

    • Reisha Saturday, 13 December, 2014 at 20:13

      Waalaikumsalam. Maaf baru balas. Saya jarang buka WordPress akhir-akhir ini.😀

      Muslimah “di sana” ini maksudnya gimana ya? Muslimah yang orang Jepang atau muslimah dari negara manapun yang tinggal di Jepang? Kalau yang dari luar Jepang sih biasanya masih seperti bagaimana muslimah di negara asalnya berhijab. Kalau yang orang Jepang kebetulan yang pernah saya temui dikit banget dan gaya berhijabnya juga biasa aja, ga ada perbedaan mencolok dengan muslimah di Indonesia.😀

  49. shoffie Thursday, 15 January, 2015 at 15:43

    Saya seorang pelajar sma .saya ada niat kalo allah ngizinin kuliah dijepang. Saya pemakai jilbab. Apa nanti kalo dijepang pakai hijab akan dibully?mendapat teman?atau malah dikucilkan? Terus gimana bisa ikut tes pendaftaran beasiswa kuliah dijepang ? Oia ka bagamaina kehidupan dijepang apa harus memakan banyak biaya untuk makan dan lain lain ?

    • Reisha Friday, 27 February, 2015 at 13:09

      Soal jilbab tidak ada masalah. Saya sudah tulis dalam postingan ini. Beasiswa kuliah di Jepang ada banyak macamnya. Coba cari info dulu, baca syarat dan prosedur pendaftarannya, nanti tinggal diikuti prosesnya. Biaya hidup di Jepang tergolong mahal apalagi kalau dikonversikan ke rupiah.

  50. widi tiana Tuesday, 24 March, 2015 at 04:14

    Assalammualaikum kak , pingin tanya
    Klo misalkan kita ga punya nilai TOEFL adanya TOEIC gmn ??

    • Reisha Wednesday, 25 March, 2015 at 09:29

      Waalaikumsalam. Kalo soal TOEFL/TOEIC ini mending tanyain langsung ke yang ngadain seleksi beasiswanya.

  51. widi tiana Tuesday, 24 March, 2015 at 04:30

    Assalammualaikum kak,pingin nanya dong
    sebelum beasiswa di jepang kaka kuliah dmn? ipk nya berapa? *hehe penasaran
    terus waktu penyeleksian, apakah kaka sudah bisa bahasa jepang atau belum??

    • Reisha Wednesday, 25 March, 2015 at 09:30

      Waalaikumsalam. Saya sebelumnya di ITB, IPK sekitar 3.6 kalo ga salah, lupa😛 Saat seleksi saya belum bisa bahasa Jepang.

  52. muntayaaqilah Tuesday, 12 May, 2015 at 09:43

    assalamualaikum kak.
    aku terharu baca tulisan kakak .
    kak aku mau tanya, kakak kuliah ijepang itu cranya gimana

  53. kiki Thursday, 20 August, 2015 at 05:45

    terrimakasih infonya kak, sangat menginspirasi

  54. Eufroshines Monday, 31 August, 2015 at 19:43

    Assalammu’alaikum, Reisha Senpai.
    Watashi wa Arum-desu. Yoroshiku onegaishimashu.
    Wih blog nya mengiinspirasi sekali. Ternyata menjadi muslimah di negeri Sakura itu tidak begitu mudah seperti halnya di Indonesia ya, senpai.
    Oiya senpai. Karena kebetulan arum baru kelas 3 SMK jurusan Animasi dan berniat melanjutkan kuliah di Jepang. Jadi boleh dong arum minta pengalaman yang banyaaakkkkk banget dari senpai selama kuliah disana🙂
    Boleh kan senpai minta alamat emailnya senpai?🙂 lumayan juga kan untuk menambah hubungan silaturahmi sesama muslim:)
    Arigatou Gozaimashu.

  55. tarman Saturday, 10 October, 2015 at 10:17

    klo buat laki2 gmna yah klo mau shalat jum’at di jepang

    • Reisha Thursday, 12 November, 2015 at 21:29

      Setau saya bisa di masjid atau tempat tertentu yang ngadain shalat jumat

  56. Nurmianti Friday, 19 February, 2016 at 21:17

    Halo Reisha,
    Nama saya Nurmianti, saya ingin memposting tulisan ini di salah satu situs pendidikan di Indonesia, karena saya rasa akan banyak membawa manfaat termasuk salah satunya adalah memotivasi para pelajar muslimah Indonesia yang tidak yakin memakai jilbab saat akan kuliah di luar negeri. Untuk itu saya mohon izin dari Reisha untuk memberikan izinnya. Email saya ada di Nurmianti@hotcourses.com

    • Reisha Friday, 19 February, 2016 at 22:34

      Halo Mbak, silakan saja asal dicamtumkan sumber asal tulisannya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: