Carving Life with Letters

…menyampaikan pemikiran dan isi hati saat lidah tak mampu berkomunikasi…

#8: Tinggal di Jepang Tanpa Bisa Bahasa Jepang?

日本語, Japanese

Jika ada yang bertanya kepada saya, “sebagai graduate student, bisakah saya bertahan di Jepang tanpa bisa bahasa Jepang?”, maka saya akan menjawab, “bisa”. Oia, mari kita garisbawahi lagi posisi graduate student, artinya mahasiswa master atau doktor, research student juga bisa dimasukkan sih sepertinya. Saya akan menulis di sini dalam kapasitas saya sebagai graduate student dan berdasarkan pengalaman saya. Di luar itu saya angkat tangan.😀

Kenapa bisa? Yang ingin dicapai sebagai pelajar tentunya menempuh pendidikan dengan baik lalu lulus. Di Jepang sudah mulai banyak kampus yang membuka international program (menggunakan bahasa Inggris) untuk graduate student. Jadi, kalau tidak bisa bahasa Jepang, kita tinggal cari yang international program. Lalu dalam riset, mungkin akan kesulitan berdiskusi lisan dengan rekan lab yang susah berbahasa Inggris. Tapi yang terpenting kan kita bisa diskusi dengan profesor pembimbing kita. Kalaupun masih susah dengan lisan, kita bisa komunikasi via email. Urusan di kampus, biasanya di office ada petugas yang bisa berbahasa Inggris, kalau masih kesulitan bisa minta bantuan tutor, teman, atau bahkan profesor. Apalagi? Hidup sehari-hari? Urusan yang membutuhkan bahasa Jepang, tinggal minta bantuan teman dan jaga tali silaturrahim dengan baik. Yang gampang-gampang seperti belanja, bayar di kasir, dkk, ga perlu banyak ngomong juga. Separah-parahnya, masih ada bahasa Tarzan bukan?😀

Andthat’s true story. Saya kenal beberapa mahasiswa Indonesia di sini yang memang tidak bisa bahasa Jepang, bahkan tidak ada niat sedikit pun untuk belajar bahasa Jepang, dan mereka baik-baik saja. :D Tapiiiiiii… Percayalah, sebisa apapun bertahan tinggal di Jepang tanpa bisa bahasa Jepang, hidup Anda akan lebih nyaman kalau bisa bahasa Jepang walau sedikit.

Jepang dan Bahasa Jepang

Penduduk Jepang bisa dibilang banyak yang tidak bisa berbahasa Inggris dengan baik, walau di Tokyo sekalipun, yang notabene ibukota negara ini. Jangankan penduduk biasa, di lab saya pun beberapa mahasiswa masternya masih sulit untuk berbicara dengan bahasa Inggris. Mahasiswa master lho, bandingkan dengan di Indonesia, saya rasa anak SMP juga sudah lumayan bahasa Inggrisnya.

Bahasa Jepang, ada yang suka, ada yang bilang menarik, ada yang bilang susah. Sebagian orang mungkin tidak tertarik belajar bahasa Jepang, karena selain berurusan dengan grammar dan kosakata, masih mesti menghapal kanji yang bentuknya seperti sandi rumput dan jumlahnya ribuan itu (masih lebih sedikit dibanding kanji di bahasa Mandarin padahal :P). Kanji sendiri menurut saya menghapalkannya akan jadi 4x lipat, karena satu kanji mesti diingat bentuknya seperti apa, cara baca saat ia berdiri sendiri, cara baca saat ia digabungkan dengan kanji lain, serta artinya. Belum lagi bahasa Jepang versi biasa, versi gaul, versi sopan, dsb. Pusing deh. Yang gampang buat orang Indonesia mungkin pronunciation-nya.

Tentang Saya dan Bahasa Jepang

Saya sendiri belajar bahasa Jepang sejak Maret 2009. Saat itu saya les di BLCI Bandung karena ingin apply beasiswa Monbukagakusho. Saya tau sebenarnya tidak masalah tidak bisa bahasa Jepang, tapi saya mempersiapkan saja. Kalau saya dapat beasiswanya, alhamdulillah, artinya saya sudah ada persiapan walau sedikit. Kalau tidak dapat, ya lihat gimana nanti, kalau masih rajin terusin, kalau malas ya berhenti.😛 Dan ternyata alhamdulillah saya dapat beasiswanya. Sebelum berangkat ke Jepang, saya sudah menamatkan buku Minna no Nihongo I dan belajar sekitar 100 kanji. Dan itu masih minim sekali ternyata. *sigh*

Sesampainya di Jepang, saya ambil beberapa kelas bahasa Jepang. Beberapa kampus punya program yang sangat intensif untuk belajar bahasa Jepang, sehingga dalam beberapa bulan bisa jago bahasa Jepangnya. Tapi kebetulan kampus saya tidak ada program seintensif itu, malah sebenarnya juga tidak mewajibkan graduate student untuk belajar bahasa Jepang. Jadilah saya belajar bahasa Jepangnya juga santai.

Seperti apa kemampuan bahasa Jepang saya sekarang? Hmm. Untuk percakapan sehari-hari yang sederhana sih insyaAllah bisa. Kalau dengar orang ngomong, masih banyak bagian yang miss artinya gimana. Nonton TV atau dorama dalam bahasa Jepang masih ga paham. Kuliah dalam bahasa Jepang apalagi, mana di kuliah pasti banyak istilah-istilah advance. Jadi kadang bahasa Jepang masih jadi kendala buat saya.😥

Dengan kondisi bahasa Jepang seperti itu, saya bisa merasakan ga enaknya ga bisa bahasa Jepang. Kalau jadi orang yang cuek-bebek-ga-peduli ga bisa bahasa Jepang sih kayaknya ga bakal terlalu kepikiran, tapi kadang ada beberapa situasi juga yang bikin saya berpikir, “ah, andai saja saya bisa berbahasa Jepang dengan baik..”

Tidak Enaknya Itu…

Informasi dan pengumuman di Jepang tentunya lebih banyak  atau cuma ada dalam bahasa Jepang. Kalau ada info penting dan ga bisa paham itu, otomatis mesti nanya orang. Ga masalah sih, banyak teman yang baik-baik di sini. Tapi rasanya agak ga enakan juga kalau melulu mesti nanya ini itu.

Sebagian orang Indonesia di sini sudah fasih sekali berbahasa Jepang dan sudah bercampur-baur saja istilah-istilah bahasa Jepangnya dengan bahasa Indonesia saat ngobrol dengan orang Indonesia juga. Kadang agak minder juga jadinya kalau di dalam obrolan ada istilah Jepang yang dipakai sementara saya tidak mengerti. And that awkward moment, when you check the dictionary to understand the whole talk from your Indonesian friend. Hoehe, lebay ya, toh tinggal tanya saja. Tapi ada masa di mana kadang ga pengen dibilangin “masa itu doank ga tau artinya?”. Sigh. Hehe. Kadang bisa cuek bebek, kalau lagi perasa ya kayak gitu deh.

Di lab sendiri, saya jarang berkomunikasi dengan rekan selab. Masalahnya ya itu tadi, saya tidak terlalu bisa bahasa Jepang, mereka tidak terlalu bisa bahasa Inggris. Kalau mau diskusi terkait riset jadinya agak susah. Untung saja profesor saya baik hati dan tidak sombong #eh. Oia, info-info di milis lab saya juga selalu dikirimkan dalam bahasa Jepang, hiks. Ada Google Translate sih, tapi dalam beberapa kasus, terjemahannya ga cukup.😥

Interaksi dengan penduduk lokal tentunya bisa dimaksimalkan, kita juga bisa lebih banyak belajar (di luar hal terkait kuliah atau riset) kalau bisa bahasa Jepang. Kadang rasanya pengen ngobrol sama orang Jepang, tapi ga bisa. Saat ditanya sesuatu, ngerti sih pertanyaannya apa, tapi saat mau menjawab dengan bercerita panjang lebar, bahasa pun jadi kendala. Kalau ada pertanyaan-pertanyaan tentang Islam, ah, padahal itu kesempatan bagus buat mengenalkan Islam kepada orang Jepang, tapi, susah jadinya.😦

*****

Belakangan saya akui tekad saya untuk belajar bahasa Jepang tidak sekuat awal-awal saya belajar dulu. Entahlah. Dari dulu tampaknya saya memang tidak terlalu berjodoh bisa belajar bahasa baru (selain bahasa Minang dan bahasa Indonesia) dengan baik. Bahasa Inggris saja masih kacau sampai sekarang. Buat saya sekarang, bisa bercakap-cakap dalam bahasa Jepang untuk sehari-hari saja rasanya sudah cukup, dan saya masih butuh banyak praktik untuk itu.

Untuk yang mau apply beasiswa Monbukagakusho, saran saya, kalaupun Anda tidak bisa bahasa Jepang, sebaiknya tunjukkan Anda punya itikad untuk belajar. Saya tidak tau apa ini berpengaruh atau tidak, tapi yang jelas, waktu wawancara saya ditanyai apakah saya bisa bahasa Jepang atau tidak. Saat itu saya bilang saya belum bisa, tapi saya sedang les di Bandung, dan tampaknya mereka cukup senang dengan itu.

Terakhir, menurut saya soal bahasa ini, di negara manapun itu, ada baiknya kalau kita cari info dulu perihal bahasa, apakah butuh bahasa setempat, ataukah mayoritas lingkungan yang akan kita masuki bisa berbahasa Inggris. Lagi-lagi, saya yakin kita bisa bertahan tanpa bisa bahasa lokal setempat, tapi semuanya akan terasa lebih menyenangkan kalau kita tau bahasanya sedikit, walau cuma sekedar 挨拶 (= aisatsu), alias greetings. Mungkin tidak hanya di luar negeri, ke daerah-daerah di Indonesia pun begitu, bahasa Indonesia tentu cukup, tapi kalau bisa bahasa daerahnya tentu lebih seru.

If you talk to a man in a language he understands, that goes to his head. If you talk to him in his own language, that goes to his heart. — Nelson Mandela

22 responses to “#8: Tinggal di Jepang Tanpa Bisa Bahasa Jepang?

  1. marhamah.fa Thursday, 19 April, 2012 at 04:41

    wew.. tergugah dengan tulisan uniii euuuyy..
    pengen belajar bnyak bahasa laaah..

    ee kana dan hiragana ketika sma aja udah lupa, sigh. (uni mode:on)
    huhuhu imar harus replay lagiii nih unn.. ==’

    semangaaat untukk uni, bisa becanda dg bahsa jepang pasti menyenangkan, hhehe🙂

    • Arr Rian Friday, 20 April, 2012 at 12:57

      Wah asyik nemu blog ini, banyak sharing tentang jepang,😀
      Saya izin untuk nyimak terus ya Mbak😀

      Saya juga berniat melanjutkan sekolah ke Jepang dengan Monbukagakuso,
      Jadi harus belajar Jepang dulu ni😀

      • Reisha Sunday, 22 April, 2012 at 00:44

        Silakan, hehe..

  2. wahyu nurudin Friday, 20 April, 2012 at 11:14

    susah juga ya kalau ke jepang gak bisa bahasa jepang. kalau turis mending. tapi kalau mahasiswa doktor yang tiap hari berbaur sama orang jepang kan susye.
    emang sih yang susah dari bahasa jepang itu menurutku kanjinya. ampudn deh sama satu itu. untungnya pronounciationnya gampang.
    beda dikit sama korea. korea romajinya susah tapi punulisannya lebih mudah karena terbagi vokal dan konsonan. jadi tulisan apa saja hurufnya tetep. kayak alfabet.
    kembali ke jepang. tetap semangat ya?

  3. harisu Friday, 20 April, 2012 at 23:29

    like the quote, menginspirasi..
    kebetulan lg nyari topic pembicaraan utk di kantor.
    arigatou..🙂

  4. Yoel Sunday, 22 April, 2012 at 04:27

    wew. gw ga ngebayangin sa. haha. disini aja, gw masih kelabakan denger org ngobrol atau nanggepin mereka. Padahal enggeris yang notabene udah belajar dr jaman sd. Gw lagi pengen ke Jepaaaaang btw!!! hahahah. ngurus visa ke Jepang bisa online ga sih?

    • Reisha Sunday, 22 April, 2012 at 09:12

      Wuiiii, ayo ayo ke sini😛 Soal ngurus visa gtw jg euy, dulu pas berangkat udah diurusin sama Kedubesnya tinggal terima jadi😛 Coba liat info di http://www.us.emb-japan.go.jp/english/html/travel_and_visa/travel_and_visa_index.htm😀

  5. msholihulh Thursday, 14 June, 2012 at 17:13

    biasanya memang semangat menggebu2 untuk belajar bahasa ada di tahun awal di jepang🙂
    pernah ada yang bilang kalau sudah satu tahun di jepang, kemampuan bahasa akan cenderung stagnan karena sudah berada di zona aman.
    saya juga dalam beberapa situasi masih kesulitan untuk berkomunikasi, walau sekarang sudah hampir empat tahun di jepang.

  6. heyitsme13 Tuesday, 19 June, 2012 at 17:49

    saya pengen study undergraduate di Jepang. Tapi sama sekali ga bisa bahasa jepang 😦 ngerti aja nggak sama sekali. ckck. kira-kira apa saya bisa berkomunikasi atau belajar dan hidup disana dengan modal nol di bahasa gini? abis tadinya saya mau ke Aussie, jadi yang saya pelajari malah bahasa inggris -_-

    • Reisha Tuesday, 19 June, 2012 at 18:32

      Undergraduate program mayoritas dalam bahasa Jepang, mutlak butuh bahasa Jepang. Biasanya yg mau masuk undergraduate program di sini belajar bahasa Jepang dulu sekitar 1-2 tahun. Kamu bisa hidup di Jepang tanpa bahasa Jepang, tapi kalau untuk kuliah undergaduate ga mungkin. Kecuali kamu ikut international program yang kuliahnya pakai bahasa Inggris.

  7. Inez Thursday, 19 July, 2012 at 04:20

    Blog yg bagus…menambah pengetahuan utk bs stay di negara Jepang.
    Saya suka tulisan ini Prof. (Spy t’motivasi agar sgera lulus & dicall Prof.)..:)

    • Reisha Saturday, 21 July, 2012 at 00:23

      Ehehe, aamiin. Makasi ya🙂

  8. Gona Friday, 20 July, 2012 at 23:45

    Ahhh keren sekali :’)
    Hi salam kenal Saya Gona. Saya baru memulai mimpi untuk kuliah di Jepang (S2) walaupun banyak teman mencibir krn bahasa inggris saya akan “useless” disana, apalagi saya belum sama sekali belajar bahasa jepang. Tapi cerita kamu menginspirasi sekaliiii🙂. Mudah2an saya bisa punya kesempatan dilain hari, untuk tanya2 tentang ini lagi yaaaa🙂
    Cheers! Ja nee!

    • Reisha Saturday, 21 July, 2012 at 00:25

      Halo Gona. Bahasa Inggris ga bakal useless2 amat sih di sini, minimal untuk komunikasi dengan profesor pembimbing kalau2 kamu ga bisa bahasa Jepang. Hanya saja kebanyakan skill bahasa Inggris jadi rada kacau soalnya kepengaruh sama bahasa Jepang, hehe.

  9. Retno Sunday, 29 July, 2012 at 18:45

    Seneng aca blognya, kebetulan bulan depan saya juga ke Jepang.. Bisa sharing makanan halal kl gitu am penulisnya hehehe.. Sama saya juga g sa .Jepang.. Hiragana n Katakana aj minim banget (-__-)

  10. em yusni Saturday, 27 October, 2012 at 19:53

    Wah, ingin banget lanjut studi ke jepang selepas tamat S1 ini. Tapi apa mungkin bisa ya? Senang juga kalau bisa dpt beasiswa, krn hampir gk mungkin pakai biaya sendiri. Hehee..

  11. rere Sunday, 11 November, 2012 at 19:38

    eerrmm,,,artikelny menarik sekali…
    saya mau nanya klo tanggapan mreka ketika melihat wanita berjilbab tuh seperti apa yah kaka,,,

    • Reisha Sunday, 11 November, 2012 at 19:43

      Coba baca di tulisan saya https://reisha.wordpress.com/2012/04/16/6-hidup-sebagai-muslimah-di-jepang/ bagian Tentang Jilbab🙂

  12. ani Thursday, 12 December, 2013 at 20:17

    sallam kenal smua moga aja ada yg masih di japan aku lg cari tman nih …..ku ada di takaido skrng

  13. dee Monday, 20 January, 2014 at 18:43

    mau ke jepang ah~ kalo udah sukses di indonesia terus nikahin orang jepang buat memperbaiki keturunan. amin…

  14. Hansen Friday, 21 March, 2014 at 19:07

    Baca Tlsan kanji jepang sebenarnya gampang klo kmu bsa mandarin krena cuma beda pengucapan cuma kebanyakan artina masi sama,soal bisa ngomong kayana klo niat 1thn jg bisa kok

  15. Ryo Kizuro Wednesday, 7 January, 2015 at 21:56

    Doumo Arigatou , untuk Infonya .. Sangat Membantu😀

    Iya Ganbarre Belajar B.Jepang’a Biar Lancar ,😀
    Ganbarimasu😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: