#10: Keluarga Indonesia di Negeri Sakura

Saat merantau ke Bandung dulu, saya merasa keluarga dekat saya di Bandung adalah teman-teman dari Ranah Minang. Kenapa? Kedekatan budaya dan bahasa Minang. Bagaimanapun juga, buat saya ada situasi di mana berkomunikasi itu lebih enak dengan bahasa daerah sendiri ketimbang bahasa Indonesia, hehe. Saat merantau ke Jepang, maka yang menjadi keluarga dekat adalah teman-teman Indonesia. Kenapa? Alasannya tak jauh beda, setanah air dan tidak ada kendala bahasa. Di Indonesia sih bahasa lokal penduduk setempat tidak terlalu jadi masalah, karena hampir semua orang bisa berbahasa Indonesia, tidak sama dengan di sini. Rasa kekeluargaan dengan rekan setanah air juga lebih terasa saat kita senasib sepenanggungan di negeri orang.

Saat akan berangkat ke Jepang, saya sudah menghubungi dan dihubungi beberapa rekan di Jepang. Saya menghubungi beberapa teman untuk bertanya-tanya terkait apa yang perlu saya persiapkan sebelum ke Jepang, dan kira-kira seperti apa nanti kehidupan di sana. Saya dihubungi oleh perwakilan PPI Jepang terkait penjemputan di Narita saat rombongan kami sampai nanti, yang belakangan saya ketahui kalau beliau ketua PPI Jepang saat itu, hihi. Arigatou Mas Ibunk. Itu kekeluargaan yang pertama kali saya rasakan.

Begitu tiba di Narita, benarlah bahwa di sana sudah ada beberapa rekan dari PPI Jepang yang menanti kami. Setelah mengelompok berdasarkan kesamaan tempat tujuan, akhirnya Mbak Irma, Mbak Isti, dan saya ditemani oleh Mas Fithra (saat itu ketua PPI Kanto) dan Dika diantar ke Komaba International House, asrama yang akan menjadi tempat tinggal kami. Alhamdulillah terbantu sekali, terutama mengingat barang bawaan saya yang naudzubillah beratnya kalau dibawa sendiri, hehe.

Di Tokyo sebenarnya orang Indonesia itu sangat banyak, hanya saja tinggalnya tersebar di berbagai penjuru Kanto yang luas ini, plus kampus atau tempat kerjanya berbeda-beda. Alhasil kalau misalnya mau ngumpul-ngumpul, ya paling ngumpulnya sama teman seasrama atau sekampus. Untungnya di Tokyo ini banyak berbagai perkumpulan orang Indonesia, seperti PPI Jepang, PPI Kanto, PMIJ, KMII Jepang, KAMMI Jepang, dll, yang sering mengadakan acara-acara, jadi ada banyak kesempatan untuk bertemu orang-orang Indonesia lainnya.

Yang paling enak kalau ikut acara-acara orang Indonesia adalah: banyak makanan enak, ahaha. Entah itu makanan gratis, ataupun bentou berbayar (yang biasanya sekitar 500 yen), yang penting makanannya masakan Indonesia, huehe. Trus juga itu acara di mana kita tidak perlu kuatir roaming internasional. πŸ˜› Saya dengan beberapa teman juga sering ngumpul-ngumpul. Tidak ada lagi batas beda kampus. Seringnya juga bikin acara makan-makan, hihi, entah itu model potluck party, ataupun masak bareng-bareng. Lalu sering juga jalan-jalan bareng atau menggila bersama. Orang Jepang mungkin butuh minum sake di nomikai supaya lebih akrab dan heboh satu sama lain. Tapi buat kita orang Indonesia, tanpa itu juga bisa kok akrab, dan lebih heboh malah, wkwk.

Buka puasa bersama di Komaba International House. Ga pa pa berantakan, yang penting heboh dan hepi, hehe.

Selain acara kumpul-kumpul, makan-makan, dan jalan-jalan, buat yang muslim di Tokyo juga banyak acara pengajian. Yang namanya ruhani tentu juga perlu makanan. Di momen spesial seperti libur Golden Week, Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha bahkan kadang diundang ustadz-ustadz dari Indonesia. Baru di sini saya ikut acara yang diisi oleh Ust. Habiburrahman El Shirazy dan Ust. Hari Mukti, hehe.Β Alhamdulillah.

Kalau Anda baca novel Ranah 3 Warna (lanjutannya Negeri 5 Menara), di sana cukup tergambar bagaimana rasanya hidup di luar negeri jauh dari keluarga dan Indonesia. Di novel tersebut ada bagian yang membahas tentang rasa nasionalisme, disebutkan bahwa nasionalisme itu akan lebih berasa saat kita berada di luar negeri. Dan menurut saya benarlah demikian adanya. Di luar negeri juga kadang kita bisa melihat Indonesia dari kacamata yang berbeda. Mungkin kita seringnya melihat Indonesia sarangnya hal yang jelek-jelek, entah itu korupsi, kemiskinan, sikap orang-orangnya, dsb. Benar. Tapi ada banyak hal lain kok yang bisa dikagumi dari Indonesia. Apa saja? Silakan cari sendiri, huehe. Intinya saya tetap bangga jadi orang Indonesia.

Terakhir, saya ga bilang kalau hidup di sini mesti melulu dengan orang Indonesia. Tidak, sama sekali tidak. Kita masih butuh berinteraksi dengan orang Jepang ataupun orang asing dari negara lain. Hidup akan lebih berwarna dan wawasan kita bisa lebih terbuka. Hanya saja, kembali seperti statement yang saya tuliskan di awal, pada akhirnya tetap orang Indonesia juga yang akan jadi keluarga terdekat saya di sini. Mungkin tidak bisa disamakan dengan di tempat di mana kita jadi satu-satunya orang Indonesia di sana. Tapi, dalam kondisi seperti itu, saya yakin Anda akan senang sekali saat bertemu dengan orang Indonesia.

Call it a clan, call it a network, call it a tribe, call it a family. Whatever you call it, whoever you are, you need one. — Jane Howard

Advertisements

20 thoughts on “#10: Keluarga Indonesia di Negeri Sakura

  1. Sugooi na πŸ˜€
    Iya, pasti seru kalau bertemu dengan orang Indonesia di negara lain. Merasa senasib sepenanggungan, apalagi ada makan-makannya. Hehee.

    Wah, ternyata solid ya PPI Jepang. kalau ada yang mau ke jepang untuk belajar pasti dijemput,
    Apa sebelumnya kita menghubungi mereka atau kita yang dihubungi mbak sama PPI Jepangnya?

    1. Ga sama sekali Yoel, haha. Jarang dipake kok bahasa Jepangnya. Kuliah pun ngerjain laporan dkk pake English πŸ˜› Yang ada di sini tu ya, English makin kacau, Japanese pun ga jago2, ahaha..

  2. hallo salam kenal, kebetulan saya orang indonesia yang mo training ke jepang tepatnya di Fuji Electric kawasaki factory. mohon arahannya..trims

  3. Saya sangat berkeinginan untuk bisa mencari penghidupan di Jepang…tapi saya tidak tahu bagaimana caranya. Karena dengan keterbatasan saya. Disamping bahasa Jepang yang tidak tahu sedikitpun….juga teman yang bisa berkongsi pengalaman di sana. Sebagai informasi.. saya adalah orang Minang asal Bukittinggi. Sekarang berada di Malaysia. Pekerjaan saya dlm bidang pemasangan carpet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s