Carving Life with Letters

…menyampaikan pemikiran dan isi hati saat lidah tak mampu berkomunikasi…

Nonton Live Streaming Pagelaran Dies Natalis 37 UKM-ITB

Tahun 2007, 2008, dan 2009 saya rajin menuliskan review apa yang saya rasakan di pagelaran Dies Natalis UKM-ITB. Tahun 2010 saya tidak menyaksikan pagelarannya berhubung sudah berada di Tokyo ini, jadi tidak ada yang bisa dituliskan. Suatu ketika saya berandai-andai di milis UKM, berharap ada live streaming pagelaran UKM sehingga alumni yang jauh di seluruh penjuru dunia bisa menonton juga. Itu lebih karena harapan pribadi sih soalnya saya ingin sekali menonton, lalu sok-sok-an kasih alasan diplomatis, haha. Saya dulu juga mengira hal itu mungkin sulit direalisasikan jadi tidak terlalu berharap, eh rupanya tahun 2011 direalisasikan oleh adik-adik UKM.

Tahun 2011 sebenarnya saat pagelaran itu saya berada di Indonesia tapi tidak di Bandung, jadi saya ikut menyaksikan dari live streaming. Tahun 2012 ini saya juga menyaksikan dari live streaming lagi, tapi dari Tokyo, hehe. Tadinya mau nulis cerita tentang live streaming tahun lalu juga di tulisan ini (berhubung tahun lalu malas nge-blog :D), tapi takut jadinya panjang sekali, jadi sekarang saya tulis tentang pagelaran semalam dulu saja.😀

This is Wonderful Minangkabau

Poster Pagelaran Dies Natalis 37 UKM-ITB

Pagelaran Dies Natalis 37 UKM kemarin berjudul “Sumarak Nagari, Bapaga Adaik”. Format acara secara umum tidak jauh beda dengan tahun-tahun sebelumnya: dibuka dengan tari Galombang Pasambahan, lalu pengumuman pemenang lomba Science Tech, lanjut dengan pagelarannya sendiri berupa drama klasik Minangkabau diselingi Tari Tapuak Tingkah, Tari Kipeh Marawa, Tari Indang, Tari Tunggak  Titian, Tari Rantak, dan Tari Piriang Manggaro.

Waktu MC menyebutkan judul drama kali ini adalah “Sutan Lembak Tuah”, saya langsung tertarik. Dulu waktu SMP saya pernah dapat tugas kelompok untuk menampilkan drama yang disadur dari cerita Kaba. Kebetulan kelompok saya mengambil Kaba Sutan Lembak Tuah, hanya saja saya sudah lupa jalan ceritanya bagaimana. Yang saya ingat waktu itu saya jadi mandeh, tapi bahkan sudah lupa jadi mandeh-nya tokoh utama pria atau wanita, hehe.

Setelah tanya sana-sini ke teman SMP yang dulu sekelompok serta panitia UKM-nya sendiri, tampaknya drama di pagelaran kemarin memang diubah sedikit dari cerita Kaba aslinya. Diceritakan Lembak Tuah dijodohkan dengan Rabiatun. Di sisi lain ada preman kampung (lupa namanya siapa) tertarik ke Rabiatun, sudah melamar berulang kali tapi ditolak. Akhirnya Lembak Tuah difitnah sehingga terusir dari kampung, tapi akhirnya ketahuan juga kalau itu fitnah sehingga akhirnya Lembak Tuah bisa kembali lagi ke kampungnya. Simpelnya begitulah kira-kira.😀

Beberapa adegan drama di awal menurut saya terkesan agak terburu-buru. Saya tahu sih panitia sekarang ingin mengurangi durasi pagelaran semaksimal mungkin, soalnya dari tahun ke tahun perkara durasi ini cukup jadi masalah buat UKM, walaupun overall sebenarnya bagus. Adegan inti yang agak singkat itu terasa kontras saja dengan adegan garing yang memakan waktu sekitar 20an menit. Tapi adegan selanjutnya tidak masalah. Apalagi pas adegan bisu tanpa dialog, menurut saya itu satu cara yang cerdas sekali untuk memotong durasi, menghilangkan dialog panjang tapi nyatanya tetap mampu menggambarkan cerita.

Lalu di satu adegan di mana Lembak Tuah rindu sekali untuk bertemu ibunya di kampung, pemusik mengiringi dengan lagu Batu Tagak. Ya ampun, baru dengar lantunan musik awalnya saja saya langsung ingat reff-nya “basaba lah mandeh, mananti”. Mata langsung basah mengingat sudah setahun ga ketemu mama. Beres lagu itu dilanjut donk dengan musik Bunda-nya Potret (Melly Goeslaw). Bener-bener sadis dah ini, bikin nangis dan pengen pulang kampung, huhu. Sukses sekali kalian mengaduk-ngaduk emosi saya.😦

Musik keren, vokal dan dendang juga bagus banget. Lalu tariannya juga bagus. Kayaknya sudah bukan zaman saya mengomentari detail tarian, huehe, tapi dari segi formasi tari saya salut sekali. Makin lama formasi tari UKM makin kreatif. Mungkin didukung penarinya yang banyak dan panggung yang luas, jadi penari bebas berkreasi dengan formasi, formasi yang mungkin dulu-dulu tak pernah terpikirkan.

Saat opening, UKM menampilkan video yang diambil di sekre UKM, memperkenalkan panitia inti yang sudah bekerja keras untuk acara ini. Video ini bikin saya kangen main ke sekre UKM, hehe. Tapi tampaknya opening pagelaran ini agak kalah meriah dibanding closing-nya. Sungguh closing kali ini kreatif sekali, tak pernah ada di pagelaran-pagelaran UKM sebelumnya. Lucu dan rapi sekali. Videonya bisa dilihat di sini.

Overall: wonderful, rancak bana! Tapi saya berharap adik-adik UKM tidak berpuas diri di situ saja. Semoga ke depannya lebih kreatif lagi, mungkin dengan format acara baru yang totally berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.🙂

Nonton Live Streaming

Live streaming pagelaran UKM memang sangat saya nantikan. Berulang-ulang saya bertanya memastikan ke panitianya, apakah live streaming tahun ini bakal ada, soalnya kalau tidak ada saya bakal kecewa, ahaha. Pagelaran dijadwalkan mulai jam 19.00 WIB, yang artinya sama dengan jam 21.00 JST waktu sini.  Dari jam 20.45 JST saya sudah menyiapkan laptop dan cemilan (kayak nonton bioskop aja, haha). Saya buka website live streaming-nya dan ternyata sudah ada, walau cuma ada penampakan panggung dengan backsound lagu-lagu Minang. Agak lama juga menunggu soalnya pagelarannya baru mulai sekitar jam 21.20 JST.

Saat pagelaran dimulai, kualitas suara tidak bagus, mendengung dan tidak terlalu jelas. Seingat saya tahun lalu tidak ada masalah dengan sound saat live streaming. Untungnya setelah tari Galombang Pasambahan suaranya sudah lebih baik, tapi saat tari Piriang Manggaro sempat mendengung lagi.

Beberapa menit di awal sempat banyak dapat laporan kalau website-nya tidak bisa diakses. Astaga, tampaknya server-nya bermasalah begitu banyak yang akses. Panitia baru memberi solusi link lain (link asal streaming-nya, bukan website UKM yang meng-embed video streaming-nya) di tengah acara setelah beberapa alumni UKM menanyakan. Ke depannya perlu diperbaiki lagi live streaming ini. Saya tau UKM sudah berusaha maksimal untuk itu, semoga bisa lebih baik lagi.

Sepanjang acara di grup UKM di Facebook beberapa alumni yang juga menonton live streaming mengomentari banyak hal tentang acara yang sedang ditonton, hehe. Sudah semacam live comment. Pujian bertaburan, kritikan tentu saja tetap ada. Semoga dibaca oleh panitia dan direkap evaluasinya, soalnya komentarnya ada 300 lebih, haha. Akhirnya layar laptop saya tata seperti ini supaya tidak perlu pindah tab kalau mau berkomentar di Facebook, wkwk. Saya juga mengambil beberapa screen shot dari pagelaran ini, mungkin tidak terlalu jelas, tapi lumayan buat kenang-kenangan nonton live streaming.😀

Layar laptop saat menonton live streaming pagelaran

Secara keseluruhan, alhamdulillah saya bisa menyaksikan live streaming ini dengan lancar. Mungkin faktor koneksi internet juga dan beruntung sudah mengakses website-nya dari sebelum acara dimulai. Kalau saya terlambat mungkin saya cuma bisa menyaksikan setengahnya.

*****

Pagelaran UKM buat saya adalah salah satu acara yang akan selalu saya nanti-nantikan. Nostalgia. Saya yakin orang-orang yang pernah terlibat di dalamnya merasakan hal yang sama. Saya berharap tahun depan kalau pagelarannya masih ada, saya bisa menyaksikan langsung di Bandung. Suasananya berbeda sekali tentunya. Melihat kemeriahan dan kehebohan di dalam Sabuga pasca acara, ingin rasanya berada di sana juga. Juga silaturrahim bertemu uda-uda, uni-uni, kawan-kawan, serta adiak-adiak UKM. Tetap semangat buat UKM, semoga makin sukses ke depannya.🙂

“Live streaming, delivering live over the Internet, involves a camera for the media, an encoder to digitize the content, a media publisher, and a content delivery network to distribute and deliver the content.”, Wikipedia said. Thanks to this technology, so that, although we were separated for about 5.800 km, I could still watch the performance. おめでとう. I am waiting for another great performance of UKM.🙂

9 responses to “Nonton Live Streaming Pagelaran Dies Natalis 37 UKM-ITB

  1. petitevirus Monday, 30 April, 2012 at 22:32

    paling sedih mencaliak puji jo yuyut habis penampilan ni >_<
    btw preman kampungnyo namonyo Bajau ni😀

    • Reisha Monday, 30 April, 2012 at 22:33

      emang baa mereka pike?😮

      • ラマ Monday, 30 April, 2012 at 23:59

        ni yuyut smo da puji abih kanai kue ni..😀😀

      • petitevirus Tuesday, 1 May, 2012 at 00:23

        nangih baderai gitu loh ni T_T

        • Reisha Tuesday, 1 May, 2012 at 00:43

          biaso tu mah, yang penting kan itu tangis bahagia pike, bukan tangisan sedih karano acara gagal total😀

  2. Catra Tuesday, 1 May, 2012 at 11:23

    Nonton di Sabuga memang seru ni Rei, tapi catra pikir nonton di 5800km dari utara garis katulistiwa yang berada di belahan bumi lain, berbeda kebudayaan, iklim dan juga (maaf) ras, pasti sangat sukses memainkan emosi.

    Anyway, nice post!

    • ikhwanalim Tuesday, 1 May, 2012 at 12:48

      luar biasa, niat sekali, rei :d setuju ma catra, pasti rasanya jadi luar biasa “pengen nonton langsung” aja🙂

      saya cuma pernah nonton sekali, tahun 2009🙂

  3. reza aprilda Thursday, 3 May, 2012 at 10:36

    izin reblog yo kakak

  4. reza aprilda Thursday, 3 May, 2012 at 10:37

    Reblogged this on my blogg.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: