Carving Life with Letters

…menyampaikan pemikiran dan isi hati saat lidah tak mampu berkomunikasi…

Mengikuti Winter Workshop 2012 di Biwako

Proceedings of ウィンターワークショップ2012・イン・琵琶湖

Suatu hari di bulan Januari 2012, seperti biasa, pertemuan rutin research group saya diisi dengan diskusi bagian saya dengan bahasa Inggris dan diskusi bagian mahasiswa lainnya dengan bahasa Jepang *sigh*. Pastinya saya tidak pernah paham apa yang mereka diskusikan, tapi beberapa kosakata bisa saya tangkap dari diskusi mereka. Sampailah ke bagian di mana Washizaki-sensei menyebutkan frase ウィンターワークショップ (= winter workshop). Oh, ada winter workshop dan si mahasiswa Jepang ini akan mengikutinya, begitu pikir saya.

Tiba-tiba saja sensei mengarahkan pandangannya ke saya dan bilang bahwa ada winter workshop bulan ini dan sepertinya saya bisa ikut. Saya buka website-nya, tertera judul ウィンターワークショップ2012・イン・琵琶湖, semua content dalam bahasa Jepang dan tidak ada tanda-tanda English page. Otomatis saya berpikir, ini acaranya pasti full Japanese, yang tentu saja membuat saya urung untuk ikut.

Saya masih kebingungan dan masih mikir sepertinya itu tawaran saja, ikut atau tidaknya terserah. Tapi sensei setelah itu malah bilang “Workshop ini sebenarnya tidak terlalu formal, kalau submit biasanya diterima. Kamu cuma butuh tulis position paper 2 halaman. Kapan kamu bisa kasih draft-nya? Oh, bawa di pertemuan minggu depan saja ya”. Weqs. Ujug-ujug ditodong gitu, hauuu. Position paper itu aja apa saya juga ga ngerti. -_-“

Mengingat tempatnya di Shiga Prefecture sana (alias bisa jalan-jalan lihat tempat baru) serta bisa naik shinkansen dibayarin kampus, akhirnya saya sanggupi menulis position paper itu, dengan risiko: nanti di sana roaming. Sampai sekarang sejujurnya kalau ditanya position paper itu apa, saya juga ga tau mesti bilang apa. Yang jelas saat itu saya cuma menulis latar belakang, deskripsi permasalahan, sama ide solusi yang saya ajukan. Draft direvisi sensei, registrasi, dan diterima. Wew. Benar kata sensei, yang penting registrasi, biasanya diterima. -_-“

Winter Workshop 2012 in Biwako

Workshop-nya berlangsung tanggal 19-20 Januari 2012 di Biwako Conference Center. Sempat ada masalah sedikit karena ternyata tanggal 20 itu saya ada ujian akhir salah satu kuliah yang saya ambil. Awalnya saya kira ujiannya minggu berikutnya, soalnya di kalender akademik minggu ujian itu dimulai tanggal 23. Fyuh. Setelah nego ke dosen kuliahnya, alhamdulillah saya bisa ikut ujian susulan.

Workshop dimulai siang hari tanggal 19. Saya dan 2 mahasiswa Jepang selab berangkat pagi hari dari Tokyo. Saya sudah menyiapkan mental kalau-kalau di sana orang asingnya cuma saya, ga bisa bahasa Jepang pula. Tapi saya masih belum terbayang apa yang akan terjadi di workshop. Kalau presentasi saja, OK lah, sepertinya juga ga masalah dengan bahasa Inggris. Kalau diskusi? Hmm.. Hmm..

Sesampanya di sana kami diberi beberapa dokumen. Ternyata nanti kami akan dibagi berdasarkan tema position paper kami. Saya seruangan dengan salah satu mahasiswa dari lab saya. Tapi rasanya ga terlalu ngaruh sih buat saya soalnya saya agak susah juga berkomunikasi dengan dia *sigh*. Untungnya ada satu orang asing lagi, cewe Laos. Yes, paling tidak saya tidak asing sendirian. Tapi si cewe ini lumayan bisa bahasa Jepang percakapan, walau dia ga terlalu pede buat presentasi dan diskusi ilmiah dengan bahasa Jepang.

And the next part, everything went better than expected. Moderator mempersilakan kami untuk presentasi dengan bahasa Inggris, dan nanti di sesi tanya jawab penanya juga diminta menggunakan bahasa Inggris kepada kami. Alhamdulillah. Waktu presentasi cuma 5 menit, dan sesuai diskusi saya dengan Washizaki-sensei, satu slide sebenarnya sudah cukup. Logis sih memang cukup satu slide, dan saya memang cuma menyiapkan 2 halaman slide: satu halaman judul dan satu halaman isi presentasi. Kaget juga yang lain ternyata slidenya beberapa halaman. Ngapain juga sih bikin slide banyak banget kalau jatah waktu cuma 5 menit? Akhirnya biar ga kelewatan irit saya revisi slide saya saat itu juga supaya jadi 3 halaman. -_-“

Presentasi dan tanya jawab bagian saya alhamdulillah berjalan lancar. Setelahnya ternyata masih ada 2 sesi lagi untuk diskusi, yakni sesi berikutnya (sampai sebelum jam makan malam) dan besok pagi (setelah sarapan). Nah di bagian ini diskusinya banyak dan semua dalam bahasa Jepang! Saya ga ngerti sama sekali dan cuma berharap saya ga ditanyain apa-apa ataupun diminta komentar. Apa yang bisa saya bilang coba kalau saya ga ngerti apa yang mereka bahas? Sempat ditanya juga ternyata, tapi saya lupa apaan.😛 Yang penting buat saya waktu itu workshop-nya semoga segera berakhir, ahaha.

Setelah makan malam ternyata masih ada night session. Night session ini sesi santai karena mereka juga sambil minum-minum. Topiknya sendiri sebenarnya menarik, tentang pengalaman orang-orang dalam submit paper ke conference (lokal maupun internasional). Mereka berbagi poin-poin apa yang mereka dapat, kenapa paper-nya ditolak, dsb. Tapi sayangnya semua dalam bahasa Jepang. Padahal saya pingin tau😥.

Jam 12 siang tanggal 20 workshop-nya resmi ditutup. Sebentar sekali memang. Syukurlah detik demi detik roaming telah berlalu, ahaha.

Ke Hikone Castle

Di depan Hikone Castle

Di antara dokumen yang diberikan kepada peserta, ada kupon buat ke Hikone Castle. Kayaknya sih memang itu satu-satunya objek wisata yang ada di dekat situ. Jalan-jalan ke Hikone Castle ini ga wajib, tapi panitia menyediakan bus untuk ke sana berhubung yang tertarik ke sana lumayan banyak. Tentu saja saya ikut ke sana, mumpung.😀

Hikone Castle tidak terlalu besar kalau dibandingkan dengan Osaka Castle atau Nagoya Castle. Letaknya di daerah ketinggian, jadi jalan ke sana cukup menanjak dan bikin kaki gempor. Kalau yang di Osaka atau Nagoya sudah ada lift di dalamnya, di Hikone Castle ini cuma tangga, yang nyaris vertikal, fyuh. Dari area castle ini kita bisa melihat area kota Hikone serta danau Biwako. Biwako merupakan danau terluas di Jepang. Masyaallah indahnya. Sayang saat itu gerimis, huhu. Kalau cerah pasti jauh lebih bagus. Dari Hikone, saya masih sempat mampir ke Nagoya melihat-lihat Sakae sebelum akhirnya malamnya kembali dengan shinkansen terakhir ke Tokyo.😀

***

Buat saya workshop ini memang sebuah pengalaman baru. Roaming-nya memang ga enak banget, tapi itu risiko yang sudah saya sadari dari awal. Di sisi lain, saya jadi mengamati bagaimana orang-orang Jepang itu berdiskusi. Di tulisan ini saya pernah bilang kalau di perkuliahan, kelas itu pasif sekali. Tapi dalam diskusi ini ternyata tidak juga, mereka cukup aktif. Di night session tampak lebih seru lagi diskusinya karena banyak banget yang ngomong. Apa karena suasananya yang santai dan sambil minum-minum ya? Entahlah.

Oia, saya juga bertemu dengan sensei dari Ritsumeikan University yang pernah memberikan saya Letter of Acceptance (LA) waktu mendaftar beasiswa MEXT. Saya masih ingat betul nama beliau. Tapi sepertinya beliau tidak ingat saya *lagian siape eluuu* 😛. Namun saya memang tidak berani mengingatkan beliau bahwa dulu saya pernah menghubungi beliau. Asa gimana gitu udah dikasih LA tapi malah kuliah di kampus lain. Mau gimana lagi, MEXT naruh saya di Waseda, bukan Ritsumeikan, ehehe.

We are each responsible for all of our experiences. — Louise L. Hay

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: