Carving Life with Letters

…menyampaikan pemikiran dan isi hati saat lidah tak mampu berkomunikasi…

Mengikuti SEKE 2012 di Redwood City, California (Part 2): Visa U.S.

Lanjutan dari tulisan sebelumnya, masih soal persiapan untuk menghadiri SEKE 2012. Kali ini saya akan menuliskan tentang pengalaman saya mengurus visa U.S. di Tokyo. Btw ini pengalaman saya mengurus visa sendiri untuk pertama kalinya. Visa Jepang saya dulu diurusin sama kedubes Jepang berhubung saya penerima beasiswa MEXT. Pokoknya waktu itu saya tau beres aja setelah nyerahin paspor, fotokopi KTP, dan foto.ūüėõ

Mengurus Visa U.S. di Tokyo untuk Conference

Visa U.S. Datanya saya sensor, hehe.

Prosedur mengurus visa U.S. di Jepang bisa dibaca sedetail-detailnya di¬†http://www.ustraveldocs.com/jp. Saya tidak akan menjelaskan panjang lebar di sini, soalnya informasi di sana sudah sangat lengkap, tinggal apakah Anda mau baca dengan saksama atau tidak.ūüėõ

Sesuai dengan penjelasan di sini, langkah-langkah membuat visa U.S. di Tokyo yaitu: membayar biaya aplikasi visa, mengisi form DS-160 (Nonimmigrant Visa Electronic Application), membuat appointment untuk wawancara, lalu datang ke kedubes U.S. untuk wawancara. Sebenarnya bisa saja isi form sebelum membayar dan selama proses pengisian form kita bisa save sewaktu-waktu. Waktu itu saya isi form DS-160 dulu sebelum membayar. Tapi ternyata di akhir form diminta nomor konfirmasi pembayaran. Jadi enakan bayar dulu aja sih biar isi formnya sekali beres aja gitu.

Untuk keperluan conference, tipe visanya adalah tipe B1/B2, biaya aplikasinya $160. Pembayarannya lewat layanan PayEasy yang bisa dilakukan di ATM. Saya sendiri melakukannya lewat ATM JP Bank. Sebelum ke ATM pastikan sudah punya kode pembayarannya. Tinggal ikuti saja langkah-langkah yang keluar di websitenya, hehe.

Di form DS-160 ternyata banyak banget yang mesti diisi. Siapkan jiwa dan raga Anda *lebay*. Jangan sampai salah satu huruf pun mengisi formnya, apalagi data-data diri. Katanya salah entri data bisa jadi penyebab aplikasi visa ditolak. Sayang kalau ditolak, duit $160 tidak akan kembali.

Setelah mengisi form DS-160 itu kita bisa menjadwalkan mau wawancara kapan. Selanjutnya baca penjelasan apa yang mesti dipersiapkan dan dibawa untuk wawancara nanti, jangan sampai ada yang kelewat. Untuk tujuan conference juga ada dokumen tambahan, yaitu invitation letter dari panitia conference dan CV.

Tentang wawancaranya, ternyata tidak seseram yang saya bayangkan. Saya membuat appointment untuk tanggal 18 Mei 2012 jam 10.45. Saya sampai di kedubes U.S. sekitar pukul 10.25 dan ternyata antriannya sudah panjang di luar, wew. Antrian pertama ini adalah untuk screening barang-barang bawaan, mirip security check di bandara. Beres dari sini saya menuju meja mbak-mbak di pintu masuk ke ruangan loket. Si mbak ini mengecek dokumen-dokumen yang saya bawa. Dari sini saya ke loket untuk menyerahkan dokumen-dokumen tadi. Selanjutnya saya mesti menunggu dipanggil untuk pengambilan sidik jari. Saya ke loket sidik jari bapak-bapak bule, tapi dia ngomong ke saya pakai bahasa Jepang. Haiyah.

Setelah urusan sidik jari, saya mesti menunggu lagi untuk dipanggil wawancara. Saya diwawancara sama bapak-bapak bule yang lain. Wawancaranya pakai bahasa Inggris. Saya perhatikan beberapa orang Jepang bisa wawancara dengan bahasa Jepang, huuu. Wawancara saya cuma sebentar. Dialognya cuma begini:

Si Bapak: How are you? (sambil ngetik-ngetik)
Saya: Fine. (jawab pelan karena si bapak ga ngeliat ke saya)
Si Bapak: Are you speaking English?
Saya: Yes.
Si Bapak: So, where will you go?
Saya: Redwood City.
Si Bapak: Oh, California.
Saya: Yes, California.
Si Bapak: What are you here? Student?
Saya: Yes.
Si Bapak: What do you study?
Saya: Computer Science.
Si Bapak: Are you in PhD?
Saya: No, I am master student.
Si Bapak: So you finished your undergraduate in Indonesia.
Saya: Yes.
Si Bapak: Do you have CV?
Saya: Yes, but it is in my computer at home.
Si Bapak: OK, you can send it later by fax. We need your CV to process the visa. It will take for about 3 weeks.
Saya: OK. Thank you.

Si bapak mewawancara saya sambil terus bolak-balik dokumen, lihat layar komputer, dan ngetik-ngetik. Wawancara selesai, saya ga nyangka cuma ditanya-tanya segitu doank. Yang lain ada yang lebih lama kayaknya.

Urusan saya di kedubes beres dalam 2 jam. Paspor plus visanya akan dikirimkan nanti ke alamat via pos, jadi saya tidak perlu kembali lagi ke sana. Enak ya, hehe. Sepulangnya dari kedubes, saya langsung nge-fax CV saya. Sebelumnya si bapak bule kan bilang akan butuh waktu maksimal 3 minggu untuk memproses visa. Saya wawancara tanggal 18, tapi ternyata tanggal 22 sudah sampai visanya, ohoho. Cepatnyaaa.ūüėČ

Btw, dengar-dengar ngurus visa U.S. termasuk sulit dan kabarnya banyak yang ditolak. Tapi alhamdulillah yang saya lancar-lancar saja. Mungkin karena sudah sangat jelas kali ya tujuan ke sananya untuk conference. Invitation letter dari panitia juga ada sebagai bukti pendukung.

***

Sekian cerita visanya. Cerita dari berangkat, hari-hari conference, dan balik ke Tokyonya saya tulis di tulisan berikutnya. Oia, saya berangkat sendiri ke U.S. sana. Dua sensei saya satu pun tak ada yang bisa menghadiri, lalala. Dan ini untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di benua Amerika.

To my mind, the greatest reward and luxury of travel is to be able to experience everyday things as if for the first time, to be in a position in which almost nothing is so familiar it is taken for granted.‚ÄĚ — Bill Bryson¬†

9 responses to “Mengikuti SEKE 2012 di Redwood City, California (Part 2): Visa U.S.

  1. Redison Monday, 1 October, 2012 at 10:19

    Cerita bersambung ya Sha………!

    • Reisha Monday, 1 October, 2012 at 11:26

      Iya, biar ndak terlalu panjangūüėÄ

  2. Addinul Hakim Tuesday, 2 October, 2012 at 00:38

    Oia, saya berangkat sendiri ke U.S. sana. Dua sensei saya satu pun tak ada yang bisa menghadiri, lalala. Dan ini untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di benua Amerika.

    hebat,,ni pergi sendiri k amerikaūüėÄ

  3. dodi iswanto Tuesday, 20 November, 2012 at 12:43

    Assamualaikum wr wb..
    bisa minta email pribadi Uni Reisha..
    my email (boyquds@yahoo.co.id)

  4. imi surapranata Sunday, 10 March, 2013 at 10:09

    assalamualaikum mbak,
    salam kenal, sy juga orang indonesia menetap di jepang..
    insya allah akan mengurus visa amerika dari jepang di pertengahan tahun ini,
    sy ingin bertanya ttg pasphoto yg di gunakan,
    melihat foto mbak (menggunakan jilbab tertutup) apakah tidak apa2?
    sy juga berjilbab, dan teman2 sy yg pernah mengurus visa amerika dri Indonesia menganjurkan utk melepas jilbab, atau setidaknya menampilkan kedua telinga, sejujurnya sy agak keberatan..

    dan st lagi mbak, apakah benar pas photo yg 600 yen biasa di kombini tidak bisa di gunakan utk mengajukan visa us?apa hrs menggunakan poto studio?
    terimakasih sblmnya mbak, maaf byk bertanya , slm kenalūüôā

    • Reisha Sunday, 10 March, 2013 at 10:53

      Waalaikumsalam. Pas foto tidak apa2 berjilbab. Buktinya saya dapat visanya. Trus pas foto saya juga cuma diprint di kombini kok.

      • imi.surapranata Monday, 11 March, 2013 at 17:05

        terimakasih banyak mbakūüôā

  5. titik dwiseptianti Thursday, 2 July, 2015 at 09:24

    Ka,yang ikut selwksi beasiswa mext boleh pakai jilbab?

    • Reisha Thursday, 20 August, 2015 at 18:20

      Boleh. Saya pakai jilbab kok.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: