Carving Life with Letters

…menyampaikan pemikiran dan isi hati saat lidah tak mampu berkomunikasi…

Balada Pindahan ke Apāto (Part 1): Menetapkan Kriteria

Moving

Saya tinggal di asrama selama 2 tahun pertama saya berada di Jepang. Kontrak saya untuk tinggal di asrama berakhir tanggal 25 Maret 2012 dan setelah itu saya mesti pindah. Saat tinggal di Bandung, saya pernah pindah kosan sekali, tapi prosesnya sederhana sekali: cari kosan baru, bayar kosan, angkut barang, beres. Sebaliknya, di sini banyak sekali yang mesti diurus sehingga bisa saya bilang proses pindahan di Jepang agak ribet. Dan juga mahal, karena biaya yang dikeluarkan saat pindahan nantinya tidak hanya biaya sewa.

Di tulisan ini (serta lanjutannya) saya akan menuliskan pengalaman prosesi saya pindahan bulan Februari-Maret lalu. Ceritanya saya pindahan dari asrama ke アパート (= apāto) alias apartemen (selanjutnya saya tulis “apāto” saja). Bisa saja sebenarnya saya cari asrama lain untuk pindah, tapi saya ingin merasakan suasana kehidupan yang berbeda dari yang sudah 2 tahun saya jalani.😀

Langkah Awal

Buat saya, sebelum mencari tempat tinggal yang baru, ada baiknya kita mencari info terlebih dahulu seputar menyewa tempat tinggal di Jepang (kalau belum tau). Berikut saya rekomendasikan beberapa tulisan yang informatif.

  1. A Guide to Rental Housing in Japan
    File ini sebenarnya keluaran Saitama Prefectural Government, tapi saya rasa tidak begitu jauh berbeda dengan daerah-daerah lain di Jepang. Isinya singkat namun padat. Diagram di halaman 4 recommended untuk dipahami.
  2. [Seri Mencari Rumah] Pemilihan Rumah
    [Seri Mencari Rumah] Fudosan
    [Seri Mencari Rumah] Dana
    Tulisan ini merupakan tulisan dari seorang senior yang lama tinggal di Jepang. Isinya lebih banyak soal proses pencarian tempat tinggal, tapi memang proses yang paling ribet itu saat mencari. Di 3 tulisan itu juga ada penjelasan lebih lengkap tentang berbagai istilah yang nantinya banyak digunakan. Jadi nanti di tulisan saya ini saya tidak akan menjelaskan ulang berbagai hal yang sudah tertulis di sana, hehe.

Menetapkan Kriteria Apāto

Sebelum datang ke fudosan, ada baiknya kita sudah menetapkan syarat apāto seperti apa yang kita inginkan. Tentukan juga syarat mana yang jadi prioritas, karena belum tentu kita dapat apāto sesempurna yang kita inginkan. Mau tidak mau nantinya ada beberapa hal yang mesti dikorbankan. Tentunya yang terbaik adalah mengorbankan hal yang tidak jadi prioritas, hehe.

Untuk menetapkan pilihan ini, saya sambil browsing di website fudosan-nya. Saya belum ada gambaran apāto itu seperti apa, jadi dengan banyak-banyak browsing saya bisa dapat gambaran lebih banyak tentang apāto seperti apa yang saya inginkan. Saya biasa browsing di website-nya MiniMini dan Able, search berdasarkan stasiun terdekat. Di website tersebut juga tersedia beberapa kriteria tambahan yang bisa kita pilih untuk mempersempit range pencarian. Dari masing-masing hasil pencarian nanti kita bisa lihat detail apāto-nya seperti apa serta ada denah dan foto-fotonya.

Setelah melalui pemikiran panjang *halah*, beberapa kriteria yang akhirnya saya prioritaskan adalah sbb:

  1. Harga sewa maksimal 45,000 yen/bulan. Ini hasil hitung-hitungan saya pribadi saja sesuai budget pemasukan dan pengeluaran. Untuk daerah Tokyo harga segitu sebenarnya sudah tergolong murah, yang artinya pilihannya akan jauh lebih sedikit dibanding kalau mau pasang harga 50,000-60,000 yen/bulan misalnya.
  2. Shikikin 0 dan reikin 0. Ini supaya biaya yang saya keluarkan saat pertama pindah tidak terlalu besar. Sejumlah fudosan ternyata ada yang menawarkan opsi ini, jadi kenapa tidak?
  3. Apāto tipe 1K dan luas kamar minimal 6 jo. Kamar saya di asrama dulu terbilang sempit, jadi saya ingin punya kamar yang lebih luas. Lalu berhubung saya sering masak, saya mau antara dapur dan kamar ada pintu pemisah supaya kamar saya tidak bau dapur.
  4. Transportasi ke kampus cukup dengan sekali kereta saja. Dulu dari asrama ke kampus, saya mesti pakai 2 jalur kereta ke kampus. Saya tidak mau lagi mesti ada sesi pindah jalur kereta, males aja sih, hehe. Berhubung kampus saya berada di daerah mahal, otomatis saya tidak mungkin menemukan apāto dengan harga sewa yang sudah saya patok di atas. Jadi buat saya jauh dari kampus pun tidak apa-apa asal masih feasible (di bawah satu jam perjalanan dari apāto ke kampus) dan sekali kereta saja.
  5. Jarak dari apāto ke stasiun maksimal 10 menit jalan kaki. Ini mengingat agak malas kalau jalan kaki cukup jauh, hehe.
  6. Lantai flooring. Saya kurang suka dengan lantai tatami karena sepertinya membersihkannya lebih ribet, hihi.
  7. Western style toilet and bathroom. Saya kurang suka toilet Jepang yang jongkok itu. Terus saya juga mau apāto yang lengkap dengan kamar mandi dan shower-nya.
  8. Ada 押入れ (= oshiire, closet) yang cukup besar. Oshiire itu lemari tempat tidurnya Doraemon di kamar Nobita itu lho. Saya mau ada oshiire yang cukup besar supaya barang-barang besar tak terpakai seperti koper, kardus-kardus, beberapa perabot, dll bisa masuk ke sana semua jadi tidak memenuh-menuhi kamar.
  9. Sudah tersedia AC. AC di Jepang sebagian besar dobel fungsi, sebagai pendingin juga pemanas. Jadi ini barang penting di musim panas dan musim dingin. Saya pilih yang sudah punya AC supaya tidak perlu beli lagi.

Beberapa syarat lain yang saya kategorikan kalau-bisa-dapat-kalau-tidak-juga-tidak-apa-apa seperti: apāto bukan di lantai 1, gedung apāto-nya yang lebih baru (di bawah 15 tahun misalnya umurnya), dapurnya bisa pakai kompor gas dengan 2 burner, ada beranda/balkon untuk tempat menjemur pakaian, ada tempat untuk mesin cuci, dan ada supermarket tidak jauh dari apāto.

Banyak ya ternyata, hihihi. Menurut saya tidak apa-apa punya syarat banyak seperti ini atau mungkin lebih banyak. Karena itu artinya kita sudah paham betul kita maunya apāto seperti apa. Lagi pula kalau ke fudosan mereka akan menanyakan kriteria-kriteria ini juga, jadi kalau sudah tau nantinya tidak kelamaan mikir.

***

Setelah menetapkan kriteria-kriteria di atas, saya pun siap pergi ke fudosan untuk mencari dan memilih apāto mana yang nantinya akan saya kontrak. Berhubung cerita bersama fudosan ini juga bakal panjang, saya pisah saja ya ke tulisan berikutnya.

Sebenarnya sebelum menetapkan kriteria di atas, saya pernah 2x pergi ke fudosan bersama teman. Ceritanya mau tau aja urusan di fudosan itu seperti apa. Dari 2x pengalaman itu, saya lebih banyak blank di fudosan-nya karena belum jelas maunya apāto seperti apa, hehe. Jadi memang alangkah lebih baiknya kalau kita ke fudosan tidak dengan kepala kosong.

Mencari tempat tinggal aja segitu pusingnya ya, apalagi mencari pasangan hidup #eh #eaaaaa.

Choice is the keynote of self-determinism. To determine anything, you must have the choice to determine. Choice to determine means that you must have the power of decision. Decision and time have a lot in common. When we have clean, clear decision, we have clean, clear time. And when we have indecision, there is an unclarity about time. — L. Ron Hubbard

9 responses to “Balada Pindahan ke Apāto (Part 1): Menetapkan Kriteria

  1. RIZKI AGUS NURSADI Friday, 19 October, 2012 at 15:05

    hehehehe ribet ya kak kalok apato apalagi yang di tokyo sana mana ada yang murah, tapi gpp mudahan bisa nyusul😀

    • Reisha Friday, 19 October, 2012 at 18:32

      iya ribet, tapi seru, hehe. aamiin..

  2. Wakhidatik Nurfaida (@ida_sadja) Friday, 25 October, 2013 at 07:54

    Makasih banget udah nulis postingan ini dengan lengkap…!!!!!
    *kebetulan sedang mau pindah apato dan terbantu sekali dengan tulisan ini, makasih makasih🙂

    • Reisha Friday, 25 October, 2013 at 07:56

      Hehe, sama2🙂 Tulisannya ada 4 bagian, silakan dibaca kl belum semua, hehe..

      • Wakhidatik Nurfaida (@ida_sadja) Friday, 25 October, 2013 at 08:04

        btw, cerita2 lainnya menarik juga..!! hahaha,
        *malah jdai strolling around, huhuhuhu,,,
        salam kenal…
        *salaman*🙂

  3. Suwandy Wednesday, 2 July, 2014 at 09:31

    kak, setelah baca postingan mengenai uang dimuka yang lebih besar dari biaya bulanan, saya jadi penasaran. Kakak kumpul duit buat bayar apato nya darimana? apakah ada ikut arubaito? ato nabung2 dari beasiswa?

    • Reisha Wednesday, 2 July, 2014 at 09:33

      Saya nabung dari beasiswa aja.😀

      • Suwandy Wednesday, 2 July, 2014 at 09:41

        wah cukup ya kak dari beasiswa aja😀 kayaknya serba hemat yah perbulannya selama di asrama😀

        • Reisha Wednesday, 2 July, 2014 at 09:43

          Kebetulan sebelum pindah ke apato saya tinggal di asrama selama 2 tahun. Nabung 2 tahun bisa lah punya tabungan yg cukup.😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: