Carving Life with Letters

…menyampaikan pemikiran dan isi hati saat lidah tak mampu berkomunikasi…

Balada Pindahan ke Apāto (Part 3): Mengurus Kontrak

Sampai di tulisan sebelumnya, saya sudah menemukan apāto yang cocok buat saya. Proses selanjutnya adalah mengurus 賃貸契約 (= chintai keiyaku) alias lease atau rental contract.

Prosedur Mengurus Kontrak Apāto via Fudosan

Setelah melihat-lihat dan menetapkan pilihan, saatnya kembali ke fudosan untuk mengisi aplikasi. Perlu digarisbawahi bahwa pada tahap ini kita belumlah membuat kontrak sewa apāto. Kita akan disuruh mengisi form berisi data pribadi dan data 保証人 (= hoshōnin) atau guarantor. Jika belum punya guarantor, kita bisa diberi waktu beberapa hari untuk mencarinya. Yang bisa jadi guarantor adalah orang Jepang atau orang asing yang sudah jadi permanent resident di Jepang. Kalau tidak ada, kita bisa menggunakan jasa perusahaan tertentu yang menyediakan guarantor, hanya saja dalam hal ini kita mesti bayar si perusahaan itu. Sebagian kampus biasanya bersedia jadi guarantor untuk sewa apāto mahasiswanya, kalau pun bayar biasanya biayanya lebih murah dibanding pakai jasa perusahaan. Jadi kalau ingin pindahan sebaiknya mulai cari juga orang atau lembaga yang berpotensi jadi guarantor.😀

Setelah melengkapi form tadi dan menyerahkannya kepada fudosan, fudosan akan memeriksanya dan menyampaikannya ke pemilik apāto, lalu dari situ memutuskan apakah kita bisa menyewa apāto tersebut atau tidak. Jika diterima, barulah kita membuat kontrak sewa apāto.

Di dalam kontrak apāto tertulis dengan lengkap apa hak dan kewajiban dari kedua belah pihak (penyewa dan pemilik apāto), dalam bahasa Jepang tentunya, fyuh. Tapi saat mengurus kontrak itu petugasnya akan menjelaskan lagi isi kontrak itu kepada kita, terutama poin-poin penting di dalam kontrak (biasanya tentang apa yang boleh dan tidak boleh kita lakukan di apāto). Kita juga diberi rincian biaya pindahan (biaya sewa bulan pertama plus biaya lain-lain) yang mesti dibayarkan sebelum deadline yang ditetapkan fudosan.

Untuk keperluan kontrak apāto, kita juga perlu melengkapi sejumlah dokumen. Salah satunya adalah 印鑑証明書 (= inkan shōmeisho), yakni seal registration certificate dari guarantor. Orang Jepang atau permanent resident pasti tau itu benda apaan, tinggal minta tolong guarantor untuk mendapatkan itu. Setelah membayar dan menyerahkan dokumen yang diminta tadi, kontraknya pun beres. Lalu barulah kunci apāto bisa diberikan kepada kita. Biasanya kunci diberikan di tanggal kita mulai mengontrak apāto. Setelah dapat kunci, artinya kita sudah bisa menempati apāto tersebut.

Dari awal datang untuk mencari apāto sampai dapat kunci kita memang mesti bolak-balik beberapa kali ke kantor fudosan.

Dari Mencari Guarantor Hingga Ambil Kunci

Berkas-berkas kontrak apāto saya

Tanggal 2 Februari, saat sudah menetapkan pilihan dan akan mulai mengurus kontrak apāto, saya sendiri baru tau kalau saya butuh guarantor. Akhirnya saya minta waktu ke fudosan untuk mencari guarantor dan pulang dengan membawa form yang mesti saya isi. Kampus saya tidak lagi menyediakan layanan untuk jadi guarantor sewa apāto, artinya saya mesti cari pilihan lain. Saya inginnya ada orang yang bisa jadi guarantor, sehingga saya tidak perlu mengeluarkan uang untuk membayar perusahaan tertentu.

Saya mencoba menghubungi profesor saya apakah beliau bersedia jadi guarantor. Selain itu saya juga dapat informasi bahwa Mas Endri sudah jadi permanent resident, jadi saya juga mencoba menghubungi beliau. Alhamdulillah dua-duanya bersedia, dan berhubung lebih mudah buat saya untuk menemui profesor saya, akhirnya saya pilih profesor saya saja untuk jadi guarantor.

Selanjutnya saya minta tolong Mbak Yati untuk menelepon fudosan mengabarkan bahwa saya sudah dapat guarantor. Saya diminta mengirim form tadi via fax. Tanpa menunggu lama, saya segera dapat kepastian bahwa saya bisa menyewa apāto tersebut.

Selanjutnya kami bikin janji lagi untuk datang ke fudosan mengurus kontrak, akhirnya saya dan Mbak Yati ke fudosan lagi tanggal 7 Februari. Saya diberikan dokumen kontrak dan dijelaskan lagi poin-poin penting yang ada di dalam kontrak itu. Setelah beres dengan penjelasan kontrak, saya diberi rincian pembayaran. Deadline pembayarannya tanggal 10 Februari. Saya mulai mengontrak apāto tersebut terhitung tanggal 23 Maret, maka saya mesti membayar sewa apāto untuk 9 hari di bulan Maret (tanggal 23-31) plus satu bulan penuh untuk bulan April, serta biaya lainnya. Kalau tidak salah ada suatu biaya yang tidak perlu saya bayarkan, tapi saya lupa persisnya apa, sehingga akhirnya uang yang saya keluarkan lebih sedikit dari yang saya perkirakan. Alhamdulillah.😀

Oia, saya juga masih harus menyerahkan inkan shōmeisho nantinya ke fudosan. Untuk ini saya diberi batas waktu hingga tanggal 20 Februari. Nanti saya bisa mengambil kunci apāto ke fudosan tanggal 23 Maret. Alhamdulillah saya cepat dapat inkan shōmeisho dari profesor saya, sesegera mungkin saya ke fudosan setelah mendapatkan itu. Sekitar pertengahan Februari urusan kontrak saya beres dan saya dapat berkas lengkap kontrak apāto saya. Selanjutnya saya tinggal menikmati sisa waktu saya di asrama dan secara resmi keluar dari asrama tanggal 25 Maret.

Berburu Perabotan

Foto apāto yang saya ambil setelah saya mendapatkan kunci

Apāto yang saya dapatkan adalah apāto kosong tanpa perabot kecuali AC. Sengaja memang cari yang tidak ada perabotannya soalnya sewanya tentunya lebih murah. Di asrama dulu, kamarnya sudah furnished, jadi saya tidak pernah punya perabotan besar seperti tempat tidur, meja, lemari, rak, kulkas, dll. Otomatis saya mesti mencari sendiri semuanya untuk di apāto saya nanti.

Perabot tentu saja bisa dibeli semua sendiri asalkan ada uangnya. Tapi saya berusaha agar saya dapat mengisi apāto saya dengan dana seminimal mungkin. Tidak mesti barang baru, yang penting kondisinya masih bagus.

Tips pertama mendapatkan perabot murah dan biasanya gratis adalah: mencari warisan dari senior yang akan kembali ke tanah air. Kebanyakan orang lebih memilih mewariskan perabotannya ke orang lain karena dibawa ke tanah air tidak mungkin, sementara kalau dibuang mesti bayar. Nantinya si penerima cukup mengeluarkan uang untuk biaya angkut perabot tersebut. Masih jauh lebih murah tentunya ketimbang membeli.

Tips kedua mencari barang murah adalah: berburu barang di CraigslistGaijinpot, atau recycle shop. Di Craigslist dan Gaijinpot isinya kebanyakan adalah orang asing yang ingin menjual perabotannya dengan harga murah, kadang ada juga yang ingin mewariskannya dengan gratis. Kita tinggal mengontak orang yang beriklan di sana dan janjian kalau sudah sepakat. Di recycle shop juga banyak dijual barang bekas dengan harga murah. Kalau pintar mencari kita bisa dapat barang yang masih bagus dengan harga yang sangat miring. Oia, kalau mencari kompor gas, pastikan kompor yang dipakai sesuai dengan aliran gas di apāto, karena beda perusahaan gas beda pula tipe kompornya.

Alhamdulillah saya dipertemukan dengan Mbak Kiki yang akan pulang ke Indonesia dan mewariskan seluruh perabotan besarnya ke saya. Dari Mbak Kiki saya dapat mesin cuci, kulkas, microwave ovenoven toasterbed, futon, bantal, selimut, lemari, rak, meja, kursi, heater, dan beberapa barang kecil lainnya. Banyak yaaa, hihi. Dan kondisinya masih sangat bagus, di atas perkiraan saya.😀 Tapi dari Mbak Kiki saya baru bisa ambil barang-barang tersebut tanggal 28 Maret. Tidak apa-apa lah menunggu beberapa hari setelah pindah. Sejumlah barang lain saya dapatkan dari Mbak Sarah, Mas Budiman, dan Mas Angga. Yang saya beli akhirnya hanya beberapa barang yang tidak terlalu menguras dompet. Hohoho.

Sekian dulu ya bagian ini. Nanti dilanjutkan lagi ceritanya.

Life is like riding a bicycle. To keep your balance you must keep moving.
— Albert Einstein

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: