Carving Life with Letters

…menyampaikan pemikiran dan isi hati saat lidah tak mampu berkomunikasi…

Balada Pindahan ke Apāto (Part 4): Saatnya Pindah

Di 3 tulisan sebelumnya saya sudah menuliskan bagaimana prosesnya mendapatkan apāto. Sekarang saya akan menceritakan tentang sejumlah hal yang harus dilakukan sebelum, di hari-H, serta setelah pindahan.

Sebelum Keluar dari Asrama

Kamar saya di asrama, before and after dibersihkan. Temukan perbedaannya. Sebelum pindahan saya memang sangat malas membersihkan kamar, soalnya nanggung, haha.

Ada beberapa hal yang mesti dilakukan sebelum keluar dari asrama saya. Awal Februari pihak asrama sudah meminta kami para penghuni untuk mengisi form notifikasi pindahan. Isinya terutama tentang tanggal berapa akan keluar dari asrama dan akan pindah ke mana. Form ini harus diserahkan paling lambat 30 hari sebelum tanggal pindah. Kemudian saya diminta segera membayar sewa kamar untuk jumlah hari yang tersisa.

Selain itu saya juga mesti menentukan jadwal room check. Jadi sebelum pindah, kamar tersebut akan dicek oleh petugas apakah sudah bersih dan masih lengkap isinya seperti saat pertama kali ditempati. Saat room check, barang-barang milik pribadi juga sudah mesti dibereskan dari kamar. Otomatis untuk keperluan ini saya mesti membersihkan kamar sebersih-bersihnya serta packing untuk pindahan. Luar biasa menguras tenaga, fyuuuh.

Kamar yang 2 tahun saya tempati, sudah siap ditinggalkan T.T

Untuk packing, tentunya akan butuh sejumlah kardus. Nah, ternyata kita bisa minta kardus tak terpakai di toko, dan gratis. Kebetulan tidak jauh dari asrama saya ada toko yang bisa saya mintai kardusnya. Alhamdulillah.

Kemudian, karena saya pindah ke kota yang berbeda (dari Meguro-ku ke Higashimurayama-shi), maka saya mesti mengembalikan 健康保険証 (= kenkōhokenshō) atau health insurance certificate saya. Ini ternyata bisa dikirimkan lewat pos, sehingga saya tidak perlu datang ke kantornya.

Oia, saya juga mesti mengirimkan Change of Address Notice ke kantor pos terdekat dari asrama saya. Gunanya adalah, jika nanti ada surat atau paket yang dikirimkan ke alamat lama, maka kantor pos akan meneruskannya ke alamat baru. Layanan ini berlaku selama satu tahun setelah pindahan.

Di hari-H pindah, tentunya saya mesti menyerahkan kunci kamar saya. Lalu, karena listrik dan air di asrama saya dibayar dengan sistem prepaid, ada kemungkinan saldo saya masih bersisa. Nah, sisa saldo ini juga dikembalikan ke saya walau hanya bersisa beberapa ratus yen.

Memindahkan Barang-Barang

Barang-barang yang mesti saya pindahkan dari asrama

Saat datang ke Jepang, barang-barang saya masuk semua ke satu koper besar, satu tas, plus satu ransel. Itu pun menguras tenaga sekali membawanya sendiri. Setelah 2 tahun di Jepang, pastinya barang-barang saya beranak-pinak dan tidak mungkin saya bawa sendiri. Waktu pindahan di Bandung, saya masih ada saudara yang punya mobil untuk membantu mengangkut. Sementara di Jepang mana ada. Nah inilah saatnya mencari jasa transporter.

Sebenarnya ada banyak sekali jasa pengangkutan barang di Jepang, apalagi di musim pindahan tidak akan sulit mencari info. Yang saya tau seperti Akabou dan Hikkoshi no Sakai. Beda jasa angkut, tentunya beda harga dan beda kapasitas angkut. Saya tentu saja mencari yang paling murah, hihi.

Dari hasil tanya-tanya teman, akhirnya saya dapat info jasa angkut yang sangat murah, yaitu Shige Transport. Setau saya bukan perusahaan, tapi kerja sampingannya Machida-san. Tarifnya 3,000 yen/jam, dihitung dari lama perjalanan dari alamat lama ke alamat baru. Beliau punya troli sendiri, sigap membantu mengangkat-angkat barang, dan sudah datang beberapa menit sebelum jam janjian. Rute perjalanan dicek dengan GPS sehingga yang ditempuh selalu rute terpendek. Tapi memang mobil yang beliau miliki tidak begitu besar, jadi kalau perabotannya banyak sekali dan besar-besar susah mungkin ya. Namun buat saya yang tinggal sendiri dan perabotannya tidak terlalu banyak, tidak jadi masalah. Recommended deh, teman-teman saya juga banyak yang pakai jasa beliau (malah promosi).😛

Saya 2 kali pakai jasa Machida-san. Pertama, saat saya memindahkan barang-barang saya dari asrama ke apāto tanggal 23 Maret. Sudah pasti cukup mobilnya mengingat saya tidak punya perabot besar. Kedua, saat saya memindahkan perabotan dari apāto Mbak Kiki ke apāto saya tanggal 28 Maret. Tadinya cukup kuatir mobilnya tidak muat mengingat ada beberapa perabot besar seperti kulkas, mesin cuci, lemari, bed, dll. Eh ternyata muat, hoho. Sesampainya di apāto saya, saya juga minta tolong ke Machida-san untuk memasangkan mesin cuci.

Setelah Pindah ke Apāto

Barang sudah pindah, perabot sudah didapat, jelas sekali yang mesti dilakukan adalah menata apāto supaya nyaman. Dan percayalah bahwa urusan membongkar barang yang sudah di-pack lalu menatanya ini lebih melelahkan dari pada packing-nya sendiri. Fyuuuuuh. Butuh beberapa hari buat saya menyelesaikan hal ini, hihi. Tapi kelelahannya terbayar saat semuanya sudah layak difoto selesai. Kamar baru, dapur baru, suasana baru, yaaay.

Kamar dan dapur saya setelah dibersihkan dan ditata

Saat baru pindah, listrik dan air belum bisa dipakai. Kita mesti menghubungi perusahaan listrik dan airnya, bisa via telepon tapi dengan bahasa Jepang tentunya, fufufu. Kita akan ditanyai nama, alamat, kapan mau mulai dinyalakan listrik atau airnya, dan pembayaran tagihannya bagaimana (mau lewat convenience store atau potong dari rekening bank).

Gas juga belum bisa dipakai. Seperti halnya listrik dan air, kita bisa menghubungi via telepon. Pertanyaannya mirip, plus kita juga mesti janjian kapan petugas gas bisa datang ke apāto kita untuk mengecek. Ada baiknya petugas gasnya datang setelah kompor kita siap dipasang, karena petugasnya bisa membantu memasangkan sekaligus mengecek kondisinya. Dari pengalaman saya, selain soal kompor, petugas juga mengecek air panasnya mengalir atau tidak (pemanas air di apāto saya pakai gas), juga menjelaskan beberapa hal terkait safety saat memasak.

Internet juga belum ada. Untuk ini kita bisa pesan online atau datang langsung ke provider internetnya (bisa dicari di Biccamera atau Yodobashi). Ada banyak sekali paket internet yang ditawarkan, tinggal pilih paket mana yang sesuai dengan kantong, hehe.

Di samping itu, ada beberapa hal terkait administrasi yang mesti diurus. Pertama, saya mesti ke 市役所 (= shiyakusho) atau municipal office-nya Higashimurayama-shi untuk melaporkan alamat baru saya. Di sana saya mengisi formulir, lalu petugasnya mengecek, dan kemudian bagian belakang alien registration card saya ditulisi alamat baru saya. Saat ke shiyakusho ini saya juga sekalian mengurus health insurance certificate saya yang baru: mengisi form, lalu nanti kartunya akan dikirim ke alamat, begitu juga tagihan premi asuransinya. Mungkin saat ini prosedur ini ada yang sedikit berbeda ya, soalnya sejak 9 Juli 2012 Jepang punya aturan baru soal kependudukan.

Melaporkan perihal ganti alamat ini tidak berhenti sampai di situ saja. Ke bank tempat saya punya rekening, saya juga mengurus ganti alamat. Ke provider HP juga. Lalu saya mesti lapor juga ke kampus bahwa alamat saya sudah ganti. Oia, saya juga punya 定期券 (= teikiken) atau commuter pass untuk kereta ke kampus. Karena rute kereta saya sekarang juga berbeda, maka saya juga mesti mengganti teikiken tersebut.

***

Sekian cerita panjang saya soal pindahan. Panjang memang, sampai 4 bagian begini, fufufu. Pindahan di sini memang ribet dan menguras tenaga, tapi seru buat dijalani, hehe. Alhamdulillah saya juga betah tinggal di apāto saya ini dan sudah berasa rumah sendiri, ohoho.

A house is not a home unless it contains food and fire for the mind as well as the body. — Benjamin Franklin 

2 responses to “Balada Pindahan ke Apāto (Part 4): Saatnya Pindah

  1. Christina Sunday, 16 December, 2012 at 14:48

    Kakak salam kenal, Aku mau tanya dong kalo dapet Beasiswa MEXT ini full ya ?? Termasuk asrama juga dikasih. ohiya aku kalo mau ambil D2 nya ada info info ga ?? karena sekarang ini aku masih SMK program yang aku mau ambil cuma ada di D2 tolong informasinya ya ka. Terima kasih :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: