Carving Life with Letters

…menyampaikan pemikiran dan isi hati saat lidah tak mampu berkomunikasi…

Tari Piring Kedua, Ketiga, dan Keempat di Jepang

Tahun 2010 lalu saya pernah posting tulisan berjudul “Tari Piring Perdana Saya di Jepang“. Di sana ada komen dari Syva, “btw, likes judulnya deh.. karena berarti akan ada penampilan kedua, ketiga dan seterusnya ya, sha.. hehe.. ditunggu.. ^^”. Saat itu saya serius mengaminkan ini, karena saya ingin tampil lagi, dengan durasi tari yang full, bukan yang dipotong seperti waktu itu, hehe. Alhamdulillah setelah itu saya dapat 3x kesempatan lagi untuk menampilkan Tari Piring di sini.

Indonesia Kita, 11 Desember 2011

Tawaran kedua untuk tampil datang dari Mbak Isti. Saat itu Mbak Isti dan Hiroaki Kato, seorang Jepang yang suka dengan Indonesia, berencana mengadakan acara yang berisi live performance-nya Hiro bersama bandnya serta pengenalan budaya Indonesia. Tentu saja saya mau, akan tetapi saya tidak bisa langsung meng-iya-kan karena saya tidak punya partner nari dan saya tidak mau tampil sendiri. Tahun 2010 saya nari bersama Mbak Isti, Alanna, dan Tari. Mbak Isti tidak mungkin diajak karena akan jadi MC di sana, sementara Alanna dan Tari sudah pindah ke luar Tokyo. Setelah berpikir-pikir siapa yang potensial untuk diajak dan dilatih menari dalam waktu singkat, pilihan saya jatuh ke Adek. Saya kontak Adek dan alhamdulillah dia mau, ohoho. Latihan bareng beberapa kali saja, tapi Adek beberapa kali latihan mandiri menggunakan video yang saya berikan.

Performance di Indonesia Kita

Acara tersebut bertajuk “Indonesia Kita!!-インドネシア、キター!!- vol.1“. Tempatnya di kafe. Yang pertama saya kuatirkan begitu sampai di tempat acara adalah: space untuk menari. Tempatnya ternyata sangat kecil dan space di area panggung itu juga diisi piano dan beberapa alat band. Fyuh. Setelah geser-geser, akhirnya dapatlah space yang pas-pasan untuk menari. Di penampilan perdana Adek ini, piringnya Adek jatuh satu dan pecah, haha. Kalau ga salah karena licin, jadi piringnya meluncur begitu saja. Tidak apa-apa lah. Penampilan perdana biasanya memang ada piring yang jatuh, hihihi. Seusai acara, komentar yang saya dengar adalah: kawaii! Entah bajunya atau tarinya yang dibilang kawaii, atau mungkin kaminya yang memang kawaii.😆

Nikahan Syafril & Yuri, 17 Maret 2012

Januari 2012 saya dikontak sama Syafril, apakah saya bisa tampil nari tanggal 17 Maret. Katanya untuk acara yang akan mengenalkan Islam dan Indonesia kepada orang Jepang. Saya mengajak Adek lagi untuk tampil, dan setelah Adek memastikan bisa ikut, saya iya-kan tawaran itu. Awalnya saya agak bingung juga, acaranya acara apaan ya kira-kira, tempatnya di masjid Tokyo Camii pula. Berhubung Syafril ini aktif berorganisasi di mana-mana (plus menjabat Ketua PPI Kanto saat itu), jadi saya pikir mungkin itu acara yang akan diadakan salah satu organisasi yang dia ikuti. Tak lama kemudian Syafrilnya bilang di email, “biar ga kaget, sebenarnya itu acara resepsi pernikahan saya, tapi jangan bilang-bilang dulu ya”. Waaah. Jadi nostalgia ikut penampilan baralek waktu di UKM-ITB dulu, hihi.

OK, so far saya sudah tau itu acara nikahan, tapi calon istrinya siapa saya tidak tau. Saya pikir paling orang Indonesia yang tinggal di Jepang juga, soalnya kebanyakan begitu. Terus acaranya bakal semacam syukuran kedua di Jepang, setelah acara inti di Indonesia. Keren juga ya mengundang orang Jepang segala. Tadinyaaa mikirnya begitu. Begitu undangannya disebar, surprise lagi, berhubung nama mempelai wanitanya Yatabe Yuri. Orang Jepang! Saya mesti bilang WOW, haha. Pantas saja ada undangan orang Jepangnya.

Performance di nikahan Syafril & Yuri

Acara resepsinya ada 2x di hari itu. Yang pertama terbatas buat keluarga dan undangan, tamunya lebih sedikit, kebanyakan orang Jepang. Yang kedua terbuka untuk teman-teman Indonesia, yang ini ramai pastinya. Adek dan saya nari di acara yang pertama. Kali ini dapat space menari yang lebih luas dan alhamdulillah tidak ada piring yang jatuh, hihi. Sorenya Retno cerita begini: “tau ga apa komentar orang-orang tadi, itu ga dingin ya kakinya?” Hoeh, narinya memang nyeker sih dan lantai ubinnya dingin. Hari itu juga masih musim dingin dan hujan. Tidak mungkin menari pake kaos kaki apalagi sepatu. Tapi sebenarnya karena bergerak terus dinginnya tidak terlalu berasa.

Minamisanriku Indonesia Festival, 4 Mei 2012

Tak lama setelah penampilan di nikahan Syafril, saya dapat kesempatan lagi untuk tampil nari. Kali ini untuk acara Indonesia Festival yang diadakan oleh Forkita bekerja sama dengan beberapa organisasi Indonesia lainnya di Jepang. Acara yang bertajuk “インドネシア祭り We are all with you” ini adalah semacam bakti sosial dalam bentuk pentas seni dan budaya untuk korban gempa dan tsunami di Minamisanriku 11 Maret 2011 lalu. FYI, Minamisanriku di Miyagi Prefecture adalah salah satu daerah terparah yang disapu oleh ganasnya tsunami. Di acara tersebut akan ada penampilan kesenian Indonesia serta stand yang menjual makanan Indonesia.

Performance di Minamisanriku Indonesia Festival

Rombongan kami berangkat dari Tokyo sore sehari sebelumnya, menuju Masjid Sendai untuk menginap di sana. Keesokan paginya kami melanjutkan perjalanan ke Minamisanriku. Sesampainya di sana panitia langsung bergerak menyiapkan stand makanan, sementara para performer juga segera bersiap-siap. Tidak hanya Tari Piring dari saya dan Adek (ajak siapa lagi coba kalau bukan Adek, hihi), tapi juga ada Tari Pasambahan, Tari Rantak, Tari Saman, Angklung, dll dari yang lain. Alhamdulillah acara hari itu berjalan lancar dan orang-orang yang ada di sana juga tampak antusias mengikuti. Oia, video penampilan Tari Piringnya di-upload Adek di sini.

Sorenya kami kembali lagi ke Masjid Sendai untuk menginap, lalu kembali ke Tokyo keesokan paginya. Walau sudah satu tahun berlalu sejak tsunami, area Minamisanriku sebagian besar masih rata dengan tanah. Sisa-sisa jejak tsunami serta tumpukan sampah tsunami masih terlihat jelas. Speechless kalau membayangkan daerah itu jadi seperti itu karena disapu oleh kekuatan air yang maha dahsyat.😥

***

Saya berterima kasih sekali kepada semua pihak yang telah memberikan kesempatan pada saya untuk tampil, hehe. Terima kasih juga kepada KBRI Tokyo yang sudah meminjami kami baju untuk ketiga performance di atas. Mungkin penampilan Tari Piring saya di Jepang berhenti sampai yang keempat ini. Saya cuti dulu deh, hihi.

Saya selalu senang bisa menampilkan Tari Piring, walau kadang sejujurnya saya juga ingin menampilkan tari lain yang dulu saya pelajari di UKM-ITB, apa daya partner-nya tidak ada, hehe. Kebanggaannya memang berbeda saat kita membawakan budaya bangsa kita sendiri di tanah orang.

Tanah airku tidak kulupakan, Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh, Tidak kan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai, Engkau kuhargai

9 responses to “Tari Piring Kedua, Ketiga, dan Keempat di Jepang

  1. Ega Dioni Putri Friday, 19 October, 2012 at 15:26

    ih kostumnya ga ganti-ganti yaa itu terus😛 sebagai senior harusnya Uni nyumbang doong kostum yg baru😀 kemarin di Malam Budaya Hokkaido saya juga ketemu penari piring, namanya mbak Ema, pake kostum itu juga, katanya dikirim dari kedubes.. weleh, weleh, jauhnya

    • Reisha Friday, 19 October, 2012 at 18:30

      weleh2.. ga ada duit buat beli kostumnya.. belinya juga kudu di Indonesia, haghag. kostum punya KBRI kan emang sering dipinjem mahasiswa2 se-Jepang. si Elsa waktu di Kanazawa juga pernah minjem baju itu, haha..

  2. Musim Semi Friday, 19 October, 2012 at 15:36

    kereeenn….saya ikut bangga mbak liat mbak mmbawakn tari piring di jepang..😀

    • Reisha Friday, 19 October, 2012 at 18:30

      hehe, makasih😀

  3. izzawa Friday, 19 October, 2012 at 16:08

    merinding shaa…..😦
    kalo gak ada partner ,,,ii aj partner ny sha…tari piring yang waktu SMP😆

    • Reisha Friday, 19 October, 2012 at 18:31

      hehe. pek lah ie. lai takana juo ndak tarinyo?😀

      • izzawa Friday, 19 October, 2012 at 19:31

        lai takana stek2 sha..
        btw itu tari piriang versi apo sha???trus emang baduo se nyo yo??

      • Reisha Friday, 19 October, 2012 at 20:32

        Tari Piriang versi Unit Kesenian Minangkabau (UKM) ITB ie. Ado tu videonyo di http://www.youtube.com/watch?v=K_MdRSZSEuA, atau youtube channel UKM-ITB http://www.youtube.com/user/UKMchannel

        Jumlah penarinyo genap sih yg penting, ndak mesti 2. Cuma waktu itu dek pertimbangan waktu mepet n susah cari urang nan bisa capek diajaan nari, jd cukuik surang se cari kawan nari, hehe..

  4. RIZKI AGUS NURSADI Thursday, 25 October, 2012 at 16:12

    waduh mantep mengenalkan budaya kita, kak kmaren pas ikut seleksi fotonya kakak 4×6 kan ,nah itu kakak tempel ya??🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: