Carving Life with Letters

…menyampaikan pemikiran dan isi hati saat lidah tak mampu berkomunikasi…

Jalan-Jalan Singkat di San Francisco (Part 1): From Fisherman’s Wharf

Waktu saya menulis tentang conference di U.S. yang saya ikuti Juli lalu itu, ada sepotong cerita yang belum dituliskan, yaitu cerita jalan-jalannya, hehe. Mari dilanjutkan ceritanya. :D Conference yang saya ikuti berlangsung selama 3 hari. Tadinya saya pengen extend sehariii saja di sana biar bisa jalan-jalan seharian gitu, ternyata berdasarkan aturan kampus hal itu tidak mungkin. Yah, namanya pergi conference dibayarin kampus jadi ya mesti nurut, hehe. Untungnya ada slot waktu kosong beberapa jam dari landing di SFO airport hingga sebelum check in di hotel.

Tempat conference-nya adalah di Redwood City. Sebelum berangkat saya sudah coba cari info tempat yang menarik di Redwood City, ternyata nihil plus aksesnya susah. Yang menarik itu kebanyakan di San Francisco. Jadi slot waktu yang saya punya mesti dimanfaatkan buat ke San Francisco. Pertanyaan berikutnya adalah ke mana? Kota itu jelas tidak kecil. Setelah cari informasi, cek Google Maps, menghitung waktu, dsb, akhirnya saya memutuskan untuk menelusuri area pantai San Francisco Bay, mulai dari Fisherman’s Wharf hingga Golden Gate Bridge.

Ngebolang ke San Francisco, tentunya saya ga mau kerepotan menggeret koper saya. Untungnya di international terminal SFO airport ada luggage storage-nya. Tidak ada coin locker seperti yang biasa saya temui di Jepang, hehe. Tarif penitipannya tergantung berat koper. Di tempat itu kita juga bisa mengirimkan surat atau kartu pos, perangko juga tersedia. Lalu, info transportasi di SF Bay Area bisa dicari dengan trip planner di 511.org, lengkap rute, jadwal, dan harga tiketnya di sana. Saya sudah punya rutenya, yosh, mari berangkat.

Fisherman’s Wharf

The BART train

Perjalanan dimulai dengan menggunakan BART. Saya sempat bingung waktu beli tiketnya. Tiket yang saya butuhkan harganya di bawah $10, tapi cuma bisa beli tiket harga $10 atau $20. Dua turis Jepang di sebelah saya juga bingung. Akhirnya saya beli saja yang $10. Ternyata sistem tiketnya seperti kartu debit, beda dengan di Jepang. Kesan pertama masuk keretanya BART: bahkan kereta biasa di Jepang masih lebih bagus, haha. Saya turun di Embarcadero Station, lalu disambung dengan naik SF Muni tujuan Fisherman’s Wharf.

Fisherman’s Wharf luas, ada banyak spot menarik di sana. Karena keterbatasan waktu akhirnya saya pilih melihat beberapa spot saja.

Pier 39

The Pier 39

SF Muni yang saya naiki berakhir di Pier 39 jam 11.30. Tempatnya ramai sekali, weekend juga sih waktu itu. Di Pier 39 kebanyakan isinya restoran, toko, dan street performance. Saya ga minat makan ataupun belanja, jadi saya pun langsung berjalan menuju ke pinggir dermaganya. Di sana banyak kapal-kapal, dan sedikit banyak pemandangannya mengingatkan saya pada area American Waterfront di Tokyo Disneysea, huehe. Di seberang sana saya melihat ada jembatan, sempat saya kira itu Golden Gate Bridge, ternyata bukan.😳

“The Rock” Alcatraz Island

Dari Pier 39 ini kita juga bisa melihat Alcatraz Island yang dikenal dengan sebutan “The Rock” itu. Pulau yang dulunya penjara terkenal itu sekarang sudah jadi tempat wisata. Ada kapal yang melayani cruise ke sana. Pemandangannya bagus, langit cerah, burung camar berterbangan. Pas lihat-lihat Alcatraz ini saya ketemu dengan beberapa turis Singapura yang duluan menyapa saya. Gampang dikenali sih ya dari jilbabnya, kalau ga Malaysia ya Indonesia, hehe. Tampaknya mereka cukup kaget pas tau saya ngebolang sendiri, hihi.😎

There should be many sea lions there.

Pier 39 ini juga terkenal dengan California Sea Lion-nya. Jadi di Pier 39 West Marina ada tempat khusus mangkalnya para singa laut selama lebih kurang 22 tahun terakhir. Saya pun menuju ke sana. Tapi sesampainya di sana, tempat itu hampir kosong. Saya ga tau singa lautnya lagi ke mana, huhu. Ada sih beberapa ekor, tapi itu pun di ujung sana. Padahal kalo liat videonya di Youtube heboh banget suara para singa laut itu. Ya sudahlah, saya pun ga yakin menunggu mereka bakal datang, akhirnya saya langsung cabut saja dari Pier 39.😦

Fisherman’s Wharf Sign

The Fisherman’s Wharf Sign

Keluar dari Pier 39, saya lanjut jalan ke arah barat, mencari tanda Fisherman’s Wharf yang pasti muncul kalau googling di internet. Akhirnya ketemu. Banyak yang nongkrong di sana, ada beberapa street performance juga. Di sekitaran situ juga sempat ketemu dengan Bushman yang terkenal itu. Jadi dia nyari duit dengan berlindung di balik semak-semak dan mengagetkan orang lain. Untung ga sampai jadi korban yang dikagetkan. Di salah satu toko akhirnya saya mampir untuk membeli beberapa souvenir. Belanja rada kilat sih, soalnya ga mau nambah tentengan.😀

Lombard Street

The San Francisco Cable Car

Saya lanjut berjalan ke arah Hyde St. Dari Hyde St. saya mau belok kiri menuju Lombard St. Dari Hyde St. ini enaknya sih naik SF Cable Car, soalnya jalannya nanjak. Dan katanya sih kalau ke San Francisco wajib nyobain si cable car ini. Tapi melihat antrian yang lumayan panjang sementara saya mau cepat, akhirnya saya urung mencoba cable car. Pas lihat cable car lewat berasa lihat metromini Jakarta soalnya pada bergelantungan juga, hihi. Tapi bedanya jalannya pelan sehingga lebih aman. Akhirnya saya jalan kaki saja ke Lombard St.😛

View from Lombard Street

Kalau lihat di peta, jarak ke Lombard St. itu cuma sekitar 5 blok. Dekat lah ya, pikir saya. Kalau jalannya datar sih iya dekat, tapi jalannya ternyata menanjak miring sekali, huhu. Udah berasa naik gunung, beneran bikin gempor. Menyesali pilihan jalan kaki juga percuma udah setengah jalan ini. Jadi ya diteruskan saja. Akhirnya sampai juga. Dan ternyata sampainya di bagian atas jalan yang mau saya lihat. Wew. Tau gitu mestinya saya beloknya tadi dari Leavenworth St., bukan Hyde St. Tapi ga rugi juga sih, soalnya dari atas sini view-nya bagus banget.😉

Lombard St., the crookedest street in the world

Untuk melihat apa yang saya cari dari Lombard St. ini, akhirnya saya mesti turun dari bagian atas jalan. Lewat tangga gitu deh. Jadi Lombard St. ini katanya adalah the crookedest street in the world. Belokannya memang tajam banget ditambah jalannya yang menurun. Sedikit banyak mengingatkan saya sama Kelok 44 di jalan menuju Danau Maninjau, hehe. Bagian bawah jalan ini memang salah satu spot foto. Dari sini saya kembali naik melewati tangga lalu turun lagi melewati bagian Hyde St. yang saya lewati sebelumnya. Gempor pisan si kaki.😡

Ghirardelli Square

Ghirardelli Chocolaterie & Cafe

Sebelum melanjutkan perjalanan ke tujuan berikutnya, saya ambil  jalan melewati Ghirardelli Square. Kalau yang ini beneran cuma lewat, ga lihat ada apa saja di sana. Mayoritas sih toko dan tempat makan juga. Yang paling terkenal dari sini sepertinya Ghirardelli Chocolate-nya. Ada cafe-nya di sana dan ramai banget. Mupeng sih mau nyicip, tapi karena saya mau buru-buru ke tujuan berikutnya jadi saya skip saja. Di SFO airport juga ada yang jual coklatnya, jadi bisa beli belakangan, hehe. Prosedur cek bahan tetap mesti dilakukan soalnya beberapa rasa coklat ada memakai gelatin, fufufu.😕

***

Argh, segini saja ternyata sudah panjang banget jadinya. Padahal niat awal mau bikin satu postingan saja. Dari pada jadinya puanjaaang buanget, saya stop dulu di sini. Nanti lanjut ke Part 2 untuk destinasi-destinasi berikutnya.😉

Sebenarnya masih banyak spot lain yang menarik di Fisherman’s Wharf, tapi saya cukupkan segitu saja. Waktu segera menunjukkan pukul 14.30, sementara Golden Gate Bridge masih jauh di sana. Saya berburu dengan waktu. Saya tidak menyangka bisa sampai 3 jam di sana.😆

San Francisco is poetry.  Even the hills rhyme. — Pat Montandon

3 responses to “Jalan-Jalan Singkat di San Francisco (Part 1): From Fisherman’s Wharf

  1. Gita Diani Astari Saturday, 17 November, 2012 at 00:43

    Haaaah why is your life so excitiiing? Hahaha. *iri tingkat berat* Itu saya subconsciously selalu nyebut “Hyde” sebagai ‘haido’ hahaha berasa Laruku deh😛

    • Reisha Saturday, 17 November, 2012 at 19:09

      Hoee kok komennya masuk spam >.<
      Hehe, yang ditulis yang seru2 aja😛 Saya ga tau pronounce-nya Hyde itu gimana😆

  2. alrisblog Thursday, 24 January, 2013 at 15:17

    Kalo di Jakarta si Bushman mungkin bisa bonyok kena bogem mentah karena orang yang dikagetin gak terima, hehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: