Carving Life with Letters

…menyampaikan pemikiran dan isi hati saat lidah tak mampu berkomunikasi…

Jalan-Jalan Singkat di San Francisco (Part 2): To The Golden Gate

Mari kita lanjutkan cerita dari tulisan sebelumnya. Beres dari Fisherman’s Wharf, plan awal saya adalah berjalan menelusuri Marina Blvd. hingga Crissy Field. Dulu saya cek di Google Maps butuh jalan kaki sekitar setengah jam. Di Jepang jalan kaki 20 menit itu sudah biasa sih, jadi saya kira 30 menit tidak masalah. Tapi mengingat saya sudah rada kesorean ditambah kaki sudah gempor parah, rasanya saya ga kuat kalau mesti jalan kaki. Opsi lain adalah naik bus tapi saya ga pernah nyari tau sebelumnya mesti naik bus apa. Akhirnya saya jalan saja berharap ketemu halte bus.

Alhamdulillah tidak lama kemudian saya menemukan halte SF Muni dan pas ada tujuan ke Marina District, jadi saya tunggu bus saja di sana. Setelah naik bus saya pun belum ada ide turunnya nanti di mana. Selama di bus saya cek lagi peta yang saya bawa sambil pasang kuping pak sopir bilang apa tiap berhenti di halte bus. Untungnya pak sopir menginfokan dengan jelas plus ada orang yang nanya juga ke sopirnya, jadi saya ikutan turun. Yay, sampai juga di spot berikutnya.

The Palace of Fine Arts

The Palace of Fine Arts

Saya segera menuju The Palace of Fine Arts. Kalau kata Tante Wiki, tempat ini dulunya dibangun buat tempat expo gitu. Trus yang tersisa dijadiin tourist attraction. Pas nyampe langsung ketemu lagoon berisi air yang tampak berwarna hijau kebiruan dan ada sejumlah angsa lagi bersantai di sana. Saya tertarik lihat tempat ini karena arsitektur bangunannya bernuansa Yunani, jadi biar berasa di Eropa gitu deh, hehe. Pas jalan di antara pilar-pilarnya yang tinggi, juga di bawah rotunda-nya, emang ga berasa di Amerika.:mrgreen:

Several people with wedding suits

Saat di sana saya melihat sejumlah orang berpakaian pengantin untuk foto-foto. Ternyata tempat ini juga merupakan salah satu lokasi favorit untuk foto pernikahan. Wajar banget sih memang, tempatnya cantik gitu. Ditambah langit yang sangat cerah. Perfect.🙂

Tepat di sebelah The Palace of Fine Arts ini ada Exploratorium. Judulnya the museum of science, art and human perception. Sepertinya di dalamnya menarik, tapi saya skip. Sudah sore.🙄

Crissy Field

Vegetations at the Crissy Field

Dari The Palace of Fine Arts saya berjalan ke arah Crissy Field. Crissy Field ini ceritanya dulunya lapangan terbang militer. Setelah ditutup dan diambil alih sama pemerintah, si lapangan itu direstorasi. Yang saya telusuri adalah area pinggir pantainya. Dari pantai itu Golden Gate Bridge bisa terlihat. Dari sini saya mulai kecewa karena cuaca sekarang tidak berpihak pada saya. Sejenak saya duduk di sana karena sudah kecapean. Di sebelah timur adalah Fisherman’s Wharf yang tadi saya datangi, langitnya masih terang walau tidak secerah tadi siang. Di sebelah barat adalah Golden Gate Bridge, tertutup oleh kabut.😥

Golden Gate Bridge

Walking to the Golden Gate Bridge

Katanya kunjungan ke San Francisco belum lengkap kalau belum ke Golden Gate Bridge. Jelas ini tidak boleh dilewatkan. Saya sudah kecapean dan melihat si kabut makin bikin tambah lemes. Udah ga ada harapan sih liat langsung si jembatan itu dengan view seperti di kartu pos. Tapi karena sudah jauh-jauh sampai ke sana, saya paksakan berjalan ke arah Golden Gate Bridge, lagi pula untuk kembali ke bandara saya cuma tau naik busnya dari sana. Saya kira jalannya tidak terlalu jauh, ternyata jauuuh, huhuhu. Letihnyooo.😡

Fort Point

Setelah melewati Torpedo Wharf, saya berhenti sejenak menyuruh kaki saya bertahan. Di sana ada dua opsi jalan yang bisa saya pilih. Pertama langsung ke Golden Gate Bridge-nya, menaiki jalan tangga ibarat mendaki bukit. Kedua ke Fort Point, bagian paling ujung utara San Francisco di bawah Golden Gate Bridge. Akhirnya saya pilih jalan ke Fort Point berharap jembatannya bisa terlihat jelas kalau dari dekat. Tapi sesampainya di sana ternyata sama saja. Si jembatan memang benar-benar ditutupi kabut dengan sempurna. Kabut oh kabut, why oh why.😥

Finally touchdown at Golden Gate Bridge

Nah tadinya saya kira ada jalan ke bagian atas jembatan dari Fort Point ini. Ternyata di sana buntu. Oh tidaaak. Artinya saya mesti balik ke tempat tadi dan menaiki jalan tangga itu. Haduuuh. Saya sudah cape parah, apalagi di pesawat saya ga bisa tidur, yang artinya saya sudah tidak tidur lebih dari 24 jam. Dan masih harus naik tangga. Fort Point ke tangga itu 400 m. Tangga ke Golden Gate Bridge 600 m. Wew. Tapi mesti dipaksakan, ga ada cara lain, huhu. Untungnya masih bisa sampai atas tanpa mesti pingsan di tengah jalan.😡

Five different year numbers

Saya sampai di salah satu visitor area. Di sana ada patung chief engineer pembangunan Golden Gate Bridge, Joseph B. Strauss. Tertulis “The Man Who Built The Bridge” di patung itu. Di dekatnya ada monumen bergambar Golden Gate Bridge beserta angka tahun yang berubah tergantung sudut pandang kita. Kalau dulu punya penggaris yang kalau digerakin gambarnya berubah, nah kira-kira si monumen itu seperti itu. Angka tahunnya mulai dari 1933 (tahun mulai dibangunnya jembatan) hingga 1937 (tahun jembatan mulai dibuka untuk publik).🙂

The story of the Golden Gate Bridge

Tak jauh dari sana ada tempat yang berisi tulisan dan foto sejarah Golden Gate Bridge. Saya suka deh tagline-nya, “Making the impossible, possible”. Jadi karena populasi penduduk San Francisco Bay terus bertambah, dirasa perlu membangun jembatan untuk melintasi Golden Gate Strait. Sempat dirasa ga mungkin, tapi dengan terus berkembangnya civil engineering jembatan itu pun bisa direalisasikan. Saat dibuka tahun 1937, Golden Gate Bridge ini punya the longest suspension bridge main span in the world. Sekarang udah ga lagi sih.😀

How the bridge vibrates

Oia, di tempat itu juga ada beberapa alat untuk mendemonstrasikan Golden Gate Bridge. Saya mencoba dua alat di sana. Yang pertama judulnya Suspension Cable Tension vs. Tower Height. Ini mendemokan trade off antara pemilihan kabel untuk jembatan vs. tinggi tower-nya. Yang kedua judulnya How The Bridge Vibrates. Ini mendemokan bagaimana getaran si jembatan kalau misalnya ada angin kencang, badai, atau gempa bumi. Sepertinya area situ lumayan luas, tapi karena sudah cape berat saya akhiri saja sampai di situ.😐

Saya segera menuju halte bus, dan naik SF Muni lagi sekitar jam 18.30, kali ini menuju Daly City Station. Dari Daly City Station saya naik BART lagi, kembali ke SFO Airport. Selanjutnya saya segera menuju Hotel Sofitel San Francisco Bay, tempat diadakannya conference. Ada shuttle bus gratis dari hotel, jadi saya tinggal menunggu di bandara.😀

View of the Golden Gate Bridge from Hyde St.

Diingat-ingat lagi emang mengecewakan kabut di Golden Gate Bridge itu. Saat landing sebenarnya SFO airport memang berawan, tapi di Fisherman’s Wharf cuacanya cerah sekali. Saya membayangkan, kalau saja saya ambil rute kebalikan, yakni mulai dari Golden Gate Bridge dan berakhir di Fisheman’s Wharf, mungkin lebih baik. Tapi belum tentu juga sih. Saya teringat waktu jalan di Hyde St. saya sempat melihat Golden Gate Bridge dari kejauhan, dan saat itu Golden Gate Bridge-nya sudah tertutup kabut, walau ujung tower-nya masih kelihatan sedikit. Ya sudahlah.😥

***

Dari kunjungan singkat sekitar 7 jam itu, menurut saya San Francisco ini nyaman buat jalan-jalan. Dari segi iklim pun katanya emang lebih enak dibanding bagian U.S. yang lain. Transportasi di sana relatif mudah. Peta pariwisata pun bisa didapatkan dengan gratis di SFO Airport.🙂

Karena waktu saya memang singkat, mau tidak mau pasti ada trade off antara jumlah spot yang dikunjungi vs. waktu di tiap spot. Karena saya maunya dapat banyak spot, maka saya tidak bisa berlama-lama di satu tempat. Alhasil saya cukup buru-buru dan mesti jalan dengan cepat, hehe. Sejujurnya saya belum puas melihat-lihat kota San Francisco, apalagi ga kebagian lihat Golden Gate Bridge. Pengen deh ke sana lagi. Ada yang mau bayarin saya ongkos ke sana? Hihi..😆

“I Left My Heart in San Francisco” — Tony Bennett‘s signature song

3 responses to “Jalan-Jalan Singkat di San Francisco (Part 2): To The Golden Gate

  1. Nurul Ihsan Fawzi Sunday, 18 November, 2012 at 17:11

    Mau donk ikutan kesana (lagi)..🙂

  2. pujicaremu Friday, 23 November, 2012 at 12:17

    Reblogged this on pujicaremu.

  3. alrisblog Thursday, 24 January, 2013 at 19:15

    Yah itu ada orang nikahan di taman. Golden Gate Bridge mengagumkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: