Carving Life with Letters

…menyampaikan pemikiran dan isi hati saat lidah tak mampu berkomunikasi…

Mari Menonton 花火大会 (= Hanabi Taikai)

Saya rasa semua orang suka melihat 花火 (= hanabi) alias kembang api. Musim panas di Jepang identik sekali dengan fireworks festival, atau yang dalam bahasa Jepang disebut 花火大会 (= hanabi taikai). Salah satu pertunjukan yang wajib dilihat nih di Jepang. Hanabi taikai biasanya diadakan sekitar bulan Juli hingga Oktober. Kembang api yang cantik menghiasi langit malam dengan indahnya dan kita bisa menonton dengan gratis. Di beberapa tempat ada juga spot yang berbayar, di spot yang paling bagus buat nonton kali ya. Bentuk dan warna kembang apinya sendiri bermacam-macam, saya pernah lihat ada yang berbentuk hati, smiley face, dan pig face. Ga bakal bosan deh nontonnya.

第34回足立の花火

第34回足立の花火

Saya suka sekali dengan hanabi taikai. Sayangnya ga begitu banyak dapat kesempatan buat nonton. Di Tokyo biasanya paling banyak hanabi taikai itu di bulan Agustus, sementara 2x bulan Agustus saya mudik ke Indonesia. Ditambah lagi pas Ramadhan, agak malas juga jadinya keluar ke keramaian manusia, berpanas-panas, dan puasa.

Ehew, gara-gara tulisan tentang Tokyo Disney Resort sebelumnya saya jadi tertarik menulis tips-tips ketimbang cerita hanabi taikai-nya sendiri. Yuk mari kita list tipsnya.

Memilih Tempat Hanabi Taikai

Ada banyak tempat yang mengadakan hanabi taikai di musim panas di seluruh penjuru Jepang. Di Tokyo misalnya listnya ada di sini. Pilih mendatangi yang mana yaa? Yang bagus biasanya hanabi taikai yang besar atau yang terkenal. Kalau di Tokyo seperti hanabi taikai di Sumidagawa dan Edogawa. Mungkin jumlah kembang apinya bisa jadi patokan. Hanabi taikai yang besar pastinya jumlah kembang apinya banyak sekali, sebagai contoh di tahun 2012 ini di Sumidagawa hanabi-nya ada 20,000 dan di Edogawa ada 14,000. Bandingkan dengan di tempat lain yang hanabi-nya “cuma” 500 atau 1,000. Jumlah kembang api ini tentu saja berbanding lurus dengan lamanya pertunjukan. Yang di Sumidagawa itu bisa sampai 1.5 jam! Tapi perlu diingat ada trade off-nya juga tentunya. Hanabi taikai yang terkenal pastinya ramai sekali. Kalau mau menghindari keramaian yang super sekali itu bisa pilih tempat lain, hehe.

Memilih Spot Menonton

Setelah menentukan tempat yang akan didatangi, ada baiknya cari-cari info bagusnya menonton dari mana karena berpengaruh ke kenyamanan menonton. Sebisa mungkin pilih tempat yang ga ada penghalang pandangan. Saya pernah nonton hanabi taikai tapi terhalang oleh pagar atau gedung, ga enak banget.

Anda bisa memilih tempat yang relatif dekat ke tempat diluncurkannya kembang api. Lebih heboh kali ya karena suara ledakannya kedengaran lebih keras. Dan kembang apinya juga akan terlihat lebih besar. :P

Menonton dari dekat

Menonton dari dekat

Atau bisa juga memilih tempat yang agak jauh sehingga bisa melihat kembang apinya secara penuh, bukan hanya saat sudah meledak di udara. Kalau mau hunting foto sih sepertinya lebih bagus dari tempat yang agak jauh, bisa dapat full gitu fotonya, hehe.

Menonton dari jauh

Menonton dari jauh

Beramai-Ramai

Nonton hanabi taikai ga seru kalau sendirian. Enak sih mungkin sendiri karena gampang nyari tempat, tinggal nyelip, sendiri ini. Tapi kan ga rame, hehe. Jadi mending ajak teman-teman Anda. Lumayan juga kan bisa jadi event buat ngumpul rame-rame dan silaturrahim.

Lautan manusia di hanabi taikai

Lautan manusia di hanabi taikai Arakawa

Datang dari Sore, atau bahkan Siang

Pertunjukan hanabi taikai memang berlangsung di malam hari atau saat hari mulai gelap. Tapi kalau mau tempat yang enak apalagi ramean, jangan pernah berpikir untuk datang beberapa menit sebelum pertunjukan dimulai. Orang-orang biasanya sudah berdatangan ke sana beberapa jam sebelum acara. Lagipula jalan ke tempat hanabi taikai-nya pasti penuh sekali dengan manusia menjelang ataupun saat hanabi taikai-nya berlangsung. Buat jalan aja susah. Jadi sebaiknya datanglah beberapa jam sebelumnya.

Keramaian di sore hari menjelang hanabi taikai di Sumidagawa

Keramaian di sore hari menjelang hanabi taikai di Sumidagawa

Booking Tempat

Untuk dapat tempat yang enak buat serombongan orang, ada baiknya ada yang booking spot di sana. Kapan booking-nya? Tergantung tempatnya sih. Ada di beberapa tempat yang membolehkan booking tempat dari malam sebelumnya. Ada juga yang baru membolehkan siangnya. Lebih cepat booking lebih besar kemungkinan dapat tempat yang pewe, hehe. Cara booking-nya gimana? Gampang, tinggal gelar tikar plastik di sana, tikar yang nantinya dipakai buat alas duduk. Di Sumidagawa pernah malah lihat beberapa spot yang cuma ditandai dengan lakban, wew banget.

Setelahnya ditinggal pun saya rasa tidak masalah. Bagusnya orang Jepang adalah mereka sangat menghormati hal ini, tidak akan mengambil tempat yang sudah di-booking orang lain. Kalau di Indonesia kalau ga ada yang jagain udah dipindahin dengan semena-mena kali ya, hihi.

Pakai Yukata atau Tidak?

Hanabi taikai apalagi di musim panas identik dengan 浴衣 (= yukata), alias kimono musim panas. Banyak orang Jepang yang datang menonton hanabi taikai dengan mengenakan yukata beraneka warna dan motif. Kadang bisa disimpulkan kalau di kereta banyak ketemu orang pakai yukata, pasti ada hanabi taikai di suatu tempat, hehe. Sebenarnya ga mesti pakai yukata juga sih. Tapi kalau mau lebih berasa Jepangnya bagusan pake yukata. Saya sih belum pernah nonton hanabi taikai pakai yukata, ga mau riweuh, ihihi. Akan tetapi di hanabi taikai di musim gugur jarang sih yang pakai yukata, mungkin karena udaranya lebih dingin.

Nonton hanabi taikai dengan yukata

Pergi nonton hanabi taikai dengan yukata

Tripod dll.

Ini khusus buat yang mau memotret-motret kali ya. Bagusan pakai tripod tentunya kalau mau memotret kembang api. Kalau orang awam kayak saya gini biasanya juga baca-baca dulu tips-tips memotret kembang api, hihi. Kalau yang udah jago mah ga butuh lah ya. Selain perlengkapan memotret, kalau nonton pas musim panas ada baiknya juga bawa kipas. Panasnya summer kan ga enak banget, apalagi itu di keramaian. Di musim gugur ga butuh kipas lagi tentunya, tapi mungkin butuh jaket tipis kalau udaranya sudah mulai dingin.

Setelah Menonton

Setelah menonton, jelas lautan manusia itu akan bergerak semuanya menuju stasiun terdekat, entah itu untuk pulang atau pergi ke tempat lain. Sebagian orang ada yang mulai meninggalkan tempat sebelum acara benar-benar berakhir, untuk menghindari crowded. Saya ga menyarankan ini. Mending nonton sampai benar-benar selesai kan? Apalagi kembang api paling gede dan paling hebohnya itu biasanya paling akhir. Mengganggu orang lain juga sih lewat-lewat gitu *yang suka sebel kalau ada yang lewat dan menghalangi pandangan*.😆

Setelah hanabi taikainya selesai, tunggu dulu aja beberapa menit. Stasiun kereta juga pasti penuh banget, percuma juga cepat-cepat ke stasiun. Mending ngobrol dulu sama teman, foto-foto, atau cari tempat makan. Kalau udah ga begitu ramai kan pulangnya juga lebih enak, ga desak-desakan. Hehe.

…[F]ireworks had for her a direct and magical appeal. Their attraction was more complex than that of any other form of art. They had pattern and sequence, colour and sound, brilliance and mobility; they had suspense, surprise, and a faint hint of danger; above all, they had the supreme quality of transience, which puts the keenest edge on beauty and makes it touch some spring in the heart which more enduring excellences cannot reach. —  Jan Struther in Mrs. Miniver (1939) 

3 responses to “Mari Menonton 花火大会 (= Hanabi Taikai)

  1. trafsilo Friday, 7 December, 2012 at 18:46

    WUih seru juga yaa event nya (^_^).. kapan yaaaa bisa ke Jepang!!! ngarep.com

  2. j-Lovers Sunday, 30 December, 2012 at 23:18

    pengalaman yang menyenangkan, izin repost ke teman2 ya gan ^^
    saya kasi literaturnya ko..

  3. zaKiya Sunday, 6 January, 2013 at 19:41

    hajimemashite,
    kak,, update tentang kebudayaan jepang lainnya dong,,,
    pengen juga lah nanti lanjut s2 nya di jepang,, moga diijinkan Allah,,
    kak reisha, boleh minta email nya, kalo2 nanti ada yang ingin ditanyain?
    douzo yoroshiku ,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: