Carving Life with Letters

…menyampaikan pemikiran dan isi hati saat lidah tak mampu berkomunikasi…

Thesis, DONE!!!

Alhamdulillah, tanggal 8 Februari lalu saya sudah melalui thesis defense dengan selamat sentosa *halah*. Tunai sudah kewajiban saya sebagai mahasiswa master di sini. Riset yang sudah dimulai sejak semester pertama kuliah master saya, akhirnya tertuang dalam dokumen tesis sebanyak 45 halaman (jauh lebih sedikit dibanding TA sarjana saya dulu yang totalnya 159 halaman, hihi). Dari diskusi dengan profesor pembimbing saya akhirnya dokumen tesis tersebut diberi judul “A Research on Unified Source Code Measurement Framework Supporting Multiple Programming Languages”.

My thesis and thesis summary

My thesis and thesis summary

Well, di tulisan ini saya tidak akan menulis tentang isi tesis saya. Terlalu abstrak dan terlalu teknis, ga akan menarik lah pokoknya untuk dibaca, hihi. Mari cerita tentang perjalanan si tesis ini saja. So here we go, a story of a deadliner finishing her master thesis.😀

Back to December 2012

Sejak semester terakhir saya dimulai bulan September 2012, sebenarnya saya sudah bertekad untuk mulai menulis tesis saya seawal mungkin. Apa daya, tekad tinggallah tekad. Fukazawa-sensei, profesor saya, baru memberitahukan jadwal pertesisan tanggal 22 Desember 2012. Jadi jadwal pengumpulan thesis dan thesis summary adalah 1 Februari 2013, lalu thesis defense tanggal 8 Februari 2013. Akhirnya ada informasi yang fix juga.

Namun demikian, tetap saja hasrat untuk menulis tesis belum ada. Level malas masih tingkat tinggi.😡 Saya juga masih stuck dengan program framework yang mesti saya buat untuk tesis. Dari dulu saya memang ga suka dan ga skill di programming, jadi untuk program singkat yang mungkin buat orang lain bisa beres dalam sehari, saya akan butuh berhari-hari. Ga jarang juga saya stres sendiri dan down gara-gara coding ini, sampai pernah merasa kalau saya bakal ga mampu menyelesaikan si tesis itu. Aneh mungkin ya orang kuliah IT tapi ga suka programming. But trust me, I’m not alone.😆

Then January 2013 Came

Januari, bulan terakhir buat saya untuk menulis si tesis. Tekad mesti diperkuat lagi. Saya cam-kan ke diri saya, ini bulan penentuan dari 3 tahun hidup saya yang sudah saya habiskan di Jepang. Pilihannya adalah memperturutkan down dan rasa malas lalu pulang tanpa hasil apa-apa sementara 3 tahun sudah terbuang, atau selesaikan semuanya dan pulang dengan ijazah master. Tentu saja pilihan yang waras adalah pilihan kedua.

Malas dan semangat datang silih berganti. Awal Januari saya baru mulai menulis tesis saya dari nol, haghag. Well, sebenarnya ga dari nol juga sih. Syukur dulu saya pernah menulis paper untuk conference, jadi saya sudah punya modal untuk sebagian tesis saya. Paper dulu itu pun isinya sudah setengah dari tesis saya. Berkat paper itu juga makanya saya “berani” baru mulai nulis tesis mepet-mepet deadlineLesson learned: writing some papers (which are related to your research theme/progress) during the 2 years of master program will really diminish your effort for writing the thesis.😆

Tapiiiii, awal Januari itu saya ya baru cuma mampu mindahin isi paper saya ke tesis. Saya masih struggling dengan si program, masih mesti menyiapkan presentasi saya di kelas M-zemi, dll. Seminggu terakhir baru deh yang benar-benar sibuk sesibuk-sibuknya, pusing sepusing-pusingnya. Jam biologis sudah hancur, makan tidak teratur, nyenyak tiada pernah saat tidur *maksa*.😆

Menuju Pengumpulan Tesis

Soal ini rada dramatis juga. Jadi jadwal pengumpulan tesis sudah ditetapkan 1 Februari antara jam 13.00-14.00. Di hari itu, saya mesti membawa berkas tesis saya beserta 5 lembar thesis summary. Halaman cover tesis beserta thesis summary itu mesti ada cap (seal) profesor saya. Di lab saya, saya mesti minta cap tersebut ke sekretaris lab. Tanggal 28 Januari si sekretaris kirim email ke milis lab, bilang bahwa tanggal 1 Februari dia ga bakal ngelab. Jadi artinya yang butuh cap mesti minta paling lambat tanggal 31 Januari.

Tanggal 30 Januari malam saya masih begadang merevisi beberapa bagian dari tesis saya. Thesis summary-nya belum ditulis sama sekali. Tanggal 31 Januari siang saya baru mulai nulis thesis summary, sementara si sekretaris lab cuma bakal ada di lab sampai jam 15.00. Ampun lah, panik pisan, soalnya saya kira dia bakal ada di lab sampai sore. Akhirnya bisa beres juga. Sukses membuat si sekretaris lab tertahan dulu di lab dan baru bisa pergi jam 15.25 gara-gara saya baru sampai di lab jam 14.55. :mad: Selesai dapat cap tersebut rasanya legaaa banget. Beban di pundak rasanya berkurang banyak. Dan artinya saya tinggal santai hingga besoknya, hari pengumpulan tesis.

Sesuai jadwal yang ditentukan, saya datang ke kampus menuju ruangan pengumpulan tesis. Pas saya datang antriannya sudah panjang. Masing-masing membawa hasil kerja kerasnya selama 2 tahun. Ternyata yang dikumpulkan cuma si thesis summary. Buku tesisnya sendiri cuma dicap, tanda sudah di-submit. Sepertinya yang penting sih memang si thesis summary itu, soalnya itu yang akan dibaca oleh penguji defense. Buku tesis cuma disimpan di lab. Trus ya, buku tesis saya itu juga ga pernah dibaca oleh profesor saya (Fukazawa-sensei) ataupun yang membimbing riset saya (Washizaki-sensei). Jadi selama saya nulis tesis, saya tulis aja sendiri, ga ada yang nge-review, lalu dikumpulin aja deh. Temen lab saya juga pernah bilang sih, presentasi saat defense lebih penting daripada buku tesis.

Oia, tanggal 1 Februari itu si sekretaris lab ada donk di lab. Hadeeeh, mengingat sebelumnya udah buru-buru banget nulis thesis summary, panik dan pusing, lari-lari ke kampus, jadinya kesal sendiri pas liat si sekretaris di lab. Tau gitu kan saya ga perlu segitu paniknya kemarin, fufufu.

The Defense

Sebelum hari-H defense, alhamdulillah ada latihan presentasi dulu ke Washizaki-sensei. Kayaknya sih di sini memang seperti itu, soalnya teman-teman di kampus lain juga ada latihan atau rehearsal presentasi dulu sebelum defense. Bersyukur banget ada ini, soalnya bisa dapat masukan dan saran perbaikan dari sensei.

Waktu presentasi untuk master defense di kampus saya adalah 10 menit. Iya, sepuluh menit saja. Plus tanya jawab 5 menit. Padahal dulu sidang TA sarjana di ITB dulu aja bisa 1 jam lebih, haha. Tapi 10 menit itu antara senang dan ga senang juga sih. Senang karena artinya defense-nya bentar banget, ga senang karena rasanya waktu segitu ga cukup untuk menjelaskan riset yang sudah dilakukan. Dulu aja di conference waktu presentasinya 20 menit, ini tesis yang isinya 2x lipat paper saya waktu conference mesti dipresentasikan dalam waktu setengahnya.😡

Jeda seminggu antara pengumpulan tesis dan jadwal defense terasa lamaaa sekali. Udah pengen cepat selesai-bebas-merdeka  soalnya. Apalagi beberapa teman udah defense dari bulan Januari.

Di hari-H, ada 3 sensei di ruangan defense. Mungkin komposisinya 1 pembimbing dan 2 penguji ya, tapi karena 2 diantara 3 sensei itu adalah Fukazawa-sensei dan Washizaki-sensei, saya jadi merasa penguji saya cuma satu, haghag. Dan saya merasa suasananya kayak zemi biasa aja, bukan defense, hihi. Alhamdulillah.

Sembari menunggu giliran presentasi, saya masih mencoba latihan presentasi dalam hati. Saya juga berulang-ulang berdoa rabbish rahli sadri wa yassir li amri wahlul uqdatam mil-lisaani yafqahu qawli (Q.S. Thaha: 25-28). Doa yang satu ini luar biasa sakti sodara-sodara. Alhamdulillah presentasi saya lancar. Trus pas sesi tanya jawab, pertanyaan yang saya terima juga lebih berupa konfirmasi atas apa yang saya sampaikan.

Sorenya saya beserta 4 teman lab yang juga defense hari itu dikumpulin dulu sama Fukazawa-sensei. Sensei menyampaikan beberapa hal dan juga komentar terkait presentasi tadi. Untuk presentasi saya, sensei bilang “your presentation is very well, but your English is too fast for Japanese.” Emang ngebut sih saya ngomongnya, tapi mau gimana lagi, waktunya cuma dikasih 10 menit sementara yang mau dijelasin ada banyak. >.<

***

Dari pengalaman buku tesis yang ga dibaca sensei plus presentasi defense  yang lumayan santai, somehow saya merasa tesis dan defense itu seperti formalitas saja. Yang terpenting di sini adalah proses selama riset itu sendiri. Pemahaman kita, apa yang sudah kita lakukan, kenapa mesti begini kenapa mesti begitu, dsb, semuanya sudah terlihat oleh sensei dalam proses yang 2 tahun itu. Jadi kalau ngerjain risetnya udah serius, bener, dan ga ada masalah, insyaaAllah tesis dan defense-nya juga akan lancar. Well, mungkin ga berlaku buat semua orang, but trust me, beberapa orang lainnya juga merasakan ini.😛

Again, alhamdulillahirabbil’alamin, saya bisa menyelesaikan tesis ini dengan baik. Dan lagi-lagi saya belajar akan kekuatan keyakinan, bahwa ketika kita yakin kita bisa melakukan sesuatu, insyaaAllah kita akan bisa melakukannya.

Believe in yourself! Have faith in your abilities! Without a humble but reasonable confidence in your own powers you cannot be successful or happy.
— Norman Vincent Peale

11 responses to “Thesis, DONE!!!

  1. Tazy Thursday, 7 March, 2013 at 03:17

    Like this banget!! Jadi ikut deg2an bacanya, karena lg nesis jugaa aakkk >.< Selamat ya rei.. Selamat Master, selamat pulang ke Indonesia.. Semoga ilmunya berkah, Aamiin😀

    • Reisha Thursday, 7 March, 2013 at 03:23

      Aamiin. Arigatou Tazy. Moga lancar juga tesisnya Tazy, dan jangan deadliner kayak saya ya, hihi..

  2. You Thursday, 7 March, 2013 at 23:00

    ka REi, benernya bingung mw mulai darimana, entah, tpi sy terpacu bgt dg liat blog kaka, sy pngen bgt kul d jpn nii, lnjut S2. tpi RS dlu yak?? nii mw usaha dlu, search demi search akhirnya nemu di Waseda univ jg, *cuma di situ sii fak.nya* hehehe, X3a

    gini, mwnya nanya2 gtu ttg skola d jpn, klo kk berkenan, nii email sy uneeng@yahoo.com
    arigatou ne rei-neechan😀

  3. hana Thursday, 14 March, 2013 at 11:44

    mbak reisha
    saya selalu mengikuti tiap tulisan di blog mbak rei. ..

    tapi baru kali ini memberanikan diri untuk menulis di blog mbak
    mbak saya ada rencana ngajuin beasiswa master k Jepang, kalau mbak rei sempat Dan berkenan mohon mbak sedikit membantu, saya ada sedikit kesulitan dan belum faham tentang syarat yg” menyertakan abstract dari thesis” terimakasih ^^

    rohanasufia@gmail.com

  4. Vioni Derosya Saturday, 16 March, 2013 at 16:45

    uni salam kenal,,tingga wisuda brati skrg y un? selamat uni😀

    • Reisha Tuesday, 19 March, 2013 at 03:27

      Halo Vioni, salam kenal juga. Iya tinggal nunggu wisuda, hehe. Makasih yaa😀

  5. utari Thursday, 21 March, 2013 at 10:37

    selamat kak reisha!
    ak juga jadi pengen cepet2 S2.. S1 aj belum kelar hehe

  6. Miss Ceevuik Friday, 22 March, 2013 at 00:18

    Alhamdulillah..turut senang.. terharu sha baconyo, heuheu..
    Smoga ilmunya smakin berkah & brmanfaat bagi org banyak.. hehhee..

  7. Linda Monday, 8 April, 2013 at 16:53

    Assalamu’alaikum Kak Raisha, mau tanya, karena aku baca kayaknya yg melanjutkan S2 di jepang kebanyakan jurusan Teknik, kalau KK tau, gimana kalau jurusan sosial seperti accounting?
    terus sebenernya periode reaserch itu dipakai buat belajar bahasa Jepang saja tau bagaimana?
    Linda

    • Reisha Monday, 8 April, 2013 at 17:55

      Waalaikumsalam. Wah saya ga tau euy yg jurusan sosial risetnya gmn. Kalau pas periode research student tergantung kampus dan profesornya.

  8. Putri Nurhayati Thursday, 15 August, 2013 at 21:17

    Assalamu’alaikum kak Reisha, mau tanya mau ambil beasiswa yang S1 apa harus pake riset segala macamnya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: