Carving Life with Letters

…menyampaikan pemikiran dan isi hati saat lidah tak mampu berkomunikasi…

Special Flower Called “Sakura” (Part 1): Sedikit Cerita

Tidak terasa sudah 3 tahun saya di Jepang, dan beberapa hari lagi sakura akan kembali menghiasi bumi Negeri Sakura ini. Saya sempat bertanya-tanya mengapa orang Jepang selalu menanti kehadiran sakura dan tidak bosan-bosannya kagum dengan sakura, walau bisa dibilang mereka selalu melihatnya tiap tahun sepanjang hidup mereka. Tempat yang penuh sakura juga selalu dipenuhi lautan manusia, entah itu dalam rangka 花見 (= hanami) bersama keluarga atau kolega, atau sekedar melihat dan mengambil foto. Saya memang tidak pernah bertanya langsung pada orang Jepang, tapi saya rasa karena sakura memang bunga yang spesial. Spesialnya apa? Akan berbeda buat tiap orang. Bisa berarti kebahagiaan, semangat, harapan, ketenangan, keteduhan, dsb.

Kalau diingat-ingat, sejak awal kedatangan saya di Jepang, baru tahun lalu saya benar-benar menikmati sakura. Nostalgia sedikit ah.

The 1st Time, 2010

Bersama Mbak Irma di taman dekat asrama Komaba

Saya mendarat di Jepang untuk pertama kalinya tanggal 2 April 2010. Baru keluar dari Narita airport dengan bus, di pinggir jalan sudah banyak saya lihat sakura. Keluar dari stasiun menuju asrama, sakura juga menyambut kami di pinggir jalan. Dari jendela kamar saya yang berada di lantai 4 pun saya bisa melihat sakura. Saya merasa that was a perfect welcome from Japan for me.🙂

Suatu malam Mbak Isti mengajak saya keluar bersama teman Jepangnya ke Yasukuni Shrine. Malam itu sangat ramai dan banyak orang piknik di bawah sakura. Mbak Isti bilang, itu namanya 夜桜 (= yozakura), alias hanami tapi di malam hari. Saya yang belum mengerti apa-apa tentang Jepang cuma bisa melihat tanpa mengerti kenapa bisa seramai itu.😛

Sepertinya cuma itu cerita saya bersama sakura di tahun 2010. Ngomong-ngomong tentang hanami, saya tidak merasakan hanami di tahun 2010. Ga ada yang ngajak, huhu. Lagi pula belum ada banyak kenalan di Jepang. Beberapa teman di kampus lain ada yang diajak sama teman-teman PPI di kampusnya, tapi di saya ga ada. Sedih amat yak, haghag. Tapi ga sedih juga sih, soalnya saya masih rada blank tentang Jepang dan pikiran saya lebih banyak tercurah untuk beradaptasi dengan Jepang dan mengurus segala kegiatan di kampus. Lagi pula waktu saya di Jepang masih panjang bukan?😉

The 2nd Time, 2011

Sakura yang baru akan berbunga di taman dekat asrama Komaba

Menjelang musim semi 2011, saya sudah membayangkan akan hanami dan melihat sakura sepuasnya. Tapi semua berubah ketika negara api menyerang setelah gempa besar 11 Maret terjadi. Tanggal 18 Maret kampus saya mengumumkan bahwa perkuliahan akan dimulai bulan Mei, diundur sebulan karena mestinya semester baru dimulai tanggal 1 April. Dengan berbagai pertimbangan, saya putuskan untuk pulang ke Indonesia di bulan April itu.🙂

Memilih meninggalkan Jepang di bulan April berarti juga memilih melewatkan sakura, karena di Tokyo biasanya sakura itu mekar di awal April. Dan agaknya tahun 2011 ini sakura telat mekarnya dibanding tahun 2010. Pohon yang sama di dekat stasiun belum ada tanda-tanda berbunga di akhir Maret, padahal pas saya datang tahun 2010 mereka sedang di puncak mekarnya.😡

Sehari sebelum berangkat ke Indonesia, saya melihat beberapa sakura di taman dekat asrama sudah memulai berbunga. Tapi baru awal-awal banget, soalnya kebanyakan masih berupa kuncup yang bersiap untuk mekar. Akhirnya saya sempatkan ke sana sebentar deh. Paling tidak saya masih bisa melihat sakura di tahun itu walau sedikit.🙂

The 3rd Time, 2012

Bersama Mbak Isti saat hunting sakura

Saya merasa tahun 2012 adalah tahun terakhir saya di Jepang untuk bisa menikmati sakura sepuasnya. Alhasil saya benar-benar memburu para sakura cantik itu sepuasnya, dengan azas “kapan lagi?”. Hehe. Saya sudah cari-cari info tentang tempat yang bagus untuk melihat sakura di Tokyo, walau tentu saja ga mungkin didatangi semuanya.😀

Lagi-lagi sakura lebih telat mekarnya dibanding tahun sebelumnya. Kali ini minggu pertama April pun banyak yang belum mekar. Puncaknya baru di minggu kedua April 2012. Melihat sakura tentunya paling keren saat full bloom, atau istilah Jepangnya 満開 (= mankai). Ada beberapa tempat yang saya datangi. Nanti ya saya tulis di bagian 2 tulisan ini.

Sakura hanya berbunga selama lebih kurang 2 minggu. Setelah itu mahkota-mahkota bunganya mulai berguguran, ibarat dedaunan di musim gugur. Saat melihat lembaran-lembaran putih-pink itu berterbangan, sejenak saya merasakan perasaan perpisahan, layaknya saat pertama kali berangkat meninggalkan Indonesia dulu. Sedih karena tidak akan bertemu hingga tiba nanti waktunya kembali, tapi ada secercah harapan dan semangat untuk menghadapi jalan yang akan ditempuh ke depannya.

***

Saya akan pulang ke Indonesia akhir Maret ini. Kalau melihat trend di tahun-tahun sebelumnya, waktu mekarnya sakura makin lambat dibanding sebelumnya. Tapi tahun ini sakura mekarnya lebih cepat daripada tahun lalu, jauh lebih cepat bahkan dibanding pertama kali saya datang di Jepang. Sekarang saja di Tokyo sudah ada yang mulai mekar. Kyaaa, alhamdulillah, masih dikasih kesempatan sama Allah untuk melihat sakura sebelum saya benar-benar meninggalkan Negeri Sakura ini. Padahal tahun lalu dah rada mellow mengira itu sakura terakhir saya.😉

Learn from yesterday, live for today, hope for tomorrow. The important thing is not to stop questioning. — Albert Einstein 

3 responses to “Special Flower Called “Sakura” (Part 1): Sedikit Cerita

  1. nayzaelsyekia Tuesday, 19 March, 2013 at 08:35

    aaaa…. how a beautifull experience!
    semoga nanti saya bisa belajar disana…. Pengen banget belajar di negeri sakura itu🙂

  2. mumu Tuesday, 19 March, 2013 at 20:56

    hajimemashite ! Watashi wa mumu desu . juuni nensei desu . kaka🙂 saya siswa SMA jurusan bahasa apa boleh ikut monbukagusho ? Sya dan teman saya ingin sekali kuliah dijepang . Saya senang sekali liat blog” kaka tentang beasiswa ini . Apakah kaka punya teman yang mendapat beasiswa s1 , D3 dan D2 ? Jika punya tolong share ya ka , arigatougozaimashita 🙂

  3. nadhzakira Saturday, 17 August, 2013 at 12:24

    this almost made me cry :”) salah satu impian saya memang adalah berada di bawah pohon sakura ketika bunganya berguguran. There’s something special about this flower. Kemarin sempet ke Jepang, tp malah pas winter haha. Mohon doanya semoga bisa kesampaian😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: