Carving Life with Letters

…menyampaikan pemikiran dan isi hati saat lidah tak mampu berkomunikasi…

Mengirim Barang Pindahan dari Jepang ke Indonesia

Melanjutkan tulisan sebelumnya, kali ini saya akan menuliskan pengalaman saya mengirimkan sejumlah barang ke Indonesia yang tidak mungkin saya bawa dengan bagasi pesawat. Mengirim barang ke Indonesia bisa menggunakan jasa pos atau jasa pengiriman barang lainnya. Kalau barang sedikit atau mau keluar duit lebih, pilihan ini bisa digunakan. Tapi mohon jangan tanya ke saya biayanya berapa dsb., karena saya tidak tahu sama sekali tentang ini.😀

Di kalangan PPI Jepang, nama Pak Ruswan lumayan dikenal terutama mendekati bulan Maret atau September, yakni bulan kelulusan mahasiswa sekaligus kepulangan mereka ke Indonesia. Siapa Pak Ruswan ini? Jadi beliau adalah orang Indonesia yang sudah bertahun-tahun menyediakan jasa pengiriman barang dengan kontainer kapal khusus untuk orang Indonesia. Saya memilih jasa Pak Ruswan ini karena biaya pengiriman barang jauh lebih murah. Biaya pengiriman dihitung berdasarkan volume barang, bukan berat barang. Di sisi lain, prosesnya memang lebih ribet, agak menyita waktu, dan barangnya baru sampai beberapa bulan kemudian.

Komunikasi dengan Pak Ruswan mayoritas lewat email. Nantinya akan ada beberapa dokumen berisi penjelasan lengkap yang sebenarnya tinggal dibaca dengan seksama, dan nanti paham sendiri kok prosedurnya seperti apa, hehe. Saya ga akan menjelaskan panjang lebar isi dokumen-dokumen tsb di sini. Saya juga tidak melampirkan dokumennya di sini, karena bisa saja ada perubahan informasi di dokumen yang baru. Saya tidak mau Anda berpatokan pada dokumen versi lama, hehe.

Saya cerita kronologisnya aja ya, sambil jelasin beberapa hal yang menurut saya penting.😀

4 Desember 2012, Informasi Pertama

Kebetulan saya di-forward informasi tentang Pak Ruswan ini oleh Gibran. Waktu itu ternyata sudah ada yang mengontak Pak Ruswan dan mem-forward-nya ke milis PPI Hiroshima. Di milis PPI Kanto ataupun PPI Jepang belum kedengeran infonya, hehe. Di email tsb, ada 2 file yang dilampirkan, 1) Mengenai Pendaftaran Anggota dan Penitip (10 halaman), 2) Mengenai Tarif Ongkos Kirim & Jadwal (6 halaman).

Dokumen 1) mayoritas berisi syarat pendaftaran. Hal yang perlu diperhatikan di sana menurut saya adalah tentang “anggota” dan “penitip”. Kita yang mengirimkan barang akan dibagi ke dalam beberapa grup dan dalam satu grup terdapat satu “anggota” serta beberapa “penitip”. “Anggota” harus menyiapkan dan mengurus belasan dokumen, sedangkan “penitip” hanya perlu menyiapkan sekitar 2-3 dokumen. Siapa yang jadi “anggota” dan siapa yang jadi “penitip” ditentukan oleh Pak Ruswan. Kalau ga mau repot sih enakan jadi “penitip”, hehe.

Dokumen 2) berisi penjelasan tentang penghitungan biaya kirim serta garis besar jadwal mulai dari pendaftaran hingga kapan kira-kira barang sampai ke Indonesia. Jadwal perlu diperhatikan, supaya mulai kebayang kapan harus menyiapkan segala sesuatunya. Perlu digarisbawahi juga bahwa Pak Ruswan hanya mengurus pengiriman barang dari gudang pengumpulan barang di pelabuhan ke Indonesia, jadi bagaimana caranya barang sampai dari tempat tinggal ke gudang adalah tanggung jawab pribadi.

7 Desember 2012, Mendaftar ke Pak Ruswan

Setelah membaca dokumen 1) dan 2) sampai mengerti, akhirnya saya mengirimkan email ke Pak Ruswan untuk mendaftar. Saya sekaligus mengirimkan data-data saya yang dibutuhkan untuk mendaftar. Sebenarnya sih kecepetan juga mendaftarnya tanggal segitu, tapi waktu itu saya kuatir banget kalau ga kebagian, haha.

25 Desember 2012, Didaftar Sebagai Anggota

Berhari-hari saya menunggu balasan dari Pak Ruswan, balasan beliau baru datang di Hari Natal. Saya agak kuatir waktu itu apakah email saya dibaca oleh beliau atau tidak. Tapi katanya beliau emang kadang lama banget baru balas email, jadi sabar aja nunggunya, hehe. Emailnya berisi beberapa pertanyaan yang mesti saya konfirmasi, serta info bahwa saya didaftar sebagai anggota. Huff. Saya udah kebayang ribetnya, tapi dipikir-pikir lagi gpp lah. Dokumen-dokumen yang dilengkapi bisa lebih terjamin karena saya sendiri yang mengurus, hehe. Info tentang penitipnya baru akan diberitahukan akhir Januari setelah semua data pendaftaran masuk.

Di dalam email tsb juga terlampir dokumen 3) Mengenai Petunjuk Pengepakan Barang-Barang Dan Contoh Daftar F-I & F-II (22 halaman). Di dalam dokumen 3) ini dijelaskan tentang barang-barang apa saja yang bisa dikirimkan dan bagaimana cara mengepaknya ke dalam kardus. Apa itu Daftar F-I dan F-II? Daftar F-I hanyalah rekap dari Daftar F-II, jadi bikin F-II dulu, ntar tinggal copy-paste-edit, jadilah F-I. Daftar F-II berisi detail isi kardusnya nanti apa aja; jumlah masing-masing barangnya berapa; ukuran, volume, dan berat kardus berapa; dan harganya berapa. Harga yang dimaksud bukanlah harga barang saat dibeli ataupun harga ongkos kirim barang, melainkan perkiraan premi asuransi. Dikira-kira aja sih ngisinya, hehe. Yang penting nanti total harganya ga melebihi jumlah yang ditetapkan Pak Ruswan, yang mana dihitung dari estimasi volume barang yang akan kita kirimkan.

Contoh Daftar F-II yang mesti dibuat

Contoh Daftar F-II yang mesti dibuat

Saya langsung balas email beliau hari itu, dan ada beberapa hal yang saya tanya ke Pak Ruswan. Email saya baru dibalas tanggal 29 Desember.😛

28 Januari 2013, Pemberitahuan Nama Grup serta Anggota dan Penitipnya

Setelah satu bulan idle, akhirnya ada email dari Pak Ruswan tentang grup saya. Saya sebagai anggota, dan ada dua penitip dalam grup saya. Saya sebagai anggota juga mesti mulai menyiapkan belasan dokumen yang dijelaskan di dokumen 1). Penitip mesti menyiapkan Daftar F-I dan F-II mereka juga, yang nanti akan digabung dengan Daftar F-I dan F-II saya. Dan mulai dari tahap ini, koordinasi anggota dan penitip mesti bagus.

Daftar F-I dan F-II saya mesti saya kirim ke Pak Ruswan paling lambat tanggal 4 Februari. Mepet banget waktunya, mana waktu itu lagi ngejar deadline tesis juga, huhu. Membuat Daftar F-II ini yang ribet. Saya ga mungkin bisa mengira-ngira satu kardus muat berapa. Mau tidak mau saya mesti simulasi, memasukkan barang-barang itu ke kardus, lalu mencatat dan mengukurnya. Bisa sambil sekalian packing sih sebenarnya. Cuma masalahnya waktu itu kebanyakan barang-barang saya masih akan dipakai. Secara pulangnya masih 2 bulan lagi. Jadi ya terpaksa simulasi, masukin barang ke kardus, trus bongkar lagi.

Sehari berselang, satu penitip di grup saya mengundurkan diri, katanya belum siap kalau harus menyiapkan semuanya dalam waktu dekat.

29 Januari 2013, Pemberitahuan Tanggal Barang Masuk Gudang

Pak Ruswan kembali mengirimkan email yang memberitahukan bahwa gudang di pelabuhan di Yokohama dibuka tanggal 8-10 April 2013 dan menanyakan kapan barang-barang grup kami akan masuk ke gudang. Karena saya pulang ke Indonesia bulan Maret, ga mungkin saya mengirim barang ke gudang tanggal segitu. Nah kita diperbolehkan mengirim barang-barang lebih cepat dari jadwal tsb, ada biaya tambahan tapi ga mahal. Barang-barang milik anggota dan penitip harus bersamaan sampainya di gudang, jadi butuh koordinasi, apalagi dalam kasus saya satu penitip tinggal di Sendai, pasti butuh waktu lebih banyak untuk mengirim barang supaya sampai sesuai jadwal. Saya putuskan barang sampai di gudang tanggal 28 Maret 2013.

4 Februari 2013, Mengirim Daftar F-I dan F-II ke Pak Ruswan

Alhamdulillah saya bisa menyelesaikan Daftar F-I dan F-II sesuai jadwal. Kedua daftar tsb saya kirim langsung ke Pak Ruswan, begitu pula dengan penitip. Setelah itu daftar dari anggota dan penitip akan disatukan oleh Pak Ruswan. Besoknya Pak Ruswan membalas email saya, mengkonfirmasi beberapa hal dan mengingatkan saya sebagai anggota bahwa nanti perlu menyiapkan dokumen-dokumen sekitar bulan Maret. Ada dua paket dokumen yang mesti dikirim, satu ke Kobe (perusahaan rekanan Pak Ruswan) dan satu lagi ke Jakarta (ke Pak Ruswan). Halaman paspor yang memuat cap kedatangan di bandara di Indonesia dan boarding pass saya juga ga boleh hilang, karena nanti mesti dikirim juga fotokopi/scan-nya ke Pak Ruswan begitu sampai di Indonesia.

8 Februari 2013, Pemberitahuan Penitip Baru

Setelah sebelumnya ada yang mundur, Pak Ruswan memberi tahu grup saya kalau beliau memasukkan satu penitip lagi ke grup kami. Untungnya teman sekampus di Waseda juga, Mbak Vitri, hehe. Dan alhamdulillah di grup saya komunikasinya lancar, kalau saya kirim email cepat dibalas, hehe.

13 Februari 2013, Pemberitahuan Rekap Daftar F-I dan F-II Grup

Pak Ruswan merekapitulasi dan mengoreksi Daftar F-I dan F-II grup, lalu mengirimkannya kepada kami. Selain itu, Pak Ruswan juga menjelaskan kembali dokumen-dokumen apa saja yang mesti saya siapkan. Pak Ruswan juga mengingatkan kembali tentang cara mengepak barang serta memberi label pada tiap kardus barang.

Mulai deh ini masuk tahap repot sebagai anggota. Ada sejumlah dokumen yang mesti difotokopi, yang malesin itu mesti motokopi seluruh halaman paspor. Walau halamannya masih kosong pun, tetap difotokopi, mana paspornya 48 halaman pula. Daftar F-I dan F-II juga mesti saya print beberapa set. Untung di lab ada mesin fotokopi dan printer yang bisa saya manfaatkan, jadi gratis, hihihi.

Trus Daftar F-I dan cover letter mesti saya legalisasi ke KBRI Tokyo. Sebenarnya bisa aja sih berkasnya dikirim ke KBRI-nya, tapi berhubung saya udah tinggal di Tokyo juga, mending datang ke sana langsung. Tanggal 16 Februari saya dapat legalisasinya, dan setelah itu saya harus mengirimkan scan-nya ke Pak Ruswan.

19 Februari 2013, Surat Tagihan Ongkos Kirim Barang

Akhirnya rincian pembayaran datang juga. Pembayaran ke Pak Ruswan harus ditransfer semuanya oleh anggota, jadi penitip mesti mentransfer tagihan mereka dulu ke saya. Penitip di Sendai langsung tranfer ke saya hari itu juga begitu menerima surat tagihan. Penitip satunya lagi transfer ke saya tanggal 21 Februari. Tanggal 22 Februari saya transfer ke Pak Ruswan.

Sebagai gambaran, tagihan untuk grup saya:

  • Anggota, 6 kardus, volume barang 0,4862 m3, barang dikirim ke Bandung, total biaya ¥17.673
  • Penitip 1, 15 kardus, volume barang 2,4940 m3, barang dikirim ke Sidoarjo, total biaya ¥70.540
  • Penitip 2, 6 kardus, volume barang 0,7835 m3, barang dikirim ke Jakarta, total biaya ¥23.752

9 Maret 2013, Info tentang Pengiriman Barang

Pak Ruswan mengirimkan dua email hari itu. Email pertama berisi penjelasan teknis tentang bagaimana barang masuk ke gudang di Yokohama. Beliau juga menjelaskan lagi tentang teknis bagaimana barang dikirimkan dari pelabuhan di Indonesia ke alamat.

Email kedua berisi penjelasan tentang paket dokumen yang mesti saya kirim ke Kobe dan Jakarta. Dokumen tsb mesti dikirim paling lambat tanggal 21-22 Maret. Sejumlah dokumen sudah disiapkan sejak bulan Februari. Tapi saya baru mengirim tanggal 19 Maret karena ada beberapa dokumen yang mesti saya tunggu dari kampus.

Pertengahan Maret 2013, Kirim Barang ke Gudang Pakai Apa? >.<

Satu hal tidak berjalan sesuai rencana saya, soal pengiriman barang dari apāto ke gudang. Tadinya saya berencana memakai jasa Shige Transport yang dulu saya pakai waktu pindahan dari asrama ke apāto. Tapi orangnya ternyata ga bisa dihubungi. Coba tanya Adek yang dulu merekomendasikan beliau, katanya Machida-san udah kembali melaut. Haduh.

Saya bingung jadinya. Pake jasa pindahan lain mahal. Kan ga lucu kalo biaya kirim ke Yokohama lebih mahal daripada biaya kirim ke Indonesia *hemat mode on*. Berhubung tempat tinggal Mbak Vitri sejalur dengan saya, kami berencana ngirim barang ke gudangnya bareng, biar lebih hemat gitu.😛 Akhirnya Mbak Vitri dapat kenalan orang Jepang yang mau mengantarkan barang-barang kami ke gudang. Kami masing-masing cukup membayar ¥5.000 saja, hohoho. Alhamdulillah.

25-27 Maret 2013, Riweuh Packing Barang

Barang masuk gudang sudah ditetapkan dari awal, yakni 28 Maret. Dari Mbak Vitri saya diberitahu kalau kenalannya itu akan mengambil barang kami tanggal 27 Maret sore atau malam. Saya wisuda tanggal 26 Maret, dan full acaranya dari pagi sampai malam. Bodohnya saya baru mulai packing tanggal 25 Maret. Saat itu cuma beres 2 kardus, masih ada 4 kardus lagi. Tanggal 27 pagi saya masih tepar, baru lanjut packing lagi siangnya. Saya kira bisa cepet packing-nya, ternyata ngga. Kiki waktu itu kebetulan datang ke apāto saya karena mau ambil beberapa perabot saya. Akhirnya Kiki bantu packing. Udah maghrib tapi packing masih belum beres, dah pengen nangis. Jam 7 malam Mbak Vitri dan orang Jepangnya datang buat jemput barang. Kardus saya yang udah beres baru 4 pemirsah!😥

Saya udah cape, bingung, dan ga bisa mikir. Tadinya saya pasrah aja, bilang ke Mbak Vitri bawa kardus saya yang 4 itu dulu aja, sisa 2 lagi besok saya pikirin gimana caranya bisa sampai ke gudang. Orang Jepangnya kasian gitu ke saya, akhirnya dia bilang, dia kasih saya waktu 1 jam buat nyelesein, nanti dia balik lagi. Saya awalnya ga yakin, tapi karena semua orang meyakinkan saya, saya coba dulu. Mbak Vitri dan si orang Jepang pergi, Kiki bantu saya lanjut packing. Padahal Kiki itu tadinya berencana sore udah pulang, akhirnya kemaleman deh gara-gara bantu saya. Makasih banyak.😥

Alhamdulillah selesai juga packing-nya dan 6 kardus saya diangkut bersamaan dengan 6 kardusnya Mbak Vitri.

28 Maret 2013, Barang Dikirim ke Gudang Yokohama

Siang hari saya dikabari oleh Mbak Vitri dan orang Jepang itu bahwa barang saya sudah sampai sekitar jam 11 siang di gudang. Saya coba kontak lagi CP di gudang untuk memastikan, dan alhamdulillah barang-barang grup saya (termasuk barang penitip dari Sendai) sudah sampai semuanya. Sekarang tinggal berdoa aja semoga barangnya selamat sampai ke Indonesia.😀

1 April 2013, Mengirim Scan Boarding Pass dan Cap Kedatangan Bandara

Saya sampai di Indonesia tanggal 31 Maret, dan Pak Ruswan sudah mewanti-wanti saya untuk mengirimkan fotokopi/scan boarding pass dan cap kedatangan paling lambat 1 April. Biar praktis dan cepat, saya kirim scan-nya aja. Bukan scan juga sih itu, tapi difoto pake kamera, haha.

6 April 2013, Paspor Asli Diterima Pak Ruswan

Sebagai anggota, selain boarding pass dan cap kedatangan, saya juga harus mengirimkan paspor asli saya ke Pak Ruswan. Paspor saya nanti akan dikembalikan bersamaan dengan saat barang diantar ke alamat. Ga punya paspor dulu deh sementara. Buat Anda yang begitu balik dari Jepang berencana jalan-jalan ke luar negeri dulu, jangan jadi anggota, hehe. Saya kirim paspor saya pakai pos, lupa tanggal berapa, yang jelas Pak Ruswan mengabarkan bahwa paspor saya sudah beliau terima tanggal 6 April.

10 Mei 2013, Barang Sampai ke Alamat

6 kardus saya sampai dengan selamat ke kosan

6 kardus saya sampai dengan selamat ke kosan

Awal mendaftar ke Pak Ruswan, saya minta barang-barang saya dikirim ke rumah sodara di Cimahi. Saya berencana cari kerja di Bandung, tapi belum punya kosan. Setelah dapat kosan, akhirnya saya minta ke Pak Ruswan untuk mengirim barang saya langsung ke kosan.

10 Mei siang saya dapat SMS dari Pak Ruswan yang mengabarkan bahwa barang saya akan diantar hari itu, sampainya di antara jam 3 sore hingga 10 malam. Saya waktu itu lagi di kantor, dan baru pulang sore sekitar jam 5an. Pak Ruswan kasih CP orang yang mengantar barang ke Bandung, jadi saya kontak orang tsb dan minta supaya barang saya diantar malam saja, pas saya ada di kosan. Jam 3an orangnya udah nelpon bilang udah sampai di kosan. Weqs.

Jadi orang tadi akan mengantarkan seluruh barang tujuan Bandung hari itu. Dan katanya karena kosan saya yang paling dekat dari tol Pasteur, jadi barang saya diantar duluan. Yang lain pada jauh. -_-” Untungnya waktu itu ibu kos ada di kosan jadi minta tolong dulu buat nerima barang saya, heuu. Teman yang lain katanya ada yang baru menerima barangnya lewat tengah malam. Wew banget. Udah ngantuk pasti itu. Perlu dievaluasi nih sama Pak Ruswan bagian ini.

Alhamdulillah semua barang saya selamat sampai ke tangan saya. Di pelabuhan Indonesia katanya bakal ada barang yang dipilih acak oleh petugas bea cukai untuk dibongkar dan diperiksa. Dari sejak mendaftar udah dikasih tau ada risiko ini. Tapi alhamdulillah barang saya ga ada yang kena bongkar. Barang-barang penitip saya juga diterima dengan selamat, masing-masing tanggal 10 Mei (Jakarta) dan 12 Mei (Sidoarjo).

Kalau ada yang bertanya tentang bungkusan kardus-kardus saya itu, jadi kardusnya setelah saya lakban, saya lapis lagi dengan plastik terpal. Ga wajib sih ngasih plastiknya, tapi saya jaga-jaga aja. Kali aja kena air atau gimana. Plastik terpal biru itu saya beli di Daiso, itu sebenarnya tikar plastik yang biasa dipakai buat piknik, haha. Trus saya ikat lagi dengan plastic strap biar lebih kokoh. Belinya di Daiso juga. Oia, untuk barang-barang yang jangan sampai kena air seperti buku dan baju, sebelum masuk ke kardus saya bungkus juga dengan plastik. Lalu untuk barang pecah belah saya bungkus dengan koran dan bubble wrap, beli di Daiso juga (dan beberapa ditaruh di antara baju-baju). Ribet sih memang, tapi saya prepare for the worst aja. Ya namanya juga barang dikirim pakai kapal, gtw ditumpuknya kayak apa, gtw diangkat-angkatnya kayak apa, hehe.😀

***

Panjang ya ternyata tulisannya, haha. Makasih yang udah mau baca. Kalau saya kirim barang pakai pos ga bakal sepanjang ini ceritanya. Hihihi.

Oia, timeline di atas adalah untuk kepulangan saya di bulan Maret. Kalau tidak salah Pak Ruswan juga menangani kontainer untuk kepulangan bulan September. Kesimpulan saya, kalau memang mau menggunakan jasa beliau, mulailah cari info sekitar 3-4 bulan sebelum kepulangan.🙂

Develop an attitude of gratitude, and give thanks for everything that happens to you, knowing that every step forward is a step toward achieving something bigger and better than your current situation. — Brian Tracy 

25 responses to “Mengirim Barang Pindahan dari Jepang ke Indonesia

  1. muhfachrizal Saturday, 2 November, 2013 at 19:49

    waduh, ribet juga ya kak ngirim barang ke indo nya😐

    oya, bisa saya minta file dokumen nya dikirim ke email saya? Saya belum mengerti sama mekanisme nya mungkin dengan membaca dokumennya bisa saya pelajari secara garis besar hehe. persiapannya memang harus dari jauh2 hari ya kak, hehe

    • Reisha Monday, 11 November, 2013 at 20:54

      emmm, bukan apa2 sih, kyknya dokumennya lebih bisa dimengerti kalo udah tinggal di Jepang.

  2. Ryna Dwi Yanuaryska Monday, 11 November, 2013 at 14:21

    makasih ya postingannya bermanfaat banget, terutama untuk saya yang mau pulang september tahun depan. senada dengan permintaan teman diatas, bisa tolong dikirim file nya juga? saya ingin tahu barang apa saja yang bisa dibawa pulang. saya mau tanya lagi, itu barang2 pecah belah nya dibungkus bubble wrap efektif? maksudnya gak pecah? karena ada teman barang nya pecah katanya sih dibungkus kain (baju) gitu……

    • Reisha Monday, 11 November, 2013 at 20:57

      Di postingan saya kurang lengkap tampaknya😀 Untuk barang pecah belah dulu saya bungkus pake kertas koran dulu mbak, baru dilapis bubble wrap. Trus biar lebih aman barangnya saya taruh di sela-sela pakaian. Alhamdulillah ga ada yang pecah di saya.🙂

  3. yudhis Monday, 2 December, 2013 at 22:20

    bisa minta contack pak ruswan?

  4. Sakura Wednesday, 11 December, 2013 at 09:10

    Halo Mba Reisha, postingannya berguna sekali.
    Mau tanya beli kardusnya apakah kardus special juga? Kalau iya, beli dimana ya?

    • Reisha Saturday, 14 December, 2013 at 22:11

      Halo. Ah iya saya lupa nulis ya, hehe. Kardusnya terserah aja sebenarnya. Kalau mau beli, bisa cari di amazon atau rakuten gitu kalo ga salah, bisa pilih ukurannya juga, jadi lebih enak menghitung volumenya. Kalau saya waktu itu minta kardus ga kepake aja dari supermarket atau toko. Gratis soalnya, hehehe.

  5. ulfah022004 Thursday, 2 January, 2014 at 19:11

    boleh minta emailnya pak rusmana

  6. Tanty Monday, 27 January, 2014 at 09:15

    Mba Reisha, kalau penghitungan kubikasi final nya oleh pa Ruswan yah?
    Harga nya dihitung trakhir oleh pa ruswan? Bukan berdasarkan brp m3 yg kita booking diawal daftar?
    Makasi yah

    • Reisha Sunday, 2 February, 2014 at 08:36

      betul sekali mbak. nanti waktu bikin dokumen F-I dan F-II kita ngukur sendiri volume kardus-kardus kita trus nanti ditotal. dari total kubik final itu dihitung harganya, bukan berdasarkan yang kita booking dari awal🙂

      • Sri Rahajeng Wijayarti Monday, 3 February, 2014 at 14:10

        Mba Reisha, kalau pindahnya dari Indonesia ke Jepang Pak Ruswan juga bisa bantu ?

        • Reisha Tuesday, 11 February, 2014 at 10:10

          Saya kurang tau mbak, kayaknya sih ga ada soalnya ga pernah denger ada layanan itu. Jarang juga sih soalnya yang pindah ke Jepang bawa barang banyak banget..

  7. Tio Doddy Sunday, 2 February, 2014 at 19:16

    Salam kenal,Mbak Reisha.Ma’af ini,kalo saya lancang.Apakah saya boleh tau nomor telponnya Pak Ruswannya,Mbak?!Atau alamat email juga boleh.Terima kasih,Mbak.

  8. isa Sunday, 6 April, 2014 at 12:57

    Sha, kalo ngirim kayak sepedah atau motor gitu bisa gak ya? hehe. Kali aja tau, atau kalo boleh, masih ada gak ya dokumen guidenya?

  9. teddy Wednesday, 26 November, 2014 at 17:26

    Dear Mba Reisha,saya tinggal di Kyouto.Rencananya maret tahun depan mo pulang ke Indonesia.
    Jadi mau coba kirim barang juga,ada hal yang saya mo tanyain ke pa Ruswan.Boleh minta emailnya Pa Ruswan ga?

    Trims
    Teddy

    • Reisha Thursday, 4 December, 2014 at 18:10

      Saya kirim ke gmail mas ya🙂

  10. rizal Sunday, 8 March, 2015 at 18:27

    terima kasih informasinya,saya minta mailnya pak ruswan apa boleh..rencananya bulan 9 ini pulang dengan keluarga ke indonesia…mohon informasinya
    terimakasih
    rizal

    • Reisha Monday, 9 March, 2015 at 11:06

      Sudah saya kirim via email ya mas.

  11. kusuma Monday, 16 March, 2015 at 21:28

    Salam kenal Mbak….kebetulan sekali sudah lama saya cari cara kirim barang yang murah ke Indonesia. Bisa minta tolong emailnya Pak Ruswan? Makasih banyak buat segala bantuannya ya….

    • Reisha Tuesday, 17 March, 2015 at 13:56

      Salam kenal juga. Sudah saya kirim ya kontaknya via email.

      • Holid Monday, 4 May, 2015 at 10:12

        Mbk Reisha… Salam kenal ,Boleh minta Alamat e-mail pak Riswan

  12. Rosa Wednesday, 15 July, 2015 at 18:34

    Terima kasih untuk infonya! Boleh minta kontak pak Ruswan? Saya akan ke Jepang untuk exchange. Jaga2 saya butuh service ini ^^

  13. diana Thursday, 16 July, 2015 at 10:57

    Mba… boleh share email pak Ruswan donk… Buat pulang nanti,banyak banget bawaannya… huhuhuhuwww…
    Thanks before

  14. Yani Monday, 9 November, 2015 at 08:06

    Waahh berguna sekali infonya mbak…saya hampir menyerah mencari jasa pengiriman yang murah ke Indonesia, karena saya harus pulang bulan Maret tahun depan. Boleh minta email address nya Pak Ruswan, mbak ? Makasih banyak ya mbak…

    • Reisha Thursday, 12 November, 2015 at 21:29

      Udah saya kirim ke email ya mbak🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: